Neng Aisyah Pilihan Ayahku

Neng Aisyah Pilihan Ayahku
perjanjian yang gagal


__ADS_3

Setelah tuan Sanjaya dan Aisyah melaksanakan sholat isya' dengan berjamaah


tuan Sanjaya pun segera mengucap do'a dan Aisyah yang mengaamiinkan.


Saat selesai berdo'a,tuan Sanjaya pun menghadap belakang dan mengatungkan tangannya ke Aisyah bergegaslah Aisyah menyalami tangan suaminya dan mencium punggung tangannya dengan bibir Aisyah.


"Alhamdulillah" batin Aisyah


Tuan Sanjaya pun berdiri,melepaskan sarung yang dipakainya dan berganti dengan celana tidur yang tadi dipakainya.


Sedangkan Aisyah masih dengan posisi anteng berada ditempat sholatnya itu.


Tuan Sanjaya kembali ke tempat tidurnya dan memainkan telepon miliknya sambil menunggu Aisyah untuk diajaknya membuat perjanjian.


Setengah jam pun berlalu dan Aisyah sudah selesai dengan dzikirnya.


Setelah itu Aisyah melepaskan mukenanya dan menyisir rambut panjangnya dan juga memakai parfum tanpa alkohol yang dimilikinya.


Setelah semua dirasa selesai Aisyah pun segera menuju ke tempat tidur bersama suaminya.


"Wangi sekali parfumu" batin tuan sanjaya


"Sudah selesai" ujar tuan sanjaya


"Hehe sudah mas, kenapa lama ya" Aisyah melihat suaminya sambil tersenyum.


Tuan sanjaya yang melihatnya istrinya tersenyum dengan tiba - tiba sangat mengagumi dan memujinya.


"Sialan kenapa sih gadis ini cantik sekali,mata nya yang besar,bulu matanya yang lentik,tebal dan bibirnya yang mungil membuatnya semakin manis sekaligus lucu"

__ADS_1


tuan sanjaya pun tersadar dengan lamunanya itu dan langsung menjawab pertanyaan Aisyah tadi


"Tidak juga, kan aku tidak menunggumu"


dan bergegaslah tuan sanjaya langsung menghadap membelakangi aisyah dan memejamkan matanya


"Perjanjian yang gagal" batin tuan Sanjaya.


Aisyah yang berada dibelakangnya sedang tersenyum kecil sambil melihat ke arah suaminya.


"Selamat tidur suami dadakanku"


Aisyah pun berdiri untuk mematikan lampu dan membaringkan tubuhnya disamping tuan Sanjaya.


"Hmm jadi gini rasanya tidur dengan laki-laki" batin Aisyah


"Hah apa suamiku" batin tuan Sanjaya.


"Selamat tidur juga istri dadakanku" batin tuan Sanjaya


Jam setengah empat Aisyah pun terbangun karena alarm sunnah di telepon miliknya yang memang telah lama Aisyah atur sejak dipesantrennya.


Aisyah pun segera terduduk dari tidurnya dan melihat suaminya yang masih larut kelelahan.


"Sebenarnya aku sangat ingin membangunkanmu mas, tapi aku tak tega melihatmu yang kelelahan seperti ini, lain kali pasti aku akan membangunkanmu,tidur yang nyenyak mas"


Tanpa menyalakan lampu dan hanya dengan penerangan senter telepon miliknya Aisyah.


Aisyah pun segera menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan dilanjut melaksanakan Sholat tahajud.

__ADS_1


Sambil menunggu adzan subuh Aisyah memanfaatkan waktu untuk berdzikir hingga adzan berkumandang.


Allohu Akbar Allohu Akbar adzan subuh pun telah berkumandang tepat pada jam empat lebih lima belas


Aisyah pun menyalakan lampunya.


Dan dengan masih memakai mukena Aisyah membangunkan suaminya.


"Mas bangun sudah subuh, mari sholat subuh denganku" sambil menggoyangkan tubuh tuan Sanjaya.


Tuan sanjaya yang tidak terbiasa bangun jam segitu agak sulit untuk membuka matanya


"Kamu sholat sendiri saja, aku masih mengantuk"


ditariknya selimut keatas kepala


"Ayohlah mas kita sholat, setelah sholat kamu bisa tidur lagi,apakah kamu tidak mau meluangkan waktu untuk menjalankan kewajiban untuk agamamu 10 menit saja, ayolah"


Perkataan istrinya itu membuatnya bangkit dari tidur lelapnya


"Baiklah aku akan mengambil air wudhu dulu, minggir aku mau lewat"


matanya masih belum terbuka seluruhnya.


"Kamu kumpulkan nyawamu dulu mas, setelah matamu benar - benar terbuka kamu boleh ke kamar mandi"


Tuan Sanjaya terduduk dan menyadarkan dirinya sepenuhnya.


Setelah matanya sudah terbuka lebar dia pun segera ke kamar mandi .

__ADS_1


Aisyah yang mengetahui suaminya sudah menuju ke kamar mandi aisyah pun menggelarkan sajadahnya tepat diatas sajadah miliknya.


__ADS_2