
"Mas setelah ini kamu tidur lagi atau tidak"
"Tidak, setelah ini aku mau ke ruang kerja mengecek pekerjaan karyawanku, karena sudah beberapa hari ini aku tidak berangkat ke perusahaan"
"Oh iya mas, dimana ruang kerjamu"
"Kepo ah" jawab tuan Sanjaya sambil berdiri dan melepaskan kopyahnya selanjutnya ditaruh olehnya dialmari.
"Bukan kepo mas. tapi hanya tanya"
Tanpa menghiraukan pertanyaan Aisyah tuan Sanjaya pun langsung menuju ruang kerjanya.
Sedangkan Aisyah yang masih berada dikamar bergegas melepas mukenanya dan ditaruhnya di almari.
Aisyah pun juga merapikan tempat tidurnya yang sangat berantakan itu.
Setelah Aisyah selesai merapikan tempat tidurnya Aisyah meraih kerudungnya dan memakainya sambil masih membenahi jarum pentul, Aisyah berjalan menuju dapur.
Saat menuruni tangga ternyata semua pelayan rumah sudah usrek dipekerjaannya masing - masing.
Salah satu pelayan menyapa nona mudanya
"Eh nona Aisyah sudah bangun ternyata"
"Hehe sudah bi, ini Aisyah mau membuatkan teh untuk mas Sanjaya"
"Mas Sanjaya sudah bangun nona"
bertanya karena memang tak percaya tuan mudanya akan bangun subuh - subuh seperti ini karena memang biasanya tuan sanjaya bangun saat matahari sudah muncul.
"Iya bi mas Sanjaya sudah bangun dan setelah tadi sholat bersamaku mas Sanjaya langsung ke ruang kerja nya,mari bi"
"Nona muda,biar saya saja yang membuatkan tuan muda teh, nona muda bisa kembali istirahat atau tidak ,bisa menemani tuan muda di ruang kerjanya"
"Eh tidak usah bi, biar saya saja yang membuatkan tuan muda teh.
lagi pula sudah kewajiban saya sebagai istri untuk melayani suaminya hehe, bibik bisa melanjutkan pekerjaan lainnya"
"Tapi nanti jika tuan besar memarahi saya bagaimana nona, karena telah membiarkan nona sibuk sendiri didapur"
"Yasudah mari ikut saya bi. bibi bisa menemani saya didapur tapi tetap saya yang akan membuatkan teh tuan muda, nanti bibik bisa memasak disana"
"Baiklah non mari"
Aisyah pun berjalan menuju dapur dan diikuti bik susi dibelakangnya.
Aisyah pun meraih panci dan mengisikan dengan air dingin setelah itu dipanaskan diatas kompor gas.
Bibi Susi yang mengambilkan cangkir dan sendoknya, setelah cangkir sudah tersedia aisyah pun segera mengambil teh yang memang sudah tersedia dimeja dapur itu.
Sambil manunggu air yang boleh diangkat jika sudah mendidih aisyah pun bernyanyi - nyanyi kecil sambil tersenyum ke bi Susi
"Merdu sekali suara nona muda" batin bi Susi
Saat Aisyah melihat ke arah air dan mengeceknya ternyata air sudah mendidih
Aisyah pun bergegas mematikan kompornya dan menuangkan airnya ke cangkir yang sudah berisikan teh dan gula itu.
__ADS_1
Saat Aisyah mengaduk air,gula dan teh itu menjadi teh yang sempurna
"Sudah jadi..!! teh rasa cinta ahah"
sambil mengangkat cangkir yang berisi teh.
bik susi yang melihat kelakuan nona mudanya pun tertawa kecil
"Maklum pengantin baru" batin bik susi
"Terima kasih bi bi siapa ya"
hehe nama bibi siapa
"Bi Susi non"
"Nah terima kasih bi Susi atas bantuannya, Aisyah permisi dulu"
sambil tersenyum meringis dan selanjutnya berbalik badan berjalan menuju ruang kerja suaminya.
Saat sudah berjalan kurang lebih dua meteran
"Aduh lupa lagi belum tanya bi Susi dimana ruang kerja mas sanjaya" sambil memegang keningnya Aisyah pun kembali ke untuk bertanya ke bibi Susi.
"Bi susi"
bi Susi yang sedang memotong bahan makanan akhirnya terkejut karena Aisyah memanggilnya
"Eh iya non ada apa"
"Dimana bi ruang kerja tuan muda"
"Oh iya terima kasih bi"
"Senang bisa membantu nona, sama - sama nona"
Aisyah pun segera berjalan menaiki tangga menuju ruang kerja tuan Sanjaya.
Tok tok tok
"Mas ini Aisyah, apa saya boleh masuk"
"Kalau kesini tidak membawa apa - apa jangan masuk, nanti kamu menggangguku"
"Aku membawakanmu sesuatu mas, tenang saja"
"Masuklah"
Aisyah pun masuk sambil membawakan teh dan menaruhnya dimeja kerja suaminya.
"Silahkan diminum ini teh rasa cinta untukmu mas"
"Lagi - lagi lebay, pasti itu juga bukan buatanmu"
"Memang bukan mas. tapi itu buatan tanganku"
"Aku mau buatanmu bukan buatan tanganmu"
__ADS_1
"Ih aneh sekali sih laki-laki ini" batin Aisyah sambil melihat ke arah suaminya
"Tidak aku hanya bercanda, biasa saja wajahmu jangan membicarakanku dengan batinmu"
"Wah benar memang dia itu indigo, sampai - sampai dia tau kalau aku membicarakannya" .
mengalihkan pembicaraannya dengan tuan Sanjaya.
"Minumlah mas nanti keburu dingin,Aisyah mau permisi dulu, untuk memasakkan sarapan untukmu nanti"
sambil berjalan menuju ke pintu
"Sebentar, kemarilah"
"Baik" Aisyah pun mendekati suaminya
"Jangan terlalu dekat - dekat, bau mu asap kompor"
"Baik" Aisyah menjauhkan dirinya dari tuan
Sanjaya
"Kamu pasti belum mencicipi teh rasa cinta yang kamu buatkan" mengambil sendok yang telah dibawa Aisyah bersamaan tadi dengan teh nya.
Mengambil teh dengan sendok itu setelah itu meniupnya dan menyentuhkan dimulutnya untuk memastikan teh itu sudah benar - benar dingin.
"Kemarilah" sambil melambaikan tangannya ke Aisyah.
Satu langkah aisyah melangkah karena memang katanya tidak boleh dekat - dekat dengan tuan sanjaya.
"Lebih dekat"
"Tapi kan mas katanya tadi tidak boleh dekat - dekat"
"Majulah tiga langkah lagi"
"Baiklah suamiku"
Aisyah maju tiga langkah dan sekarang dia sudah berhadapan dengan tuan Sanjaya, jarak aisyah dan tuan sanjaya menjadi sangat dekat .
"Buka mulutmu"
"Tapikan"
"Tapikan itu bekas bibirmu mas" batin Aisyah
"Sudah cepat bukalah, aku sudah tidak betah dengan bau badanmu"
Dengan sungguh terpaksa Aisyah pun membuka mulutnya.tuan Sanjaya pun menyuapkan sesendok teh ke Aisyah
"Bagaimana rasanya teh rasa cinta untukmu"
"Hummmm lezatttt" sambil memutarkan lidahnya ke atas bibir dan memutarnya ke bawah.
"Dasar lebay" sambil menjentikan tangannya dikening Aisyah .
"Masakan sarapan yang enak untukku"
__ADS_1
"Baik suamiku" sambil tersenyum ke arah tuan Sanjaya dan bergegas pergi ke dapur
"Sebenarnya bau badanmu itu wangi hingga membuatku betah jika dekat denganmu" batin tuan Sanjaya sambil tersenyum melihat langkah kaki istrinya yang beranjak pergi dari ruang kerjanya