Night Month

Night Month
Chapter: 57{RAPAT}


__ADS_3

Chapter: 57


{Rapat}


Wes....Wes...(suara kepakan sayap)


Terlihat Akhsa yang sudah sampai depan villa. Lalu saat sampai didepan villa Akhsa menurunkan Alonza dan membawanya masuk. Dan untuk Ao, dia berubah menjadi kecil dan bersandar di bahu Akhsa.


Lalu mereka masuk keVilla dan menuju Kekamar Akhsa.


.


.


.


Saat ini aku sedang menuju Kekamar ku bersama dengan Alonza dan Ao.


Tidak lama berselang akhirnya kami sampai di kamarku. Kamipun masuk kedalam.


Aku pun membuka pintu ku dan membiarkan Alonza masuk terlebih dahulu. Alonza pun masuk dan melihat betapa kerennya kamarku.


"Woww, apa ini kamar papa....


"Kamar ini sangat besar........,kasurnya juga sangat besar". Ucap Alonza sambil melihat seberapa besarnya kamar Akhsa.


"Baiklah, ayo kita tidur dulu!". Ucap Akhsa sambil naik kekasur.


"Baik, tapi...! Apa papa tidak kembali kesana?". Tanya Alonza sambil menaiki tempat tidur.


"Tenang saja, aku hanya akan tidur sebentar kok". Ucap Akhsa sambil berbaring ditempat tidur


"Kalau begitu, aku akan tidur bersama papa!". Ucap Alonza sambil berbaring dikasur.


Lalu kami tidur bersama ditempat tidur, dan untuk Ao. Dia tidur diatas meja.


Pagi hari.


Terlihat Akhsa yang sedang tidur terlelap.


Saat Akhsa sedang terlelap nya tidur tiba-tiba, ada seseorang yang mengguyurinya dengan air.


Byurrr....byurrr(suara guyuran air)


Akhsa yang diguyur air sontak terbangun dan berkata."Tidak!!! Aku tenggelam.....selamatkan aku!!!!??". Ucap Akhsa dengan keras.


"Woy, bodoh! Bukannya sudah disuruh semalam untuk datang keruang rapat. Sudah ditunggu lama sekali taunya malah tidur disini". Ucap Alice dengan suara keras.


Akhsa yang mendengar itu langsung sadar dari mimpinya dan berkata."Oh, Alice kenapa kamu menyiramiku dengan Air?". Tanya Akhsa.


"Hah? Bukannya tadi aku sudah bilang.......lupakan. ayo sekarang kamu menuju kemarkas bawah tanah". Ucap Alice sambil memegang tangan akhsa.


"Tapikan ini masih pagi, dan manamungkin aku meninggalkan Alonza sendirian". Ucap Akhsa sambil melihat kearah Alonza.


"Hemmm, kalau begitu, biar asistenku yang menjaganya!". Ucap Alice.


"Kenapa harus asistenmu? Ao bangun, kamu harus menjaga Alonza saat aku tidak ada disini!". Ucap Akhsa sambil melihat kearah Ao.


Ao yang sedang tertidur mendengar perintah tuannya langsung bangun dan terbang menuju Kekamar Alonza.


"Siap, Master!". Ucap Ao.


Lalu Akhsa dibawa oleh Alice menuju ke ruang rapat bawah tanah menggunakan batu teleportasi.


Disisilain.


Hutan Sihir.


Ruang Rapat Bawah Tanah.

__ADS_1


Terlihat pemimpin dan wakil pemimpin Night Month yang sedang menunggu kedatangan Akhsa.


Tidak lama kemudian Akhsa datang bersama Alice menggunakan batu teleportasi.


"Maaf membuat kalian menunggu". Ucap Akhsa sambil berjalan menuju ketempat duduknya.


"Kemana saja kamu, suduh kubilangkan kalau ada hal penting yang harus kita bahas". Ucap Nacht.


"Yah, aku tidak sengaja ketiduran". Ucap Akhsa sambil duduk ditempat duduknya.


"Apa kamu tidak bisa menganggap sesuatu dengan serius". Ucap Nacht.


"Baiklah, jadi apa yang harus kita bahas kali ini". Ucap Akhsa sambil memperhatikan pemimpin dan wakil pemimpin Night Month.


Saat aku memperhatikan kak Nacht dan yang lainnya, aku merasa ada yang berbeda dari mereka.


"Tunggu sebentar!!, kenapa rambut kalian menjadi putih bersih, tidak ada warna lain selain putih. Lukas bukannya rambut sebelahmu berwarna hitam? Sekarang kok jadi putih. Luck bukannya ada sedikit warna hitam ditengah-tengah rambutmu dan kak Claude bukannya ada sedikit warna merah dan ungu dirambutmu, kenapa sekarang menjadi putih bersih?". Tanya Akhsa.


"Kami juga tidak tahu, tapi sekitar tiga sampai empat bulan yang lalu, alis dan bulu mata kami berubah menjadi warna putih. Juga rambut kami yang tidak berwarna putih berubah menjadi warna putih!". Jawab Luck.


Ini sangat aneh, padahal kami sama-sama terlepas dari kutukan, tapi kenapa rambutku yang berwarna biru ini masih ada? Apa mungkin Karna caranya yang berbeda?.


"Dan, level kami juga naik sangat tinggi akibat itu, tidak! Bukan hanya tinggi, kami naik level sampai 10,000, bagaimana menurutmu Akhsa?". Ucap Yuna.


"Itu Karna kutukan yang menimpa kita sudah lenyap". Ucap Akhsa.


"Kutukan?".


"Kutukan apa Akhsa".


"Apa mungkin kutukan yang kamu maksud sama seperti yang dibicarakan iblis yang kami lawan dulu".


"Kenapa kamu tidak memberi tahu kami?".


Ucap mereka secara bergantian sambil melontarkan pertanyaan.


Disini aku menceritakan tentang Ras Month yang dikutuk oleh iblis, dan kutukan yang mempengaruhi kekuatan Ras Month. Aku juga menceritakan soal dimana Leluhur Lunatte mengorbankan nyawanya untuk membuat sihir yang dapat melenyapkan kutukan ini.


.


.


.


Beberapa menit kemudian.


Terlihat Akhsa yang telah selesai menceritakan kejadian yang menimpa Klan Month.


"Jadi begitu, aku baru tahu tentang semua ini". Ucap Nacht.


"Kenapa dulu tidak ada yang pernah memberi tahu kita soal ini". Ucap Azrel.


"Tapi yah, aku tidak menyangka leluhur kita akan sampai mempertaruhkan nyawanya untuk melenyapkan kutukan ini?". Ucap lukas.


"Pasti dia orang yang sangat baik". Ucap Yuna.


"Yang bisa kita lakukan sekarang adalah selalu mendoakannya". Ucap Akhsa.


Beberapa menit kemudian.


"Baiklah, kita akan menuju ke topik utama rapat kali ini". Ucap Nacht.


"Jadi, beberapa Minggu yang lalu. Kita mendapatkan surat dari kerajaan, itu Karna penghalang tersembunyi yang dibuat Akhsa menghilang, jadinya mereka bisa menemukan markas kita disini". Ucap Nacht Sambil menerangkan dan memberikan surat itu kepada Akhsa.


Aku mengambil surat yang diberikan kak Nacht dan membacanya.


Disurat ini tertulis untuk melakukan kerjasama mengalahkan raja iblis.


"Apa kamu akan menerimanya kak?". Tanya Akhsa.

__ADS_1


"Bukan aku yang memutuskannya, tapi kamu". Ucap Nacht.


"Kalau aku yang memutuskannya. Aku akan menolaknya". Ucap Akhsa.


"Kenapa?". Tanya Nacht.


"Kenapa? Kakak lihatkan, tadi malam markas kita diserang tapi mereka tidak membantu kita sama sekali". Ucap Akhsa.


"Tapi Akhsa! Tadi malam saat kamu kembali keVilla, ada prajurit dan komandannya yang datang kemari. Jadi bisa disimpulkan kalau mereka mengirim bala bantuan kan". Ucap Arthur.


"Eh, beneran! Tapi kan mereka telat, jadi bisa dikatakan bantuan mereka tidak berguna sama sekali". Ucap Akhsa.


"Bukan Karna mereka telat, tapi Karna kamu yang datang-datang langsung membekukan Semua Iblis yang ada disana". Ucap lukas.


"Benar, pahlawan juga ikut pasukan itu tadi malam. Umur mereka sepertinya tidak beda jauh darimu!". Ucap Yuna.


"Oho, Pahlawan. Bukannya mereka adalah temannya Anaya dan Shanaya?". Ucap Akhsa sambil melihat Anaya dan Shanaya.


"Yah, tapi Karna kami menggunakan topeng, mereka jadi tidak bisa mengenali kami". Ucap Anaya.


"Oh~, lalu seberapa kuat mereka kak Yuna". Ucap Akhsa sambil melihat Yuna.


"Hem, saat aku melihat level mereka. Level mereka sudah Mencapai level 1,000. Dan sepertinya Amelia juga melihat Spirit yang unik dari salah satu dari mereka". Ucap Yuna.


"Baiklah, kesampingkan dulu soal pahlawan itu, jadi apa jawabanmu Akhsa". Ucap Nacht.


"Yah, aku belum bisa memutuskannya kalau tidak bernegosiasi langsung dengan mereka, lebih tepatnya dengab raja mereka". Ucap Akhsa.


"Oh, Baiklah, seminggu lagi katanya kita akan mengadakan pertemuan diistana, dan raja juga mengundang raja Leonhard dari kerajaan beastkin, jadi kamu bisa datang saat itu dan tentukan mau bekerja sama dengan mereka atau tidak". Ucap Nacht.


"Seminggu lagi! Bisa diatur. Jadi apa ada hal lainnya yang harus kita bahas?". Tanya Akhsa.


"Sepertinya untuk sekarang tidak ada". Ucap Nacht.


"Tidak! Masih ada satu lagi yang harus kita bahas". Ucap Yuna.


"Apa itu?". Tanya Akhsa.


"Bisa kamu cari wakil kapten atau asisten gitu. Supaya saat kamu tidak ada mereka bisa menggantikanmu mengambil keputusan". Ucap Yuna Sambil melihat kearah akhsa.


"Wakil kapten..........sepertinya tidak ada. Tunggu bagaimana kalau aku mengangkat Alonza sebagai asisten ku". Ucap Akhsa.


"Tidak-tidak, dia masih terlalu dini untuk itu". Ucap Yuna.


"Kenapa kakak menyebutnya masih terlalu dini. Bukannya dulu kita membuat organisasi Night Month saat aku masih berumur tujuh tahun. Dan Alonza juga sudah berpetualang denganku cukup lama, terlebih dia sangat pintar dalam melakukan segala hal". Ucap Akhsa.


"Hemm, kamu benar sih, tapi...". Ucap Yuna.


"Tenang kak, aku akan selalu menjaganya". Ucap Akhsa.


"Hah~baiklah, aku serahkan semuanya kepadamu". Ucap Yuna.


Saat kami sedang mendiskusikan sesuatu, terlintas sesuatau dipikiranku.


"Ohya, ngomong-ngomong, berapa level anggota kita?". Tanya akhsa.


"Hem, bisa dibilang hampir semuanya memiliki level 1,000". Ucap Nacht.


"Ho~, itu artinya level mereka semua sudah pada max dong. Itu menjelaskan bagaimana mereka dengan mudahnya melawan pasukan iblis". Ucap Akhsa.


"Baiklah, sepertinya cuma segini yang kita bahas dalam rapat kali ini". Ucap Nacht.


"Kalau begitu, aku pergi jalan-jalan dulu sebentar, sekalian aku akan mengajak Alonza melihat-lihat hal-hal yang ada dikota keren". Ucap Akhsa sambil berdiri dari kursinya.


"Ya, jagalah dia dengan baik". Ucap arthur.


Lalu aku keluar dari ruang rapat bawah tanah dan menuju keVilla.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2