
Sesampainya diperusahaan, semua pegawai perusahaan segera berkumpul dan memposisikan diri masing-masing berbaris didekat pintu untuk menyambut kedatangan Sanjaya dan Aisyah, terutama kedatangan Aisyah karena ini adalah kali pertamanya datang ke perusahaan Sanjaya.
Semua pegawai menyapa Aisyah dengan ucapan selamat pagi, kemudian Aisyah juga membalasnya dengan ucapan selamat pagi juga untuk para pegawai yang menyapanya.
Semua pegawai yang mendapat balasan ucapan dari Aisyah langsung memasang wajah bahagia yang tak terhingga karena bisa mendapat ucapan dan senyum yang ramah dari istri bos perusahaan tempat kerjanya.
Dibelakang Aisyah dan Sanjaya juga ada Riko dan Elysa kali ini semua pegawai bingung dan saling bertanya kepada rekan kerjanya.
"Siapa wanita itu..????"
"Apa dia istri dari tuan Riko..??"
"Tapi kok jalannya depan belakang gitu enggak berdampingan..???"
"Apa dia saudara perempuan tuan Riko, tapi kok kesini untuk apa dia kesini..???"
Banyak sekali pertanyaan yang menghujani lelaki dan perempuan dibelakang Sanjaya dan Aisyah itu.
Namun semua pertanyaan itu hanya bisa didengar oleh pegawai yang sedang membincangkan Riko dan Elysa, karena memang semua pegawai itu juga tidak berani jika bertanya langsung dengan Riko.
Diperusahaan Angkasa Raya Riko sangat dihormati atau bisa disebut tangan kedua Sanjaya, walaupun sifatnya yang tengil dan konyol tapi Riko bisa memposisikan dirinya, saat diperusahaan Riko selalu mengeluarkan sifat dinginnya dan mahal senyum.
Setelah ke empat orang itu pergi menuju ruangan atas semua pegawai bubar dan kembali melanjutkan pekerjaannya, sedangkan Elysa ia harus menjalani tahap interview yang memang langsung dihadapan Sanjaya.
Biarpun Sanjaya adalah mantan teman mesra Elysa dan sekarang sudah Elysa anggap seperti kakaknya sendiri namun tetap tantangan terberat Elysa saat berhadapan dengannya karena memang yang ia hadapi sekarang bukan orang biasa tentunya.
Setelah itu Sanjaya mengajak Aisyah ke ruangannya dan diikuti Elysa dibelakangnya yang hendak interview diruangan Sanjaya.
Selanjutnya Elysa menjalani interview kerjanya dan Aisyah duduk disofa yang telah tersedia diruangan Sanjaya.
Cukup lama Elysa interview kerja, entah apa yang mereka bicarakan karena memang pengujinya saja sudah sangat pandai dan profesinal menjadi tantangan tersendiri oleh Elysa setelah Elysa selesai ia pun segera keluar dan diruangan itu hanya ada Sanjaya dan Aisyah.
"Istriku" Sanjaya memanggil Aisyah.
"Iya mas ada apa"
"Kemarilah aku ingin bertanya padamu"
Aisyahpun berdiri dan hendak menuju ke tempat Sanjaya berada, namun tiba-tiba Sanjaya melarang Aisyah mendekatinya.
"Jangan jadi kesini" Ucap Sanjaya
"Kenapa mas, tadi kan Aisyah diutus kesitu"
"Biarkan aku saja yang kesana, aku tidak mau melihat istriku yang mengandung junior-juniorku kelelahan"
"Lebay kamu mas" tawa ledek Aisyah.
"Aku serius" Ucap santai Sanjaya Sambil berjalan menuju ke sofa.
__ADS_1
Sesampainya disofa Sanjayapun mencium kening Aisyah dan segera duduk disebelah Aisyah dan bersandar dibahu Aisyah.
"Tadi saat Elysa interview apa kamu cemburu..??" tanya Sanjaya
"Kenapa harus cemburu, dia kan hanya ingin mendapat pekerjaan mas" jawaban dari Aisyah.
"Sungguh..???, apa kamu sedikitpun tidak cemburu dengannya"
"Hmmm dulu iya, tapi sekarang entahlah"
"Maafkan jika aku pernah melakukan kesalahan dengan semua perbuatanku dulu sebelum bertemu dan bersamamu"
Seketika Aisyahpun teringat ucapan Elysa kemarin yang membuatnya merasa tersakiti.
"Jadi benar mas..??"
"Benar yang apanya, aku hanya ingin meminta maaf denganmu"
Aisyah mengangkat kepala Sanjaya yang sedang bersandar dibahunya dan ia menghadapkan wajahnya kearah Sanjaya.
"Jadi benar kamu pernah tidur dengan Elysa"
ucap Aisyah dan sedikit air matanya menetes sedikit membasahi pipi Aisyah.
"Apa Elysa yang mengatakan itu?"
Aisyah hanya menganggukan kepalanya.
Aisyah cukup lega mendengar penjelasan dari suaminya dan ia mencoba percaya juga, bagaimanapun kebenarannya itu hanya sebuah masa lalu dan sekarang Sanjaya sudah menjadi miliknya.
"Baiklah mas aku percaya denganmu dan semoga Allah senantiasa menghapuskan dosa-dosa masa lalumu, sekarang kita sudah menikah dan sangat tidak pantas jika masih membahas masa lalu, setiap manusia memiliki masa lalu dan masa depan sekarang masa depanmu adalah aku dan kumohon jangan membuatku berperang dengan masa lalumu"
"Aku sangat mencintaimu Aisyah, mana mungkin aku rela membuatmu terluka hanya karena fitnah masa laluku"
"Terima kasih suamiku" memeluk Sanjaya dengan erat sambil menghapus air matanya yang tak henti mengalir di pipi Aisyah.
Sanjayapun menciumi atas kepala Aisyah yang berbalut kerudung dan ia pun dengan rasa sangat bersalah karena ternyata fitnah itu membuat istrinya yang saat ini sedang berjuang untuknya merasa tersakiti, dengan lamunannya Sanjaya meneteskan air mata hingga terjatuh dikerudung Aisyah.
"Aduh" ucap lirih Aisyah.
Seketika Sanjayapun menghapus air matanya dan segera melepas pelukan Aisyah guna untuk mengecek apa yang menyebabkan Aisyah berkata aduh.
"Ada apa dek"
"Jerawat rindu dipipiku meletus mas" Sambil memegang pipinya.
"Coba aku lihat" Meraih dekapan tangan Aisyah dipipi.
Saat setelah melihat jerawat rindu Aisyah
__ADS_1
"Bentar aku ambilkan tisyu"
Sanjayapun berjalan ke meja kerjanya dan mengambil dua kotak tisyu, tisyu kering dan basah.
Dengan sangat berhati-hati Sanjaya mengelap setitik darah jerawat dipipi Aisyah.
"Nanti kita beli obatnya dek, agar jerawatmu cepat sembuh"
"Kalau jerawat rindu obatnya pertemuan mas bukan obat jerawat"
Sanjaya tersenyum mendengar jawaban dari istrinya itu.
"Kamu rindu dengan siapa"
"Aku rindu dengan abi,ibu dan pesantrenku mas"
"Apa kamu ingin kesana..???"
Aisyah menganggukan kepalanya sambil memanyukan bibirnya.
"Baiklah minggu depan kita kerumah abi,ibu dan sekalian kita sambang dipesantrenmu dek"
"Sungguh..???, terima kasih mas" ucap Aisyah sambil tersenyum ke arah Sanjaya.
"Tapi nanti kita tetap membeli obat untuk jerawatmu biarpun itu jerawat rindu tapi juga harus diobati agar tidak meradang"
"Iya deh iya, aku mah nurut yang penting minggu depan bisa mudik ke kampung hehe"
"Iya sayang"
"Ini pakai tisyu basah untuk membersihkan tanganmu yang tadi terkena darah jerawatmu" ucap Sanjaya.
"Iya mas terima kasih telah memperhatikanku"
"Sudah tanggung jawabku sebagai suamimu untuk tetap memperhatikanmu"
Aisyah tersipu malu terlihat wajahnya yang merah padam.
"Tapi kamu masih terlihat cantik walaupun ada bintang dipipimu"
"Humm terima kasih"
"Hmm bahagianya dipuji cantik"
"Enggak juga udah biasa dibilang cantik"
"Sombong-sombong" ucap ledek Sanjaya.
"Enggak-enggak aku bercanda mas" sambil mecubit hidung Sanjaya.
__ADS_1
"Beraninya ya kau mencubit bos tampan idaman kaum hawa" sambil menggelitiki Aisyah.
Aisyah tertawa cekikikan karena tak tahan dengan rasa geli yang diberikan Sanjaya, mereka berduapun saling adu gelitikan dan bercanda gurau, hingga menciptakan suara tawa diruangan Sanjaya.