
"Sopir riko tolong antarkan tuan muda ke kamarnya ya, Aku mau ke dapur dulu"
"Baik nona muda" masih saja menganggapku sopir.
"Bentar ya mas, setelah sampai ke kamar kamu cepatlah mandi setelah itu sholat dan aku akan menyiapkan teh dan makanan untukmu"
"Hmmmm"
tuan sanjaya pun menaiki tangga dan diikuti oleh pengawal riko dari belakang.
Aisyah menuju dapur dan segera membuat teh untuk suaminya sekalian untuk pengawal riko.
didapur sedang tidak ada pelayan, karena memang para pelayan sedang bersih - bersih diri.
setelah selesai membuat teh Aisyah pun menata makanan untuk suaminya dan juga pengawal Riko.
pengawal Riko pun turun dari tangga setelah dia mengantarkan tuan mudanya.
"Sopir Riko, kemarilah didapur"
"Baik nona"
lagi lagi sopir sambil geleng geleng kepala
"Ini aku membuatkanmu teh dan juga makanan.
cepat makan tapi lebih baik kamu sholat dulu"
"Baik nona"
"nona cantik sekali matanya yang besar membuatku terkesima, bisa - bisa kalau aku melihatnya terlalu lama nanti jatuh cinta lagi sama nona muda hahhaa tawa pedih dari jiwa kejombloannya" batin pengawal Riko
"Silahkan dimakan aku mau ke kamar dulu, mungkin mas Sanjaya sudah menunggu teh dan makanannya"
"Mau ku antar nona"
"Tidak perlu sopir Riko, aku sudah tau arah jalan menuju kamar, jangan samakan aku dengan tuan mudamu"
melihat sinis sambil senyum
pengawal Riko pun menundukan kepalanya sambil tersenyum.
dan Aisyah segera berjalan menaiki tangga
setelah pengawal Riko memastikan nona muda nya berhasil menaiki tangga dengan selamat atau tidak terjatuh.
Dia pun segera ke kamar mandi untuk mengambil Air Wudhu selanjutnya sholat,sesuai dengan perintah nona muda nya.
sedangkan Aisyah yang telah sampai didepan kamarnya dia langsung membuka pintu, dan tanpa sadar ternyata tuan Sanjaya tengah menunggunya.
"Kenapa kamu lama sekali, apa jangan jangan kamu masih berbincang bincang dengan Riko"
"Maaf suamiku memang tadi saya dan sopir Riko memang sedikit terlibat dalam perbincangan waktu didapur"
"Cepat ambil Air wudhu kamu pasti belum sholaf maghrib kan,,? mari kita sholat berjamaah"
dengan nada agak kesal.
"Baiklah mas, tunggu aku"
__ADS_1
Aisyah pun meletakkan makanannya dimeja favoritnya dan tuan Sanjaya (meja dekat jendela) bergegaslah Aisyah setelah meletakkan makanan itu Aisyah segera ke kamar mandi untuk berwudhu.
setelah berwudhu Aisyah keluar dan tanpa berkerudung mengambil mukenanya dan memakai ikat kepala sebelum memakai mukena.
digelarkannya sajadah milik Aisyah oleh tuan sanjaya tepat dibelakang sajadah tuan sanjaya.
mereka pun menunaikan sholat maghrib dengan berjamaah, saat selesai sholat Aisyah selalu mencium tangan suaminya dan dipimpinlah berdo'a oleh tuan Sanjaya.
tuan Sanjaya telah selesai memimpin do'a namun masih sejenak duduk untuk meminta hajat pribadinya begitupun dengan Aisyah.
setelah selesai tuan Sanjaya pun segera melepaskan sarung dan kopyahnya,sedangkan Aisyah melepaskan mukena dan ikat kepalanya serta melipat sajadah miliknya dan suaminya.
"Mas segeralah makan, aku akan menyusul nanti"
"Hmmm"
saat Aisyah hendak memakai kerudung
"Jangan pakai kerudungmu"
"Kenapa mas"
"Aku ingin melihatmu dengan jelas jeleknya kamu ketika tidak berkerudung"
"Ihhhhh" sambil memakai kerudungnya karena memang dikatai jelek
"Jangan pakai kerudung, lepaskan kerudungmu, Aku ini mahrommu sudah kewajibannmu menurutiku dan memuaskanku"
"Baiklah mas, Aku akan menyisir rambutku saja" Rambut Aisyah yang panjangnya dan lurus serta wangi membuat tuan sanjaya semakin mencintainya itulah kenapa tuan sanjaya ingin melihat istrinya tidak berkerudung.
tuan Sanjaya berjalan menuju meja dekat jendela dan masih berdiam menunggu Aisyah.
"Hmmm"
Aisyah pun dengan santainya memakai celak karena menurutnya tuan sanjaya sudah makan.
saat Aisyah membalikan badannya ternyata tuan sanjaya masih menunggunya.
Aisyah pun dengan cepat berjalan menuju meja makan tersebut dan duduk di depan tuan sanjaya.
setelah tuan sanjaya mengetahui keberadaan istrinya yang telah duduk didepannya segeralah dia meminum teh dan menyantap makanan yang dibuat oleh Aisyah.
"Mas teh mu sudah dingin ya, maafkan aku karena telah membuatmu menunggu, Aku akan membuatkanmau teh yang baru"
"Tak perlu, saat aku meminum teh nya nanti kamu saja yang menghangatkanku"
"Maksutnya mas"
tanpa dijawab oleh tuan Sanjaya.
tuan sanjaya pun melanjutkan makan malamnya.
sesekali dia menyuapi Aisyah dan Aisyah pun sudah merasa terbiasa dengan suapan manis tuan Sanjaya..
setelah selesai makan tuan Sanjaya pun meminta pelayan perempuannya untuk mengambil piring dan sendok dikamarnya.
karena memang Aisyah sedang tidak berkerudung jadi tuan sanjaya harus menjaga istrinya agar rambut indahnya itu tidak dilihat oleh laki - laki lain selain dirinya.
tok tok tok
__ADS_1
"Masuk"
Aisyah yang mencoba memalingkan wajahnya dengan menghadap jendela karena malu dengan pelayan rumahnya saat mengetahui dirinya tidak memakai kerudung,
namun justru karena dia membelakangi pelayannya membuat rambutnya tampak indah.
pelayan yang melihat nona muda nya dengan perasaan takjub hingga saat setelah mengambil piring dia masih mematung karena melihat nona mudanya.
"Hai cepat keluar, jangan melihat istriku seperti itu"
dengan gelegapan pelayan itupun menundukan kepalanya dan tersenyum dan bergegas keluar kamar.
tuan Sanjaya pun mendekati Aisyah yang sedang melihat ke arah jendela
Aisyah yang melihat dan merasakan sentuhan dari tangan tuan sanjaya membuatnya reflek berdiri serta menjauhkan diri dari tuan sanjaya.
"Hai kamu mau kemana, aku ini suamimu,
aku sedang kedinginan.
gelarkan tikar dibawah dan duduklah bersamaku nanti"
"Baik mas, Aisyah akan mengambilkan tikar"
Aisyah pun beranjak dan ketika akan membuka pintu tuan sanjaya pun memanggilnya.
"Aisyah jangan lupa camilannya" sambil mengedipkan matanya.
"Siap pak boss"
sambil hormat
"imutnya istriku"
batin tuan Sanjaya.
Aisyah dengan cepat mengambilkan tikar dan camilan segeralah Aisyah masuk ke kamar dan menggelarkan tikar nya.
"Sudah selesai mas, tikar dan camilan sesuai permintaanmu"
tersenyum meringis
tuan sanjaya pun segera duduk dan membuka gorden jendela miliknya,karena memang cuacanya masih hujan dan tentunya dingin membuatnya sangat bernafsu ingin memeluk istrinya sambil melihat tetes hujan yang menghantarkan benih benih cinta.
"Duduklah kemari" tangannya menepuk tempat yang berada disamping duduknya.
Aisyah pun segera duduk sesuai intruksi suaminya.
dengan cepat tuan Sanjaya pun memeluk erat istrinya sambil membisikan sesuatu ditelinga Aisyah "Mungkin aku tidak membutuhkan banyak waktu untuk bisa mencintaimu istriku" Aisyah yang mendengar perkataan suaminya dengan perasaan yang syok langsung menghujani pertanyaan untuk suaminya..
"Maksudnya mas, mas sanjaya sudah mencintaiku"
"Heem" sambil tersenyum dan mencium kening Aisyah.
Aisyah pun menundukkan kepalanya dan menyembunyikan wajahnya yang merah padam karena ciuman suaminya.
"Terima kasih suamiku, Aisyah tidak pernah menyangka kalau mas sanjaya bisa menerima,menyayangi sekaligus mencintaiku, Aku sangat bahagia bisa mendapat imam yang bisa menempatkan hatinya untukku" balas mencium di pipi uan s
Sanjaya..
__ADS_1
mereka pun menikmati hujan malam hari sekaligus sambil bercanda ria sambil menikmati camilan yang diambil oleh Aisyah tadi.