
{Keliling Kota}
Kota keren
Setelah keluar dari Ruangan Guild petualang
Aku memutuskan untuk mencari makan di kota, aku menuju ke restoran Mirror, restoran yang sudah berdiri setahun yang lalu, restoran ini adalah restoran yang dijalankan oleh Elice dan Luna
Aku melihat restoran ini sangat ramai, pada awalnya restoran Mirror sangat sepi, tapi Karna kepintaran Luna, restoran ini menjadi ramai seperti sekarang
Saat aku sedang mengantri tiba-tiba ada pelayan restoran yang mendatangiku
"Permisi apa dengan tuan Akhsa". Ucap pelayan perempuan
"Benar....". Ucap Akhsa
"Bisa ikut saya sebentar". Ucap pelayan perempuan
Aku pun mengikuti pelayan itu, aku di bawa keruangan manager, saat aku masuk aku melihat Elice dan Luna sedang ngobrol dan lukas tiduran di kursi
"Permisi saya sudah membawakan orang yang di maksud". Ucap pelayan
"Kamu boleh pergi sekarang". Ucap lukas
Pelayan itu pun pergi dan menutup pintunya
"Jadi sepertinya bisnis kalian berjalan lancar". Ucap Akhsa
"Tentu siapa dulu yang membantu". Ucap lukas
"Ya sebenarnya kami juga ingin mendirikan bisnis lain juga". Ucap Elice
"Oh benarkah bisnis apa itu, sekalian bisa kasih makanan tidak, sebenarnya aku sedang antri tadi". Ucap Akhsa
"Mungkin kami akan mendirikan bisnis pakaian, pelayan tolong bawakan makanan kemari". Ucap Elice
"Pakaian, pakaian untuk kalangan apa". Ucap Akhsa
"Tentu saja untuk bangsawan, Karna kalau kita menjual ke mereka kita akan untung besar". Ucap Luna
"Ohya, apa kau tidak mendirikan cabang di kota lain". Ucap Akhsa
"Tentu saja kami akan mendirikan cabang di kota lain, tapi bangunannya sedang di renovasi, tapi sekarang cabang yang ada di ibu kota sudah berjalan, disana yang beli para kalangan atas, seperti bangsawan bahkan keluarga kerajaan". Ucap Luna
"Bukankah itu Untung besar". Ucap Akhsa
"Karna itulah kami mencoba menjalankan bisnis lain yang sekiranya Untung besar". Ucap Luna
Saat kami ngobrol muncul makanan yang dibawakan oleh para pelayan
"Wah, bukankah kalian membawakan terlalu banyak makanan". Ucap Akhsa
"Tentu saja kami ikut makan". Ucap lukas
"Hah, kau makan juga ya". Ucap akhsa
"Cih, brisik diam dan makan saja". Ucap lukas
Aku pun melanjutkan makan dengan tenang, dan membiarkan lukas bergumam sendiri
Selesai makan aku ngelanjutin ngobrol
"Oya Akhsa, beberapa bulan lagi kita akan pindah ke villa ". Ucap Elice
"Ke villa". Ucap Akhsa
"Iya, beberapa hari yang lalu aku juga sudah memberi tahu kak Yuna dan yang lain". Ucap Elice
"Oh ho, lalu villanay dibangun dimana". Ucap Akhsa
__ADS_1
"Villanya dibuat didekat kota agar kita tidak perlu berjalan jauh-jauh". Ucap Elice
"Terus gimana strukturnya". Ucap Akhsa
"Strukturnya itu, memiliki dua tingkat dan tiga belas kamar, yang bawah untuk laki-laki dan yang atas untuk perempuan". Ucap Elice
"Bukankah itu hebat, di usia kita yang masih segini tapi kita bisa membangun Villa". Ucap Akhsa
"Yah, itu Karna kita saling bekerja sama". Ucap Luna
Lalu lukas tiba-tiba bertanya
"Ohya bukannya hari ini kamu jadi petualang". Ucap lukas
"Iya, aku tadi sudah mendaftar menjadi petualang, kelasku juga sudah naik ke kelas D". Ucap akhsa
"Wahha, baru mendaftar sudah naik satu kelas, kamu mau menghina petualang lain". Ucap lukas
"Hah menghina, apa maksudmu". Tanya Akhsa
"Itu saja kamu tidak tahu, begini rata-rata petualang membutuhkan beberapa bulan baru bisa naik kelas, lah kamu satu hari sudah bisa naik Setu kelas". Ucap lukas
"Jadi begitu, aku jadi bangga". Ucap Akhsa
"Apa kamu bangga cuma karna bisa cepat naik kelas". Ucap Elice
"Tidak aku bangga Karna perkataan lukas sangat mudah dipahami". Ucap Akhsa
"Apa kamu bilang, ngajak ribut". Teriak lukas dengan muka marah
Kami pun tertawa Karna tingkah laku lukas
"Ohya, aku pergi dulu, aku ingin melihat kota ini sebesar apa". Ucap Akhsa
"Oh, kalau begitu sampai jumpa". Ucap Elice sambil melambaikan tangannya
"By by". Ucap Luna
"Oh aku juga akan pergi tuan pemarah". Ucap Akhsa sambil berjalan keluar
"Apa........". Teriak lukas
"Pffft, hahahhahahhaha da". Ucap Akhsa
Aku pun keluar, sebelum keluar aku melihat kak linda lagi makan di restoran Mirror dengan orang tuanya, kak Linda melihatku dan menyuruhnya kesana, aku pun kesana
"Hai akhsa, perkenalkan mereka kedua orang tuaku". Ucap linda
"Salam kenal nama saya Akhsa". Ucap Akhsa
"Oh, tidak perlu terlalu formal, bukankah kamu sudah menyelamatkan putri kami". Ucap ayah Linda
"Betul, kami sangat berterima kasih". Ucap ibu Linda
"Ah, itu bukan apa-apa". Ucap akhsa
"Aku sudah menceritakan semuanya pada mereka kalau kamu telah menyelamatkanku". Ucap Linda
"Jadi begitu......". Ucap akhsa
"Dan kenapa kamu ada disini, aku melihat kamu tadi habis dari belakang restoran". Ucap Linda
"Yah, tadi saat aku makan uangku kurang dan aku disuruh untuk mencuci piring". Ucap Akhsa sambil berpura-pura nangis
"Kasihan sekali kamu". Ucap ibu Linda
"Tidak apa-apa itu bukan seberapa". Ucap Akhsa
"Ini aku kasih beberapa koin emas". Ucap ayah Linda
__ADS_1
Aku kaget tiba-tiba orang tua kak linda memberiku uang, lalu aku berusaha menolaknya
"Tidak, tidak perlu aku tidak mau merepotkan anda". Ucap Akhsa
"Ini tidak merepotkan, lagi pula kamu telah menyelamatkan Linda, ayo terima kalau ditolah kami akan merasa sedih lo". Ucap ayah Linda
Dengan terpaksa aku menerima uang yang diberikan oleh orang tua kakLinda
"Makasih, Kalau begitu saya terima". Ucap Akhsa sambil mengambil kantong yang berisikan emas
"Ohya sebenarnya saya ingin keliling kota, jadi saya pergi dulu". Ucap Akhsa
"Oh kalau begitu hati-hati". Ucap ayah Akhsa
"Sampai jumpa lagi Akhsa". Ucap Linda
Ibu kak Linda hanya melambaikan tangannya
Lalu aku keluar dari restoran dan berkeliling kota sebentar, aku melihat berbagai macam ras di kota ini, aku melihat ada toko senjata dan melihat-lihat
"Nak ini bukan tempat untuk bermain". Ucap pemilik toko
"Aku cuma melihat-lihat". Ucap Akhsa
Saat melihat-lihat aku melihat beberapa pedang berkarat
"Pak, pedang berkarat ini dijual". Tanya Akhsa
"Iya, senjata yang berkarat aku jual seharga empat keping tembaga". Ucap pemilik toko
Setelah mendengar itu aku melihat beberapa pedang berkarat itu, tiba-tiba aku mendengar salah satu pedang berbicara di pikiranku
"Hei nak". Ucap pedang
"Heh, seperti ada yang memanggilku". Ucapku dalam hati
"Hei pak, apa kau mengatakan sesuatu". Ucap Akhsa
"Hah, tidak". Ucap pemilik toko
"Lalu aku mendengar apa tadi". Gumamku dalam hati
Lalu aku berhenti memikirkan soal itu, dan keluar dari toko senjata, aku lanjut berkeliling kota, aku melihat ada toko perhiasan, aku pun masuk untuk melihat-lihat
"Kenapa kamu kesini nak, apa kamu tersesat". Ucap pemilik toko
"Tidak Paman, aku disuruh masuk dulu dan menunggu ibuku". Ucap Akhsa
"Oho, apa kamu mau membeli perhiasan". Ucap pelayan toko
"Iya, aku mau melihat-lihat dulu". Ucap Akhsa
Aku pun melihat-lihat dan aku juga melihat batu yang belum dibentuk, dan saat aku melihat beberapa batu aku merasakan suatu perasaan yang aneh, kemudian aku menggunakan *Peek Apraisal* untuk melihat status batu itu, dan saat ku lihat dua di antaranya adalah spirit stone tingkat tinggi, aku teringat kalau aku akan membelikan spirit stone ke Amelia akau aku melihatnya, aku pun membeli spirit stone itu
"Paman aku ingin membeli dua batu ini". Ucap Akhsa
"Dua batu itu, apa kamu tidak mau yang sudah dibentuk". Ucap pelayan itu
"tidak, aku mau yang ini, berapa Paman". Ucap Akhsa
"Satunya, satu keping emas". Ucap pelayan
Aku curiga kalau harganya tidak semahal itu lalu aku mencoba untuk menawarnya
"Kenapa mahal sekali paman, bagaimana kalau satunya limapuluh keping perak". Ucap Akhsa
"Tujuh puluh kalau mau". Ucap pelayan
"Baiklah....". Ucap Akhsa
__ADS_1
Aku pun mengambil batu itu, dan memberi pelayan itu satu keping emas empat puluh perak kemudian aku keluar dan melanjutkan keliling ku di kota
Bersambung..........