
Chapter: 32
{Bandit Serigala putih 1}
Malam hari
Terlihat Akhsa yang berada di hutan, Akhsa duduk sambil memandang api unggun yang dia buat.
(Akhsa Pov.)
Sudah tiga hari aku berjalan sekarang aku sedang beristirahat di hutan sambil menyalakan api unggun.
"Hei Kuro menurutmu kita akan sampai ke Labirin Oslo dalam waktu berapa bulan?". Tanya Shiro
"Kalau berjalan kaki mungkin satu tahun". Jawab Kuro
"Hah? Kau bercanda kan". Ucap Shiro
"Siapa yang bercanda, lagian kenapa kamu malah berjalan kaki tidak terbang saja?". Ucap Kuro
"Gini, kalau aku berjalan kaki aku jadi bisa melihat luasnya dunia". Ucap Shiro
"Ya terserah kamu ajalah, tunggu mending beli kuda aja". Ucap Kuro
"Boleh juga tuh, tapi sayang uangnya terbuang sia-sia!". Ucap Shiro
"Bagaimana kalau kita pinjam saja". Ucap Kuro
"Boleh juga, tapi bagaimana kalau tidak boleh?". Tanya Shiro
"Ya, kita jangan bilang ke orangnya, kita pinjam diam-diam gimana". Jawab Kuro
"Oooohhh, kamu sangat pintar Kuro". Ucap Shiro
"Fufufu siapa dulu gw gitu loh". Ucap kuro dengan bangga
Kami tertawa bersama-sama sampai pagi.
Pagi hari.
Sekarang aku sedang berjalan menuju kearah kota terdekat.
"Hei Shiro bisa aku yang mengambil alih tubuh ini". Ucap Kuro
"Kenapa?". Tanya Shiro
"Aku bosan cuma melihat tapi tidak sepenuhnya mengontrol tubuh ini". Jawab Kuro
"Oke, lagian ini tubuhmu juga". Ucap Shiro
Lalu kuro mengambil alih kontrol tubuh Akhsa.
Terlihat mata hijau Akhsa berubah menjadi berwarna merah.
"Nah begini kan enak aku bisa menggerakkan tubuh kita". Ucap Kuro
"Yah tapi, kenapa kamu mengambil semua pandangannya, setidaknya berikan aku satu penglihatan". Teriak Shiro
"Ayolah aku kan bilang ingin mengambil alih sepenuhnya, kau juga bisa melihat lewat penglihatan ku". Ucap Kuro
__ADS_1
"Ya terserahlah aku juga ingin melihat apa yang akan kau lakukan saat mengendalikan tubuh kita". Ucap Shiro
Lalu Akhsa melanjutkan perjalannya mencari kota/desa terdekat.
Setelah dua hari berjalan akhirnya aku sampai didesa aeri.
"Hei Kuro ingat jangan buat masalah saat kau yang mengontrol tubuh kita". Ucap Shiro
"Tenang saja, aku tidak akan ngelakuin apapun kok". Ucap Kuro
Beberapa menit kemudian
Terlihat Akhsa yang sedang membeli sebuah apel.
"Permisi berapa harga apelnya". Ucap Akhsa
"Satunya lima tembaga". Ucap penjual apel
"Aku beli satu". Ucap Akhsa
Setelah membeli Akhsa berjalan melihat-lihat desa yang di kunjungi Akhsa, setelah beberapa menit berjalan Akhsa melihat tiga kuda yang tidak ada pemiliknya.
Tanpa pikir panjang Akhsa langsung mengambil kuda itu lalu menaikinya dan melanjutkan perjalannya.
Diperjalanan.
"Sepertinya kamu beneran ngambil kuda itu Kuro". Ucap Shiro
"Kau lihat sendiri kan aku bisa mengambilnya tanpa masalah". Ucap Kuro
"Kau benar, jadi kemungkinan kita sampai kelabirin berapa bulan?". Tanya Shiro
"Itu kedengarannya bagus". Ucap Shiro
Kami menuju ke tujuan kami sambil mengobrol.
Dua hari kemudian.
Terlihat Akhsa yang sedang melawan segerombolan monster Fire Wolf.
"Ini pertama kalinya aku melawan Monster menggunakan tubuh kita". Ucap Akhsa
Aku mengambil Belati yang ada di punggungku dan mengubahnya menjadi Sabit.
Aku berjalan kearah Fire Wolf itu dan memotong mereka sekaligus.
"Bukankah senjata ini sangat hebat". Ucap Akhsa
Setelah mengalahkan Fire Wolf aku menyerap mayat mereka menggunakan Ultimate Skill Gluttony untuk menambahkan energi milikku.
Aku melanjutkan perjalanan dan ditengah-tengah perjalanan aku dihadang oleh sekelompok bandit, kurang lebih ada lima bandit.
"Hei kau turun dari kuda itu dan serahkan semua barang berharga milikmu kalau kau tidak mau mati". Teriak salah satu bandit.
"Kenapa aku harus melakukan itu". Ucap Akhsa sambil memandang hina para bandit itu.
Bandit-bandit itu terlihat marah.
"Woy bocah tengik kau berani melihat kami dengan tatapan seperti itu kubunuh kau". Ucap bandit lainnya.
__ADS_1
"Tenang bray biar aku yang mengurusnya". Ucap bandit satunya.
Lalu bandit itu berjalan kearah akhsa.
"Mau kubunuh dengan cara apa kau bocah". Ucap bandit itu berjalan menuju Akhsa sambil menjilat Belati yang dipegangnya.
Akhsa yang mendengar itu hanya tersenyum kecil.
Saat bandit itu berjalan menuju Akhsa tiba-tiba kepala bandit itu terjatuh ketanah.
Bragkkk.....
Bandit lain yang melihat itu kaget bercampur takut melihat kepala rekannya terpotong dari tubuhnya.
"Ap..apa yang kau lakukan". Ucap bandit satunya
"Aku tidak melakukan apapun, kau lihatkan dari tadi aku cuma duduk dikuda saja". Ucap Akhsa
"Jangan bohong kau, ayo semuanya kita bunuh bocah tengik ini". Ucap bandit itu.
Lalu bandit-bandit itu mengepung Akhsa dari empat sisi kemudian berlari menuju kearah akhsa dan menyerang menggunakan senjata mereka masing-masing.
Akhsa mengambil Belati nya dan mengubahnya menjadi Sabit, lalu Akhsa menebas dengan memutar secara horizontal, bandit-bandit itu terkena tebasan Akhsa dan terbelah menjadi dua.
"Oh~ apa perlu aku menyerap tubuh mereka sekalian, tapi akan lebih bagus kalau aku menemukan orang-orang seperti mereka dan membunuh mereka semua~, apa perlu aku kemarkas mereka". Ucap Akhsa
"Hei kuro bisa gantia sekarang, lagian kenapa kamu mau kemarkas banditsih kita kan akan ke labirin Oslo". Ucap Shiro
"Begini Shiro, kita tidak boleh membiarkan para bandit berkeliaran seenaknya, hari ini memang aku yang berhadapan dengan bandit". Ucap Kuro
"Tapi bagaimana kalau lain waktu yang dirampok adalah Kakek tuak kurus ramping kering dipegang aja bisa mati, apa kamu mau bertanggung jawab". Ucap Kuro
"Bilang saja kau hanya ingin bersenang-senang dan menikmati membunuh para bandit itu". Ucap Shiro
"Hyahhahahahahaha hebat sekali memang kau Shiro, dan juga bukannya para bandit memiliki banyak uang hasil rampokan mereka". Ucap Kuro
"Hehe kau benar, kira-kira berapa banyak emas yang akan kita dapatkan ya". Ucap Shiro
"Ohya kalau kamu tidak mau gantian denganku setidaknya bisa kau buatkan klon untuk ku rasuki". Ucap Shiro
"Ohhoo boleh". Ucap Kuro
Lalu kuro membuat klon yang mirip dengannya, lalu kuro meletakkan tangannya keklon itu dan Shiro merasukinya, rambut klon yang awalnya hitam berubah menjadi putih dan mata yang awalnya merah berubah menjadi hijau.
Shiro menggerakkan tangan tubuh dan kakinya untuk menyesuaikan diri.
"Jadi gini rasanya menggunakan tubuh klon". Ucap Shiro
"Oi jangan lupa buat rambutmu menjadi warna hitam, kamu tidak mau identitas kita terbongkar kan". Ucap Kuro
"Kau benar". Ucap Shiro
Lalu Shiro mengubah rambutnya menjadi warna hitam.
"Baiklah waktunya memanen emas yang banyak". Ucap Kuro
"Terserah kamu sajalah". Ucap Shiro.
Mereka menggunakan skill Deteksi untuk mencari markas para bandit setelah ketemu mereka langsung menuju kemarkas bandit.
__ADS_1
bersambung.........