Neng Aisyah Pilihan Ayahku

Neng Aisyah Pilihan Ayahku
Elysa mantan teman mesra tuan Sanjaya


__ADS_3

Pagi itu saat Aisyah dan tuan Sanjaya sedang menikmati makanan tiba-tiba ada ketukan pintu dari luar rumahnya.


Bergegas pelayan rumah itu membukakan pintu tersebut, dan tak disangka yang datang ialah seorang perempuan cantik yang membawa koper besar ditangan kanannya.


Dengan senyum riangnya perempuan cantik itu memasuki rumah dan meletakkan koper itu diruang tamu.


"Kak Sanjayanya ada bi" ucap perempuan itu.


"Tuan muda sedang makan non diruang makan"


"Mana ruang makannya aku sangat ingin bertemu dengannya"


"Nona tunggu disini saja biarkan tuan muda menikmati sarapannya dulu, karena akan tidak sopan jika nona menemui tuan muda dengan keadaannya yang sedang mengisi perutnya, duduklah nona saya akan buatkan minuman untuk anda"


"Beraninya kaumenasehatiku, kamu tidak tau siapa saya..!!!" ujar wanita itu dengan suara membentak.


"Maafkan saya nona, bukan maksud dari saya menasehati nona,saya hanya tidak ingin mengganggu kenyamanan tuan muda" sambil menundukkan kepalanya.


Karena mendengar kebisingan diruang tamu akhirnya tuan Sanjaya memutuskan berhenti menikmati sarapan paginya,karena keributan itu membuatnya tak napsu untuk makan.


"Kamu mau kemana mas, sarapanmu kan belum habis" tanya Aisyah saat mengetahui suaminya hendak pergi dari tempat duduknya.


"Apa kamu tidak mendengar ada keributan diruang tamu..??"


"Iya aku mendengarnya mas, sebenarnya aku juga sangat penasaran, tapi aku masih lapar jadinya aku abaikan deh" jawab Aisyah dengan santainya.


"Karena keributan itu membuatku tak napsu untuk menghabiskan sarapan itu, aku akan kesana dan melihat siapa orang yang berani menciptakan keributan dipagi hari seperti ini"


"Aku ikut mas"


"Habiskan dulu sarapanmu"


"Baiklah mas, aku akan dengan cepat menghabiskan sarapan ini"


"Jangan cepat-cepat nanti kamu tersedak pingsan lagi" ucap tengil Sanjaya sambil berjalan pergi meninggalkan Aisyah sendirian diruang makan.


Karena sibuk dengan makanannya Aisyahpun tak mendengar ucapan suaminya barusan.


Sesampainya diruang tamu dengan sedikit amarahnya tuan Sanjaya menghentikan keributan disana dan ternyata juga tak diduga-duga yang menciptakan keributan dipagi hari seperti ini ialah adik kelas tuan Sanjaya yang bernama Elysa perempuan yang pernah bermain hati bersama tuan Sanjaya namun mereka berdua tidak sampai berpacaran.


"Kak Sanjaya" dengan suara riang dan kerinduannya Elysapun memeluk tuan Sanjaya dengan perasaan senangnya.

__ADS_1


"Lepaskan, jaga sikapmu El" ucap tuan Sanjaya sambil mencoba melepaskan pelukan dari Elysa.


"Nggak mau kak, aku sangat merindukanmu, biarkan aku memelukmu dan jangan suruh aku untuk melepaskan pelukan ini ditubuhmu"


Diruang makan Aisyahpun telah selesai memakan sarapannya dan bergegas menuju keruang tamu karena memang ia sangat penasaran ada keributan apa disana.


"Mas Sanjaya" dengan suara lirih karena sangat terkejut melihat ada seorang perempuan cantik yang sedang memeluk suaminya.


"Siapa perempuan itu, kenapa dia memeluk mas Sanjaya seperti itu, dan kenapa mas Sanjaya mau sih dipeluk dia, eh tapi tunggu-tunggu mas Sanjaya kok tidak membalas pelukan perempuan itu" batin Aisyah dengan perasaan bingung dan penasarannya.


Aisyah menghampiri suaminya dan berdiri disampingnya.


"Mas Sanjaya" panggil lirih Aisyah


Dengan secepat kilat tuan Sanjaya melepaskan paksa pelukan dari Elysa.


"Sudah kubilang jaga sikapmu" ujar tuan Sanjaya dengan sedikit murka ke Elysa.


"Kamu kok gitu sih kak, dan siapa wanita disebelahmu itu, oh atau jangan-jangan itu anaknya pelayan perempuan sialanmu itu ya" menunjuk ke arah bibi.


"Jaga ucapanmu, wanita disampingku ini ialah nona muda dirumah ini"


"Maksud kamu kak..???, wanita itu istrimu"


"Kamu berbohong kan kak, mana mungkin wanita kampungan seperti itu menjadi nona muda dirumah megah ini"


"Terserah apa katamu, cintaku hanya untuk Aisyah"


"Hah jadi wanita kampungan itu bernama Aisyah" dengan senyum ledeknya.


Aisyah yang mendengar ucapan wanita yang tak dikenalinya itu sedikit merasa terpukul namun Aisyah tidak membenci wanita itu karena semua yang dikatakan tentangnya itu memang benar bahwa ia adalah gadis kampungan.


"Sekali lagi jaga ucapanmu, jika kamu tetap mengolok-olok istriku pergilah dari sini"


Kali ini tuan Sanjaya sangat marah dan murka kepada Elysa, gadis yang pernah ia harapkan untuk menjadi masa depannya itu.


"Aku haus buatkan aku minum bi" tanpa menghiraukan ucapan tuan Sanjaya barusan dan langsung berjalan menuju tempat duduk.


"Baiklah nona"


"Tadi membentakku, sekarang menyuruhku membuatkan minuman untukmu, memang kodratku sebagai pelayan rumah disini dan melayani semua tamu tapi sepertinya aku sedikit tidak napsu melayanimu nona" batin bibi sambil berjalan menuju dapur.

__ADS_1


Tuan Sanjaya dan Aisyah yang masih berdiri mematung sangat merasa jengkel melihat kelakuan perempuan itu yang tak punya rasa bersalah dan sopan santun.


"Aku berangkat kerja dulu dek, abaikan ucapan Elysa tadi yang membuatmu menjadi sangat jengkel"


"Oh jadi perempuan itu bernama Elysa" batin Aisyah.


"Iya mas nggak apa-apa kok, lagi pula banyak benarnya juga apa yang dikatakan perempuan itu"


"Jangan membelanya, sekarang kamu sudah menjadi nona muda dan bela lah dirimu sendiri bukan orang lain yang tak ada aturan sepertinya"


"Baiklah mas aku akan mencobanya"


Sambil membalasnya dengan senyuman tuan Sanjayapun menggandeng Aisyah kedepan rumah bersamanya.


"Jaga dirimu baik-baik, jika nanti Elysa berperilaku buruk kepadamu mengadulah kepadaku"


"Baik mas terima kasih atas perlindunganmu"


Tuan Sanjaya mengecup mesra kening Aisyah dan beranjak memasuki mobil.


Sambil melambaikan tangannya Aisyahpun masih tetap berdiri mematung didepan rumah.


Aisyahpun kembali masuk didalam rumah dan dipintu sudah ada Elysa yang mempunyai cara licik untuk menyelakai Aisyah.


Aisyah didorongnya hingga terjatuh dilantai.


"Aku tidak akan diam untuk mendapatkan hati kak Sanjaya lagi, aku tidak peduli denganmu meskipun kamu istri kak Sanjaya bagiku menyingkirkanmu adalah hal yang sangat mudah" bisik lirih Elysa ditelinga Aisyah.


Aisyahpun berdiri tanpa menjatuhkan Air matanya yang telah terbendung akibat perlakuan Elysa kepadanya.


Teringat ucapan suaminy bahwa ia harus membela dirinya sendiri Aisyahpun dengan memberanikan diri membalas ancaman Elysa tadi.


"Jika memang kamu menginginkan mempermainkan permainan kejimu, oke baiklah kita bisa bertanding tapi jangan ada kekerasan fisik, karena jika sekali lagi kamu melukaiku akan ada konsekuensi yang pantas untukmu"


"Kamu mengancamku, hey gadis kampungan apa kamu tidak tau sepenting apanya diriku dihidup kak Sanjaya"


"Terserah" dengan tidak menghiraukan kesombongan Elysa, Aisyahpun berjalan menaiki tangga untuk menuju ke kamar.


Elysa yang melihat perlakuan Aisyah kepadanya membuat ia menjadi merasa sangat jengkel dan sekaligus bersemangat untuk segera menyingkirkan gadis tersebut.


"Awas saja kau gadis kampungan" batin Elysa sambil melihat sinis disetiap langkah Aisyah.

__ADS_1


pemeran Elysa



__ADS_2