
Pagi hari semua pelayan tengah sibuk dengan masing masing pekerjaan mereka.
Begitu juga dengan Aisyah, dia yang menjadi nona muda dikeluarga bapak Jaya membuatnya harus mengerjakan tugasnya sebagai istri tuan muda sanjaya.
Seperti biasanya Aisyah menyiapkan baju dan juga sarapan untuk suaminya meskipun dirumah banyak sekali pelayan yang siap bersedia memasak sarapan untuk tuan mudanya tapi tuan sanjaya tetap sangat menyukai masakan Aisyah setelah masakan Ibunya.
Hari ini Aisyah memasak sarapan untuk dua porsi, satu untuknya dan satu untuk tuan sanjaya karena memang jika satu porsi itu pasti tidak akan cukup untuk pasangan yang dimabuk cinta itu.
Saat Aisyah membawakan sarapan ke meja favoritnya dan tuan sanjaya Aisyah pun segera meletakkan telepon miliknya dan memasang kamera video untuk mengabadikan moment indahnya bersama suaminya ,itu expetasi Aisyah.
"Kamera siap, makanan siap,minuman siap sendok dua juga siap, yang belum siap tinggal suamiku" ujar Aisyah sambil menunjuk.
Tuan Sanjaya pun segera menempatkan dirinya diposisi yang telah disediakan.
Saat tuan sanjaya duduk dan melihat dua piring yang berisi makanan didepannya.
"Dek, ini kok dua porsi sarapannya"
"Aku juga ingin sarapan bersamamu mas biar adil kan jadi dua porsi. Satu untukmu dan satu untukku"
Aisyah pun memencet kamera video untuk mengeklik mulai merekam.
Saat tuan sanjaya melihat rekaman video ditelepon Aisyah tuan sanjaya pun mengejek telepon milik Aisyah
"Ini teleponmu dek.??" Menahan tawa
"Iya mas itu teleponku, memangnya kenapa"
"Besok ikut aku"
"Ikut kemana mas"
"Kemana aja boleh kan udah nikah" senyum sinis.
Tuan sanjaya pun mengambil telepon milik Aisyah dan mengganti telepon miliknya untuk merekam video.
Saat tuan sanjaya mengeluarkan telepon nya yang besar dan bagus Aisyah pun menelan ludah sambil berbatin
__ADS_1
"orang kaya mah gitu apa apa bagus"
Tuan sanjaya meletakkan telepon miliknya dan mulai merekam video.
Setelah itu tuan sanjaya meraih piring sarapan milik Aisyah dan menumpahkan makanan ke piringnya.
Kali ini Aisyah membuat Ayam geprek tidak nikmat rasanya jika makan memakai sendok.
Tuan sanjaya menumpuk piring Aisyah beserta sendok miliknya dan milik istrinya.
"Mas apa yang kamu lakukan"
"Sudah ayo sarapan, kamu jangan pegang sarapannya, aku yang akan menyuapimu"
"Tapikan kamu harus kekantor sayang, apa kamu tidak ingin memakai sendok agar tanganmu tidak kotor nantinya"
Tanpa menghiraukan Aisyah tuan sanjayapun melahap suapan pertamanya dan suapan kedua diberikan kepada Aisyah.
Setelah mereka selesai makan tuan sanjaya pun meminum sesikit minuman milik itrinya itu.
Aisyah yanh hanya dia mematung hanya bisa mengikuti peemainan suaminya itu.
Mereka pun telah selesai sarapan pagi ala asmr dan tuan Sanjaya pun bergegas ke kamar mandi untuk membasuh tangannya setelah dibasuh tangannya tuan Sanjaya pun memakai handbody lotion dan tak lupa dengan parfumnya.
Semua sudah siap,.Aisyah pun mengantrkan suaminya dari depan rumah.
sebelum berangkat Aisyah bersalaman dengan suaminya dan mencium punggung tangan suaminya tuan sanjayapun mencium kening Aisyah dan mantapnya lagi adegan pasangan itu dilihat oleh pengawal riko yang terwarisi jiwa jomblo.
"Nasib jadi jomblo dan setiap pagi harus melihat adegan macam ni" batin pengawal Riko sambil mengalihkan pandangannya.
saat diperusahaan semua pegawai tertuju pada boss nya karena memang sangat berbeda dari sebelumnya,wajahnya yang jarang tersenyum dan sedikit dingin kerap membuat pegawainya takut tak berkutik.
"mungkin ini faktor dari pernikahan tuan muda dengan nona muda" guman salah satu pegawai dengan pegawai yang lain.
setelah sore hari tuan sanjaya dan juga pengawal Riko pulang dan didepan rumah sudah ada Aisyah dan pak rodi yang telah stay menunggu tuan sanjaya.
saat mobil yang ditumpangi tuan Sanjaya sudah terparkir didepan rumah Aisyah pun segera menghampirinya.
__ADS_1
tuan sanjaya keluar dan Aisyah pun menyambutnya dengan senyuman serta mengajaknya untuk masuk ke dalam untuk bersih bersih diri.
sesampainya dikamar Aisyah menyiapkan handuk untuk mandi suaminya.
ketika tuan Sanjaya mandi Aisyah membuatkannya teh agar rasa lelah dan kantuknya sedikiy berkurang.
Aisyah pun kembali ke kamar setelah membuat teh dan tuan Sanjaya pun telah selesai mandi dan kini dia sudah memakai handuknya.
"Mas ini teh untukmu, nanti malam kita makan dibawah saja ya mas aku ingin makan malam bersama keluargamu"
"Baiklah"
saat berada dikamar tak ada percakapan apapun yang terlibat karena memang Aisyah yang tengah fokus dengan telepon miliknya dan juga dengan teman teman pondoknya, dan juga tuan sanjaya yang bingung bagaimana cara mengajak Aisyah membuat keturunan, karena memang Aisyah masih takut.
Adzan maghrib pun terdengar jelas ditelinga Aisyah dan tuan sanjaya.
mereka berdua pun telah meninggalkan kesibukannya dan menunaikan sholat maghrib dengan berjamaah.
setelah selesai sholat tiba tiba salah satu pelayan rumah mengetok pintu kamar tuan muda dan nona mudanya.
tok tok tok tok
"Iya ada apa" sahut Aisyah sambil melipat mukenanya.
"Nona tadi tuan besar dan nona besar memanggil anda dan tuan besar"
"Oh iya terima kasih bik. kami segera kesana"
"Mas ayok turun, mungkin ibu dan ayah sudah lama menunggu"
"Baik" sambil mengulurkan tangannya ke Aisyah, dan Aisyah pun menggandengnya sampai ke ruang makan.
sampai diruang makan pandangan Ayah dan Ibu sedang tidak bisa dibohongi senangnya saat mereka melihat putranya dan menantunya sedang terlihat bahagia.
"Ada apa ayah dan ibu memanggil kami kesini" pertanyaan dari tuan sanjaya
"Ayah dan ibu sepakat nak untuk memberikan kado hadiah pernikahanmu dengan sebuah rumah,kamu bisa menempati rumah itu dan secepatnya juga agar kamu bisa memberikan cucu untuk kami"
__ADS_1
"Entahlah apa yang difikirkan Ayah. rumah baru dan cucu baru,disini pun kami bisa membuatnya yah" batin tuan sanjaya.
"Baiklah yah. besok saya dan istri saya akan segera pindah dirumah pemberian ayah, terima kasih atas rumah barunya dan kami akan segera memberikan ayah dan ibu cucu" senyum sinis menghadap Aisyah.