Neng Aisyah Pilihan Ayahku

Neng Aisyah Pilihan Ayahku
Taman


__ADS_3

Elysapun mencoba menenangkan hatinya dan sedikit demi sedikit berhenti menangis namun masih tetap dan akan ada penyesalan yang sangat mendalam dibenaknya.


"Aku memang bodoh karena telah manaruh perasaan ke orang yang sudah beristri, aku menyesal apa mungkin kak Aisyah nanti bisa memaafkanku dengan semua kesalahan yang telah kuperbuat" batin Elysa.


Dengan mencoba bangkit dan berdiri dari kursi yang baru pertama kali ia duduki itu Elysapun mengusap air matanya sambil berdiri dan membalikkan badannya, namun Elysa terkejut malu campur gugup karena ternyata dibelakang sudah ada Riko yang duduk santai disoffa.


"Pengawal Riko" batin Elysa sambil berdiri mematung dan melihat kearah Riko.


"Sudah selesai" ucap Riko sambil menurunkan kakinya yang jegrang disofa.


Elysapun segera kembali kesadarannya dan menjawab pertanyaan Riko barusan.


"Apa pengawal Riko sudah lama berada disitu" ucap Elysa gugup.


"Hmm"


Jawaban yang singkat dan sangat bingung diartikan.


Riko pun segera beranjak dari soffa dan berjalan kearah Elysa.


"Apa kamu tidak punya sapu tangan" sambil memberikan sapu tangan miliknya ke Elysa.


"Aku lupa membawanya, terima kasih" Elysapun mengambil sapu tangan milik Riko dan segera ia pun mengelap air matanya.


"Duduklah dulu tenangkan dirimu, aku pernah ada diposisimu"


"Maksud kamu, kamu pernah menjadi orang ketiga..??" ucap Elysa dengan nada penasaran.


"Tentu tidak aku hanya pernah dilema saja karena aku sangat mengagumi istri seseorang tapi itu dulu sebelum wanita itu hamil"


"Jadi kamu sempat menaruh perasaan ke orang yang salah juga"


"Sudah jangan lancang terlalu mengurusi masa lalu pribadiku, jika kamu sudah selesai cepat keluarlah dari ruanganku"


"Baik aku akan keluar, terima kasih atas tempatnya, saya permisi dulu" Elysapun menundukkan kepalanya dan setelah itu berjalan menuju pintu.


Sesampainya dipintu Elysapun membalikkan badannya


"Sapu tangannya saya kembalikan setelah saya cuci" ucap Elysa


Riko membalas dengan tersenyum, Elysapun keluar pintu dan menutup pintunya dengan sangat pelan agar harimau itu tidak menerkamnya.


Didalam ruangan Riko sangat malu karena ia baru saja membuka separuh harga dirinya.


"Bodohnya aku untung saja masih bisa dikontrol ucapanku tadi" batin Riko sambil menapuk jidatnya.


Hari sudah sore semua pegawai sudah diizinkan kembali ke asalnya masing masing, begitupun dengan Sanjaya ia segera pulang dan kembali kerumah.


Sanjaya pulang dengan Aisyah dan sesuai perintah tadi, Riko pulang dengan Elysa sekaligus mengantarkan Elysa ke tempat kos barunya.


Mereka ber empat menuju ke garasi mobil khusus yang telah disediakan oleh perusahaan kepunyaan Sanjaya.


"Jangan lupa pesanku tadi Rik" ucap Sanjaya sambil berjalan menggandeng Aisyah.


"Baik tuan saya tidak akan lupa"


"Memangnya pesan apa mas" tanya Aisyah ke Sanjaya.

__ADS_1


"Kamu akan mengetahuinya nanti"


"Aku kan penasarannya sekarang, tapi baiklah enggak apa apa, mungkin juga urusan bisnis"


Sanjaya tersenyum mendengar pendapat daro istrinya itu.


"Sotoy lu" ucap Sanjaya sambil mengubit hidung Aisyah.


Riko dan Elysa yang seperti obat nyamuk dibelakang hanya terdiam dan mencoba menikmati tontonan gratis didepannya walaupun mereka berdua sedang sama sama dilema.


Sesampainya dimobil Sanjayapun membukakan pintu untuk Aisyah dan Aisyah segera masuk ke tempat duduk depan samping Sanjaya menyetir.


Riko pun tak ingin kalah ia pun membukakan pintu untuk dirinya sendiri dan Elysa masuk dengan membuka pintu mobil sendiri.


Mereka berdua melajukan kendaraannya Sanjaya didepan dan diikuti Riko dibelakangnya.


Sebelum Elysa pindah ke kos, ia pun menuju ke rumah Sanjaya dan Aisyah untuk mengemasi barang barangnya sekaligus meminta maaf ke Aisyah atas segala kesalahan dan kebodohannya.


Satu jam berlalu mereka sampai kerumah Sanjaya dan Aisyah dengan selamat, Sanjayapun segera memarkirkan mobilnya digarasi dan Riko hanya memakirkan mobilnya didepan halaman rumah Sanjaya karena memang setelah ini Riko harus kembali mengantar Elysa dan sekalian ia pulang keasalnya.


Aisyah turun dari mobil dan langsung menuju kedepan rumah.


"Kak Aisyah" panggil Elysa sambil tersenyum kearah Aisyah.


"Eh iya El" balas Aisyah dengan senyum juga.


Aisyahpun langsung melihat kearah Riko yang sedang mematung berdiri dihalaman rumahnya.


"Masuklah dulu mas Rik, sekalian sholat dan makan juga" ucap Aisyah.


Aisyah mengambilkan handuk untuk Riko mandi.


"Pakailah handuk ini dan kamu bisa mandi dikamar mandi tamu ya mas Rik"


"Iya nona terima kasih banyak mohon maaf jika merepotkanmu"


"Tidak merepotkan sama sekali" Aisyahpun tersenyum dan bergegas ia segera ke kamarnya untuk membersihkan diri juga.


Sedangkan Elysa sedang mengemasi barang-barangnya sambil mencoba menata jiwanya untuk meminta maaf ke Aisyah.


Ke empat orang itu sedang sibuk dengan pekerjaan pribadinya masing-masing, bahkan pelayan rumahnyapun dibuat sibuk dobel karena harus menambah porsi masakkan.,


Setelah semua telah selesai dengan urusannya masing masing merekapun berkumpul dimeja makan untuk menikmati makan malam bersama.


Suasana makan malam dirumah itu seperti direstoran karena seperti sedang ada dua pasangan yang sedang kencan namun tidak bercumbu mesra.


Saat suasana sedang damai tanpa ada suara siapapun kecuali suara sendok dan piring yang sedang bertempur dengan nasi dan lauk tiba tiba Elysa menciptakan suara yang terbilang cukup merusak moment itu.


"Kak Aisyah" ucap Elysa.


Saat Aisyah sedang enak-enaknya menikmati makanan dan disaat itu juga Elysa memanggilnya, dengan kelapangan dada dan rasa tidak emosi Aisyahpun menjawab panggilan dari Elysa.


"Iya El ada apa"


"Setelah makan nanti temani aku ditaman ya kak"


"Oh gitu emang kenapa El, tumben minta aku yang temenin"

__ADS_1


"Enggak apa apa kak, tapi kak Aisyah bersedia kan"


"Iya aku mau kok, tapi habiskan dulu ya makananmu" ucap Aisyah sambil tersenyum.


Elysapun menganggukkan kepalanya dan kembali melanjutkan makan.


Saat suasana kembali hening tiba-tiba Sanjaya mencipatakan kenangan yang tak terkira, ia gelegek an didepan Aisyah Elysa dan Riko.


"Mas nggak sopan tau"


Aisyahpun mencubit bahu Sanjaya dan Sanjaya hanya tawa cekikian.


"Kelepasan dek" bisik Sanjaya.


"Ternyata bos tampan yang rupawan kekayaannya bak raja bisa gelegekan juga ya" gumam Riko.


"Rik aku mendengarnya" ucap Sanjaya sambil melotot kearah Riko.


"Khilaf tuan" jawab Riko sambil menahan tawa.


"Suamikukan juga manusia mas Rik, siapapun bisa sepertinya"


"Iya nona, saya tadi hanya kaget sekaligus terkejut saja hehe"


Aisyah geleng geleng kepala sambil tersenyum.


"El ternyata kamu sudah selesai makan kalau begitu ayo kita ke taman" ucap Aisyah.


Elysa kembali menanggukkan kepalanya dan Aisyah segera beranjak berdiri dari tempat duduknya begitupun dengan Elysa ia segera beranjak dari tempat duduknya dan segera berjalan dengan Aisyah menuju taman.


Sesampainya ditaman Elysa mengajak Aisyah duduk dan ia segera beraksi dengan tujuannya yang telah berhasil menghantui pikirannya dari tadi siang hingga sekarang.


"Kak Aisyah" ucap Elysa terbata.


"Iya El kenapa"


"Elysa minta maaf ya kak jika pernah membuat kak Aisyah jengkel karena sifat dan sikap bodohku kemarin, aku sudah sadar kak bahwa aku telah meletakkan perasaan kepada orang yang salah"


"Hmmm iya El aku sudah memaafkanmu mungkin kemarin kamu belum siap menerima kenyataan kan, tapi sekarang kamu sudah siap dan menyadarinya aku salut denganmu"


"Terima kasih kak kumohon jangan pernah membenciku" Elysa memeluk Aisyah dengan erat.


"Dan sebenarnya kak Sanjaya belum pernah tidur denganku kak, aku hanya mengarang dan memanipulasi agar kak Aisyah membenci kak Sanjaya"


"Iya El lagi pula kemarin aku tidak terlalu mempercayai kata-katamu sudahlah itu semua sudah menjadi masa lalu aku sudah memaafkanmu dan bukalah lembaran baru kehidupan berhargamu"


"Iya kak, setelah ini aku akan pindah ke kosan baru yang telah dicarikan kak Sanjaya dan aku setuju jika harus pindah karena memang akan sangat tidak pantas jika aku serumah dengan kak Sanjaya dan kak Aisyah"


"Tapi El jika kamu masih ingin tinggal disini aku tidak akan merasa keberatan kok El"


"Enggak kak sudah nggak apa-apa kok mungkin aku juga akan lebih nyaman jika tinggal sendirian"


Aisyah hanya terdiam tanpa menjawab sepatah katapun.


"Kak aku permisi dulu ya, aku sudah membereskan pakaianku tadi aku akan mengambilnya"


Aisyah menganggukkan kepalanya sambil tersenyum

__ADS_1


__ADS_2