
Chapter: 29
{RAPAT DARURAT}
Beberapa hari sejak pertarungan melawan Jendral Iblis Envy.
(Akhsa Pov.)
Sekarang aku sedang menuju ketempat Bombo, dia bilang kalau senjata yang kupesan sudah siap.
Setelah Beberapa menit berjalan akhirnya aku sampai didepan tempat bombo.
"Katanya pedang yang kupesan sudah jadi?". Ucap Akhsa
"Tentu saja! Bentar biar kuambilkan!". Ucap Bombo
Lalu Bombo mengambil sebuah Belati. Dan memberikannya ke Akhsa. Lalu Akhsa mengambil Belati itu.
"Ini jadi lebih cepat dari yang kamu bicarakan!". Ucap Akhsa
"Yah! Begitulah!". Ucap Bombo
"Lalu bagaimana caraku untuk mengubah bentuknya?". Tanya Akhsa
"Untuk saat ini, kamu teteskan dulu darahmu ke batu berwarna biru kemerahan itu!". Ucap Bombo
"Kenapa aku harus melakukan itu?". Tanya Akhsa
"Supaya senjata itu mengenaliku sebagai tuannya! Dan senjata ini cukup sepesial". Jawab Bombo
"Jadi begitu!". Ucap Akhsa
Lalu Akhsa menggores tangannya dan meneteskan darahnya dibatu berwarna biru kemerahan.
Tiba-tiba batu itu bersinar terang kemudian sinar itu meredup.
Lalu muncul tulisan di Belati itu.
"Tulisan apa ini?". Tanya Akhsa
"Itu nama untuk senjatamu!". Jawab Bombo
"Nama?". Ucap Akhsa
"Biasanya nama dari senjata mencerminkan sipengguna! Apa nama di tulisan itu?". Ucap Bombo
"Slaying Weapon!". Ucap Akhsa
"Apa kamu. Suka membantai?". Tanya Bombo
"Eh! Entahlah? Mungkin membantai dalam artian lain!". Jawab Akhsa
"Kesampingkan soal itu! Jadi bagaimana aku mengubah bentuk senjata ini?". Tanya Akhsa
"Itu mudah! Kamu salurkan sedikit 'Mana' ke senjata itu, lalu bayangkan antara empat senjata. Belati, Pedang, Sabit, Tombak, setelah memilih salah satu otomatif senjata itu akan berubah menjadi senjata yang kamu pilih!". Jawab Bombo
"Salurkan sedikit 'Mana' lalu bayangkan senjata yang mau di ubah". Ucap Akhsa dalam hati
Terlihat Akhsa yang sudah mengubah bentuk senjatanya menjadi Sabit.
"Oho! Kamu berhasil mengubah bentuknya! Selamat!". Ucap Bombo
"Fufufu! Ini keren sekali!". Ucap Akhsa
"Jadi berapa yang harus aku bayar?". Tanya Akhsa
"Tidak perlu!". Jawab Bombo
"Eh? Kenapa?. Tanya Akhsa
"Membuat senjata adalah kesenangan bagi para Dwarf! Apa lagi senjata yang sangat unik seperti ini!". Jawab Bombo
"Begitu! Baiklah kalau itu maumu! Terimakasih Karana sudah membuatkanku senjata yang sehebat ini!". Ucap Akhsa
"Sama-sama! Aku juga berterimakasih Karna dapat membuat senjata yang seunik ini!". Ucap Bombo
Lalu Akhsa mengubah kembali bentuk senjata itu kebentuk Belati dan memasukkannya ke sarung Belati di pinggangnya.
"Ya! Sampai jumpa!". Ucap akhsa sambil pergi meninggalkan Bombo
Setelah pergi meninggalkan tempat bombo aku menuju hutan terdekat untuk mengecek seberapa kuat senjata ini.
Saat ku coba dalam bentuk Belati, batu besar yang ada di depanku terbelah menjadi dua
"Bohongkan! Bentuk Belati saja mampu membelah batu sebesar ini menjadi dua apa lagi Bentuk yang lain?". Ucap Akhsa
__ADS_1
"Sepertinya cukup untuk uji cobanya! Mungkin akan ku coba saat melawan Monster yang memiliki sisik yang keras!". Ucap akhsa
"Tunggu? Sisik yang keras?. Gumam akhsa dalam hati
"Apa mungkin Karna senjata ini terbuat dari sisik naga, itulah sebabnya batu saja bisa terbelah menjadi dua". Ucap Akhsa
"Biarlah lebih baik aku kembali ke Mansion!". Ucap Akhsa
Lalu aku kembali ke Mansion tapi saat diperjalanan aku melihat Spirit pasir milik Amelia terbang kearah ku dan membentuk sebuah tulisan.
Disitu tertulis 'Kembali kemari Secepatnya kita akan mengadakan rapat penting' begitulah yang tertulis.
Setelah selesai membaca tulisan itu, aku kembali keMansion Secepatnya untuk mengambil barang-barangku.
Setelah mengambil barang-barangku aku keluar dari Mansion, saat di depan Mansion aku melihat Anaya dan Shanaya.
"Kalian juga?". Tanya Akhsa
"Iya!". Jawab Anaya
"Lalu bagaimana dengan sekolah kalian?". Tanya Akhsa
"Karena itulah kami menemuimu?". Ucap Anaya
"Menemuiku untuk apa?". Tanya Akhsa
"Kami ingin kamu membuat 'Klone' yang mirip dengan kami!". Jawab Shanaya
"Oh oke!". Ucap Akhsa
Lalu aku membuat 'Klone' yang mirip dengan mereka berdua.
"Tapi klone ini memiliki sifat sepertiku! tidak apa-apa kan?". Ucap Akhsa
"Tidak masalah!". Ucap Anaya
Lalu aku menyuruh klone itu untuk pergi ke akademi Sihir untuk menggantikan Anaya dan Shanaya.
"Baiklah ayo kita pergi!". Ucap Akhsa
Lalu kami pergi ke kota keren secepat mungkin.
Aku dan Shanaya menggunakan 'Fly' lalu Anaya menggunakan 'Speed'. Kami menuju kota keren secepat mungkin lebih tepatnya ke Hutan Sihir Karna disitu sekarang menjadi Markas rahasia kami bersebelas.
Beberapa hari berlalu kami akhirnya sampai di hutan sihir. Kami memasuki ruang tengah yang selalu kami jadikan untuk rapat.
Kami duduk ditempat biasanya kami duduk. Semua sudah berkumpul kecuali beberapa orang.
"Iya!". Ucap Anaya
"Dimana Lukas?". Tanya Akhsa
"Mungkin sebentar lagi akan datang! Jadi apa kamu sudah selesai membuat senjatamu?". Tanya Yuna
"Tentu sudah selesai!". Jawab Akhsa
Kami mengobrol satu sama lain dan beberapa menit kemudian lukas datang.
"Oh! Akhirnya orang terakhir yang ditunggu datang!". Ucap Nacht
"Maaf dah! Saat diperjalanan ada sedikit masalah!". Ucap lukas
Lalu lukas duduk ditempat yang biasanya dia tempati.
"Jadi aku mengadakan rapat darurat kali ini Karna anggota kita semakin banyak dan aku ingin kalian memberiku saran supaya bisa mengatur mereka!". Ucap Nacht
"Memang berapa?". Tanya Lukas
"Kira-kira lima ratus orang". Ucap Nacht
"Oho, lumayan banyak!". Ucap Lukas
"Jadi apa ada yang punya saran?". Tanya Nacht
"Aku tidak terpikirkan apapun!". Ucap Yuna
"Aku juga tidak tahu!". Ucap Azrel
"Aku juga!". Ucap Claude
"Bagaimana kalau kita membuat regu? contohnya Regu Penyerang, lalu Regu Penyembuh dan lain sebagainnya! Kita juga bisa melatih mereka disetiap regu". Ucap Akhsa
"Regu? Boleh juga". Tanya Nacht
"Aku juga sudah terpikirkan siapa yang cocok menjadi pemimpin disetiap Regu!". Ucap Akhsa
__ADS_1
"Coba katakan!". Ucap Nacht
Singkatnya aku mengatakan
Regu penyerang: dipimpin oleh Nacht, Claude, Luck, Dan Anaya.
Regu pengintai: dipimpin oleh Arthur, Azrel, Lukas, dan Amelia.
Regu Penyembuh: dipimpin oleh Yuna, Luna, Elice, dan Shanaya.
"Begitulah! Bagaimana". Ucap Akhsa
"Regu penyerang memang cocok untukku!". Ucap Luck
"Regu Penyembuh juga cocok dengan ku". Ucap Luna
"Sepertinya kita semua setuju dengan saran Akhsa". Ucap Nacht
"Tapi kamu sendiri dimana Akhsa?". Tanya Yuna
"Aku akan jadi anggota diregu penyerang". Ucap Akhsa
"Eh? Kenapa kau jadi anggota sedangkan kami jadi pemimpin?". Tanya Lukas
"Jadi pemimpin itu menyusahkan kita harus mengatur bawahan lah, melatih merekalah, ini itu, mending aku jadi anggota bisa bebas". Ucap Akhsa
Seketika semua orang melihat kearah akhsa.
"Lalu kenapa kamu malah menjadikan kami sebagai pemimpin". Ucap Anaya
"Eh! Aku malah keceplosan". Gumam Akhsa dalam hati
"Eh! Tidak maksudku! Aku menjadi anggota Karna aku menghormati kalian!". Ucap Akhsa
Mereka mulai melihat satu sama lain kemudian mereka mengagguk.
"Ohya, bukannya kita masih belum memiliki pemimpin Semua Regu atau lebih tepatnya pemimpin 'Night Month'?". Ucap Nacht
"Bukannya itu Kak Nacht!". Ucap Akhsa
"Aku? Tapi akukan sudah kamu tunjuk sebagai pemimpin regu penyerang!". Ucap Nacht
"Kakak bisa memimpin dua sekaligus!". Ucap Akhsa
"Memang kamu tidak kasihan kepadaku!". Ucap Nacht
"Agh..". Gumam Akhsa
"Jadi bagaimana kalau kamu jadi pemimpin 'Night Month' Akhsa". Ucap Nacht
"Mana mungkin aku bisa menjadi pemimpin, lagian aku juga masih ada urusan". Ucap Akhsa
"Tenang saja, selesaikan dulu urusanmu lalu kembali kemari! Lagian yang membuat 'Night Month' adalah kamu kan". Ucap Nacht
"Aku? Kapan?". Tanya akhsa
"Apa kamu Ingan saat pertama kali kita melawan segerombolan iblis didesa?". Tanya Nacht
"Ingat!". Ucap Akhsa
"Kamu ingatkan saat ada warga desa yang bertanya kita ini siapa, dan kamu menjawab kita ini adalah...". Ucap Nacht
"Night Month". Ucap Akhsa
"Benar, dan sejak saat itulah Organisasi 'Night Month' dibentuk". Ucap Nacht
Singkat cerita aku menjadi pemimpin 'Night Month'.
Keesokkan harinya.
Kami mengumpulkan semua anggota Night Month dan menyuruh mereka berkumpul di ruang bawah tanah yang aku dan Amelia buat.
(Akhsa Pov. End)
"Kenapa kita dikumpulkan disini?". Tanya salah satu anggota
"Aku dengar kita akan disuruh memilih Regu yang cocok dengan kemampuan kita". Jawab salah satu anggota
"Hei apa kamu pernah melihat wajah pemimpin kita?". Tanya salah satu anggota
"Tidak, mereka semua selalu memakai topeng iya kan!". Jawab salah satu anggota
"Ssstttt! Sepertinya pemimpin kita sudah datang". Ucap salah satu anggota
Lalu muncul tiga belas orang berpakaian hitam yang menggunakan topeng.
__ADS_1
Bersambung.......