Neng Aisyah Pilihan Ayahku

Neng Aisyah Pilihan Ayahku
Siska dan Adit


__ADS_3

universitas jogja sudah menjadi kampus terfavorit dan kampus impian siska sejak ia masih duduk di bangku SMA, disana ia mengambil fakultas hukum, fakultas yang ia impikan sejak SD karena memang terinspirasi dari kakeknya yang sangat mahir dalam masalah hukum walaupun kakeknya hanya tamatan SD tapi entah darimana beliau sangat menguasai masalah yang berkaitan dengan hukum.


saat Siska menginjakkan kakinya dikampus itu sudah tercium bau bau perjuangan dan keberhasilan .


"Semoga cita citaku sekalian juga cinta ku terijabah disini Aamiin" batin Siska.


"Eh tapi kok ada cintaku juga ya kesini kan aku mau kuliah bukan cari cinta, duh dasar" menyadari kata katanya barusan.


saat siska melanjutkan langkah demi langkahnya untuk menuju kelas yang akan menjadi tempatnya belajar tiba tiba terdengar suara peluit keras dari arah lapangan utama kampus itu.


dan ternyata peluit itu berasal dari segerombolan mahasiswa senior yang akan menjadi panitia ospek untuk angkatan siska dan teman teman.


saat semua mahasiswa baru berkumpul karena telah memberi instruksi dari kak senior mereka pun mendapat pengumuman bahwa sebentar lagi akan diadakan upacara pembukaan dan membutuhkan satu mahasiswa baru untuk dijadikan penyematan.


"Siapa dari kalian yang bersedia menjadi penyemat" tanya salah satu kak senior.


saat ada pemberitahuan tersebut semua mahasiswa terdiam dan tidak ada yang berani maju ya karena memang masih baru atau junior jadi masih malu juga.


lima menit berlalu tak ada jawaban dari mahasiswa baru.


"Duh gimana nih kalau kak seniornya marah, apa aku aja ya yang maju, sebenarnya aku itu tidak malu hanya saja takut kalau mereka mengiraku sombong lagi" batin siska.


"Hay kenapa kalian semua hanya diam saja"


siska pun dengan beraninya maju kedepan


"Saya kak" menghadap ke kakak senior yang memberi info tadi.


"Baik, perkenalkan dirimu dulu"


"Assalammualaikum teman teman perkenalkan nama saya dewi siska fatimatuzzahra teman teman bisa memanggilku dengan ika atau zahra juga boleh saya bertempat tinggal di sana jauh sekali pokoknya umur saya juga masih muda diatas lima belas tahun dan dibawah dua puluh tahun, saya mengambil fakultas hukum, dan bagi teman teman atau kakak senior jangan tanyakan status saya karena pasti status saya sebagai mahasiswa yang jomblo karena kesini mau mencari ilmu serta menggapai cita cita tapi kalau dapat cinta ya Alhamdulillah" semu teman teman seangkatannya dan juga kakak kakak seniornya tertawa karena gaya perkenalan siska yang cukup unik.


"Kamu ini sedang memperkenalkan diri atau stand up ka"


"Wahh kakak sudah mengenal saya"

__ADS_1


"Tadikan kamu memperkenalkan diri" bicara ngegas.


"Tapi cepet banget lo kakak kenalnya, oh iya kak nama kakak siapa"


"Perkenalkan nama saya kevin julio sambil mengatungkan tangannya ke siska"


"Kevin julio kak..??, kok tapi enggak mirip ya"


sambil mengulurkan tangannya dan berjabat dengan kak seniornya.


"Mahasiswa baru emang gitu, seniornya belum selesai ngomong udah dipotong duluan, nama saya rendi pangestu,kevin julio itu hanya nama julukan"


"Oh baiklah kak ren"


entah apa yang mereka lakukan didepan siska yang tak tau malu dan juga rendi yang punya malu tapi malu malu in.


mahasiwa baru yang melihat adegan didepan sedang seperti melihat tontonan drama yang mendadak tanpa ada latian dan juga tanpa mengenal tokohnya.


"Asik pagi pagi udah dapet tontonan" ujar mahasiswa paling gendut sendiri sebut saja namanya dengan bobi


"siap kak kami mengerti"


mereka pun bubar dan melanjutkan aktivitas awal mereka sebelum disuruh kak senior berkumpul dilapangan.


"Bentar sis, aku akan memanggilkan ketua panitianya dan mungkin dia yang akan melatihmu nanti"


"Baik kak ren"


siska mengambil tempat duduk dan berteduh dari panasnya matahari sedangkan rendi kakak seniornya memanggil ketua panitia.


sepuluh menit berlalu kak rendi dan kak ketua panitia sedang datang menghampiri siska.


"Kamu nanti akan dibimbing adit, kak adit ini bertugas sebagai ketua panitia tapi juga sebagai pembimbing adik seniornya"


Siska yang belum melihat ke arah mereka

__ADS_1


karena memang masih sibuk mencari sesuatu di tasnya


"Baik kak, jadi nanti saya sama kak adit" berbicara tanpa menoleh ke kakak senior yang ada didepannya.


"Eh tunggu tunggu tadi namanya adit..??, kok aku pernah denger ya, masak orang yang itu tapikan enggak mungkin juga, ah sudahlah"


"kalau begitu saya permisi dulu selamat bertugas bro" menepuk bahu adit dan selanjutnya pergi meninggalkan siska dan adit..


"Perkenalkan dulu namamu"


Siska pun melihat ke arah adit untuk memperkenalkan dirinya.


"Adit...., ini kamu kan yang dulu tu kita kan pernah ketemu didepan hotel singapura"


Adit yang melihat siska agak tidak mengenalnya tapi juga sambil mengingat ingat wanita dihadapannya itu.


"Oh iya aku ingat, kamu wanita yang jutek itukan , yang takut denganku kamu kira aku orang jahat itukan" sambil tertawa ngakak.


"Ih jangan buka aibku, aku malu"


"Hahahah, aku pangkling denganmu kok sekarang kamu berkerudung kan kemarin pas kita ketemu kamu enggak berkerudung lo, jadi aku agak sedikit lupa denganmu karena penampilanmu yang sekarang"


"Ehh iya dit, eh maksudnya kak adit karena aku terinspirasi sama kakak iparku dia kan anak santri jadi sangat terlihat cantik dan kalem gitu saat memakai kerudung, tapi kok aku kagak ada kalem kalemnya ya hehe"


"Tapi kamu cantik kok, lebih cantik gini malah" tertawa meledek


"Makasi atas pujian menguras batinnya" tertawa malu.


"Ya udah ayok latihan ka, udah jam segini kalau dibuat ngobrol ntar nggak ada habisnya" ujar Adit sambil memakai topi.


"Wah tampan amat ni kakak, punya lesung pipi pula,kemarin pas pertama ketemu perasaan enggak seganteng ini deh" batin siska sambil melihat adit.


"Siap kak Adit"


siska pun berlatih dengan bimbingan Adit, kali ini Siska lebih semangat karena kakak yang melatihnya bisa konsisten dan kagak galak juga.

__ADS_1


__ADS_2