Neng Aisyah Pilihan Ayahku

Neng Aisyah Pilihan Ayahku
Nasib


__ADS_3

"Habiskan makananmu jangan terburu-buru" sambil beranjak berdiri.


"Anda akan kemana pengawal Riko" ucap Elysa.


"Bukan urusanmu jangan kepo" ucap sinis Riko dan langsung meninggalkan Elysa.


Elysapun menadahkan kedua tangannya sambil mengangkat bahunya dan memanyunkan bibirnya sedikit.


"Ah pengawal terdingin kayak antartika" batin Elysa.


Elysa melanjutkan makannya dan selang beberapa saat Rikopun datang tepat waktu karena Elysa telah menghabiskan makanan dan minumannya, tanpa ada jeda istirahat untuk Elysa Rikopun segera memberi intruksi ke Elysa untuk kembali ikut dengannya.


Riko berjalan dengan sangat tidak woles hingga Elysa yang mengikutinya dari belakang dan harus bejalan secepat Riko.


Ruangan Riko berada dilantai sepuluh kali ini Riko mengerjai Elysa, ia mengajak elysa naik dengan tangga padahal ada lift yang memang telah disediakan diperusahaan Angkasa raya.


"Kita keatas naik tangga" ucap Riko


"Kenapa nggak naik lift saja"


"Liftnya rusak, jadi kita harus naik secara manual"


"Rusak..!!!" ucap Elysa kaget.


"Mana mungkin perusahaan sebesar ini liftnya rusak, ada ada saja orang ini, aku ini bukan orang bodoh yang bisa dibohongi" batin Elysa.


"Cepat jangan banyak protes, tinggal berjalan naik gitu aja repot" ucap Riko.


Rikopun berjalan lebih dahulu dan Elysa mengikutinya dibelakang.

__ADS_1


"Entah terkena penyakit apa aku, seorang Elysa teman baik bosku sendiri malah aku permainkan macam ni" batin Riko sambil senyum sinis.


Setelah mereka sampai dilantai sepuluh terdengar suara hembusan nafas Elysa yang tidak woles dan sepertinya memang ia sangat kelelahan.


Mereka berjalan keruangan Riko.


Setelah sampai didepan ruangan Riko


"Masuklah keruanganku aku akan menunggumu disini" ucap Riko.


"Kenapa hanya saya saja, kenapa tidak denganmu" balas Elysa.


"Tuan Sanjaya hanya memerintahkanku mengantarmu sampai depan ruanganku saja"


"Tapi inikan ruanganmu jadi kamu berhak kan masuk lagipula kak Sanjaya punya ruangan sendiri kenapa harus meminjam ruanganmu untuk berbicara denganku"


"Hmm" balas Elysa.


Elysapun segera masuk keruangan Riko didalam sudah ada Sanjaya yang duduk ditempat duduk yang biasa Riko duduki.


"Kak Sanjaya" panggil Elysa terbata.


"Kemarilah El"


"Baik kak"


Elysa menempati tempat duduk yang berada pas didepan Sanjaya duduk.


"Kenapa kak Sanjaya memanggilku sepertinya ini sangat serius, apa ini semua menyangkut interviewku tadi kak"

__ADS_1


"Iya itu juga, tapi lebih penting dari itu"


"Apa kak yang lebih penting dari pekerjaan"


"Aisyah"


Satu kata yang membuat El faham apa yang dimaksud oleh Sanjaya, tiba-tiba El pun jadi takut tak karuan.


"Iya ada apa dengan kak Aisyah" ucap El dengan nada khas ketakutan.


"Aku sudah tau semuanya, nanti setelah pulang dari sini ikutlah dengan Riko, ia akan mengantarmu ke kontrakan yang telah aku sewakan untukmu, jangan bahagia dulu aku hanya ingin membantumu karena kamu anak teman baik dari keluargaku"


"Tapikan kak"


"Jika kamu tidak mau sudah pergilah dari kota ini, kembali ke asalmu"


"Apa kak Sanjaya benar-benar mengusirku, aku hanya khilaf dan dulu memang masih menyayangi kak Sanjaya tapi sekarang aku sudah taubat kok"


"Hanya ada dua pilihan, aku tidak punya waktu banyak untuk mendengar ocehanmu"


"Baik aku mau tetap disini dan menempati kontrakan yang telah kak Sanjaya carikan, tapi kumohon izinkan aku meminta maaf dengan kak Aisyah"


"Hmmm, pulang kerja nanti meminta maaflah dengan Aisyah setelah itu kemasi barangmu dan ikutlah dengan Riko dia akan mengantarmu"


"Baik kak" Elysa menundukkan kepalanya karena ia sadar betapa jahatnya ia dulu hingga yang ia anggap kakak sendiri jengkel dengan perbuatannya hingga mengusirnya.


Selanjutnya Sanjaya keluar dan Elysa masih tetap diruangan Riko. Ia sangat merasa terpukul sekaligus bersalah hingga tanpa bisa dibendung lagi air matanya menetes hingga menghasilkan isak tangis yang lirih.


Rikopun masuk sengan bertujuan ingin memberi tahu Elysa untuk segera keluar dari ruangannya namun niat itu tersingkirkan karena Riko melihat Elysa yang menangis, walaupun Riko seorang yang dingin-dingin konyol tapi ia sangat tak sanggup melihat wanita menangis, sehingga Riko membiarkan Elysa tetap berada diruangannya dan ia pun terduduk disofa menunggu Elysa menangis.

__ADS_1


__ADS_2