Neng Aisyah Pilihan Ayahku

Neng Aisyah Pilihan Ayahku
Menjadi ratu dadakan


__ADS_3

Dua jam berlalu Aisyah yang telah terbangun dan langsung melihat kearah suaminya yang tadi sempat memijatnya hingga membuat Aisyah tertidur.


Saat Aisyah menengok kearah kanan ternyata Sanjaya sudah tidak berada disampingnya dan sekarang Aisyah sendirian diruangannya tak ada hiburan dan tak ada yang diajaknya berbicara kini Aisyah memainkan telepon miliknya sambil melihat foto-foto lamanya bersama Sanjaya.


"Sepertinya mas Sanjaya sangat pantas jika menjadi model pria, karena dia itu tampan badannya berbentuk walaupun agak menakutkan saat sedang berada tepat didepannya, tapi dia itu sempurna sampai selama aku bersamanya belum pernah mengetahui satupun kekurangannya, tapikan sejatinya manusia memiliki kekurangan dan kelebihan, pasti dan sangat mungkin mas Sanjaya juga memiliki kekurangan yang sulit untuk dilihat kali ya" batin Aisyah sambil memandangi foto Sanjaya.


Aisyahpun mengambil posisi duduk karena posisi tertidur membuatnya borring dan lemas tentunya.


Satu jam berlalu Aisyah yang masih menunggu Sanjaya dan pada akhirnya Sanjaya kembali masuk ruang rawat Aisyah sekaligus membawa berita baik bahwa Aisyah tidak perlu rawat inap, cukup dirumah saja,istirahat yang teratur dan tetap jaga kesehatan itu pesan dokter yang merawat Aisyah tadi.


Saat Sanjaya memberi kabar baik itu Aisyah sangat merasa sangat bahagia dan tentunya sangat membuatnya tak sabar untuk kembali kerumahnya dan selang beberapa saat dokter yang merawat Aisyah kembali masuk ke ruang rawat Aisyah untuk menjalankan tugasnya jika ada pasien yang akan pulang.


Tak membutuhkan waktu lama dokter itu menangani Aisyah karena tidak banyak alat medis yang terpasang ditubuh Aisyah.


Tiga puluh menit berlalu Sanjaya yang telah mengurus biaya administrasi dan Aisyah yang telah selesai berganti pakaian langsung cus pulang kerumah.


Sanjaya mengemudikan mobilnya dengan kecepatan rendah karena sekarang yang berada didalam mobil itu bukan hanya ia dan Aisyah namun juga dengan kedua junior-juniornya yang masih bertempat tinggal dirahim Aisyah.


Satu jam berlalu mereka telah sampai dirumah dan kedua pelayan itu menyambut tuan muda dan nona mudanya dengan rasa bahagianya.


"Selamat datang tuan dan nona" ucap pelayan perempuan itu.

__ADS_1


"Terima kasih bi" jawaban dari Aisyah yang membalas dengan keramahannya.


Aisyah dituntun Sanjaya saat berjalan memasuki rumahnya dan didalam rumah sudah ada mata seorang wanita yang sinis melihat ke arah pasangan yang dirundung bahagia itu.


"Sungguh tak ada akhlak, dia sama sekali tak menyapaku malah sibuk dengan Aisyah perempuan sialan itu" batin Elysa sambil melihat kearah Aisyah dan sanjaya dengan tatapan tak suka.


Aisyah dan Sanjaya langsung menuju kamar karena Aisyah hari ini harus banyak beristirahat itu pesan dokter tadi.


Sanjaya yang telaten menuntun Aisyah hingga kedepan pintu kamar dan tak lupa Sanjaya juga yang membukakan pintu kamar mereka


Sesampainya didalam kamar, Aisyah segera direbahkan diatas ranjang oleh Sanjaya, walaupun sebenarnya Aisyah bisa berjalan sendiri tanpa bantuan dari suaminya dan bisa merebahkan tubuhnya diranjang sendiri tanpa bantuan suaminya namun laki-laki itu tetap kekeh membantu istrinya karena mungkin memang cintanya terhadap Aisyah sudah sangat overdosis sehingga membuat rasa khawatirnya sangat berlebihan.


kali ini Aisyah bak ratu yang sedang dilayani oleh raja tampan idaman banyak wanita yang siap siaga dan setia hanya dengan satu wanita yaitu dengan Aisyah istri raja itu.


Pagi pun berganti dengan siang dan siang berganti dengan sore sekarang telah pukul 5 sore dan terdengar suara bel rumah yang berbunyi menandakan ada tamu yang datang dirumah mereka.


Bel rumah itu sangat keras hingga terdengar sampai ke kamar Sanjaya dan Aisyah, bergegas Sanjaya pun mengajak Aisyah untuk keluar bersamanya karena tadi Sanjaya memang telah memberi tau kan ke ayah dan ibunya bahwa Aisyah hamil anak kembar dan kabar itu pastinya membuat mereka berbahagia hingga tak perlu berfikir panjang mereka pun segera datang kerumah Sanjaya dan Aisyah.


Ayah dan ibu Sanjaya telah dipersilahkan duduk diruang keluarga oleh kedua pelayan rumahnya dan juga telah disuguhkan banyak hidangan yang memang telah dipersiapkan oleh kedua pelayan rumahnya.


Sanjaya menuntun Aisyah menuju ke ruang keluarga dan ketika sampai disana Aisyahpun disambut hangat oleh mertuanya namun tidak dengan Elysa, karena memang ia sudah dianggap seperti keluarga sendiri oleh keluarga bapak jaya jadi Elysa pun juga tak sungkan-sungkan menemui ayah dan ibu Sanjaya.

__ADS_1


"Selamat ya Aisyah ternyata kamu sedang mengandung calon cucu kami, kembar lagi" ucap ibu dengan bahagianya.


"Iya ibu terima kasih hehe, ibu kok tau kalau Aisyah sedang hamil"


" Iya, tadi Sanjaya yang memberi tau kami nak, ibu dan ayah sangat senang karena kalian telah berhasil memberi kami cucu kembar lagi"


"Ya iyalah bu, do'a Sanjaya manjur bu" ucap Sanjaya dengan tawa bahaknya.


Semua seisi ruangan tawa berbahak karena ucapan Sanjaya barusan, merekapun melanjutkan kumpul bersama sambil bergurau merayakan keberhasilan Sanjaya dan Aisyah.


"Selamat kak Aisyah" ucap Elysa memotong tawa semua orang.


"Iya El terima kasih" balas Aisyah dengan senyuman.


"Semoga juniornya kak Aisyah dan kak Sanjaya selalu diberi keberkahan ya kak hehe"


"Iya El Aamiin makasi Do'a nya"


"Iya kak"


"Sepertinya sudah tidak ada kesempatan lagi untukku merebut kembali kak Sanjaya" batin Elysa.

__ADS_1


__ADS_2