
Chapter: 05
{KOTA KEREN}
Hutan Sihir
(Akhsa Pov.)
Sudah lima hari sejak penyerangan, mata kanan ku pun masih berwarna merah, mungkin akan permanen, aku sekarang sedang berjaga disekitar rumah, lebih tepatnya duduk di bawah pohon, sekarang aku sedang mengobrol dengan diriku yang lain yang ku beri nama Kuro
"Hei.. Kuro, kenapa iblis bisa tau dimana tempat desa berada, bukannya kita mengaktifkan penghalang yang bisa menyembunyikan desa". Ucapku
"Apa kau lupa, lawan kita adalah Raja iblis, mereka bisa melakukan berbagai macam cara supaya menemukan desa". Ucap Kuro lewat pikiran
"Benar juga, lawan kita adalah iblis". Ucapku
Saat sedang berbicara dengan Kuro tiba-tiba azrel menghampiriku
"Hei Akh... kita dipanggil ke ruang tengah, katanya kita akan mengadakan rapat". Ucap azrel
Aku mengangguk tanda aku paham, setelah itu kamipun keruang tengah bersama
Saat di sana aku duduk di tempat dudukku,
Kami sedang menunggu Claude, dan lukas yang belum sampai, beberapa menit kemudian mereka pun sampai, lalu duduk ditempat mereka
"Aku mengumpulkan kalian disini Karna, aku akan pergi ke kota". Ucap Nacht
"Pergi ke kota". Ucap ku
"Ya kekota, aku pergi ke kota untuk menjual kristal mana yang kita dapatkan hasil berburu, setelah terjual, aku akan membeli baju untuk kita". Ucap Nacht
"Oh ya... bukankah kita memakai baju yang sama terus". Ucap Yuna
Semua pun mengangguk tanda mereka setuju
"Jadi Karna itu aku akan mengajak beberapa orang, jadi siapa yang mau ikut".Ucap Nacht
"Aku mau iku". Ucapku sambil teriak
"Aku juga". Ucap semua orang
"baiklah aku akan mengajak lukas dan Akhsa". Ucap Nacht
"Beneran....". Ucapku sambil memasang wajah berharap.
"Beneran..". Ucap Nacht
"Horeeee......". Ucapku dengan wajah gembira
"Tapi, emang berapa kristal mana yang kita jual". Ucap ku
"Kristal mana yang kita punya ada 39, kita akan menjual semuanya". Ucap Nacht
"39, kristal dari monster apa aja itu" ucapku
"Kalau tidak salah, 5 dari goblin, 10 dari high wolf, 14 dari orc , sisanya dari lizard". Ucap Nacht
"Baiklah mari kita berangkat". Ucap Nacht
"Heh sekarang...". Ucap lukas
"Iya sekarang..". Ucap Nacht
"Ayo Akh.....". Ucap Nacht
"Baik...". Ucap ku
Kamipun keluar lewat pintu rahasia, dan menuju barat Karana kota yang akan kami datangi berada di barat
(Akhsa Pov. End)
Di ruang tengah
"Cih... kenapa kak Nacht memilih akhsa, bukankah masih ada aku". Ucap Claude
"Apa kau tidak kasihan kepada Akhsa...". Ucap Amelia
"Kasihan....". Ucap Claude
"Akhsa melihat ibunya ditusuk tepat di jantung oleh iblis, itupun didepan matanya, bukankah kau juga melihatnya". Ucap Yuna
"Benar juga, kalau aku jadi Akhsa aku pasti sangan merasa sedih". Ucap Claude
"Maka dari itu, Nacht mengajak Akhsa ke kota untuk menghiburnya". Ucap anaya
"Benar sekali.., jadi apa kau sudah paham kenapa Nacht memilih akhsa dan tidak memilih mu Claude". Ucap Yuna
"Iya...., aku udah paham". Ucap Claude
Di sisi lain
(Nacht Pov.)
Sekarang aku sedang dalam perjalanan menuju kota terdekat, aku di temani oleh lukas, dan akhsa, saat diperjalanan tiba-tiba Akhsa menanyakan sesuatu
"Kak Nacht, kenapa kamu mengajak aku, bukankah masih ada kak Claude, atau kak Arthur". Ucap Akhsa
"Hahhh... kenapa, bukan kah kamu ingin melihat-lihat kota". Ucapku
"alasanya Cuma itu". Ucap Akhsa
Aku pun mengangguk, sebenarnya bukan Karna itu ,aja aku mengajak Akhsa, tapi Karna aku ingin menghilangkan perasaan sedih yang ada di wajahnya, aku cukup kasihan Karna dia melihat ibunya terbunuh tepat didepan matanya.
Beberapa menit kami berjalan, dan kami melihat ada kereta yang dikejar oleh segerombolan monster, monster itu adalah orc lebih tepatnya high orc evolusi dari orc
"Apa kita akan menolongnya Kak". Ucap Akhsa
"Tentu kita akan menolongnya". Ucap ku
Kamipun lari menuju kereta yang di kejar oleh gerombolan high orc, saat disana ada tujuh high orc, aku melihat ada yang akan dipukul oleh high orc, tiba-tiba ada tombak es yang dengan cepat menusuk kepala high orc itu,high orc itupun seketika mati ditempat, ternyata itu adalah tombak es milik akhsa
(Nacht pov. End)
Di sebelah kereta
Saat ini Akhsa, Nacht, dan lukas sedang melawan high orc, mereka masing masing melawan dua high orc
Nacht
Nacht menggunakan *Water Slash* secara bertubi-tubi, air yang tajam pun mengarah ke high orc, high orc yang terkena *Water Slash* pun akhirnya terpotong-potong menjadi beberapa bagian, Nacht pun berhasil mengalahkan dua high orc, diapun berhasil naik ke level 7
Akhsa
Akhsa membentuk sabit menggunakan sihir es miliknya, saat sedang membentuk sabit, dua high orc melompat dan siap menyerang Akhsa, tapi Akhsa menghentakkan kakinya ketanah dan mengaktifkan skill *Freezing*
Seketika tanah yang di injak Akhsa dan kaki high orc membeku, high orc pun sempat panik, dan saat high orc panih, Akhsa mengayunkan sabitnya ke arah high orc secara horizontal, kedua high orc itu pun terbelah menjadi dua, Akhsa pun berhasil menghabisi high orc itu, diapun naik level 2, itu pertama kalinya Akhsa naik level
Lukas
Lukas disini sedang menghadapi dua high orc, lukas mengeluarkan skill*Fire Ball*
Tapi disini Fire Ball lukas berukuran lima meter, Fire Ball di arahkan ke high orc didepannya, kedua high orc itupun terbakar sampai mati, lukas pun berhasil mengalahkan high orc, diapun naik level ke level 7
(Akhsa Pov.)
Setelah mengalahkan high orc, aku dan yang lainnya mengambil kristal mana yang ada di kepala high orc, tiba-tiba pemilik kereta datang menghampiri kami
"Anu, terima kasih sudah menyelamatkan kami". Ucap pemilik kereta
Seorang perempuan, rambut panjang berwarna pirang, dia sekitar umur sembilan tahun
__ADS_1
"Sama-sama....." ucap Nacht
"Kalau boleh bertanya, Anda mau kemana". Ucap Nacht dengan sopan
Aku kaget saat kak Nacht berbicara sopan, aku melihat kearah lukas, diapun kaget sama seperti aku
"Ah,Tidak perlu bicara sopan padaku". Ucap pemilik kereta
"Nama saya Linda Keren, saat ini saya sedang menuju kota didepan, kalau boleh tau, siapa kakak dan adik ini". Ucap Linda
"Nama Saya Nacht". Ucap Nacht
"Nama saya lukas". Ucap lukas
"Nama saya Akhsa". Ucap ku
Kami sepakat untuk merahasiakan identitas kami sebagai klan Month, kami juga mengubah warna rambut kami menggunakan skill illusion yang ku punya,
Aku mengubah warna rambut kak Nacht menjadi warna biru laut, lalu aku mengubah warna rambut lukas yang berwarna putih menjadi warna merah,dan yang warna hitam aku biarin, dan untukku aku mengubah warna rambutku menjadi hitam kebiruan
"Kami juga sedang dalam perjalanan menuju kota didepan". Ucap Nacht
"Oh benarkah, Karna kalian sudah menyelamatkan nyawaku, bagaimana kalau kuberi tumpangan". Ucap Linda
"Benarkah, kalau begitu kami terbantu". Ucap Nacht
Setelah itu kami naik kereta yang terlihat mewah itu, kak Nacht dan lukas duduk didepan ku, dan aku duduk disebelah kak Linda,Kak Nacht juga bertanya pada kak Linda kenapa dia tidak Mambawa pengawal, kak Linda berkata kalau pengawalnya melarikan diri saat berhadapan dengan high orc
"Sungguh pengawal yang menyedihkan". Gumamku
"Iya pengawal yang menyedihkan". Ucap Linda mengelus kepalaku sambil tersenyum
"Hah.. kak Linda dengar". Ucapku
"Dengar dong, akukan ada disebelah mu....". Ucap Linda
Setelah itu kami lanjut berbincang diperjalanan, setelah berlangsung beberapa jam kami akhirnya sampai di depan gerbang kota, digerbang setiap orang harus diperiksa identitas,menggunakan papan kotak yang berbentuk seperti tablet, setiap orang diperiksa apakah pernah melakukan tindak kriminal,
Saat giliran kami, kak Linda keluar dan perkata
"Mereka bertiga datang bersamaku, tidak perlu diperiksa". Ucap Linda
"Nona Linda, Baiklah kalau itu keinginan anda". Ucap penjaga gerbang dengan nada sopan
Aku terkejut melihat itu, apa lagi saat penjaga gerbang memanggil kak Linda dengan sebutan Nona, bukankah berarti kak Linda itu bangsawan, kemudian kereta melewati gerbang kota, aku dan yang lainpun turun
"Wahh......". Ucap kami bertiga secara bersamaan
Kami melihat kota ini sangat ramai, dan ada berbagai ras di kota ini, ada ras elf, ras beastkin, ras dwarf, dan tentu saja ras manusia
"Ohya.., kota ini bernama apa kak Linda". Ucapku
"Oh...,kota ini bernama kota keren". Ucap Linda sambil tersenyum
"Oh.... kota keren....". Ucap ku
"Iya kota keren". Ucap Linda
"Kota keren...". Ucapku
"…......"
"…......"
"………."
"Apaaaaaa, kota keren" teriakku sangat kencang Karna kaget
"Berarti kak Linda adalah anak dari bangsawan kota ini dong". Ucapku dengan wajah terkejut
"Hhhh.... iya benar, kenapa kamu terkejut". Ucap Linda sambil tertawa
Tiba-tiba ada pukulan dari atas
"Aduh.....". Ucapku dengan memegang kepalaku Karna habis di pukul Linda
"Hah, menurutmu aku tidak cocok menjadi bangsawan". Ucap Linda habis memukul kepala akhsa dengan muka mengerikan
"Ha-ha-ha cocok kok ". Ucapku tertawa kaku takut Karna melihat wajah Linda
"Bagus kalau begitu". Ucap Linda
"Kalau begitu, kami pergi dulu". Ucap Nacht
"Iya... aku juga pergi dulu". Ucap Linda sambil naik kereta
Kamipun berpisah disana, kami pun pergi menuju Guild petualang, Karna kata kak Linda, untuk menjual kristal mana itu ke Guild petualang, kamipun mencari Guild petualang, setelah beberapa menit kami mencari, kami akhirnya menemukan tempat Guild petualang, saat kami masuk kedalam, didalam ada berbagai macam petualang, ada yang memiliki badan sangat besar dengan pedang yang sangat besar, ada juga dari ras beastkin, ras elf
"Ayo kita ketempat resepsionis". Ucap Nacht
Kamipun mengangguk tanda kami setuju, saat menuju tempat resepsionis aku mendengar pembicaraan mereka
"Kenapa ada bocah disini".Ucap petualang 1
"Apa sekarang Guild sedang memperkejakan bocah". Ucap petualang 2
Kami mengabaikan perkataan mereka dan lanjut ke tempat resepsionis
"Nama saya Amanda, Adek mau apa, mendaftar jadi petualang atau menjual material". Ucap amanda
Resepsionis itu adalah elf perempuan berambut pirang umurnya sekitar dua lima keatas
"Kami ingin menjual kristal dari monster yang kami bunuh". Ucap Nacht
Nacht pun menaruh kantong yang berisikan kristal mana ke atas meja resepsionis, total kristal ada 45, seharusnya da 46 tapi yang satu pecah akibat terkena tombak es milikku
"Sebentar biar aku cek". Ucap amanda
"Wah, kalian mengalahkan high wolf, dan High orc". Ucap amanda terkejut sambil teriak
Seketika, ruangan yang awalnya berisik sekarang jadi sunyi
"Hah, anak kecil seperti mereka mengalahkan high wolf dan High orc, katamu". Ucap petualang berbadan besar
"Bukan hanya high wolf dan High orc, mereka juga mengalahkan, goblin, orc, bahkan lizard". Ucap Amanda
"Lizard......". Ucap petualangan 3
"Jadi apakah bisa dijual". Ucap Nacht
"Te tentu saja bisa.....". Ucap Amanda
"Satu kristal goblin seharga 10 keping tembaga, satu kristal orc seharga 15 keping tembaga,satu kristal high wolf seharga 30 keping tembaga, satu kristal high orc 30 keping tembaga, satu kristal lizard 20 keping tembaga, jadi total semua 5 kristal goblin, 10 kristal High wolf, 14 kristal orc, 10 kristal lizard, 6 kristal high orc, Jadi total semuanya 940 tembaga". Ucap Amanda
"Apa bisa diubah menjadi perak". Ucap Nacht
"Kalau diubah menjadi perak berarti 9 perak 40 tembaga, apa begitu aja". Ucap Amanda
"Iya..... begitu aja". Ucap Nacht
Di dunia ini, mata uang dibagi menjadi 3 Emas, Perak, Tembaga
1Emas \=100 perak
1Perak\=100 tembaga
100 tembaga\=1 perak
"Kalau begitu ini uangnya.....". Ucap Amanda sambil memberikan uangnya
Nacht pun mengambil uangnya
__ADS_1
"Ne.... apa kalian tertarik menjadi petualang". Ucap Amanda
"Petualang.......". Ucap ku
"Ya petualang, kalian bisa mendapatkan uang kalau sudah menyelesaikan misi". Ucap Amanda
"Bagaimana caranya kami menjadi petualang". Ucapku
"Kalian tinggal mendaftar disini dengan harga 2 keping tembaga". Ucap Amanda
"Apakah petualang ada tingkatanya". Ucap lukas
"Petualang dibagi menjadi 6 tingkatan yaitu, dari kelas yang tertingi S, A, B, C, D, dan yang terendah E". Ucap amanda
"Kalau begitu, bagaimana cara naikin kelasnya". Ucap ku
"Kalau ingin naikin kelasnya, kalian akan diberi misi kusus oleh guil". Ucap amanda
"Kalau begitu aku ingin menjadi petualang". Ucapku
"Tidak kau masih terlalu kecil". Ucap Nacht
"Kak Amanda, kalau boleh tau berapa umur untuk menjadi petualang". Ucap Nacht
"Untuk menjadi petualang harus berumur 9 tahun ke atas". Ucap amanda
"Tuh..... dengar tidak, harus 9 tahun keatas, kau harus menunggu 2tahun lagi". Ucap Nacht
"Cihh, peraturan apa itu". Ucap ku
"Wah.... berarti Adek baru berusia 7 tahun dong". Ucap amanda
"Iya, dia baru berusia 7 tahun". Ucap Nacht
"Ohh.... kalau adek". Ucap amanda
"Kalau saya berusia 10 tahun, dan yang disana 8 tahun". Ucap Nacht memberitahu umurnya sambil menunjuk lukas
"Ohhhh..... begitu, jadi apa Adek mau jadi petualang". Ucap Amanda
"Kalau begitu aku ingin mendaftar". Ucap Nacht
Nacht pun membayar 2 keping tembaga, dan Nacht di beri formulir untuk diisi, setelah selesai disini, kami disuruh menunggu sebentar untuk membuat kartu petualang, setelah beberapa menit menunggu kartu petualang pun akhirnya sudah jadi, di situ tertulis Nama, Job, Ras, dan kelas petualang
"Ini kartunya, jadi kapan kamu akan mulai misinya". Ucap Amanda
"Terimakasih, mungkin besok aku akan mulai misinya". Ucap Nacht
Lalu kami pergi keluar, sebelum pergi kami dicegat oleh petualang bertubuh besar
"Hei.... bocah, kau pasti mencuri kristal itukan". Ucap petualang itu
"Hei Jack, bisa tidak kau jangan ganggu mereka". Ucap amanda
"Heh, lebih baik kau diam saja Amanda, aku disini sedang menegakkan keadilan". Ucap Jack
"Hah apa maksudmu....". Ucap amanda
"Mereka ini pasti mencuri kristal itu". Ucap Jack sambil menunjuk kami
"Kami tidak mencurinya..., kami memang membunuh monster". Ucap Nacht
"Hah, mana ada anak kecil seperti kalian mampu membunuh monster". Ucap Jack sambil menunjuk Akhsa
"Tapi emang kami yang membunuhnya". Ucapku
"Hah, mulai songongnih anak". Ucap Jack
"Aku tidak songong, emang itu kenyataannya". Ucapku
"Dasar bocah sialan, apa ibumu tidak pernah mengajarimu cara bicara sopan santun pada orang yang lebih tua". Ucap Jack sambil menunjuk Akhsa
Saat aku mendengar dia menghina ibuku, aku tanpa sadar mengeluarkan aura intimidasi, Seluruh ruangan menjadi dingin, dan Semua orang yang ada di ruangan itu sampai merinding ketakutan, Jack yang ada di depanku sampai terjatuh Karna takut, lalu aku membentuk pedang dengan sihir es ku, saat itu Nacht mencoba menghentikan ku
"Tahan akhsa jangan hilang kendali". Ucap Nacht
Tapi aku tidak mendengarkan perkataannya,
Lalu aku dengan cepat memotong tangan yang menunjuk ku tadi, Jack pun teriak kesakitan
"Aghhhh....aghhhh.....aghhh....AGHHH". Teriak Jack
Lalu aku menendang tubuhnya ke depan ,Jack pun terlempar ke depan, saat Jack masih terlempar aku menghentakkan kakiku ketanah dan menggunakan skill *Freezing* dan membekukan tubuh Jack yang masih di udara, aku berjalan mendekatinya dan menodongkan pedangku ke mulutnya dan berkata
"Jika kau berani menghina ibuku dengan mulut kotormu ini, lain kali akan kusobek dari mulut hingga ke perutmu, apa kau paham". Ucapku dengan penuh amarah sambil menodongkan pedangku ke mulut Jack
Petualang yang mendengar itu langsung merinding ketakutan, dan ada juga yang merasa mual
"Ba ba ba hikh.. baik". Ucap Jack sambil menangis ketakutan
"Bagus kalau begitu". Ucapku sambil menarik pedang dan menghilangkannya
"Kalau begitu, aku menunggu kalian berdua didepan pintu". Ucapku sambil melihat Nacht dan lukas
Aku pun keluar dari ruangan dan menunggu didepan pintu
(Akhsa Pov. End)
Di ruangan
"Apa-apaan bocah itu, auranya sangat menakutkan". Ucap petualang 1
"Kau.. Hah... benar...Hah...., aku bahkan, hah.... sampai susah bernapas Hah...". Ucap petualang 2 sambil bernapas
"Lain kali jangan main-main dengan bocah seperti itu, apa lagi saat dia berkata, meyobeh dari mulut sampai ke perut". Ucap petualang 4
"Itu membuat ku sangat merinding, bahkan aku hampir mual". Ucap petualang 3
"Maaf atas kelakuannya". Teriak Nacht
"Tidak, yang salah bukan dia tapi jack, Karna dia menghina ibunya". Ucap Amanda
"Betul.....". Ucap semua petualang
"Apa memang begitu sifat anak itu". Ucap amanda
"Tidak, dulu dia anak yang baik dan periang". Ucap lukas
"Lalu kenapa dia jadi seperti itu sekarang". Tanya Amanda Karna penasaran
"Itu....., beberapa hari yang lalu desa kami diserang oleh iblis". Ucap lukas
Suasana di ruangan pun menjadi tegang
"Di serang iblis.....". Ucap Amanda
"Saat iblis menyerang, dia melihat ibunya dibunuh tepat didepan matanya, sebab itulah dia menjadi seperti sekarang". Ucap Nacht
"Jadi begitu....., aku turut prihatin". Ucap amanda
"Karna itulah aku mengajaknya kekota untuk menghilangkan kesedihannya, tapi malah menjadi seperti ini". Ucap Nacht
"Maafkan kami, gara-gara Jack, dia mengingat kejadian yang mengerikan". Ucap Amanda sambil menundukkan kepalanya
"Tidak, bukan Kak Amanda yang salah". Ucap Nacht
"Kalau begitu kami pergi dulu". Ucap Nacht
Nacht dan lukas pun keluar menuju ketempat akhsa, setelah bertemu, mereka ngelanjutin ke toko baju dan ke toko senjata, setelah selesai berbelanja, mereka kembali ke Hutan Sihir, dan membagikan baju yang sudah mereka beli dan beberapa senjata.
Bersambung......
__ADS_1