
"Kalau bisa buat cucu kembar dua ya Sanjaya" ujar ibu sambil menahan tawa..
"Baik bu, itu urusan gampang, kalau Sanjaya siap saja membuat cucu kembar, jangankan kembar dua bu kembar tiga pun Sanjaya siap"
Aisyah yang medengar percakapan ibu dan suaminya itu membuatnya semakin malu, karena sebenarnya memang suaminya sudah mengajaknya membuat keturunan tapi dia masih takut.
"Kurasa semua orang yang berada dirumah ini memang mau menakutiku" batin Aisyah.
Aisyah pun segera mencari topik pembicaraan yang baru agar mereka tidak membahas cucu, cucu dan cucu.
"Eh ibu, Siska kemana bu kok enggak kelihatan"
Aisyah bertanya dengan ibunya yang masih tertawa kecil akibat ucapan putra nya itu.
Aisyah bertanya dengan ibu nya tapi semua orang yang berada dimeja makan itu melihatnya sambil tertawa cekakakan.
"Pasti istriku sedang berusaha mengalihkan pembicaraan, karena memang dia yang bisa memberi cucu" batin tuan Sanjaya sambil memegang kepala Aisyah yang berbalut kerudung.
Aisyah yang mendapati mereka menertawainya langsung dengan wajah yang malu menundukkan kepalanya.
sedangkan ibu yang berusaha menghentikan tertawanya karena Aisyah sedang menunggu jawabannya.
"Nganu nak siska sedang ke jogja untuk melanjutkan kuliahnya diperguruan tinggi disana"
ibu berbicara dengan nada yang tidak teratur karena memang sambil menahan tawa.
"Oh gitu ya bu" sambil tersenyum melihat ibunya.
"Sudahlah sudah berhenti tertawanya, kasian Aisyah dia masih takut untuk membuat keturunan denganku" ujar tuan sanjaya sambil merangkul bahu istrinya.
Aisyah pun menjiwit pinggang suaminya.
"Sakit dek, iya iya kamu masih takut, kita bisa membuatnya lain waktu kok, tenang saja aku tidak memaksamu tapi jika kamu terlalu lama takutnya dengan terpaksa juga aku akan memaksamu dan melakukannya lama denganmu" setelah itu tuan sanjaya mencium kening Aisyah.
pelayan didapur yang mendengar percakapan keluarga majikannya itu ikut tertawa tawa sendiri sekaligus senang karena memang beberapa tahun ini tawa seperti itu tidak pernah tercipta setelah anak dari tuan besar dan bos besar yaitu alm rehan jaya samudera kakak kedu Aisyah dan Adik pertama tuan Sanjaya meninggal dunia akibat kecelakaan yang dialaminya tujuh tahun yang lalu setelah sepeninggal tuan mudanya itu suasana rumah menjadi sepi dan tak ada gelak tawa yang menggelegar seperti saat ini, mungkin memang Aisyah pembawa obat dari keterpurukan keluarga tuan Sanjaya .
dan saat kejadian itu salah satu pelayan dengan melihat kebersamaan keluarga tuan besarnya itu membuatnya menjadi janda penghayal. memang pelayan itu sudah janda tapi belum memiliki anak " Andaikan aku sebagai nona muda disini" sedang berperang antara fikiran dan juga imajinasinya.
setelah para pelayan itu tidak mendengar gelagak tawa yang terdengar keras dan membahagiakan semua makhluk yang berada dirumah itu. pelayanpun segera menghantarkan makam malam untuk satu keluarga dimeja makan.
"Mungkin mereka akan merasa lapar atau haus karena memang keluarga itu sangat menghabiskan tenaganya untuk tertawa,kecuali nona Aisyah"
__ADS_1
batin pelayan yang menghantarkan makanan itu.
setelah sampai dimeja makan pelayan itu segera menghidangkan makanan yang dimasaknya.
"Silahkan dimakan"
sambil menundukkan kepalanya dan tersenyum, setelah itu pelayan tersebut pergi untuk makan malam juga tapi tentunya bukan dengan majikannya. tapi dengan sesama pelayan.
tanpa disadari dimeja makan itu terdapat dua pasangan yang sedang berada diusia senja dan juga masih berada diusia terbit.
"Sanjaya, kita sebagai laki - laki biasanya tetap mendapat perhatian dari istri, coba kita lihat"
sambil berbisik ditelinga tuan sanjaya
tuan sanjaya pun mengangkat jari jempolnya dan mengedipkan satu matanya dan itu sangat membuatnya imutttt ^_^
Aisyah dan ibunya yang melihat kelakuan para suaminya pun melirik sambil tersenyum sinis.
"Ibu emangnya kita enggak tau yang dibicarakan ayah dan mas sanjaya, kita kan tau iyakan bu" ganti berbisik di ibu mertuanya.
ibunya pun melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh putranya.
ibu mengangkat jari jempolnya dan juga mengedipkan satu matanya dan itu sangat membuatnya lebih muda dan cantik.
"Silahkan dimakan suamiku" ujar ibu dan Aisyah.
tuan sanjaya dan ayahnya pun mencium kening istrinya masing masing.
"Hmmm ayah, kenapa kita menjadi dua pasangan yang kompak ya wkwkwk" ucap tuan sanjaya sambil melihat ke arah ayahnya.
"Ini semua karena keromantisanmu dengan Aisyah sanja, membuat jiwa keromantisan ayah dan ibumu kembali seperti pengantin baru" sambil merangkul bahu ibu.
"Wahh kita menjadi pahlawan cinta suamiku hehe"
"Dasar lebay" sambil menyentilkan jarinya di kening Aisyah.
"Sudahlah mari makan, kan besok kalian harus menyiapkan tenaga ekstra untuk pindahan dan membuatkan cucu untukku dan ayah"
"Hahaha betul sekali bu" ucap Ayah
Aisyah pun makan agak sedikit banyak karena memang dia telah menghabiskan tenaganya bukan untuk tertawa melainkan menahan malunya.
__ADS_1
Adzan isya' pun berkumandang, mereka pun telah usai menyantap makan malamnya dan Ayah pun mengajak untuk sholat berjamaah dirumah.
dengan senang hati semua orang yang berada dirumah itu termasuk juga pelayannya yang memang semua beragama islam bersedia sholat berjamaah bersama majikannya.
memang jarang sekali ada event seperti ini.
tiga puluh menit kemudian mereka telah selesai melaksanakan kewajibannya sembahyang.
setelah itu juga Aisyah dan tuan Sanjaya masuk kekamar untuk beristirahat.
sebelum tidur Aisyah selalu membiasakan
berwudhu dan memakai celak serta memakai parfum tanpa Alkohol yang seringkali membuat suaminya terkesima dengan harum parfumnya yang semerbak itu.
setelah selesai dengan rutinitas malamnya Aisyah pun beranjak ketempat tidurnya untuk menemani suaminya yang belum tidur.
"Dek, aku suka dengan bau parfummu, jika suatu hari kita berkunjung kerumahmu belikan parfum sepertimu satu kardus ya"
Aisyah yang mendengarnya agak kebingungan sekaligus heran dengan perkataan suaminya barusan.
"Mas, apa kamu bercanda"
"Tidak lah dek ngapain aku bercanda,asal kamu tau. yang membuatku mudah jatuh cinta denganmu itu juga berkat bau parfummu dan tatapanmu"
"Jadi kamu tidak mencintaiku karena Alloh ya mas"
"Ana uhibuki fillah pokoknya dek"
"Terima kasih suamiku"
mereka pun tertidur dengan posisi berpelukan.
"Dek, buat dedek kembar tiga sekarang yuk"
tuan sanjaya pun mencium kening Aisyahdan juga mencium leher Aisyah
"Jangan mas, Aku masih takut"
Aisyah pun berbalik badan dan memeluk gulingnya.
tuan sanjaya pun memaklumi karena memang dia ini belum pernah sama sekali bercinta jadi belum ada nafsu yang mendorongnya untuk berhubungan dan pasti itu akan sedikit menyakitinya saat sesuatu itu masuk.
__ADS_1
"Hemm sabar batin tuan sanjaya"
mereka pun tertidur dan tuan sanjaya memeluk punggung Aisyah dari belakang