Neng Aisyah Pilihan Ayahku

Neng Aisyah Pilihan Ayahku
jiwa jomblo vs jiwa baper


__ADS_3

Tuan Sanjaya pun bersalaman dengan Ayah,Ibunya dan juga Siska.


"Assalammualaikum" ucapan salam dari tuan sanjaya


"waalaikumsalam"


Tuan Sanjaya dan Aisyah keluar dari pintu rumahnya. dan diparkiran sudah ada pengawal Riko yang menunggu tuan Sanjaya,


Aisyah pun bersalaman dengan tuan Sanjaya sambil mencium punggung tangannya.


"Hati - hati dan jangan lupa baca Bissmillah sebelum melakukan pekerjaan dan Alhamdulillah untuk mengakhiri pekerjaanmu mas" sambil tersenyum ke arah suaminya.


"Kamu manis sekali Aisyah" senyum meledek


"Iya makasi suamiku atas ledekan halusnya"


tuan sanjaya tersenyum sambil mengelua kepala Aisyah


Pengawal Riko yang melihat adegan itu langsung jiwa kejombloannya meronta - ronta.


"Maklum pengantin baru" batin pengawal Riko.


Setelah pengawal Riko kenyang melihat adegan tuan muda dan nona muda nya dia pun bergegas menaiki mobil dan mengarahkannya ke depan tuan mudanya berada.


Setelah tepat berada didepan mobilnya


Pengawal Riko pun turun dan menyapa tuan muda dan juga nona muda nya.


"Selamat pagi tuan"


"Selamat pagi nona muda"


sambil tersenyum.


"Selamat pagi juga pak sopir" balasan dari Aisyah.

__ADS_1


Tuan Sanjaya dan pengawal Riko yang barusan mendengar jawaban Aisyah langsung tertawa kecil cekikikan.


Aisyah yang melihat pemandangan tak sedap itu karena memang mereka berdua menertawainya langsung menghujani pertanyaan ke mereka berdua.


"Kenapa menertawaiku..??


apa ada yang salah dari jawabanku tadi.?


dia kan memang sopir mas sanjaya


buktinya saja dia yang menyetir mobil mas Sanjaya.


"Dia bukan sopirku, dia pengawalku namanya Riko"


"Tapikan dia yang menyetir mobilmu mas, jadi boleh dong kalau dipanggil pak sopir..??"


"Terserah kamu" jawaban dari tuan sanjaya sambil tersenyum ke Aisyah.


"Aku berangkat dulu, Assalammualaikum"


"Waalaikumsalam" sambil melambaikan tangannya dan senyum ke tuan Sanjaya.


Diruang makan Ayah,Ibu dan Siska telah selesai melahap sarapannya.


Aisyah pun menghampiri mereka itung - itung biar tambah akrab dengan keluarga suaminya.


Aisyah pun mengambil tempat duduk tepat disamping adik iparnya dan didepan ibunya.


"Aisyah"


"Iya ayah" sambil berhadap ke arah ayahnya


"Kamu bahagia kan"


"Maksud ayah"

__ADS_1


"Apa kamu bahagia menikah dengan


Sanjaya"


Aisyah menjawab dengan penuh antusias karena ucapan adalah do'a dan Aisyah berharap jawabannya bisa menjadi do'a


"Tentu yah, Aisyah sangat bahagia, mas sanjaya sangat perhatian dan baik dengan Aisyah, terima kasih yah karena telah percaya dengan Aisyah untuk menjadi istri mas Sanjaya"


"Justru ayah dan ibu nak yang berterima kasih denganmu, karena kamu telah berhasil merubah kebiasaan buruk sanjaya sedikit demi sedikit beransur menjadi baik"


"Iya ayah Aisyah Alhamdulillah"


Siska yang mendengar sekaligus melihat percakapan ayah dan kakak iparnya serontak menjadi baper


"Semoga besok aku dipertemukan suami seperti kakak Sanjaya"


batin Siska


Hari pun sudah menjelang sore Aisyah pun memasak makanan untuk tuan sanjaya karena ayah memberi tau aisyah bahwa tuan sanjaya pulang kerja pada sore hari.


Setelah Aisyah selesai memasak makanan untuk tuan Sanjaya Aisyah pun segera mandi dan merias dirinya dengan memakai celak dan gincunya yang tipis.


Saat Aisyah melaksanakan sholat Ashar


tiba tiba terdengar gemuruh geledek yang menyapa bumi namun suaranya yang tidak bisa dikondisikan hingga terdengar keras


ditelinga setiap makhluk yang masih hidup.


Aisyah pun sekejab khawatir dengan suaminya yang tak kunjung pulang, Aisyah mendekati teleponnya untuk menghubungi tuan Sanjaya namun dia baru ingat bahwa dirinya belum sempat bertukar nomor ponsel dengan tuan Sanjaya.


"Eh kenapa ya aku kok khawatir begini,Aneh banget" batin Aisyah.


"Tapi aku memang benar - benar khawatir suamiku"


"Apa jangan-jangan aku sudah"

__ADS_1


aaaa kok secepat ini sih


Sambil menjatuhkan badannya ditempat tidur


__ADS_2