Neng Aisyah Pilihan Ayahku

Neng Aisyah Pilihan Ayahku
Bulan madu part 2


__ADS_3

Alarm ditelepon Aisyah berbunyi menunjukkan waktu untuknya menunaikan sholat malam.


Aisyah terduduk dan bergegas mengambil hpnya untuk menyalakan senternya,


Saat hendak pergi menuju kamar mandi tiba-tiba tuan Sanjaya memanggilnya.


"Dek, kamu mau kemana"


"Eh kamu sudah bangun mas, aku mau ke kamar mandi untuk berwudhu"


"Memangnya sudah subuh ya..??"


"Aku mau sholat malam mas, kamu mau ikut..?"


"Oh iya dek boleh" sambil mengulurkan tangannya ke Aisyah.


Karena Aisyah yang juga peka ia pun menghampiri suaminya dan meraih tangannya.


setelah melaksanakan sholat malam, Aisyah bermurojaah juz 30 sambil menunggu Adzan subuh.


"Beruntungnya aku" batin tuan Sanjaya sambil tersenyum ke Aisyah.


Suara Adzan yang merdu berbunyi dihp milik tuan Sanjaya.


"Alhamdulillah, mari kita sholat mas" melihat ke arah suaminya yang ternyata dari tadi diam-diam memperhatikannya.


Tersadar dari lamunannya.


"Eh iya dek"


Setelah mereka melaksanakan Sholat, seperti biasa Aisyah mencium punggung tangan suaminya dan tuan Sanjaya mencium kening istrinya.


"Setelah ini kamu mau kemana mas...??"


"Aku ingin keluar dek melihat sunrise, sepertinya sangat indah"


"Aku ikut suamiku" memasang wajah girangnya.


"Baiklah tapi cium dulu dong" menunjuk pipi kirinya sambil melirik senyum ke Aisyah.


Aisyah mendekatkan wajahnya dan mencium lembut pipi suaminya dengan sedikit lama.


"Aku tunggu diruang tamu" sambil tersenyum.


Aisyah menganggukkan kepala dan membalas senyuman suaminya.


Bergegas Aisyah menata kamar tidurnya dan membersihkan kamarnya setelah itu membuatkan dua teh untuknya dan suaminya.


Mereka pun berjalan menuju keluar penginapan yang mereka sewa, dan mencari tempat yang cocok untuk melihat sunrise.


Setelah menunggu beberapa menit sambil bergurau dan menikmati teh buatan Aisyah Akhirnya mataharipun muncul dengan sejuta cahayanya yang membuat tubuh menjadi sangat hangat setelah dari tadi malam merasakan hawa dingin ala pegunungan.


Aisyah memotretnya sesekali ia juga memotret dirinya dan juga suaminya yang sedang candid.


"Sepertinya tempat ini sangat bagus untuk dijadikan pembuatan video mas, coba kamu tunjukkan atraksimu khas taekwondo mas hehe"


"Aku nggak bisa dek" sambil meminum teh kembali.


"Halah kamu mah bohong mas, aku kan juga ingin lihat" sambil memanyunkan bibirnya.


"Coba deh kamu saja yang menunjukkan atraksimu khas karate dipondokmu"

__ADS_1


"Enggak ah mas aku malu sama kamu"


"Kenapa harus malu..???, aku malah bangga lo denganmu"


"Hemm mas Ayolah aku kepengen inilo"


"Memang ya kamu itu, pengennya nggak bisa ditunda, iya-iya aku mau tapi maunya sama kamu"


"Kamu sendiri aja mas kan kamu lebih jago dariku"


"Ya sudah kalau enggak mau, aku juga no no no no dek"


"Iya deh iya tapi jangan ditertawakan ya"


"Iya-iya istriku"


Mereka membuat video dengan menunjukkan atraksi khas masing-masing, dengan masih berpakaian piyama berwarna hijau toska mereka membuat video dengan sukses dan hasilnya tentu sangat memuaskan.


Karena videonya berada di hp milik tuan Sanjaya jadi setelah Aisyah melaksanakan tugasnya sebagai istri hp itu dipegang Aisyah hingga sore untuk mengedit video itu agar lebih menarik lagi.


"Ternyata kamu berbakat juga dek" batin tuan Sanjaya sambil melihat Aisyah.


Malam pun telah tiba.


karena memang udara disitu sangat dingin hingga membuat Aisyah menggigil kedinginan.


Karena melihat istrinya yang kedinginan tuan Sanjaya dengan sigapnya langsung mengampiri dan memeluknya.


"Aku akan mengambilkan jaketku dek agar kamu tidak terlalu menggigil, bisa-bisa darahmu beku lagi" tertawa meledek.


Lirikan sinis Aisyah membuat tuan Sanjaya berhenti tertawa dan segera mengambilkan jaket miliknya.


menghampiri Aisyah dan kembali memeluknya.


Aisyah menganggukan kepalanya sambil tersenyum ke arah tuan Sanjaya.


"Apa kamu sudah tidak takut..?"


"Sedikit takut mas, tapi aku sudah siap"


"Alhamdulillah, nggak sia-sia tadi aku menghafal do'anya" batin tuan Sanjaya dengan perasaan yang sangat bahagia.


"Terima kasih istriku"


Pelan-pelan tuan Sanjaya menidurkan istrinya dan membelai rambutnya dengan lembut serta mencium keningnya.


"Mas kok aku deg deg an gini ya" Aisyah yang tadinya dingin sekarang malah mengeluarkan keringat dingin.


"Tenang dek, aku akan melakukannya dengan sangat pelan"


"Jangan sakit-sakit ya mas kumohon"


"Hanya akan sedikit membuatmu kesakitan, apa kamu sudah siap"


Aisyah kembali menganggukan kepalanya.


Tuan Sanjaya pun mencium kening Aisyah dan membacakan Do'a bercinta yang telah ia hafal.


Aisyahpun mencoba meyakinkan dirinya dan memejamkan mata dengan sangat rapat agar rasa takutnya semakin berkurang.


Namun karena tangan suaminya yang mulai beraksi, rasa takut Aisyah semakin menjadi.

__ADS_1


"Dek, kamu yang kuat, aku akan melakukannya sekarang"


Semakin rapat Aisyah memejamkan matanya.


Bismillahirrohmaanirrohiim....


Aisyah menahan rasa sakit itu, dan meskipun suaminya melakukan sangat pelan tapi tetaplah sakit baginya karena memang ia belum pernah merasakannya dan ini adalah kali pertama dalam hidupnya.


"Suamiku sakit"


Tanpa disadari air mata Aisyah mengalir dari matanya namun tetap dalam masih terpejam dan dengan keadaan reflek Aisyah pun memegang bahu suaminya dengan sangat keras yang pastinya juga akan terasa sakit.


"Maafkan aku dek" masih tetap melanjutkan aksinya dan sesekali menenangkan Aisyah sambil menciumnya.


Setelah dirasa cukup tuan Sanjaya mengakhiri aksinya karena memang tak sanggup juga melihat istrinya yang menahan sakit yang luar biasa baginya,


Lain kali ia juga bisa melanjutkannya,fikir tuan Sanjaya


Alhamdulillah...


"Terima kasih dek, aku mencintaimu" sambil mencium kening Aisyah dan mengusap air matanya.


"Maafkan jika aku tidak bisa memuaskanmu karena rasa takutku mas" memeluk suaminya dengan erat tanpa memindahkan posisi kakinya karena memang masih sangat sakit jika nantinya ia pindahkan.


"Lain kali kita bisa melakukannya dan nanti kamu tidak akan merasa sakit lagi kamu tenang saja" membelai lembut rambut Aisyah.


tuan Sanjaya mengambil kain untuk menutupi kaki Aisyah.


"Makasi mas"


"Heem, kamh dinginkan ini kamu pakai jaketku agar badanmu terasa lebih hangat"


Mendudukan Aisyah dengan perlahan dan memakaikan jaketnya.


"Mas apa kamu tidak kedinginan"


"Jika aku sudah memelukmu rasa dingin itu sudah hilang" sambil tersenyum melihat istrinya.


Tuan Sanjaya memeluk istrinya dan Aisyah membalas pelukan itu dengan ciuman halus untuk suaminya.


Mereka pun tertidur dengan lelap.


Selang beberapa jam Alarm milik Aisyah berbunyi, menunjukkan waktu sholat malam.


Aisyahpun terbangun dan melepaskan pelukan dari suaminya secara perlahan.


"Mas Sanjaya" sambil sedikit menggoyangkan tubuh suaminya.


"Iya dek ada apa" membuka matanya perlahan.


"Ayok kita Sholat malam mas, karena aku ingin masuk syurga bersamamu agar aku tidak kesepian disana"


Tuan Sanjaya yang barusan mendengarkan ucapan istrinya langsung duduk dan mencium Aisyah dengan lembut.


"Iya dek mari kita sholat"


Tuan Sanjaya menuruni tempat tidur Aisyah pun juga perlahan menuruni tempat tidur, karena memang kejadian malam itu masih membuatnya sakit.


Melihat istrinya yang mencoba turun dan menahan sakit tuan Sanjaya pun menghampirinya dan membantunya.


"Terima kasih suamiku, nanti kita tambah dengan Sholat hajad ya mas, setelah tadi malam kita melakukan hal itu. setelahnya kita berdo'a semoga nanti Aisyah junior ataupun mas Sanjaya junior bisa Sholeh dan Sholehah"

__ADS_1


"Aamiin ya robbal alaamiin, baiklah Istriku, apapun yang kamu inginkan selagi itu hal positif dengan senang hati dan lapang dada aku menerimanya" sambil mencium atas kepala Aisyah dengan lembut.


__ADS_2