Neng Aisyah Pilihan Ayahku

Neng Aisyah Pilihan Ayahku
Elysa dan Riko


__ADS_3

Diwaktu yang sama dan ditempat yang berbeda Elysa yang tengah sendirian ditempat duduk luar sembari menunggu hasil interviewnya tadi namun tiba-tiba ada seorang satpam yang menghampirinya sambil membawa sebungkus roti.


"Selamat siang nona"


"Iya pak selamat siang juga" balas Elysa dengan tersenyum kearah satpam tersebut.


"Nona sedang menunggu siapa, apa ada yang bisa saya bantu.??" tanya satpam itu.


"Tidak pak, saya sedang menunggu hasil interview kerja"


"Oh iya non semoga berhasil dan diterima magang kerja diperusahaan ini, nona kan orang baik pasti nanti tuan Sanjaya juga akan menerima nona Elysa"


"Apa benar aku sudah baik..??" batin Elysa.


"Iya pak terima kasih" sambil tersenyum.


"Oh iya non ini saya ada roti, sepertinya anda sangat lapar"


"Hehe tidak pak terima kasih sebelumnya, saya sudah kenyang"


"Tidak apa-apa nona ambil saja, saya memang sengaja membawakan sebungkus roti ini untuk anda nona" Sambil mengulurkan tangannya yang membawa sebungkus roti ke Elysa.


"Iya pak terima kasih"


Elysapun mengambil sebungkus roti tersebut dan pak satpam pergi melanjutkan pekerjaannya tanpa lupa berpamitan dengan Elysa.


Karena memang sebenarnya Elysa lapar ia pun memakan roti tersebut sambil tetap duduk ditempatnya.


"Lumayan dapat roti bisa buat ganjal perut, hmm kak Sanjaya lama sekali si, katanya hasil interviewnya langsung hari ini, tapi kok lama banget udah hampir 2 jam aku menunggu hiks melasnya aku duduk diluar sendirian lapar lagi untung ada pak satpam yang berbaik hati"


"Bicara apa kamu"


Tiba-tiba ada suara laki-laki yang mungkin dari tadi mendengar ocehan Elysa.


Elysapun menengok kebelakang dengan perasaan takut campur malu, yang ditakutkan Elysa jika suara itu ialah suara kak Sanjaya.


"Eh pengawal Riko hehe" ucap Elysa terbata.


"Untung saja hanya pengawalnya tidak majikannya" batin Elysa.


Riko pun menghampiri Elysa dan duduk disampingnya, Elysa pun menggeser tubuhnya agar tidak terlalu dekat dengan Riko.


"Jaga bicaramu tentang tuan Sanjaya, apa kamu tidak tau disini banyak mata dan telinga yang mengintaimu, semua orang akan murka jika kamu berbicara yang tidak senonoh apalagi menyangkut tentang tuan Sanjaya akan habis kamu nanti" bisik Riko.


"Eh i i iya pengawal Riko, Elysa mohon maaf, tadi saya hanya sedikit merasa lelah menunggu hasil interviewnya"


"Itu resikomu, semua pegawai disini juga sepertimu tapi tidak denganku"


"Maksud pengawal Riko..??"


"Saya inikan orang istimewa dan berkelas, jadi mudah bekerja tanpa interview"


"Sombong sekali laki-laki ini" batin Elysa sambil melihat kearah Riko.

__ADS_1


"Oh gitu" balas Elysa.


"Kalau begitu saya permisi dulu pengawal Riko"


"Mau kemana kamu, belum jadi orang sibuk sok sibuk" ujar Riko sinis


"Tidak jadi pergi hehe" Elysapun kembali duduk disamping Riko.


"Ikuti aku" ujar Riko sambil berjalan.


"Kemana" ujar Elysa sambil mengikuti Riko.


Tanpa menghiraukan Elysa Riko pun melanjutkan berjalannya dan Elysa mengikuti langkah Riko dengan cepat karena memang Riko berjalan sangat cepat.


"Begini amat jalannya pengawal kak Sanjaya" batin Elysa.


Mereka berjalan kurang lebih lima menit karena memang perusahaan angkasa raya yang sangat luas sehingga ketika ingin kemanapun tidak cukup berjalan hanya lima langkah saja.


Riko dan Elysa sampai ditempat makan yang telah disediakan oleh perusahaan tersebut.


Riko berjalan menuju tempat duduk lengkap dengan mejanya Elysa pun mengikutinya.


"Duduklah" ucap Riko.


"Tapi aku tidak lapar"


"Duduklah jangan membuatku emosi, aku hanya menyuruhmu duduk" ucap Riko kesal.


"Baiklah baiklah aku akan duduk"


"Kenapa kamu melihatku seperti itu" ujar Riko.


"Aku tidak melihatmu, aku hanya melihat laki-laki dibelakangmu itu ia sangat tampan ya"


"Tundukkan pandanganmu jangan melihat kearahnya ia sudah beristri dan punya anak, jangan memuji orang sembarangan jika kamu belum mengenalnya"


"Tapi dia kan masih muda, apa iya sudah punya anak"


"Jangan banyak bicara, jangan membuatku semakin emosi"


"Baiklah maafkan saya"


"Hmmm"


Selang beberapa saat pelayan itu datang membawa makanan dan minuman.


"Ini tuan makanan dan minumannya, selamat menikmati" ucap pelayan itu sambil menundukkan kepalanya dan tersenyum.


Tangan Riko melambai kode agar pelayan itu cepat pergi darinya.


"Aku tidak lapar pengawal Riko, jangan memaksaku makan nanti aku bisa gemuk" ucap Elysa.


"Jangan percaya diri dulu siapa yang memberimu makan, makanan ini untukku, minum ini tadikan kamu selesai makan roti belum minum sama sekali"

__ADS_1


"Baiklah terima kasih" Ucap Elysa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ambilah tunggu apa lagi, apa mau menungguku hingga selesai makan"


"Eh tidak, iya aku ambil detik ini juga"


Riko melanjutkan melahap makanannya sedangkan Elysa hanya melihat Riko dan Elysa sedikit menelan ludahnya karena sebenarnya ia masih lapar satu bungkus roti bisa mengganjal rasa laparnya tapi itu tadi lima menit yang lalu, sekarang Elysa kembali lapar dan lebih nyeseknya lagi ia harus menonton Riko yang sedang enaknya melahap makanan didepan Elysa.


Tanpa sengaja suara krukk terdengar dari perut Elysa, Riko yang tadinya melahap makanannya sambil menikmati setiap suapan yang masuk ke mulutnya tiba-tiba beralih pandangannya ke Elysa dan mencoba mencari sumber suara krukk tadi.


"Sepertinya ada suara cacing demo" sambil menghadap ke Elysa.


Riko menelan makanannya dahulu sebelum berbicara dengan Elysa.


"Tidak itu hanya nada dering hp saya"


"Oh gitu, apa kantongmu berada diperutmu..??"


"Enggak juga, sudah lupakan saja, silahkan dilanjut menikmati makanan yang terlihat lezat itu" ucap Elysa malu.


"Aduh gawat malu banget aku" batin Elysa sambil menapuk jidatnya dengan tidak keras.


"Pelayan" ujar Riko.


Salah satu pelayanpun menghampiri Riko.


"Iya tuan, apa tuan ingin menambah makanan lagi"


"Iya, tambah satu lagi makanan seperti yang aku makan sekarang"


"Baik tuan" menundukkan kepalanya dan meninggalkan Riko.


Elysa hanya terdiam karena sangat malu dengan kejadian barusan.


Tidak membutuhkan banyak waktu makanan yang dipesan Riko pun datang, pelayan itu meletakkan makanannya didepan Riko dengan sangat berhati-hati.


"Makanlah" ucap Riko ke Elysa.


"Terima kasih sebelumnya tapi sungguh saya masih sangat kenyang"


"Makanlah jangan takut gemuk, kamu itu terlalu kurus contohlah nona Aisyah dia sangat begitu imut karena pipinya yang gembur"


"Kenapa harus bawa-bawa kak Aisyah, hmm" batin Elysa.


Elysa hanya menundukkan kepalanya, ia pun mengambil sepiring makanan dan ia letakkan didepannya.


"Terima kasih" ucap Elysa


"Hmmm"


Selanjutnya Elysa melahap makanan itu dengan santai khas para wanita.


"Setelah makan ikutlah denganku ke ruanganku karena tuan Sanjaya akan berbicara denganmu" ucap Riko.

__ADS_1


"Baiklah pengawal Riko"


"Berbicara apa kak Sanjaya, membuatku jadi penasaran, sebaiknya aku harus cepat-cepat menghabiskan makanan ini" batin Elysa.


__ADS_2