Neng Aisyah Pilihan Ayahku

Neng Aisyah Pilihan Ayahku
Gendut dan jelek


__ADS_3

Hampir 6 jam perjalanan tuan Sanjaya dan Aisyah menuju kota hingga sampai kerumah.


Saat sampai dirumah ternyata pelayan perempuan telah kembali kerumah itu setelah pulang ke kampung karena urusan pribadinya.


Tuan Sanjaya dan Aisyah disambut hangat oleh pelayan dan juga tukang kebun yang berada dirumah tersebut.


Orang tua Sanjaya yang mengetahui bahwa anak dan menantunya itu sedang melaksanakan bulan madu ia pun memberi amanat pak Rodi untuk menjaga dan menghendel pelayan yang berada dirumah anak dan menantunya tersebut, sehingga pak Rodi selama 3 hari ini bertempat tinggal dirumah tuan Sanjaya, karena memang pak Rodi sudah menjadi salah satu orang kepercayaan keluarga Bapak Jaya.


Tuan Sanjaya memarkirkan mobilnya digarasi, pak Rodi yang sudah menunggunya tepat disamping mobil tuan mudanya diparkirkan sedangkan kedua pelayannya sudah berjejer rapi diluar pintu masuk.


Segeralah tuan Sanjaya dan Aisyah keluar dari mobil dan dibelakang mereka berjalan ada pak Rodi yang mengikuti langkah kaki mereka.


"Selamat datang tuan muda dan nona muda, senang sekali bisa bertemu kembali oleh tuan dan nona" ujar kedua pelayan itu sambil tersenyum dan menundukkan kepalanya.


"Iya makasi" balas Aisyah dengan senyum.


"Ambil barang-barang bawaan kita yang masih berada dimobil dan taruhlah diruang khusus yang berada disamping kamarku" ujar tuan Sanjaya.


"Baik tuan muda, akan segera saya laksanakan" tertunduk dan sedikit memundurkan badannya.


Setelah tuan muda dan nona mudanya melanjutkan perjalanan menuju tempat istirahat dan masih tetap diikuti pak Rodi dari belakang, kedua pelayan itu segera mengambil semua barang yang berada dibagasi mobil.


Tanpa penasaran isinya apa disana karena memang kedua pelayan itu tidak berhak kepo tentang tuan muda ataupun nona mudanya.


kedua pelayan itu langsung membawanya ke ruang khusus atau ruang pribadi tuan muda dan istrinya.


Setelah tuan muda dan nona muda sampai didepan kamar mereka pun segera masuk dan beristirahat.


pelayan yang berada dirumah itu cukup heran karena satu hari penuh tuan muda dan nona mudanya tidak kelur kamar karena biasanya nona mudanya selalu berwira-wiri dirumah itu terutama didapur dan ditaman sedangkan tuan mudanya yang selalu aktif berolahlarga dan menyibukkan dirinya ditempat kerja.


"Apa mungkin tuan muda dan nona muda sangat capek" batin bibi


Sehari penuh sekarang waktu telah pagi dan menunjukkan pukul 07:00 wib tuan Sanjaya yang hari ini harus berangkat kerja sedangkan Aisyah tetap menjalani kewajiban dan tugasnya sebagai istri tuan muda.


"Mas apa kamu masih capek..?" ujar Aisyah sambil merapikan dasi suaminya.


"Sudah tidak, jika kamu masih capek atau lelah lebih baik kamu istirahat dulu saja"


"Enggak mas, borring ah jika terus-terusan dikamar, aku kepengen ikut diperusahaan kamu"


"Nggak usah ikut, kalau kamu udah hamil baru boleh ikut, aku tidak mau ada orang lain yang melihat kecantikanmu kecuali aku"


"Kan kalau aku hamil sama saja mas, ya gini nggak ada perubahan sama sekali"

__ADS_1


"Kalau hamil itu biasanya tambah gemuk dan pasti itu akan membuatmu sedikit jelek dari biasanya"


"Hmm kalau aku udah gemuk dan jelek pasti kamu juga tidak akan mau melihatku"


"Oh tentu saja" tawa ledek tuan Sanjaya.


Aisyah memanyunkan bibirnya dan langsung menuju kedepan kaca rias sambil melihat dirinya sendiri.


"Aku kan memang sudah jelek, lagi pula dimana coba sisi istimewanya dari aku, kalau aku gemuk kan tambah unyu-unyu jelek gitu,ah biarin yang penting mah sehat wal afiat" batin Aisyah sambil membenahi kerudungnya.


tuan Sanjaya yang mendapati Aisyah sedang melamun membenahi kerudung dan memandang dirinya terlalu lama membuatnya tau apa yang difikirkan istrinya itu.


"Sudah jangan terlalu lama berbicara dengan diri sendiri, lebih baik antarkan aku kebawah" sambil tertawa berbahak.


"Ih dasar anak indigo" batin Aisyah sambil geram.


Aisyahpun berjalan menuju ke arah suaminya dan segera mengambil tas kerja tuan Sanjaya.


"Ayok mas" berbicara tanpa menghadap kearah suaminya.


"Sini tas nya biar aku yang bawa"


"Tidak perlu, tas ini tidak seberat batu jadi aku bisa membawanya sendiri"


"Kamu marah dek" sambil menggelitiki pinggang Aisyah dengan jari-jarinya.


"Ya Alloh dek, aku itu hanya bercanda kamu itu mau gimanapun tetap cantik, jika kamu memang ingin ikut aku ke kantor, boleh tapi jangan sekarang besok-besok saja"


"Heem" jawab singkat Aisyah


Karena memang posisi pintu sedang tengah terbuka tuan Sanjaya pun menutupnya dengan sedikit keras menggunakan tangannya setelah itu tuan Sanjaya langsung menghadapkan wajah Aisyah tepat diwajahnya dengan halus tuan Sanjaya ******* bibir Aisyah dan sedikit menggigitnya.


"Jangan mudah marah, hal konyol apapun yang aku ucapkan dari bibirku itu hanya bercanda" bisik tuan Sanjaya ditelinga Aisyah.


"Iya maafkan Aisyah suamiku, Aisyah tadi juga sepenuhnya tidak marah denganmu hanya saja Aisyah tadi agak sedikit geram padamu"


"Aku akan kasih pelajaran untuk kamu malam ini, siapkan dirimu" bisik tuan Sanjaya.


"Apa kamu akan menghajarku..??"


"Iya aku akan menghajarmu" balas tuan Sanjaya sambil membuka pintu kamar.


"Tapi suamiku aku takut, aku berjanji tidak akan mudah marah denganmu" ujar Aisyah memegang lengan suaminya.

__ADS_1


"Aku akan tetap menghajarmu malam nanti"


"Tapi kamu tidak membunuhku kan..???"


"Tidak"


"Hmm syukurlah" Aisyah mengelus keningnya.


"Tidak tau"


"Maksudnya.??"


"Lakukan dulu kewajibanmu seperti biasanya jika aku akan berangkat kerja seperti ini"


"Baik suamiku, tapi jangan membunuhku ya" sambil menguncupkan tangannya.


"Hmmm"


Mereka pun berjalan berdampingan menuju kedepan rumah karena memang pengawal Riko telah menunggu tuan Sanjaya.


"Demi apa kenapa aku membuat suamiku menjadi harimau ganas seperti ini" batin Aisyah dengan diselimuti perasaan takut.


Sesampainya didepan rumah.


"Selamat pagi tuan muda dan nona muda" ucapan ramah pengawal Riko sambil menundukkan kepalanya.


Hening tanpa jawaban.


Pengawal Riko yang terkucilkan.


Pengawal Riko kembali menengadahkan kepalanya sambil melihat kearah tuan muda dan nona muda.


"Nona Aisyah selesai bulan madu semakin membuatnya cantik" batin pengawal Riko.


Tuan Sanjaya yang mengetahui lirikan mata pengawal Riko langsung memberikan kode keras untuknya.


"Hemmm" kode tuan Sanjaya.


Dengan secepat kilat pengawal Riko mengalihkan pandangannya kearah tuan Sanjaya.


"Aku berangkat dulu, beristirahatlah" sambil mencium kening Aisyah dengan lembut.


Aisyahpun menganggukkan kepalanya dan tersenyum kearah tuan Sanjaya setelah itu Aisyah mencium punggung tangan tuan Sanjaya.

__ADS_1


Dengan melambaikan tangan, tuan Sanjaya masuk ke mobil dan pengawal Riko mengemudikan mobil tersebut menuju keluar gerbang utama rumah dan melajukannya dengan kecepatan sedang menuju ke perusahaan tuan Sanjaya.


Aisyahpun kembali ke dalam rumah dan menuju ke dapur karena hari ini Aisyah ingin membuatkan kue untuk suaminya.


__ADS_2