Neng Aisyah Pilihan Ayahku

Neng Aisyah Pilihan Ayahku
konsekuensi untuk Aisyah


__ADS_3

Saat Jeni sudah pulang Aisyahpun terduduk kembali disamping suaminya dan tuan Sanjaya membisikkan sesuatu kepada Aisyah hingga membuat Aisyah teringat ancaman mas Sanjaya tadi pagi.


"Masih sore begini masak mau tidur sih mas"


ujar Aisyah


"Siapa bilang mau ngajak tidur dek"


"La itu kan ngajaknya mas Sanjaya ke kamar"


"Tapi kan nggak harus tidur dek, dikamar kitakan bisa melakukan banyak acara misalkan melihat bintang, atau mungkin ena-ena gitu"


Saat Aisyah mendengar ucapan ena ena dari mas Sanjaya Aisyahpun menelan ludahnya dan benar bahwa tujuan mas Sanjaya memang itu.


"Nanti saja mas, kita nonton tv aja dulu ya hehe" alasan Aisyah


"Ya sudah aku ke kamar dulu kamu nanti nggak usah tidur dikamar, tidur sini saja"


"Haaa kamu nggak kasihan sama aku mas, hm ya sudah nanti aku tidur disini saja" Sambil membalikkan badannya.


Karena Aisyah terlalu banyak alasan karena sebenarnya Sanjaya tau bahwa Aisyah itu hanya takut untuk event nya memberi pelajaran ke Aisyah.


"Jangan pura-pura lupa ucapanku tadi pagi, mau aku gendong atau berjalan sendiri" ujar mas Sanjaya dengan nada sedikit kesal.


"Iya mas aku jalan sendiri saja tapi maunya kamu gandeng"


"Jangan sampai aku membuatnya marah lagi" batin Aisyah.


"Manja sekali istriku" mencium pipi Aisyah dan memperlihatkan senyum tipisnya.


Setelah sampai dikamar tuan Sanjaya pun langsung menjatuhkan badannya diatas kasur sedangkan Aisyah terduduk disofa.


"Dek" sambil menepuk-nepuk kasur yang ia tiduri.


"Kenapa mas, katanya tidak mengajakku tidur"

__ADS_1


"Kemarilah"


"Baik" Aisyah berjalan mendekati mas Sanjaya dan ikut tidur disamping mas Sanjaya.


"Ada apa mas"


"Matikan lampu"


"Kita belum Sholat isya' mas, lebih baik kita sholat dulu"


"Kamu sudah peka dek, baiklah kita sholat sekarang"


"Semua wanita yang bersuami pasti juga sudah tau mas, apa yang dilakukan mereka pas beginian" batin Aisyah.


Mereka pun menunaikan Sholat isya' dan Aisyah mengajak mas Sanjaya untuk Sholat sunnah setelah Sholat isya'.


Tuan Sanjaya berganti pakaian piyama Aisyah pun juga mengganti pakaiannya dengan piyama.


"Jangan lupa matikan lampunya dek"


"Iya mas"


Aisyah berjalan dengan setengah berlari menuju tempat tidur dan segera tertidur menutupi badannya dengan selimut.


"Dek, apa kamu lupa dengan ucapanku tadi pagi"


"Eh tidak mas, Aisyah tidak lupa hehe"


"Kalau begitu kamu harus terima konsekuensinya"


Sambil mengecup bibir Aisyah,


Mas Sanjaya pun membalikkan badan mungil istrinya itu dengan perlahan.


"Mas kelihatannya kamu sangat ganas"

__ADS_1


Mas Sanjaya mencium kening Aisyah dengan lembut selayaknya seperti suami istri yang saling mencintai dan menyayangi.


Aisyahpun dengan perasaan pasrahnya langsung memejamkan matanya.


"Dek, jangan tidur dulu kita begadang hari ini, setelah itu kita Sholat malam" sambil mencium kening Aisyah.


"Tapi tadi katanya kamu mau memberi konsekuensi untukku mas"


"Iya konsekuensinya kamu temani aku begadang hehe"


"Hanya itu saja..???"


"Apa kamu mau lebih dari itu, oke baiklah dengan senang hati dan siap tentunya"


"Eh tidak mas, iya-iya aku mau"


"Kamu sudah siap dek, aku lakukan sekarang"


"Bismillah.."


"Bismillah kenapa mas..??"


"Bismillah niat begadang dek"


"Oh gitu mas, hmm kita begadang berapa jam ya mas"


"Entah, sebenarnya aku ingin menyelesaikan pekerjaan perusahaanku tapi nggak jadi"


"La kenapa" tanya heran Aisyah


"Tidurlah" dengan suara lembut khas Sanjaya.


"Tadi katanya suruh begadang mas"


"Aku akan memelukmu dan tidurlah dipelukanku aku ganti konsekuensinya"

__ADS_1


"Baiklah,tapi harus jadi Sholat malamnya" Aisyah menyembunyikan kepalanya didada bidang Sanjaya sambil tersenyum.


"Aku mencintaimu" Sambil memeluk sang istri dengan sangat erat dan penuh kasih sayang.


__ADS_2