
Setelah Tuan sanjaya berbincang - bincang dengan Ayah dan Ibunya tadi kini Tuan sanjaya akan berangkat ke perusahaannya karena empat hari lamanya Tuan Sanjaya tidak ke perusahaan tapi tetap masih bisa mengawasi dari setiap laporan pegawainya.
Kali ini Tuan muda sangat berbeda tidak ada senyum sedikitpun dibibirnya.
karena Tuan muda tengah memikirkan acara besok dia akan dilamarkan dengan seorang wanita yang tidak dikenalinya.
"Seperti apa wanita itu, lantas jika aku tidak bisa mencintainya bagaiman ini" batin Tuan Sanjaya ,dasar gara gara hal ini fikiranku jadi terhantui.
Keesokan harinya Tuan Sanjaya dan keluarganya kecuali Siska karena memang ia harus bersekolah. sedang bersiap menuju kampung untuk bertemu dengan keluarga wanita yang akan dinikahkan dengannya itu.
Enam jam perjalanan menuju kampung, karena memang kampung yang jauh dari perkotaan sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama.
Sampailah dirumah yang kecil dan bersih serta rapi itulah rumah keluarga Bapak Santoso (teman Ayah), semua keluarganya pun keluar dan menyambut keluarga Bapak Jaya dengan penuh senyuman.
"Selamat datang Bapak Jaya, senang bisa bertemu dengan anda dan juga keluarga anda"
"Terima kasih juga Bapak Santoso, saya juga sangat senang karena bertemu lagi dengan kawan lama saya"
Bapak Jaya menepuk bahu Bapak Santoso.
"Mari masuk pak jaya dan keluarga"
"Tapi memang kondisinya seperti ini, kecil dan mohon maaf jika membuat keluarga Bapak jaya tidak nyaman"
"Sudahlah pak Santoso, saya juga sudah terbiasa tinggal dirumah seperti ini, dan itu sangat nyaman juga"
__ADS_1
Tuan Sanjaya yang hanya diam saja sambil melihat telepon pribadi miliknya.
"Apakah itu anak Bapak jaya, sudah besar sekali ya pak dan tampan sekali seperti bapak"
Tuan Sanjaya hanya tersenyum dan masih mengeluarkan wajah kesalnya itu.
"Pak Santoso kedatangan saya dan keluarga saya kesini bertujuan untu melamar putri Bapak"
"Saya ingin menjodohkannya dengan Sanjaya anak saya"
"Apakah bapak yakin.??, saya hanya orang biasa pak tidak punya kekayaan berlimpah seperti bapak Jaya, dan anak gadis saya juga tidak bersekolah dia hanya seorang Santriwati dan sekarang dia masih dipesantren"
"sudahlah itu semua tidak menjadi alasan pak, saya malah lebih suka dengan agama anak bapak yang pastinya baik karena dia seorang santri"
"Yasudah bagaimana pak diterima atau tidak.? lamaran saya"
"Jika memang anak bapak nak Sanjaya bersedia menerima anak saya sebagai kekasih halalnya, saya juga mengikhlaskan Anak perempuan saya"
"Bagaimana nak" tanya pak jaya mengarah ke Tuan Sanjaya..
"Baik pak saya mau, ini semua demi keluargaku, dan saya akan mencoba mencintai putri bapak dengan semampu saya"
Senyum berbinar dari masing -masing keluarga bapak jaya dan bapak santoso.
"Tapi sebelumnya saya mau tanya ke bapak Santoso"
__ADS_1
"Siapa nama anak gadis bapak" pertanyaan dari Tuan Sanjaya
"Aisyah nak" sambil tersenyum
"nama yang cantik" batin tuan sanjaya"
"Baiklah mari kita rencanakan resepsi pernikahannya lebih cepat lebih baik" ujar pak jaya..
"Baiklah pak"
" besok aisyah akan saya jemput pulang sekaligus akan saya pamitkan dari pesantrennya"
"Baik pak Santoso, besok saya akan ikut menjemput putri Bapak"
"Silahkan pak Jaya dengan senang hati"
"Oh iya pak saya dan keluarga akan menginap disini apakah boleh.??"
"Tentu boleh pak, tapi kondisi rumah yang seperti ini sangat berbeda jauh dengan rumah megah Bapak jaya, apakah keluarga bapak jaya tidak keberatan..??"
"Tidak pak santoso, disini sejuk udaranya itu yang saya suka" jawab pak jaya dengan senyuman nya.
Pagi hari dikampung pedesaan udaranya yang masih sangat alami dan asri membuat perasaan sangat damai.
Istri bapak santoso dan istri bapak jaya sedang memasak makanan untuk sarapan pagi nanti. sedangkan bapak Jaya dan bapak Santoso menjemput Aisyah dipesanten.
__ADS_1