
Hari yang sangat melelahkan untuk keluarga Aisyah dan juga tuan Sanjaya karena telah mengadakan hari besar dan berkesan itu.
Setelah acara itu selesai orang tua Aisyah langsung beranjak pulang karena memang ayah Aisyah mendapat pekerjaan yang mendadak dari bossnya
Saat setelah selesai acara dan mereka menikmati makan bersama guna untuk merayakan pernikahan Aisyah dan tuan Sanjaya.
Untuk saat ini dan seterusnya akan beda dengan tuan Sanjaya. karena dia yang saat makan selalu sendiri dan sekarang sudah ada Aisyah istrinya.
Saat menikmati makanan mereka saling berbagi cerita dan juga saling tertawa riang.
"Bagaimana nak. apakah kamu puas dengan pesta pernikahanmu tadi" ujar ibu menyanyai tuan sanjaya
"Tentu bu, saya sangat bahagia iya kan istriku"
"Eh iya suamiku" apa dia memanggil aku istri. apakah dia tidak sadar atau bagaimana si. batin Aisyah.
"Lihatlah yah anakmu dan juga menantumu pasti mereka akan sangat bahagia"
"Pastilah sayang" jawab ayah
hehe tawa Aisyah dan juga tuan Sanjaya yang sedang berpura - pura menikmati takdir hidupnya.
Malam sudah menunjukan pukul 23:00
"cepatlah tidur hari sudah malam besok kan kamu harus bekerja nak"
"Baiklah yah sanjaya ke atas dulu" tuan Sanjaya naik tanpa menghiraukan atau mengajak aisyah untuk naik bersamanya.
"Aisyah ikuti suamimu kamu juga harus tidur, kamu kan lelah karena acara hari ini" ujar ibu
"Iya nak, kamar sanjaya kamarmu juga. kamu bisa tidur dengannya lagi pula kan kalian sudah menikah"
"Eh iya, Aisyah akan menyusul mas sanjaya, Aisyah permisi dulu Assalammualaikum"
Aisyahpun menyusul tuan Sanjaya yang sudah dulu ke kamarnya.
__ADS_1
Sesampai dikamar tuan Sanjaya segera melucuti pakaiannya dan berganti baju tidur.
Sedangkan Aisyah masih berjalan menuju kamar tidur tuan Sanjaya.
Saat tuan Sanjaya selesai berganti baju. tuan sanjaya pun segera menuju ranjang tidurnya untuk beristirahat. saat tuan Sanjaya mencoba memejamkan matanya tiba - tiba Aisyah mengetok pintu.
Tok tok tok tok
"Mas sanjaya ini Aisyah bukakan pintunya dong mas"
"Dasar menyusahkan saja" ujar tuan sanjaya.
Tuan sanjaya pun segera bangkit dari tempat tidunya dan membukakan pintu tersebut.
Jegrekk dibukakanlah pintu itu. .tanpa melihat Aisyah yang berada didepannya. .
Setelah dibukakan pintu oleh tuan Sanjaya aisyahpun segera masuk ke kamar yang mewah itu.
"Besar sekali kamarmu mas" ucap Aisyah sambil melihat - lihat atap dan dinding.
Aisyah pun segera ke kamar mandi untuk berganti pakaian.
"Mas sanjaya kan sudah suami ku jadi itu juga sudah mahromku, apakah nanti aku tidur bersamanya..?,tapikan dia tidak mencintaiku, apakah aku sudah boleh menganggapnya sebagai suami" batin Aisyah sambil melihat kaca.
Setelah berhanti pakaian Aisyah pun menaruh baju kotor dan kerudungnya itu dibak yang sudah disediakan.
Setelah itu Aisyah mengambil Air wudhu dan menyikat gigi.
Aisyah keluar tanpa berkerudung.
"Hai kamu. apa - apaan katanya neng santri kok kamu tidak memakai kerudung didepanku"
Aisyah pun tertawa kecil sambil menutup mulutnya
"Mas Sanjaya ini bagaimana sih. kan aku sudah istri sahnya mas sanja,jadi otomatis mas sanja juga sudah menjadi mahromku. dan aku sudah boleh tidak berkerudung di depanmu mas"
__ADS_1
"Oh gitu" jawab tuan sanjaya
Aisyah pun membalas dengan tersenyum.
Aisyah mencari mukenanya didalam Almari
mau apa gadis itu" Batin tuan Sanjaya
"sialan rambutnya panjang sekali membuatku semakin tertarik dengannya" tanpa sadar sanjaya melihatnya dengan sangat lama hingga Aisyah berbalik badan karena telah menemukan mukenanya, tuan Sanjaya yang mengetahuinya segeralah mengalihkan pandangannya dari Aisyah
"Mas Sanjaya sudah sholat isya' " tanya Aisyah sambil menggelarkan sajadahnya.
"Belum, besok saja aku akan sholat"
"Hmm mas Sanjaya yakin bahwa besok kamu masih hidup..?"
"maksud kamu, kamu mendoakan saya agar besok saya mati" sambil terduduk karena sedikit emosi
"Tentu tidak mas. istri mana sih yang mendo'akan suaminya cepat meninggal, Aisyah hanya mengingatkan mas sanja saja bahwa kematian itu ada ditangan Alloh, bisa jadi umur kita tidak sampai besok"
"Baiklah - baiklah aku akan sholat bersamamu bu ustadzah, berhenti menyeramahiku"
tuan sanjaya pun turun dari tempat tidurnya dan langsung ke kamar mandi untuk berwudhu.
Sedangkan Aisyah melihat kelakuan suaminya sambil tersenyum keberhasilan.
Tuan Sanjaya pun selesai berwudhu dan mengambil sajadahnya untuk digelarkan disamping Aisyah.
"Loh mas kok disampingku, kamu kan imam Aisyah"
"hih dasar banyak maunya" batin tuan sanjaya
"Baiklah - baiklah aku akan menjadi imam mu"
Mengambil sajadahnya dan menggelarkan didepan sajadah Aisyah.
__ADS_1