
Aisyah menuju dapur untuk membuatkan sarapan tuan Sanjaya,
"Dibuatin sarapan apa ya mas sanjaya,akukan belum pernah tau masakan favoritnya" pertanyaan yang terbenam difikiran Aisyah.
Setelah sampai dapur dan didapur masih ada bi Susi.
"Bi Sus"
"Eh iya nona muda ada yang bisa saya bantu"
"Ada bi, Aisyah mau tanya.
makanan kesukaan tuan Sanjaya apa ya bi"
"Tuan Sanjaya suka semua makanan non dan juga bisa makan semua makanan, tapi tuan Sanjaya tidak bisa kalau makan pedas karena nanti asam lambungnya bisa kambuh"
"Oh iya bi makasi"
"orang senyebelin itu ternyata punya penyakit juga" batin Aisyah
"Memangnya nona aisyah mau masakin tuan muda ya"
"Iya bik, saya mau membuatkan mas Sanjaya sarapan"
"Biar bibi aja non, nona muda cukup duduk manis sambil menunggu makanan siap"
"Eh tidak usah bi, biar Aisyah saja, lagi pula mas Sanjaya yang menyuruh Aisyah membuatkan sarapan untuknya"
"Baiklah non, tapi izinkan saya membantu nona muda membuat kan sarapan tuan muda"
__ADS_1
"Baiklah bi"
Aisyah pun segera menghampiri kulkas untuk mengambil bahan makanan.
Didalam kulkas banyak sekali bahan makanan hingga Aisyah bingung harus memilih bahan yang mana untuk dimasaknya nanti.
Aisyah pun mengambil sayuran dan juga ikan
"sayuran ini nanti akan aku tumis dan ikannya untuk aku goreng nanti" batin Aisyah sambil memegang bahan makanan tersebut.
"Bi, bantu Aisyah mencuci ikannya ya bik"
"baik non Aisyah"
Aisyah sedang memotong sayuran dan bik susi sedang mencuci ikannya.
"Oh iya bi sus belum membuatkan sarapan untuk ayah,ibu dan adik mas Sanjaya to"
"Oh gitu, jadi kalau mas sanjaya memang sarapannye lebih dahulu gituya"
"Iya non. karena tuan muda harus segera berangkat kerja"
"Oh oke" jawab Aisyah
Bibi pun sudah selesai mencuci ikannya dan selang beberapa saat Aisyah pun telah selesai memotong sayurannya.
Sebenarnya bibi Susi sudah meraih cobek untuk membuatkan bumbu tapi dicegah Aisyah karena aisyah yang memasak jadi Aisyah juga yang membuatkan bumbu.
bi Susi pun membersihkan kotoran bekas cucian ikan tadi.
__ADS_1
Saat Aisyah selesai mengulek bumbu dan menggorengnya terciumlah gorengan bumbu ala anak pondok.
Baunya harum dan juga lezat.
Saking harumnya, hingga ayah,ibu,Siska dan tuan Sanjaya pun menciumnya.
"Seperti ada aroma yang asing dirumah mereka" itu yang ada difikiran setiap makhluk hidup yang berada dirumah itu.
Aisyahpun melanjutkan memasaknya dengan bumbu - bumbu ketulusan.
Sedangkan tuan Sanjaya bergegas untuk meninggalkan ruang kerja nya dan keluar menuju kamar tidurnya untuk mandi.
Hari ini tuan Sanjaya tidak ingin mandi dengan air hangat, karena tuan sanjaya ingin sesekali merasakan dinginnya air pagi hari.
Kondisi didapur..
Aisyah sudah selesai memasak sarapan untuk tuan sanjaya dan bergegaslah Aisyah naik ke atas ruang kerja tuan sanjaya
"Pasti mas sanjaya sudah menungguku terlalu lama" batin Aisyah.
Saat Aisyah mengetuk pintu ruang kerja tuan sanjaya tidak ada suara ketikan keyboard laptop didalam ruang kerja tuan sanjaya.
"Mungkin mas sanjaya sudah ada dikamar"
Aisyah pun segera berjalan menuju kamar tuan Sanjaya
Saat tuan Sanjaya selesai mandi dan masih memakai handuk bajunya hingga memperlihatkan tuan Sanjaya dengan kulit putihnya dan dada bidangnya
"Tok tok tok"
__ADS_1
ketukan pintu dari luar kamar