
saat Adit melatih siska tiba tiba Bobi yang juga mahasiswa baru seangkatan dengan siska tiba tiba mendatangi mereka berdua. dan Bobi pun menyapa Adit
"Hai kak Adit"
"Eh gendut, mau ngapain ndut kesini"
"Mau lihat kak Adit hehe"
"Beneran mau lihat aku, kan dirumah juga tiap hari ketemu ndut ndut"
"Kalau sekarang beda kak, pas lihat kak adit itu ada sensasi cool nya"
"Bihh jangan jadi laki laki penggombal ndut, apalagi gombalin laki laki juga dikira orang lain nanti kamu enggak waras lo" tertawa
cekikikan.
Siska yang mendengar sekaligus melihat percakapan mereka cukup penasaran sedekat apa kak Adit dan Bobi.
"Kak Adit kok kenal sama Bobi, emang Bobi ini siapanya kak Adit" tanya Siska
"Oh iya lupa cerita aku, ini adek aku ka"
"lagi pula kapan ceritanya" batin siska.
"Adik kandung kak..??" menanya dengan wajah tidak percaya
"Iya ka, ini adik kandung aku emang sih gendut banget tapi dia tampan lo"
"Masak si kak tampan"
"Iya lah, kan Bobi laki laki,
iya kan Bob..??"
"Iya kak" mengangkat kedua jempolnya dan dihadapkan ke kak adit.
__ADS_1
"tapi kok enggak ada mirip miripnya ya" batin Siska
"Siska nanti kamu bertempat disamping kak Rendi ya setelah ada pemberitahuan dari protokol kamu bisa langsung maju dan ditemani Rendi"
"Oke kak "
"Baguss, kamu sudah siap, kalau sudah kita bisa segera upacara pembukaan"
"Oke kak siap" ucap Siska dengan Sigapnya
"Bob panggilkan kak Rendi suruh dia kemari"
"Baik kak" Bobi pun pergi meninggalkan mereka dan segera memanggil kak Rendi.
"Lo kak Adit, Bobi juga kenal kak Rendi..?"
"Bobi itu bersahabat baik dengan siapapun temanku ka, dan teman temanku juga sudah menganggapnya sebagai adek juga"
"Ohh gitu" sambil menganggukan kepalanya.
"Kak Adit mau minum"
Adit yang sedang melihat ke arah lain dan sekarang ia melihat ke arah Siska
"Tidak ka, aku tidak haus"
"Beneran kak.??, dari tadi kakak enggak minum lo masak enggak haus si"
"Iya, minum saja kalau mau minum"
"Hmm enggak ah kak nanti saja"
"Lo katanya kamu haus kok enggak minum"
"Enggak jadi haus"
__ADS_1
Adit yang melihat Rendi dan Bobi berjalan kearahnya membuatnya berdiri dan segera berjalan ke arah mereka tak lupa juga dengan mengajak Siska.
"Ren, Siska sudah siap, instruksikan mahasiswa junior dengan sempritmu"
"Semprittt..? apa itu kak" tanya Siska ke Radit
"Peluit Siska"
"Ohh gitu"
Rendi pun segera membunyikan peluitnya tiga kali pritttt prittttt prittttttt
dengan waktu yang singkat semua mahasiswa baru itu berkumpul dilapangan dan membentuk barisan satuan terpisah.
Mereka pun melaksanakan upacaranya dan berjalan dengan khikmad .
setelah melaksanakan upacara semua mahasiswa junior dikumpulkan dibelakang halaman kampus dengan jumlahnya yang sangat banyak membuat suasana sangat ramai.
"Hmmm begini ya ternyata seru nya ospek" batin Siska.
setelah semua berkumpul kakak kakak senior membagikan satu buah kalung telur mentah yang telah dibuat oleh kakak seniornya.
"perhatikan dengan seksama dan jangan ada yang bicara sedikitpun karena tidak akan ada pengulangan kata"
"Tujuan kami kakak kakak senior memberikan kalian kalung telur mentah agar kalian bisa menjaga telur itu agar tidak pecah, telur itu ibarat nyawa kalian jadi seperti apapun rintangan yang akan kami berikan nanti jangan pernah lupa menjaga telur (nyawa) kalian.
dari sini faham"
"Faham kak"
"Oke bagus sekarang kalian harus berpasangan wanita satu dan laki laki satu, siapapun itu kalian bisa memilih dan cari sendiri"
saat semua tengah sibuk berkenalan dan yang perempuan sibuk memilih pria tampan mana yang akan dijadikan pasangan, dengan enteng dan mudahnya Siska mengajak Bobi untuk berpasangan dengannya.
karena hari sudah cukup sore dan memang agenda hari ini hanya untuk upacara pembukaan saja .
__ADS_1
mereka pun segera pulang ke rumahnya masing masing dan kegiatan ospek akan dimulai besok