
sebelum adzan subuh tepatnya jam setengah empat seperti biasa alarm Aisyah berdering menandakan waktunya untuk sholat tahajud.
saat Aisyah terbangun ternyata suaminya masih memeluk pinggangnya.
dengan pelan Aisyah menurunkan tangan suaminya dari pinggangnya.
setelah berhasil menurunkan pelukan tuan sanjaya Aisyah pun sebenarnya ingin membangunkan suaminya itu dan mengajaknya sholat malam dengannya.
tapi lagi lagi Aisyah tidak tega membangunkannya.
"Tidurlah suamiku, aku akan mendoakanmu,pernikahan kita dan juga keluarga kita" guman Aisyah pelan.
setelah itu Aisyah mencium kening suaminya sebanyak dua kali, Aisyah pun juga menaikan selimutnya sampai ke leher suaminya dan menaruh kedua guling kesamping kanan dan kiri suaminya saat Aisyah beranjak menuruni tempat tidur dengan tidak sadar ternyata suaminya mirip seperti bayi yang akan ditinggal ibunya pergi untuk sementara waktu, dan agar tidak terjatuh ibunya pun memberi guling disisi kanan dan kiri anaknya.
dengan akalnya yang cemerlang Aisyah pun memotret suaminya tersebut dan pas nya suaminya tersebut berposisi miring ke kanan dan kakinya agak ditekuk jadi kelihatan kecil dan lebar.
"Kamu sangat tampan suamiku, meskipun usiamu sudah hampir 26 tapi ketika tidur kamu masih seperti usia balita wkwkwk" tawa lirih.
setelah Aisyah berhasil memotret suaminya dengan pose bersejarah itu Aisyah pun segera masuk ke kamar mandi untuk berwudhu dan menggosok gigi.
selanjutnya Aisyah pun segera menggelarkan
sajadahnya dan sholat malam karena memang waktunya tidak lama lagi akan imsak.
selang beberapa waktu saat Aisyah sudah melaksanakan sholat dan juga menyampaikan hajatnya tepat saat imsyak Aisyah pun tiba tiba teringat Abi dan ibunya sehingga membuatnya rindu dengan mereka yang berada dikampung.
lima menit berlalu adzan subuh pun bersyiar disemua masjid yang berada disekitar wilayah rumah mertuanya.
Aisyah pun dengan cepat menghapus Air matanya dan membangunkan tuan sanjaya yang masih tertidur karena memang Aisyah juga yang membuat tuan sanjaya semakin hangat jadi semakin pulas juga tertidurnya.
"Mas, sudah subuh hayuk sholat"
tanpa ada respon sama sekali dari tuan sanjaya karena memang belum terbangun.
"Mas ayuk bangun" menggoyang goyangkan tubuhnya.
kali ini sebenarnya Tuan Sanjaya sudah bangun tapi memang tuan sanjaya sengaja pura pura tertidur karena ingin menjaili Aisyah.
"Mas mas Sanjaya" menggoyangkan tubuh suaminya dengan lebih keras berharap
setelah ini suaminya bisa terbangun
"Kok enggak bangun ya. nggak kayak biasanya deh. atau jangan jangan"
Aisyah pun mengecek pernafasannya dan lupa mengecek urat nadinya.
saat Aisyah mengecek nafasnya dengan jari telunjuk diraruh dibawah hidungnya Tuan sanjaya pun iseng tidak bernafas karena memang tuan sanjaya hebat dalam menahan nafas jika hanya satu menit tidak bernafas itu sudah biasa baginya.
"Loh kok tidak bernafas"
"Mas mas sanjaya jangan wafat dulu katanya masih mau ena ena sama Aisyah, katanya masih sanggup menunggu Aisyah, ihhh mas bangun dong" karena kecemasan Aisyah hingga tak sadar Air mata itu mengalir deras dari pipinya.
"waaaaaaaaa" tiba tiba dengan wajah yang super konyol tuan sanjaya itu bangun dan membuka matanya dengan sangat lebar.
"Tadi dek Aisyah bilang mau ena ena denganku kan", mencubit hidung Aisyah
"Kenapa si yang diambil pas dipoint itu ih nggak asyik" batin Aisyah saat tuan sanjaya memergokinya berbicara perkataan yang membuat tuan sanjaya semangat 45.
"Eh iya mas, tapikan kalau Aisyah sudah siap, hemmm sakit tau mas rasanya,kamu mah enak la aku hiks hiks"
"Hemm iya iya Aisyah.
Aku akan menunggumu tapi jangan lama lama jika kamu menyimpan rasa takutmu itu terlalu lama aku akan memaksamu dan hati hati biasanya dengan cara pemaksaan itu lebih sakit loh dan aku akan melakunnya dengan sangat keras haha"
"Iya iya mas. udah ayoh sholat, tapi aku mau wudhu dulu tadi udah wudhu tapi gara gara kelakuan mas yang iseng membuatku jadi kehilangan kesucianku saat berwudhu"
"Pergilah sanalah" tangan sanjaya melambai lambai dan kali ini tuan sanjaya merasa lebih lega dari sebelumnya.
setelah Aisyah selesai berwudhu tuan sanjaya pun ternyata telah menunggu didepan pintu kamar mandi, dengan badannya yang kekar dan tentunya tinggi membuat Aisyah terkejut.
"Hmm masyaaAlloh mas" memegang dadanya yang tidak sesak sambil menjaga diri agar tidak bersentuhan dengannya.
silahkan masuk mas Aisyah tunggu mas disana saja (menunjuk tempat sholat)
"Iya dek" tuan sanjaya pun masuk dan selang beberapa menit tuan sanjaya keluar dengan keadaan sudah berwudhu.
mereka pun sholat subuh dengan berjamaah.
setelah mereka sholat subuh tuan sanjaya kembali ke tempat tidurnya dan memainkan telepon miliknya sedangkan Aisyah sedang mengambil koper besar yang akan dibawanya nanti pindahan.
"Heh dek kamu ngapain" saat itu tuan sanjaya sedang melihat Aisyah yang tengah susah payah mencoba mengambil koper,
"Ini mas sedang ambil koper" sambil jinjit jinjit dan akhirnya berhasil.
"Mau untuk apa koper sebedar itu..??"
"Kan katanya nanti kita akan pindahan mas jadi pasti semua pakaian mu dan pakaianku dibawa kan mas"
"Biarkan pelayan saja yang menata semua perlengkapanku dan juga perlengkapanmu"
sambil berjalan menuju ke depan almari untuk mendekati Aisyah.
__ADS_1
"Hemm mas tidak lah, kan aku masih punya tangan yang lengkap,kaki yang lengkap dan Alhamdulillah masih diberi nikmat kesehatan, jadi biarkan aku menata semua pakaian yang kita bawa mas lagi pula inikan pribadi kita" Aisyah pun tersenyum
"Jika memang pelayan ingin membantu iya silahkan misalkan memindahkan barang barang diruan kerjamu mungkin, tapi kalau ini biar Aisyah saja mas, lagi pula aku sudah terbiasa kok waktu aku dipondok juga sering seperti ini, disana malah disuruh mandiri semua mas"
"Pandai sekali dia berbicara sudahlah aku tak bisa menjawab semua argumen Aisyah lebih baik aku iya kan" batin tuan Sanjaya.
"Baiklah kalau begitu aku juga akan membantumu mengemasi pakaian kita"
"La sampean enggak kerja ya mas..???"
"Enggak lah dek, kan pagi nanti kita pindahan"
"Oh gitu" tuan Sanjaya pun mengambil semua pakaian yang ada dialmari itu dan sebelum baju itu dijatuhkan dilantai Aisyah sudah menyiapkan tikar agar baju itu tidak kotor.
dijatuhkan sedikit demi sedikit oleh tuan sanjaya dan Aisyah yang melipat sekaligus memasukkannya dikoper.
"Hemmm mas mungkin ini nanti satu koper tidak cukup deh"
"Sudah tidak papa dek bawa satu koper aja, nanti kita bisa beli lagi disana"
"Tapikan mahal mas, lagi pula kan baju kita yang disini semua masih bagus"
"Urusan gampang"
"Iyalah mas kan sampean orang kaya" batin Aisyah.
"Baiklah mas"
ternyata mereka berdua lumayan cukup lama mengemasi baju yang akan mereka bawa. hingga sudah jam enam mereka baru selesai.
"Alhamdulillah mas sudah selesai, kamu istirahat dulu ya, Aku akan membuatkanmu teh" Aisyah pun segera ke dapur untuk membuatkan teh dan juga membawakan roti untuk suaminya.
sedangkan tuan Sanjaya meletakkan kopernya ke pinggir agar tidak terlihat merusak suasana, selanjutnya tuan sanjaya merapikan tempat tidurnya setelah selesai tuan sanjaya berjalan menuju sofa, kali ini dia tak ingin dimeja dekat dengan jendela karena memang itu akan membuatnya rindu nanti.
setelah agak lama menunggu Aisyah pun datang dan membawa teh dan juga roti.
"Ini mas diminum mumpung masih hangat, oh iya aku juga membawakanmu roti , nanti kita sarapannya bareng ayah dan ibu aja ya mas"
"Iya dek terima kasih, terserah yang penting sarapan"
saat Aisyah melihat ke arah tempat tidur dan berniat merapikannya ternyata tempat tidur itu telah rapi.
"Mas ini kamu yang merapikan" sambil tersenyum melihat ke arah tuan Sanjaya
"Iya lah istriku siapa lagi kalau bukan aku,kan kita disini hanya berdua"
"wah ternyata kamu jago juga ya pekerjaan wanita,terima kasih suamiku" mencium pipi kanan sebagai ucapan terima kasih.
"Yang kiri belum lo, masak hanya kanan entar kalau yang kiri iri gimana"
"Mas aku mau mandi dulu ya, kamu lanjutkan minum teh dan makan rotimu"
"Mandi bersama yuk" canda tuan sanjaya
"Kapan kapan aja ya mas hehe, kita kan buru buru mas,kalau mandi bersama itukan biasanya membutuhkan waktu lama"
"Ada aja alasanmu dek dek" batin tuan sanjaya,tuan sanjaya pun menimpali dengan perkataan yang seakan akan dia tidak tau kalau Aisyah hanya beralasan.
"Oh iyaya dek,kamu pandai juga ya.
kalau begitu kapan kapan aja mandi bersama sekalian berendam air hangat bersama"
"Hehe iya mas" Aisyah berjalan menuju kamar mandi dan selanjutnya dia mandi.
saat selesai mandi Aisyah lupa tidak membawa handuk mandi.
dia pun meminta bantuan suaminya untuk mengambil handuk miliknya.
"Mas Aisyah boleh meminta tolong"
"Boleh bicaralah"
"Tolong ambilkan handuk Aisyah mas, kalau enggak salah Aisyah menaruhnya disamping handuk kamu"
"Baik" tuan sanjaya mencarinya dan menemukan handuknya dengan cepat karena memang Aisyah anaknya yang rapi dan primpen.
saat berjalan menuju kamar mandi tuan sanjaya mencium handuk Aisyah.
"Entahlah dek semua barang milikmu sangat harum" batin tuan sanjaya.
"Dek ini handukmu"
Aisyah membuka pintu sedikit seukuran tangannya untuk meraih handuk dari tuan sanjaya.
"Terima kasih mas" Aisyah pun keluar dengan memakai handuk saja. tapi ini handuk baju jadi tidak terlalu memperlihatkan semua bagian tubuhnya.
dilanjut dengan tuan Sanjaya yang juga mandi setelah Aisyah mandi.
Aisyah pun segera memakai setelan gamis berwarna biru dongker dan juga menyiapkan baju suaminya juga berwarna biru dongker sepertinya karena memang baju ini hadiah pernikahan dari orang tua Aisyah.
mereka pun sangat serasi dengan pakaiannya yang couple dan Aisyah pun berdandan tidak neko neko sama sekali.
__ADS_1
Mereka menuruni tangga dan pandangan semua pelayan rumah tertuju pada tuan muda dan nona muda nya karena memang itu sangat menakjubkan.
ayah dan ibunya yang telah berada dimeja makan pun juga memperhatikan tuan sanjaya dan Aisyah dengan rasa kagum .
"Selamat pagi Ayah selamat pagi ibu" Aisyah menyapa orang tuanya dan sanjaya yang disamping Aisyah juga menunduk senyum.
sarapan sudah terhidang banyak dimeja makan dan mereka pun segera menyantap makanan tersebut.
setelah semua sudah selesai menyantap makanan selanjutnya pak rodi diutus oleh tuan sanjaya mengambilkan barang yang akan dibawanya pindah dan menyuruh menaruhnya dimobil.
karena barang yang dibawa terlalu banyak jadi mereka membawa dua mobil satu mobil akan ditumpangi pak rodi dan barang barangnya dan satunya lagi untuk pengawal Riko, Aisyah dan tuan Sanjaya.
semua sudah siap tuan sanjaya dan Aisyah pun segera berpamitan dengan Ayah dan ibu.
"Ayah ibu Aisyah dan tuan sanjaya berangkat dulu, jaga diri kalian baik baik, karena suatu saat nanti kami akan menyambangi ayah dan ibu kesini, maafkan Aisyah jika pernah merepotkan sampean kami berangkat ya wassalammualaikum"
"Iya nak waalaikumsalam"
mereka pun saling memeluk ibu dengan Aisyah dan Ayah dengan tuan sanjaya.
sambil mengusap air matanya tuan sanjaya dan Aisyah pergi dengan melambaikan tangannya.
saat berada ditengah perjalanan tuan sanjaya melihat ke arah samping jalan dan menemukan tempat tujuannya beberapa hari yang lalu.
"Rik kita berhenti dulu"
"Baik pak"
dan ternyata mereka berhenti di depan konter hp bermerek karena tuan sanjaya akan membelikan telepon baru untuk Aisyah yang sudah dijanjikannya dari kemarin.
"Ayo dek kita turun dulu"
"Mau ngapain kita mas"
"Aku akan membelikanmu telepon baru
sesuai janjiku kemarin"
"Janji yang mana" batin Aisyah.
tuan Sanjaya pun menggandeng Aisyah dan mengajaknya masuk ke konter.
"Kamu pilih yang mana saja"
"Tapikan ini mahal mas. lagi pula konter inikan konter bintang lima"
"Sudah pilihlah yang mana saja yang kamu suka"
"Hemm aku tidak bisa memilih barang -barang mahal mas"
tuan Sanjaya melihat ke arah wanita (pegawai konter).
"Ambilkan hp terbaru yang paling mahar dikonter ini"
"Baik tuan"
pegawai itu mencarikannya
"Ini tuan sesuai dengan yang tuan inginkan"
"Baik ini atm ku, langsung tarik saja tanpa menyebutkan harganya"
"Baik tuan"
Aisyah yang mendengar perkataan mereka hanya bisa diam karena memang itu pasti sangat mahal.
tuan Sanjaya pun menyerahkan tas kecil yang berisi hp ke Aisyah dan Aisyah menerimanya dengan sedikit grogi.
"Terima kasih mas"
dibalas tuan sanjaya dengan tersenyum.
pegawai itu menghampiri tuan sanjaya dan memberikan atm tadi ke tuan sanjaya.
"Terima kasih tuan, semoga anda puas dengan pelayanan kami"
"Hmmm"
Aisyah dan tuan sanjaya berjalan menuju mobil dan melanjutkan perjalanannya.
perjalanan dari rumah ayah ke rumah barunya cukup memakan waktu lama yaitu tiga jam perjalanan.
saat mereka telah sampai dirumah barunya dan memang ini tak seperti yang Aisyah bayangkan.
rumahnya sangat besar dan sangat megah.
Aisyah yang akan menginjakkan kakinya kerumah itupun sungguh merasa berat
"Mas apa aku berhak bertempat tinggal disini, ini sangat besar dan megah lo mas"
"Sudah masuklah ini juga rumahmu juga dek"
__ADS_1
mereka masuk dan pengawal yang telah tersedia dirumah mereka pun segera merapikan barang barang yang dibawa tuan muda dan nona muda barunya.
pengawal Riko pun kembali pulang dengan membawa mobil yang ditumpanginya tadi