Neng Aisyah Pilihan Ayahku

Neng Aisyah Pilihan Ayahku
Rencana pernikahan


__ADS_3

Saat Aisyah menyetujui pernikahan itu. dan tuan Sanjaya juga pasrah dengan apa yang sudah ditentukan oleh ayahnya keluarga mereka pun saling berbincang - bincang mengenai acara pernikahan tuan Sanjaya dan juga Aisyah..


"Kalau begitu pergilah nak jalan - jalan dengan tuan Sanjaya agar kamu dan tuan Sanjaya bisa lebih dekat" ujar abi


"Maaf bi, untuk kali ini Aisyah menolak permintaan abi ataupun cara abi mendekatkan Aisyah dengan tuan Sanjaya,biarkan cinta itu tumbuh dengan sendirinya tanpa harus dipaksa atau saling memaksa ,lagi pula Aisyah juga belum resmi menikah dengan tuan Sanjaya jadi belum mahrom Aisyah, lebih baik Aisyah masuk ke kamar dulu bi, Aisyah ingin ber istirahat"


Masuk ke kamar sambil senyum ramah ke keluarganya dan juga keluarga tuan Sanjaya namun matanya sedang berkaca - kaca menahan tangis.


Tuan Sanjaya hanya melihat kelakuan Aisyah yang menahan tangis itu.


tuan Sanjaya pun angkat bicara


"Mohon maaf sebelumnya saya masih sangat ragu tentang ending pernikahan saya dengan putri bapak Santoso, saya takut jika tidak bisa mencintai Aisyah dan saya akan menyakiti atau bahkan menyelingkuhinya nanti"


Tiba - tiba ayahnya yang mendengar ucapan tuan Sanjaya barusan langsung kesakitan diarea dadanya pertanda bahwa serangan jantungnya kambuh.


"Hentikan perkataanmu yang membuat ayah tak suka mendengarnya" ucap ayah


tuan Sanjaya pun berlari menuju ke tempat ayahnya dan meminta maaf atas perkataannya tadi.


"Maafkan saya yah, saya tidak bermaksud berbicara seperti itu. hanya saja Sanjaya memang belum siap untuk menikah"


Istri bapak jaya pun menyandarkan suaminya dibahunya sambil menenangkannya.


"Sabar yah sabar, mungkin Sanjaya memang belum bisa menerimanya"


Semua orang dirumah panik, dan Aisyah pun keluar karena mendengar kegaduhan yang berada diruang tamu nya.


Aisyah keluar dengan mata sebam dan menghampiri ibunya untuk menanyakan apa yang terjadi.


Berlari menuju ibunya.


"Ibu apa yang terjadi dengan bapak jaya"

__ADS_1


Ibu pun menjawab ditengah - tengah kepanikannya.


"Penyakitnya kambuh nak"


"Penyakit..!!!" jawab Aisyah.


Aisyah pun menghampiri bapak jaya. karena Aisyah juga panik hingga dia tidak sadar kalau disampingnya adalah tuan Sanjaya.


tuan Sanjaya pun juga tidak menyadarinya kalau disampingnya adalah Aisyah.


"Istighfar pak jaya istighfar" ujar aisyah sambil melihat bapak jaya


Tuan Sanjaya pun tertunduk karena sangat merasa bersalah.


"Baiklah yah, Sanjaya bersedia menikahi Aisyah dan akan berusaha mencintainya, tapi ayah harus sembuh dulu,setelah itu kita bisa merencanakan pernikahan ku dengan Aisyah"


Aisyah yang berada disampingnya langsung melihat dan tak percaya


"Tuan Sanjaya yang kelihatan dingin tapi ternyata juga bisa menyayangi keluarganya,sungguh laki - laki yang baik" batin Aisyah.


Bapak jaya pun tersenyum mendengar perkataan yang didengarnya dari lisan tuan Sanjaya dan Aisyah.


"Aisyah akan membuatkannya minum tuan"


"Buatkan" ujar sanjaya tanpa melihat Aisyah


"Baik mas"


Aisyah pun berlari menuju dapur dan membuatkan teh hangat untuk calon mertuanya.


Sedangkan bapak Jaya dan semua orang yang berada ruang tamu sedang sibuk.


ada yang memanggil dokter dan ada membawa bapak Jaya masuk ke kamar untuk beristirahat.

__ADS_1


Setelah Aisyah selesai membuatkan teh untuk bapak Jaya bergegaslah menuju kamar bapak Jaya.


Tok tok tok tok suara ketukan pintu dari luar kamar bapak jaya


"Masuklah " ujar tuan sanjaya


"Siapa didalam" tanya Aisyah


"Saya dan ayah, masuklah cepat ayah sudah menunggu teh buatanmu"


"Baiklah" sebenarnya aisyah ragu untuk masuk karena didalam hanya ada tuan sanjaya dan juga bapak Jaya.


"Ini pak teh nya. segeralah diminum agar bapak merasa nyaman"


"Terima kasih nak, bapak sudah mendingan, duduklah disini"


Aisyah pun duduk disamping tuan sanjaya tanpa melihat tuan sanjaya yang berada disampingnya.


"Dengarkan ayah.


pernikahan kalian akan dilaksanakan 2 hari lagi apakah kalian siap"


Aisyah hanya tertunduk


"Siap yah" ujar tuan sanjaya


"Terpaksa aku harus bilang siap. jika tidak pasti nanti ayah akan kambuh penyakitnya" batin tuan Sanjaya.


"Aisyah"


"Eh iya pak..Aisyah juga siap" sebenarnya aku tidak siap pak. hiks hiks


"Syukurlah, malam nanti aisyah, abi mu dan juga ibu mu ikutlah bapak ke kota. karena pernikahan kalian akan diselenggarakan disana, jangan lupa membawa semua barang - barangmu karena setelahnya kamu akan tinggal bersama dengan sanjaya, bapak sudah menyiapkan rumah untukmu dan juga sanjaya. anggaplah itu sebagai kado pernikahan kalian"

__ADS_1


"Baiklah yah terima kasih atas semua" jawab tuan sanjaya dan Aisyah


__ADS_2