Neng Aisyah Pilihan Ayahku

Neng Aisyah Pilihan Ayahku
Nostalgianya Aisyah


__ADS_3

Saat Aisyah sedang berada dikamarnya ia pun segera menuju ketempat duduk dekat jendela atau bisa disebut tempat favoritnya dan mas Sanjaya.


"Hmm pagi ini sangat melelahkan karena kejadian tadi yang menguras tenagaku" guman Aisyah.


"Jika dia tetap disini, apa jadinya aku pasti setiap hari-hariku bersama mas Sanjaya akan terasa sedikit sangat panas karena kehadiran perempuan itu, hmm sebenarnya siapa Elysa itu" batin Aisyah sambil bertanya-tanya dengan diri sendiri.


Dengan rasa terpuruk Aisyahpun terduduk dan bernostalgia menggunakan fikirannya dengan masa lalunya saat ia masih berada dipondok dan belum menikah tentunya.


Saat berada difase kerinduan, jiwa santriwati Aisyah muncul kembali dan secara tiba-tiba Aisyah tak sanggup menahan air matanya yang dengan lancarnya mengalir dipipi Aisyah yang tengah tumbuh satu jerawat.


"Sungguh aku tidak pernah menyangka alur hidupku yang pernahku rancang bersama teman pondokku sangat berubah drastis dan kini semua hanya tinggal angan yang pasti tak pernah kujumpai masa itu kembali, sebenarnya kehidupanku yang sekarang aku bisa menerima dengan lapang dada dan pastinya aku sangat beruntung jika dipertemukan imam yang baik dan penyayang seperti mas Sanjaya walaupun memang dulu ia sama sekali bukan idamanku, tapi semakin kesini semakin membuatku takut jika kehilangannya" Batin Aisyah disela-sela nostalgianya.


Diruang bawah Elysa yang menciptakan kegaduhan karena tengah sibuk memilih kamar mana yang akan ia tempati nanti.


Hingga dua pelayan perempuan dan laki-laki yang telah direpotinya harus mengorbankan pekerjaannya selama mereka membantu Elysa, wanita yang belum sepenuhnya mereka kenal namun sudah semena-mena dirumah tuan muda dan nona mudanya itu.


Elysapun memutuskan untuk tidur dikamar yang dekat dengan kamar Aisyah dan Sanjaya.


"Bi, mana kamar kak Sanjaya dan wanita itu" tanya Elysa dengan nada tidak sopan.

__ADS_1


"Mohon maaf nona, namun akan tidak sopan jika saya menjawab pertanyaan anda yang berkaitan dengan tuan muda dan nona muda, saya permisi dulu nona, selamat beristirahat" menjawab dengan nada khas pelayan rumah yang lemah lembut walaupun sang majikan membentaknya atau tidak sopan dengannya.


"Pelayan pelit info" berteriak dengan nada jengkel.


"Baiklah, tanpa pelayan itu akupun pasti akan menemukan kamar kekasih mesraku itu" batin Elysa tanpa merasa bersalah dengan kata-katanya yang dilontarkan barusan.


Semua ruangan Elysa jelajahi tak terkecuali dengan ruangan olahraga Sanjaya, Kamar Aisyah dan Sanjaya berada dipojok tepatnya disamping ruang kerja Sanjaya.


Karena memang ruang kerja Sanjaya selalu dalam keadaan terkunci Elysapun berhasil sampai diruang pojok sendiri dan ia segera membuka pintu itu yang memang tidak terkunci karena mungkin Aisyah lupa menguncinya sehingga Elysa berhasil masuk dikamar Aisyah dan Sanjaya.


Saat Elysa sampai dikamar ia pun melihat dinding kamar yang sangat mewah bak kamar raja dan ratu dikerajaan, tempat tidurnya yang terlihat nyaman,bersih dan rapi membuatnya lebih bernafsu untuk malam nanti tidur bersama Sanjaya pria tampan beristri yang memang telah menjadi idamannya sejak ia masih duduk dibangku SMA.


Aisyah membalikkan badan karena penasaran siapa yang berani masuk tanpa izin terlebih dahulu.


"Ternyata dia" batin Aisyah.


"Jangan masuk kamar orang tanpa seizin dari pemilik kamar, jika kamu mempunyai adab seharusnya kamu bisa lebih faham dan bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya" ujar Aisyah.


"Bicaramu seperti wanita sungguhan saja" timpal Elysa.

__ADS_1


"Kelakuanmu seperti wanita jadi-jadian saja" ujar Aisyah.


"Sungguh lancang ya kamu, aku kesini hanya ingin mengadu ke kamu bahwa suamimu Sanjaya pernah tidur seranjang denganku, jadi kamu jangan bangga jika mendapat suami bekasku" ujar Elysa dengan senyum sinisnya.


"Maksud kamu..???" tanya Aisyah.


Elysapun mendekati Aisyah ke tempat duduk dekat jendela.


"Iya, Kak Sanjaya pernah tidur seranjang denganku, dulu ketika ia dan keluarganya masih tinggal di daerah X, memang aku belum diapa-apain tapi ia pernah memelukku dalam tidurnya" jawab Elysa.


Disitu wajah Aisyah tampak berbeda dari sebelumnya dan terlihat sangat terpukul hingga matanya berkaca-kaca menahan tangis.


"Apa kamu tidak berbohong..???"


"Kenapa aku harus berbohong, lagi pula aib kok dibuat-buat" ketus Elysa yang membuat Aisyah lebih hancur dari sebelumnya.


"Jangan membuatku semakin berfikir jelek tentangmu, itu masa lalumu dan mas Sanjaya sekarang sudah suamiku, lebih baik kamu buka lembaran baru untuk hidupmu kedepannya jangan menghabiskan masa mudamu dengan mengejar laki-laki yang sudah bersuami, mungkin pendidikanmu lebih tinggi dariku itu sudah pasti tapi jangan membuat jabatan pelakor dikehidupanmu karena jabatan itu bisa menghancurkan kualitasmu dan harga dirimu" jawab Aisyah ditemani setetes air mata dipipinya.


"Oh ya wow, segalanya yang aku inginkan pasti akan kudapatkan bagaimanapun itu caranya, termasuk mendapatkan kembali hati suamimu" tawa khas pelakor.

__ADS_1


__ADS_2