Neng Aisyah Pilihan Ayahku

Neng Aisyah Pilihan Ayahku
pengantin baru


__ADS_3

Setelah Tuan Sanjaya dan Aisyah sampai didepan almari. namun mereka berdua tidak membuka atau bahkan menyentuh gagang pintu almari tersebut, yang dilakukan mereka hanya mematung dan hanya saling tunggu menunggu satu sama lain.


Tuan Sanjaya melihat ke arah Aisyah namun Aisyah hanya diam karena memang dia hanya menemani memilihkan baju saja. jadi masalah buka membuka itu urusan suaminya.


"Aisyah, kenapa hanya mematung saja, cepat buka apa kamu tidak mau melayani suamimu"


"Tapikan mas, katanya tadi kamu yang memilih jadi kamu dong yang membuka"


"Bukalah dan pilihkan yang cocok untukku"


sambil membelai kerudung yang dipakai Aisyah.


"Baiklah mas Aisyah akan memilihkan yang cocok untuk kamu pakai nanti"


"mau pakai apapun juga tetap tampan mas - mas" guman aisyah lirih.


"Kamu tadi bilang apa. tampan..???"


"Iya tampan,mas kan memang tampan kan laki - laki"


"Bagus juga jawabanmu"


sambil menyentilkan jari dibahu Aisyah


"Aduuh sakit tauk" guman Aisyah.


Aisyah pun mengambilkan jas warna biru dongker lengkap dengan celana dan juga dasinya.


"Ini mas pakaianmu" sambil memberikan ke tuan Sanjaya.


tuan Sanjaya pun menerima pakaian yang dipilihkan istrinya itu tanpa komplen.

__ADS_1


tok tok tok tok tok suara ketukan pintu dari luar kamar


"Tuan apa saya boleh masuk" ujar salah satu pelayan rumah yang ditugaskan untuk mengambil piring dan gelas bekas sarapan tuan muda dan nona muda.


"Iya bi bentar Aisyah bukakan" saat hendak berjalan menuju pintu


"Hei mau kemana kamu, tak perlu membukakan pintu untuk pelayanmu sendiri, biar dia masuk diakan punya tangan juga bisa buka pintu sendiri kan"


"Masuklah" jawaban tuan Sanjaya untuk pelayan itu.


Pelayan itupun masuk dan mengambil piring dan gelas yang berada dimeja dekat jendela.


"Mari tuan"


sambil menundukan kepalanya dan keluar dari kamar tuan muda dan nona mudanya.


Aisyah yang mendapati sikap tuan Sanjaya sangat membuatnya tidak nyaman sehingga Aisyah mulai memasang wajah kesal.


"Hey kenapa kamu, kamu itu udah jelek neng nggak usah diperjelek lagi, eneg aku lihatnya"


"kamu itu sempurna dari segi fisik mas,tapi kurang dari segi kewelasan" batin Aisyah


"Aku berangkat kerja dulu"


Aisyah pun langsung berdiri dan menghapus Air matanya yang sudah mengalir sedikit.


Saat Aisyah melihat ke arah tuan sanjaya.


"Sepertinya ada yang kurang"


"Mas kamu belum memakai dasi"

__ADS_1


Aisyah pun mengambil dasi tuan sanjaya dan memakaikannya.


"Memang aku sengaja sok amnesia, biar kamu yang memakaikannya, karena aku tau kamu baru saja menangis karena perilakuku" batin tuan sanjaya sambil melihat kepala Aisyah yang tertunduk karena tengah memakaikan dasi dilehernya.


"Udah selesai, hayuk mas katanya mau berangkat, Aisyah akan menghantarkanmu hingga depan rumah"


"Baiklah ayo"


tuan Sanjaya pun menggandeng tangan Aisyah dan mereka berjalan menuju depan rumah.


Diruang tamu sudah ada Ayah , Ibu dan Siska yang sedang menikmati sarapan.


"Eh pengantin baru" ujar ibu sambil tersenyum


"Selamat pagi kak Sanjaya dan selamat pagi kakak ipar" ucapan dari Siska adik dari tuan Sanjaya.


"Selamat pagi juga Adik ipar" sambil tersenyum ke arah Siska,


"malunya aku"batin Aisyah.


"Sanjaya kamu dan Aisyah sudah sarapan..?"(Ayah)


"Sudah yah tadi Sanjaya dan Aisyah sarapan diatas, dan Aisyah yang membuatkan sarapan untukku"


"Wahh enggak salah ternyata yah, ayah memilihkan istri untuk sanjaya" sahut ibu ditujukan ke ayah.


Tuan Sanjaya yang melihatnya juga tersenyum mendengar ucapan ibunya.


"Ya sudah,Sanjaya mau berangkat"


saat hendak pergi melewati ayah ibu dan siska tuan Sanjaya pun diberhentikan oleh Aisyah

__ADS_1


"salim dulu mas"


bisik lirih dari Aisyah


__ADS_2