
Saat Sanjaya dan Aisyah sedang menjalani event-event romantis tiba-tiba ada ketukan pintu dari arah luar kamarnya.
Tok tok tok
"Tuan, ini saya pelayan rumah" ujar pelayan itu.
"Iya bi sebentar aku bukain" jawab Aisyah sambil berjalan ke arah pintu.
"Iya bi, ada apa"
"Itu nona, ada seorang perempuan yang mencari anda dan tuan muda"
"Oh iya, suruh dia duduk dulu bi dan buatkan dia minum"
"Baiklah non"
Bibi itu menundukkan kepalanya sambil tersenyum dan selanjutnya ia beranjak pergi.
"Mas ayok ke bawah"
"Untuk menemui teman perempuanmu itu..??"
"Belum tentu lah mas, siapa tau itu temanmu kan kita belum kebawah, tadi info dari bibi cuman ada perempuan yang mencari kita udah gitu aja"
"Baiklah, tapi kamu sini dulu dong" ujar Sanjaya sambil melambaikan tangannya.
"Untuk apa lagi sih" batin Aisyah.
"Duduklah disini" menunjuk ke arah sofa.
"Baiklah" jawab Aisyah
Sanjaya meninggalkan Aisyah dan menuju ke almari.
Ia sedang sibuk mencari sebuah barang sehingga semua baju-baju dan kerudung Aisyah berantakan.
Aisyah yang melihat kelakuan suaminya juga sedikit geram.
"Ih mas jangan diberantakin, jadi aku hanya suruh menonton atraksimu ini ya"
"Udah diam saja" jawab Sanjaya.
Setelah Sanjaya menemukan barang yang ia cari ia pun kembali mendekat ke Aisyah.
"Kamu belum memakai kerudung, apa kamu mau dilihat banyak orang dalam keadaan buka kerudung"
"Oh iya mas Aisyah lupa hehe, terima kasih sudah mengingatkanku"
"Iya, biar aku pakaikan"
"Apa kamu bisa..???"
"Ah gampang, dulu aku pernah kerja disalon kecantikan juga, mangkanya sekarang aku jadi tampan"
"Oh ya..???, serius mas" ucap Aisyah tak percaya.
__ADS_1
"Ya jelas tidak lah dek, mana ada seorang Sanjaya bekerja disalon, kamu ini ada-ada saja"
"Tadikan yang bilang kamu sendiri mas"
"Hus diam, aku hanya bercanda, nanti saat aku memakaikan kerudung dikepalamu kamu jangan bernafas dan bergerak nanti hasilnya jelek"
"Segitunya mas, kamu ini mau membunuhku atau mematikanku si, bernafas itu keperluan mas"
"Ingin menenggelamkanmu" ucap serius Sanjaya.
"Iya menenggelamkanku dalam cintamu kan mas" ucap Aisyah sambil menunjukkan wajah imutnya.
"Dasar bocah lebay" sambil mengucap kepala Aisyah.
Selanjutnya Sanjaya memakaikan kerudung berwarna biru karena memang piyama Aisyah berwarna biru,
Warna biru sangat mencolok dan bagus apalagi jika dipakai di Aisyah, kulitnya yang bersih putih dan matanya yang besar membuat ia sangat perfect memakai setelan warna biru ini, walaupun itu hanya sebuah piyama.
Setelah Sanjaya telah memakaikan kerudung untuk Aisyah merekapun segera keluar dari kamar dan menuju ke ruang tamu untuk menemui perempuan itu.
Sesampainya diruang tamu ternyata perempuan yang datang ialah Jeni, ia datang sendirian.
Saat Sanjaya mengetahui bahwa yang datang ialah Jeni, ia pun berhenti melanjutkan langkah kakinya.
"Aku akan kembali ke kamar, yang datang teman perempuanmu, temui dia sendirian"
"Tapi Jeni kan ingin bertemu kamu juga mas"
Tanpa menghiraukan ucapan Aisyah, Sanjaya pun tetap berbalik badan dan berjalan kembali menuju kamar, sehingga hanya Aisyah yang menemui Jeni.
"Eh Jen, apa kabar"
"Oh iya maaf ya, tadi suamiku tidak bisa menemuimu karena memang ia sedang sibuk katanya"
"Iya Syah enggak apa-apa kok"
"Eh itu camilan dan minumannya silahkan dinikmati"
"Iya Syah, hmm kita keluar rumah yuk Syah aku ingin mengatakan sesuatu padamu"
"Sesuatu apa Jen..???" tanya Aisyah dengan rasa penasarannya
"Nanti aku akan kasih tau"
"Baiklah, kita ke kebun samping rumah saja Jen, disana seperti cocok untuk pembicaraan yang serius-serius gini"
"Oh iya ayok"
"Aku bawakan ya teh mu biar nanti bisa sambil minum yang hangat-hangat, sekalian aku juga mau bawa camilan buat kita"
"Eh tidak usah repot-repot Syah, aku bisa sendiri kok"
"Udah nggak apa-apa kamu kan tamu jadi akan tidak sopan nanti jika kamu yang membawa minuman dan camilannya, biar aku saja"
"Tapi kamu kan nona disini"
__ADS_1
"Udah nggak apa-apa kok, ayuk kita jalan"
"Iya" ucap lirih Jeni.
"Kamu terlalu baik sehingga membuatku tak tega menyakitimu Syah" Batin Jeni.
Setelah sampai ditaman mereka pun mencari tempat duduk ternyaman dan tentunya yang agak jauh dari rumah agar pembicaraan mereka tidak ada yang mendengarnya.
"Kamu mau bicara apa" ujar Aisyah sambil menikmati camilannya.
"Sebelumnya aku mau minta maaf denganmu Syah"
"Minta maaf dalam rangka apa ya, kamu kan nggak pernah ada salah Jen sama aku, kenapa harus minta maaf"
"Aku ingin mengatakan sesuatu yang pasti bisa membuatmu sakit mungkin"
Disitu wajah Aisyah sudah tampak berbeda dari sebelumnya.
"Maksud kamu Jen, sudah berbicara saja jangan membuatku lebih tenggelam dalam penasaran"
"Hmm sebelumnya aku mau tanya dulu Syah" ucap Jeni serius
"Iya silahkan tanya, di moment sekarang kamu bebas Jen mau tanya ataupun curhat atau sekalian kamu buka rahasiamu hehe, bercanda" ucap Aisyah sambil mengangkat kedua jari tangan diatas.
"Iya ini memang rahasia hiks" batin Jeni.
"Apa kamu suka melihat temanmu bahagia..??" tanya jeni ragu
"Iya suka lah Jen, dia kan temanku, dia bahagia aku juga ikut bahagia" jawab Aisyah cakcek.
"Walaupun temanmu itu bahagia diatas penderitaanmu..??" tanya jeni lirih.
"Maksudnya Jen, apa sih sebenarnya yang mau kamu bicarakan, apa ada temanmu yang bahagia diatas penderitaanmu, ataukah ada seseorang yang mengambil kebahagiaanmu"
"Bukan aku Syah tapi kamu, kebahagiaan kamu yang akan aku ambil" batin Jeni.
"Bukan, kamu jawab dulu pertanyaanku"
"Kalau aku pribadi, teman yang baik tidak aka pernah mengambil kebahagiaan teman lainnya, jika ia berani mengambil kebahagiaan orang lain berarti ia bukan teman yang baik atau bahkan bisa dikatakan bukan teman, karena seingin apapun kita jika kebahagiaan itu bukan takdir kita pasti akan tetap berada ditempat yang benar dan menetap"
Setelah Jeni mendengar jawaban dari Aisyah tekadnya untuk mengambil Sanjaya dari Aisyahpun semakin menciut, ia tak ingin menghianati teman sebaik Aisyah, namun disisi lain ia sangat menginginkan Sanjaya karena ketampanan dan kekayaannya.
"Baiklah Syah, terima kasih dan maafkan aku jika pernah menyukai tuan Sanjaya suamimu"
"Maksud kamu Jen, kamu bercanda kan, mas Sanjaya itu suamiku, apa kamu menyukai laki-laki yang sudah beristri..??"
"Aku mencintai suamimu karena ia tampan dan kaya selain itu suamimu juga menjadi idaman banyak wanita, aku iri melihatmu bisa menjadi istri tuan Sanjaya, kamu itu hanya wanita biasa dan nyaris bisa dikatakan tidak sempurna, tapi kamu menjadi satu-satunya wanita sangat beruntung, banyak wanita diluar sana yang ditolak mentah-mentah bahkan banyak wanita diluar sana yang mendapat perlakuan dingin Tuan Sanjaya, tapi kamu, kamu menjadi wanita yang sangat dicintai tuan Sanjaya, aku iri melihatmu, maafkan aku"
Saat Aisyah mendengar penjelasan Jeni barusan, Aisyahpun meneteskan air matanya yang baru saja berhenti.
"Aku faham Jen, bukan hanya kamu yang terang-terangan jujur perihal perasaanmu ke suamiku, namun sekarang pun aku sedang berada disatu atap bersama wanita mantan mesra suamiku, ia kesini untuk merebut kembali mas Sanjaya, aku tidak marah denganmu hanya saja jika memang kamu temanku kumohon jangan pernah ambil yang sudah milikku, walaupun aku dan mas Sanjaya dijodohkan tapi kami sudah saling mencintai dan yang perlu kamu tau aku mencintai mas Sanjaya bukan karena ketampanan dan kekayaannya namun karena ketulusannya"
"Aku minta maaf, perlahan aku akan mencoba melupakan tuan Sanjaya, sekali lagi maafkan aku"
"Iya Jen,semoga kamu bisa melupakan yang bukan milikmu" jawab kalem Aisyah.
__ADS_1
"Aku pamit akan melanjutkan kuliahku diluar negeri dan do'akan aku semoga mendapat jodoh disana"
"Terima kasih karena telah membuka kesadaranku setelah sekian lama berada didunia yang gelap" ucap jeni sambil memeluk Aisyah.