
"Mas sanjaya ini Aisyah"
ternyata itu ketukan dari aisyah
"Masuklah, kenapa kamu harus meminta izin dulu, inikan juga kamarmu juga dasar aneh"
"Eh iya mas Aisyah masuk"
"Hmmm"
Aisyah masuk dengan membawa sarapan untuk tuan Sanjaya.
Saat Aisyah mendapati tuan Sanjaya hanya memakai handuk, Aisyah pun terbungkam dan langsung berbalik badan.
"Eh ngapain kamu, antarkan kesini dong sarapanku"
"Tapi kan mas Sanjaya hanya memakai handuk saja, APisyah tak mau melihatnya mas"
"Maksudmu, kamu mau lihat aku tidak memakai handuk gitu alias bugil.
"Bukannya gitu mas, maksudnya kamu kan belum pakai baju beserta celanamu"
"Balikan badanmu"
"Aisyah belum siap mas"
"Balikan badanmu aku hitung sampai satu, jika tidak aku akan marah"
"Saa" saat tuan Sanjaya akan memulai menghitung angka satu, Aisyah pun langsung berbalik arah menghadap tuan Sanjaya.
"Nah gitu dong, kamu itu istriku jadi jangan pernah menganggapku seperti laki - laki yang belum mahrommu"
"Astaghfirullohaladzim aku sampai lupa kalau aku sudah menikah"
"Baik mas" sambil melihat tuan sanjaya agak sedikit melongo dan kagum.
"Apakah ini benar suamiku, hmm masyaaAlloh tampannya" batin Aisyah.
Tuan Sanjaya berjalan menuju tempat duduk disamping jendela kamar miliknya.
__ADS_1
dan dia membuka jendela itu hingga terlihat suasana perkotaan yang ramai.
"Duduklah disini dengan sarapan yang kau bawa"
"Baiklah mas"
Aisyah berjalan menuju tempat duduk disampinh jendela itu.
Saat Aisyah melewati tuan Sanjaya sarapan yang dibuatnya itu tercium oleh tuan Sanjaya.
"Oh jadi ini aroma yang asing tadi"
Aisyah yang mendengar perkataan tuan Sanjaya langsung menimpali dengan perkataan.
"Maksudnya mas"
"Jangan kepo ah" jawab tuan Sanjaya sambil membenahi handuknya.
"Baiklah.
oh iya mas maaf jika saya membuatmu menunggu terlalu lama"
"Baiklah mas saya akan pergi menyiapkan baju mas Sanjaya, silahkan dimakan dan jangan lupa baca do'a"
saat hendak berdiri dari tempat duduknya
"Jangan pergi, duduklah bersamaku dan sarapanlah bersamaku juga"
menelan ludah
"Satu piring berdua tak masalah tapi kalau sendok hanya satu,hiii" batin Aisyah.
Memang sih aku sering makan bareng, dan sering meminum bekas minuman temannya tapi sama - sama perempuannya. la ini, inikan laki - laki. batin sanjaya dengan agak kesal.
Tuan Sanjaya mengambil makanan dengan sendok dan dimasukan dimulutnya setelah itu tuan Sanjaya menyodorkan sendoknya ke Aisyah.
"Makanlah, giliranmu"
"Tapikan mas"
__ADS_1
"Kamu jijik ya bekas suamimu sendiri"
"Eh tidak mas, aisyah tidak jijik"
Aisyah pun segera mengambil sendok yang disodorkan tuan Sanjaya tadi dan mengambil makanan setelah itu dimasuka dimulutnya.
setelah selesai sendok itu kembali diambil oleh tuan Sanjaya.
Dan mereka melakukan tradisi makan itu sampai habis.
Setelah makanan habis. tuan Sanjaya pun meraih minum dan meminumnya, namun dia sisakan setengah untuk Aisyah.
Kali ini Aisyah sudah peka saat tuan Sanjaya menyodorkan gelas dan setengah air bekas diminumnya segeralah aisyah meraih gelas itu dan meminumnya.
Setelah makanan dan minuman habis dilahap oleh taun Sanjaya dan Aisyah.
Tuan Sanjaya pun menelpon salah satu pelayan untuk mengambil piring,sendok dan gelas itu.
Aisyah yang melihat kelakuan suaminya membatin "orang kaya mah bebas"
"Aku akan menyiapkan bajumu mas"
Aisyah berdiri dan berjalan menuju almari baju milik tuan Sanjaya.
Tuan Sanjaya pun mengikuti langkah aisyah dari belakang aisyah.
Mas Sanjaya disofa saja biar Aisyah yang menyiapkan"
"Pilihanmu jelek pasti, jadi biar aku saja yang memilih"
"Baiklah mas"
saat Aisyah hendak pergi lagi - lagi tuan sanjaya menghalanginya.
"Bantu aku memilihnya"
"Ih bagaimana sih orang ini,katanya tadi pilihanku jelek" batin Aisyah sambil melihat tuan Sanjaya
"Baiklah mas"
__ADS_1
mereka berjalan menuju almari tapi kali ini mereka berjalan berdampingan