
Saat dijalan Aisyah kembali tertidur lagi dipelukan tuan Sanjaya.
"Apa kamu terlalu capek istriku, hingga dimotor pun kamu bisa tertidur" batin tuan Sanjaya sambil mengendarai motor gede nya
Tuan Sanjaya pun dengan pelan menyetir motornya.
Sesampainya dirumah tuan Sanjaya menggendong Aisyah menuju kamarnya dan menidurkan tak lupa menyelimutinya juga.
"Tidur yang nyenyak sayang"
Mencium kening dan mencium bibir Aisyah.
Saat melihat jam dan jam telah menunjukkan pukul delapan malam, tuan Sanjaya pun bergegas ke kamar mandi untuk berwudhu dan selanjutnya Sholat Isya'.
Setelah itu tuan Sanjaya berganti piyama dan berjalan menuju tempat tidur untuk kembali melihat istrinya itu.
"Kamu tidur masih memakai kerudung dan juga gamis, aku akan membangunkanmu"
batin tuan Sanjaya.
"Istriku, bangunlah sebentar kamu belum berganti baju dan juga belum melepas kerudungmu"
"Heeem" Jawaban Aisyah tanpa membuka matanya.
"Apa mungkin dia mau aku yang menggantikan bajunya" pikiran brilian tuan Sanjaya.
"Ganti baju dulu dek, apa kamu mau aku yang gantiin"
Aisyah menganggukan kepala.
entah itu dalam keadaan sadar ataupun tidak tapi yang terpenting sekarang kesempatan emas untuk tuan Sanjaya.
"Baiklah aku akan menggantikan pakaianmu"
Pertama-tama yang dilakukan tuan Sanjaya ialah melepas kerudungnya.
Setelah itu tuan Sanjaya dengan pelan melucuti gamis Aisyah namun kali ini ia agak kesulitan karena posisi tidur Aisyah yang terlentang.
Tuan Sanjaya sedikit mengangkat badan Aisyah dan lengan gamis itu sudah berhasil terlepas dari tangan Aisyah.
"Harum sekali baumu dek" sambil menciumi lengan Aisyah.
Setelah tuan Sanjaya berhasil melepas gamis Aisyah ia pun menatap istrinya dengan mata terbelalak.
"Kamu semakin membuat nafsuku berdilema dek" batin tuan Sanjaya.
Sebenarnya tuan Sanjaya sangat ingin menikmati tubuh istrinya itu tapi ia mengurungkan niatnya karena yang didepannya itu adala seorang santri dan sangat menjaga kehormatannya.
"Aku tidak akan memperkosamu, karena aku ingin kita bercinta atas kemauanmu" batin tuan Sanjaya.
Tuan Sanjaya pun mengambil piyama Aisyah dialmari dan selanjutnya memakaikannya.
Setelah itu tuan Sanjaya bergegas disamping Aisyah tertidur dan memeluknya sambil berkata "Maafkan aku karena telah lancang menggantikan baju mu" mencium pipi Aisyah.
Saat tengah malam tepatnya jam satu Aisyah pun terbangun karena sangat merasa lapar.
Aisyah pun membuka matanya, karena tadi tuan Sanjaya tidak mematikan lampu jadi Aisyah merasa silau karena cahaya lampu kamarnya itu.
"Kok aku sudah berada dikamar" selanjutnya Aisyah melihat ke bawah.
"Dan aku juga sudah berganti pakaian, padahal kan tadi aku masih berboncengan dengan mas Sanjaya, apa jangan-jangan aku ketiduran dan piyama ini" aaaaaaaa jerit Aisyah didalam hatinya.
Aisyah pun membangunkan tuan Sanjaya.
"Mas bangun mas, kamu harus tanggung jawab"
"Hemm tanggung jawab apa to dek" sambil masih menutup matanya.
"Kamu telah menggamtikan baju gamis ku kan"
"Heemmm"
"Dan kamu sudah dengan paksa meng ena ena aku kan"
"Hemm"
"Parah sekali kamu mas, sungguh jahat karena telah memaksa ena ena istrimu sendiri" Mengangis sambil menggoyangkan badan suaminya.
Tuan Sanjaya yang mendengar tangisan istrinya ia pun terbangun.
__ADS_1
"Kamu kenapa dek" sambil mengelus rambut Aisyah.
"Kamu jahat sekali sih mas padahal aku masih udzur kamu udah seenaknya gituin aku"
"Gituin apa to dek"
"Kamu sudah ena ena denganku pas keadaan aku tidak sadar iya kan"
"Eh enggak dek, tadi aku memang menggantikan baju kamu karena kamu sendiri yang mau, tapi aku nggak ngapa ngapain kamu kok dek beneran" sambil mengangkat kedua jarinya.
"Aku nggak percaya mas"
"Ya sudah coba kamu buat jalan"
"Biar apa"
"Coba aja"
Aisyah pun turun dari tempat tidur dan mencoba berjalan.
"Sakit nggak buat jalan selakanganmu"
"Enggak mas, emang kenapa"
"Ya kalau enggak berarti aku tadi enggak ena ena denganmu to dek" sambil menguap
"Bernarkah..?"
"Iya istriku" kembali menjatuhkan kepala dibantal.
Aisyahpun menghampiri suaminya dan berbaring disampingnya.
"Mas aku lapar,anterin aku makan yuk mas"
"Kamu lapar dek udah malam begini didapur apa ada makanan, lagi pula bi marni pulang kampung lagi"
kruukkk bunyi perut Aisyah.
Aisyah sangat malu karena perutnya tidak bisa dikondisikan dan langsung menutupi seluruh badannya dengan menggunakan selimut.
Tuan Sanjaya yang mendengar suara perut Aisyah membuatnya tersenyum sekaligus kasihan.
"Nggak jadi" dijawab lirih oleh Aisyah.
Tuan Sanjayapun memesan Gofood menu makanan satu porsi dengan ukuran jumbo.
Sambil menunggu makanan itu datang tuan Sanjaya mengelus kepala Aisyah yang tertutup selimut.
Dua puluh menit kemudian Gofood telah datang membawa pesanan tuan Sanjaya.
Tuan Sanjaya segera turun dan mengambil pesanannya dan naik untuk kembali ke kamar karena pasti istrinya sudah sangat menunggu.
"Dek, ini makananmu katanya lapar"
"Sudah nggak lapar mas"
"Ya sudah kalau begitu aku saja yang makan, ini enak sekali lo sambal cumi kesukaanmu"
Saat kotak nasi itu dibuka oleh tuan Sanjaya harum sambal cuminya pun tersampaikan di Aisyah.
Karena memang Aisyah tidak kuat menahan baunya Aisyah pun langsung bangun dan membuka selimutnya.
"Kamu mau" tanya tuan Sanjaya
"heem" Aisyah menundukan kepala sambil memanyunkan mulutnya.
"Makan disofa yuk"
setelah sampai disofa.
"Aku tadi malu mas, karena perutku bunyi"
"Oh tadi" tuan sanjaya pun tertawa ngakak padahal ini sudah tengah malam.
"Nah tu kan mesti tertawa"
"Uluh sayang, sini sini"
Tuan Sanjaya meletakkan makanannya dan menghampiri Aisyah setelah itu memeluknya
__ADS_1
"Kamu tidak perlu malu, aku itu sudah suamimu, akan lebih merasa bersalah jika aku membiarkanmu kelaparan hingga akhirnya menunda kegemukanmu"
"Tapi laparku tengah malam mas dan pasti itu akan sangat merepotkanmu"
"Tidak sama sekali" mencium bibir Aisyah dan memberikan makanan yang ia pesan untuknya.
"Kamu makan, dan jangan lupa dihabiskan biar kenyang"
"Aku nggak akan habis mas jika makanannya sebanyak ini, sama kamu aja ya ngabisinnya"
"Enggak dek, aku nggak bisa makan sambal, kamu habiskan sendiri aja"
"Tapikan mas"
"Porsi makanan santri kan biasanya banyak to dek"
"Iya tapi kan dulu karena memang hawanya laper banget"
"Sudah makan saja nanti kalau nggak habis taruh disitu saja biar dibuang besok"
"Baiklah mas"
Aisyah menikmati makanannya dengan sangat lahap dan tuan Sanjaya masih setia berada disamping istrinya.
Dua puluh menit berlalu dan Aisyah telah menghabiskan makanannya.
"Sudah habis dek"
"Sudah mas, maknyus banget sambal cuminya, tadi sih mau nggak dihabisin tapi sayang kalau mubazir, lain kali beliin lagi ya mas hehe"
"Setiap hari juga nggak papa dek"
"Makasih suamiku" Sambil tersenyum
"Heem"
"Aku mau ke kamar mandi dulu mas untuk sikat gigi"
"Iya dek, aku tunggu ditempat tidur"
Karena memang tuan Sanjaya sangat begitu lelah dan juga mengantuk, tapi ia tetap menunggu Aisyah sampai keluar kamar mandi setelah itu ia ingin memeluknya dan tertidur dipelukan Aisyah.
Aisyah pun segera beranjak ke tempat tidur karena telah selesai menyikat gigi.
Aisyah berbaring disamping suaminya dan menghadap kearah suaminya sambil memeluknya.
"Mas kita belum sama sekali bulan madu ya"
"Iya dek, kamu mau bulan madu"
"Heem mas"
"Iya dek kita berangkat setelah kamu selesai datang bulan"
"Besok aku udah selesai mas" sambil memegang tangan tuan Sanjaya dan tersenyum.
"Memang kamu sudah siap dek..?"
Menganggukan kepala sambil tersenyum manis.
"Beneran dek"
"Iya mas, lagi pula apa aku harus tetap takut dan tidak mau memuaskan suamiku sendiri"
"Baiklah makasih dek, sore kita akan segera berangkat berbulan madu"
"Iya iya, humm tak sabarnya aku" sambil memeluk erat tuan Sanjaya dan berbenam didadanya.
"Kamu mau dinegara mana dek"
"Aku mau dibawah pegunungan mas, mungkin akan terasa dingin dan sejuk"
"Baik besok aku akan meminta bantuan Riko untuk mencarikan tempatnya"
"Tapi dia tak akan aku ajak, nanti dilema lagi" batin tuan Sanjaya.
"Dek malam ini kita pemanasan dulu saja ya"
"Masih besok mas jadi besok saja sekarang kita tidur dulu lagi pula sudah malam"
__ADS_1
"Baiklah - baiklah" memeluk erat istrinya.