
Saat Jeni telah berpamitan untuk pulang, Aisyahpun segera kembali ke kamar untuk menyusul Sanjaya.
Sesampainya dikamar Aisyahpun langsung memeluk erat suaminya.
"Jangan pernah tinggalkan aku walaupun suatu saat aku sudah sangat tidak sempurna" ucap Aisyah sambil menahan tangisnya.
Karena sikap Aisyah yang tidak seperti biasanya membuat Sanjaya sangat heran.
"Hahaha dek kamu kenapa" balas Sanjaya dengan tawa berbahak.
Aisyahpun segera melepaskan pelukannya.
"Aku serius mas kok kamu malah tertawa, apa kamu memang ingin meninggalkanku nanti"
"Tidaklah mana mungkin aku meninggalkanmu, jika memang takdir kita berjodoh sejelek apapun kamu aku akan menerima segala kekuranganmu itu" ucap Sanjaya sambil membelai lembut kepala Aisyah.
"Terima kasih suamiku" Sambil mencium pipi kanan Sanjaya.
Sanjayapun memeluk kembali istrinya dan menidurkannya secara perlahan hingga merekapun terlelap dalam pelukan masing-masing.
Jam menunjukkan pukul 03:30 Aisyah terbangun karena alrmnya yang memang telah disettingnya jam sekian.
Saat ia bangun tiba-tiba perutnya merasa sangat mual dan rasanya ingin muntah.
Ia pun segera berlari menuju kamar mandi dan tak lama Aisyahpun muntah sejadi-jadinya hingga membuat badannya lemas dan membuatnya pusing.
Setelah kiranya cukup Aisyahpun mengambil air wudhu dan segera meninggalkan kamar mandi, tanpa menghiraukan kondisinya,mungkin itu masuk angin fikir Aisyah.
Aisyahpun melaksanakan Sholat malam dan setelah itu ia bermurojaah Al-Qur'an sembari menunggu Azan Subuh.
Setelah Azan subuh sedanh berkumandang Aisyahpun segera membangunkan Sanjaya suaminya untuk diajaknya Sholat Subuh berjamaah.
"Mas" ucap Aisyah sambil menggoyangkan tubuh suaminya yang masih rapet berbalut selimut.
"Hmmm" sambil menguap dan tangannya menutupi mulutnya.
"Sudah subuh ayok Sholat"
"Iya dek, hm tadi kamu sholat malam ya, kenapa nggak ngajak aku"
"Maaf mas aku nggak tega aja mau bangunin kamu"
"Besok-besok kalau kamu bangun untuk Sholat malam jangan sungkan ajak aku dek, biar aku juga bisa terbiasa sepertimu"
"Baiklah mas, Aisyah akan membangungkanmu, kalau begitu cepat ambil air wudhu dan setelahnya kita bisa Sholat subuh berjamaah"
Sanjaya menganggukan kepalanya dan segera ia pun berjalan menuju kamar mandi.
Setelah Selesai berwudhu Sanjayapun segera meraih kopyah dan sarungnya untuk ia kenakan.
Assalammualaikum warrohmatulloh...
salam kedua bertanda telah selesai melaksanakan Sholat.
Seperti biasa Sanjayapun memimpin do'a dan diAamiin i oleh Aisyah.
Saat Aisyah tengah melipat mukena tiba-tiba ia pun merasakan mual lagi dan kembali ke kamar mandi untuk muntah namun kali ini ia tak memuntahkan apa-apa, karena tadi sebelum subuh semua yang ia makan kemarin telah dikeluarkan paksa olehnya melalui muntah tadi.
Kali ini suaminya mendengar dan menyaksikan kejadian tersebut, dengan sangat cemas Sanjayapun berdiri didepan kamar mandi dan sambil bertanya kepada Aisyah dengan suara khas orang cemas.
"Aisyahku kamu kenapa, jangan membuatku khawatir, apa kamu salah makan atau kebanyakan minum atau bahkan belum makan hingga kamu muntah-muntah seperti ini"
Sambil menggedori pintu kamar mandi.
"Aku tidak apa-apa mas, kamu jangan khawatir mungkin aku hanya masuk angin saja" ucap Aisyah dari dalam kamar mandi.
"Bagaimana aku nggak khawatir melihat orang yang aku sayang seperti ini,dimana-mana suami itu pasti akan khawatir jika melihat istrinya sakit seperti ini"
"Aku tidak sakit, aku hanya mual-mual, diamlah mas, semakin kamu cerewet aku semakin mual"
__ADS_1
"Baiklah, aku akan diam" ucap Sanjaya yang tetap masih mematung didepan kamar mandi.
"Aneh-aneh saja suara suami membuat semakin mual katanya" batin Sanjaya.
Setelah selesai mual Aisyahpun keluar dengan wajah yang sangat pucat dan badannyapun terlihat lemas, karena memang semua yang ia makan kemarin telah keluar.
"Kamu terlihat tidak baik-baik saja istriku, kamu kenapa apa yang terjadi denganmu" sambil memegang kedua tangan Aisyah.
Sanjayapun mengajak Aisyah untuk keatas ranjang dan menyuruhnya berbaring, namun saat Aisyah berjalan tiba-tiba ia pun pingsan.
"Ya Alloh kenapa kamu pingsan disini" ucap Sanjaya.
Sanjayapun memopong Aisyah dan dibawanya keatas tempat tidur.
Ia pun segera berganti pakaian piyamanya ke baju santai karena hari ini Sanjaya memutuskan untuk tidak berangkat ke perusahaan dan berniat membawa Aisyah kerumah Sakit.
Setelah selesai iapun memakaikan jaket untuk Aisyah agar Aisyah tetap merasa hangat karena memang ini masih subuh saat udara masih dingin-dinginnya.
Setelah Sanjaya berganti pakaian ia pun segera menggendonh Aisyah sambil turun menuju garasi untuk mengambil mobilnya.
Kedua pelayanpun ternyata sudah bangun, pelayan perempuan sedang berada didapur dan pelayan laki-laki yang sedang berada diruang belakang langsung mendekati tuan muda dan nona mudanya karena memang mendengar derapan langkah kaki yang menuruni tangga dengan sedikit berlari.
Melihat nona Aisyah sedang digendong oleh tuan Sanjaya lengkap dengan kecemasan yang terlihat jelas diwajah tuan muda, kedua pelayan itu tidak berani bertanya dengan tuan muda maupun nona mudanya mereka cukup mengerti dan tau apa yang akan dilakukan tuan Sanjaya.
pelayan itu segera membukakan pintu depan dan juga membukakan pintu garasi.
Sanjaya dengan cepatnya langsung memasukkan Aisyah kedalam mobil dan segera mengemudikan mobilnya untuk menuju rumah sakit.
Sesampainya dirumah sakit Sanjayapun telah disambut segerombolan perawat yang akan membawa istrinya ke ruang rawat.
"Bawa istriku keruang VVIP" ucap Sanjaya ke salah satu perawat sambil mengikuti istrinya yang telah ditidurkan diatas brankar.
"Baik tuan muda" Sambil melihat ke arah Sanjaya dengan sedikit terpukau.
"Dalam situasi darurat seperti ini baru kali ini aku melihat suami yang tampan sedang mencemaskan istrinya yang cantik" batin perawat itu.
Setelah mereka berhasil sampai diruang VVIP Dokterpun segera menangani Aisyah dan memeriksanya tak lupa dokter itu memasang infus untuk Aisyah karena memang keadaan Aisyah yang lemas tak berdaya.
Dipintu depan ruangan Aisyah, Sanjaya yang sedang berusaha tidak cemas namun masih terlihat cemas bertanya dengan Dokter yang baru saja memeriksa istrinya itu.
"Dok bagaimana keadaan istriku" tanya Sanjaya.
"Istri tuan tidak apa-apa ia hanya sedikit kekurangan vitamin dan selebihnya setelah ia sadar saya akan memeriksanya lebih dalam lagi"
"Oh oke baiklah, apa saya boleh masuk"
"Tentu tuan Silahkan masuk"
Sanjayapun masuk dan meninggalkan dokter yang diajaknya berbicara tadi.
Sanjaya langsung menuju ke tempat berbaring Aisyah dan segera duduk disamping istrinya itu.
"Cepat sembuh istriku, kamu membuatku sangat panik dan membuatku kenyang sekaligus" ucap Sanjaya sambil mencium kening Aisyah.
Sepuluh menit berlalu Aisyahpun tersadar dari pingsannya.
Aisyahpun melihat disekeliling ruangan itu, tampaknya itu bukan kamarnya dan ia pun merasa sedikit sakit ditangannya dan ketika ia melihat ternyata ada infus yang menghiasi tangan kirinya.
Aisyah melihat kearah kiri dan disana ternyata Sanjaya suaminya telah menunjukkan senyum lebarnya dan
"Selamat subuh istriku"
Itu kata yang pertama diucap dari lisan suaminya saat Aisyah telah tersadar.
"Kenapa kamu membawaku kesini mas, aku kan tidak apa-apa, hanya mual saja, dan nanti pasti akan segera pulih"
"Aku harus tau kamu sakit apa Syah, tadi dokter belum bisa memeriksamu karena belum tau keluhan apa yang kamu rasakan, aku akan memanggilnya agar dokter bisa secepatnya memeriksamu"
Sanjaya pun segera meninggalkan Aisyah dan mencari dokter perempuan tadi.
__ADS_1
Setelah Sanjaya berhasil menemukan dokternya, dengan secepat kilat dokter itu siap untuk kembali masuk kedalam ruang rawat Aisyah.
"Selamat pagi nona, apa keadaan anda sudah lebih baik"
"Alhamdulillah sudah dok"
"Apa bisa saya memeriksa anda lebih mendalam sekarang, karena tadi saya sudah mengambil sempel darah nona tapi Alhamdulillah tidak ada penyakit yang serius"
"Oh iya silahkan dok"
"Sebelumnya saya mau tanya ke nona, apa yang anda keluhkan selama ini"
"Iya tadi sebelum subuh saya itu mual banget dok hingga pusing lemes gitu rasanya, apa mungkin saya masuk angin dok"
"Apa sekarang anda sedang waktunya datang bulan nona"
"Iya, tapi udah telat dok, 3 minggu yang lalu sebenarnya waktu haid ku tapi sampai sekarang belum haid-haid"
"kalau dari tanda-tandanya nona sekarang sedang hamil, namun agar bisa lebih memastikannya apa saya boleh meng USG nona"
"Oh iya silahkan Dok dengan senang hati"
Kedua perawat yang menemani dokter itupun segera mengambil alat USG.
Alat itu sudah berada tepat disamping atas Aisyah.
Dokter perempuan itupun segera permisi membuka setengah baju rawat Aisyah.
Setelah itu Dokter tersebut meneteskan cairan yang sangat terasa dingin diperut Aisyah dan selang beberapa saat ternyata ada sebuah bulatan seperti anggur berada didalam perut Aisyah.
Sekali lagi Dokter itu memastikan bahwa ia tak salah melihat dan ternyata memang benar ada sebuah benda berbentuk 2 bulat bulat seperti anggur yang berada diperut Aisyah.
Aisyahpun juga melihatnya dan bertanya.
"Itu apa dok, apa bulat bulat kecil itu yang membuatku mual-mual tadi"
"Iya nona, itu janin nona, selamat anda hamil nona"
"Apa dok, saya hamil" ucap Aisyah dengan berbinar-binar.
"Iya nona, dan sepertinya nona dan tuan akan mendapat keturunan kembar 2"
"Benarkah dok, serius ini"
"Iya nona, saya akan menyuruh salah satu perawat memanggilkan suami nona didepan dan biarkan beliau melihat langsung janin kembar nona"
"Baik dokter baik silahkan"
Sanjayapun telah dipanggil salah satu perawat tersebut dan bergegas masuk dan berdiri disamping kiri istrinya.
"Selamat tuan, 9 bulan lagi anda akan menerima bayi kembar"
"Alhamdulillah benarkah itu dok, dokter tidak bercanda kan"
"Tentu tidak tuan, anda bisa melihat dilayar ini ada 2 bulat kecil seperti jagung nah itu bayi kembar tuan dan nona"
"Alhamdulillah" senyum girang sambil menciumi kening Aisyah yang masih terlihat pucat itu.
"Tapi bagaiman keadaan istriku dok, apa ia baik-baik saja" ucap Sanjaya menghentikan ciumannya.
"Istri bapak baik-baik saja, tadi saya juga sudah mengambil sempel darah istri tuan tapi Alhamdulillah tidak ada yang perlu dikhawatirkan"
"Alhamdulillah"
"Cukup jagalah istri tuan dan janinnya, istri bapak sedang hamil muda dan ia juga membutuhkan banyak vitamin, hindari berfikir berat dan pekerjaan berat yang dapat mengganggu kesehatannya"
"Siap dokter" ucap Sanjaya.
"Baiklah tuan dan nona saya permisi dulu" ucap dokter sambil tersenyum.
__ADS_1
"Alhamdulillah Do'a ku kemarin manjur dek" bisik Sanjaya.