
Pagi hari terakhir ditempat yang bersejarah itu bagi pasangan muda yang berbulan madu disana, karena tempat sekaligus penginapan itu menjadi saksi bisu Aisyah junior atau Sanjaya junior dibuat.
Tuan Sanjaya yang sedang berada diruang tamu bersama istrinya sambil menikmati teh hangat.
"Hmm besok kita sudah pulang dek, apakah kamu sudah puas berbulan madu" tanya tuan Sanjaya sambil menyeruput teh nya.
"Sudah kok mas, tapi lebih puas lagi kalau besok pas perjalanan pulang kita beli oleh-oleh hehe"
"Iya besok kita beli ya"
"Beneran mas aaa terima kasih" sambil mencubit pipi suaminya.
"Iya istriku" sambil mencium kening Aisyah
Sore hari telah tiba Aisyah yang sedang sibuk mengemasi barang-barang bawaannya sedangkan suaminya yang sedang sibuk membersihkan diri dikamar mandi.
Sore ini mereka ingin melihat sunset didepan rumah yang memang langsung tertuju tepat dipegunungan,
Mereka terduduk sambil menikmati angin sore yang membawa hawa dingin.
"Mas aku ingin kamu peluk" Sambil menggeser tubuhnya didekat suaminya.
"Dek kamu kok semakin agresif gini, apa jangan-jangan efek tadi malam" menahan tawa sambil memeluk Aisyah.
"Ih apaan sih mas, aku malu tau gara-gara ingat kejadian malam tadi"
"Tapi enak kan dek..??"
"Enak gimana orang sakit banget kok mas"
"Oh iya...???" tertawa berbahak.
"Iya mas, ya Alloh rasanya kayak duh nggak bisa ngejelasin pokoknya mas"
"Uh lebay kamu dek" sambil mencubit hidung Aisyah.
"Hmm masih sakit nggak dek"
"Masih si mas tapi sudah mendingan"
"Maafkan aku karena telah membuat punyamu sakit, tapi malam tadi tu enak banget lo dek, apa kamu nggak ngerasain nikmatnya gitu..???
"Sebenarnya sih mau mas tapi semakin aku rasain malah semakin sakit itunya aduh pokoknya sakit mas"
"Duh bahaya" batin tuan Sanjaya.
"Tapi kamu nggak kapok kan dek"
"Enggak mas tapi ya masih sakit aja gitu"
__ADS_1
"Malam ini lagi ya dek"
Belum sempat Aisyah menjawabnya namun suara Adzan dari hp milik tuan Sanjaya berkumandang.
"Sholat dulu yuk mas" menggandeng tangan suaminya dan menariknya masuk kedalam rumah.
"Tadi kenapa hp ku aku bawa" sambil menepuk dahinya sendiri.
Mereka selalu Sholat berjamaah karena memang sudah menjadi kebiasaan dari pertama menikah hingga sekarang.
Karena memang disana cuaca sangat dingin tuan Sanjaya dan Aisyahpun memutuskan untuk berapi - api disamping rumah sambil menikmati udara malam hari dipegunungan,karena selama 2 malam hari ini mereka habiskan hanya didalam kamar.
Tuan Sanjaya menyanyikan lagu untuk istrinya yang polos itu sambil membawa gitar, karena memang ia dulu waktu SMA gemar bermain dengan alat musik apapun termasuk gitar.
Aisyah yang sangat menikmati lagu romantis dari suaminya pun sambil rebahan disamping suaminya dan memperhatikannya saat bernyanyi sekaligus memainkan gitarnya.
Sesekali Aisyah juga menirukannya bernyanyi, karena memang ia juga sedikit-sedikit faham dengan lagu yang dinyanyikan suaminya itu.
"Suaramu bagus mas" sambil berusaha terbangun dari rebahannya.
"Memang dari dulu bagus, kamunya saja yang baru sadar" menahan tertawa.
"Yee emang akukan enggak tau mas, lagi pula kamu nggak pernah seromantis gini sampai nyanyi-nyanyi gini to"
"Ya maaf, kan memang selama ini aku sibuk jarang ada waktu buat membuat moment seperti ini"
"Ya carilah, siapa pula yang mau sendiri, percuma dong aku sunat"
"Yah kamu mah suka gitu" sambil memanyunkan bibirnya.
"Emang kamu mau pergi kemana, apa kamu bisa pergi dariku" sambil memeluk istrinya.
"Ya tidak, tapi kan kita nggak tau takdir mas, siapa tau umurku lebih pendek dari umurmu"
"Hussst jangan bilang seperti itu" sambil ******* bibir Aisyah.
"Aku tidak akan meninggalkanmu dan kamu tidak akan meninggalkanku, kita akan pergi bersama-sama" bisik tuan Sanjaya.
"Benarkah..??"
Tuan Sanjaya menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
"Selfie yuk mas"
"Nggak ah aku malu karena istriku jelek haha" tertawa berbahak sambil meninggalkan Aisyah.
"Ah awas ya kamu suamiku"
Aisyah pun mengikuti suaminya dan tak lupa mematikan api yang telah ia buat tadi.
__ADS_1
"Awas kamu mas" sambil mengejar suaminya.
Tuan Sanjaya langsung menjatuhkan diri ditempat tidur dan Aisyah menindihnya yang juga ikut menjatuhkan dirinya ditempat tidur, tuan Sanjaya membalikkan badan dan memeluk Aisyah yang berada diatas tubuhnya.
"Kita lakukan sekali lagi ya dek"
Aisyah menganggukan kepala karena memang ia masih sangat penasaran.
Tuan Sanjaya menjatuhkan tubuh Aisyah secara perlahan dan menindihnya, tuan Sanjaya melakukan pemanasan sambil mencium kening Aisyah membacakan do'a seperti malam kemarin. tangan tuan Sanjayapun beraksi menjelajahi tubuh Aisyah dan segeralah menelusuri ditempat sensitif Aisyah.
"Kamu sudah siap dek..?"
Aisyah menganggukan kepalanya sambil memejamkan mata.
"Tenang saja kali ini tak akan sesakit kemarin, kamu nikmati"
"Tapi masih sakit mas, pelan saja ya"
"Iya"
Bismillahirohmanirrohiim...
jeritan kecil terdengar dari mulut Aisyah yang memang masih merasa kesakitan karena kemarin belum lekas sembuh sudah dilahap kembali oleh suaminya.
"Kamu nikmati dek, enggak sakit, kamu buka matamu"
Perlahan Aisyah membuka matanya dan ia melihat suaminya yang ternyata telah menatapnya tepat didepan wajahnya dan tubuh suaminya berada diatas tubuhnya namun bertumpu pada kedua tangannya agar tidak membuat Aisyah sesak.
"Ciumlah aku, maka rasa sakitmu akan hilang istriku"
Aisyah mencium suaminya dengan penuh perasaan cintanya dan lama kelamaan rasa sakit itu hilang dan berganti dengan rasa nikmat yang belum sama seki ia pernah nikmati sebelumnya.
"Gimana masih sakit..??" sambil melanjutkan aksinya.
"Tidak mas, aku sudah tidak merasakan sakit"
"Apa kamu mau melanjutkannya sampai aku lelah"
Aisyah menganggukan kepalanya sambil masih berciuman dengan tuan sanjaya.
Hingga malam pun telah larut, sebenarnya tuan Sanjaya belum lelah namun ia sangat tak tega melihat istrinya yang kelelahan karena meladeni nafsunya itu.
Merekapun menyepakati untuk berhenti dan tertidur dalam keadaan setengah terbuka dan mereka saling menyelimuti badannya agar tidak terasa sangat dingin.
Tiga hari mereka berbulan madu dan ini adalah hari terakhirnya menempati perumahan yang tak terlalu besar namun sangat nyaman, apalagi disuguhi dengan pemandangan pegunungan yang tak pernah hilang keindahannya membuat siapapun yang berada disana takjub dan ingin sekali berlama-lama ditempat itu.
Saat pagi hari tuan Sanjaya dan Aisyah yang telah bersiap untuk kembali pulang ke rumah tak lupa mereka mengabadikan moment sebelum meninggalkan tempat itu yaitu berfoto dengan latar belakang pegunungan.
"Terima kasih alam, karenamu aku dan kekasih halalku dapat menikmati keindahan dan kenyamanan disini, suatu saat nanti insyaaAlloh aku dan suamiku akan kembali disini dengan junior kita. See you next time" batin Aisyah.
__ADS_1