Night Month

Night Month
Chapter: 52{LABIRIN OSLO}


__ADS_3

Chapter: 52


{Labirin Oslo}


Labirin Oslo.


Lantai 11.


Sambil menunggu instalasi sistem selesai, sekalarang kami sedang melawan Lima Monster Kelabang Raksasa.


Aku menyuruh Alonza untuk melawan Dua kelabang raksasa dan tiga sisanya adalah aku.


.


.


.


Terlihat Alonza yang sedang menggunakan 'Ground Bullet' untuk melawan kelabang raksasa itu.


Lingkaran sihir mengelilingi kelabang-kelabang itu, tapi saat batu-batu Alonza menembaki kelabang itu, kelabang raksasa itu tidak terluka tapi hanya tergores, dikarenakan sisik merrka yang sangat keras.


Lalu Alonza berlari kearah salah satu kelabang dan bersiap melancarkan serangan. Alonza menyalurkan energi sihir kedalam tombak miliknya dan menyerang kelabang raksasa yang ada didepannya.


Saat Alonza akan memotong Kelabang raksasa yang ada didepannya. Dari samping kelabang raksasa yang lain menyerang Alonza, Alonza yang melihat itu dengan cepat melompat keatas. Saat diatas Alonza menginjak bebatuan dan melesat kearah kelabang yang menyerangnya. Lalu Alonza menusukkan tombaknya kearah kelabang itu, kelabang itupun tertusuk dan keluar banyak darah. Kelabang itu kesakitan dan menimpa kelabang yang satunya lagi.


Alonza melihat adanya kesempatan, langsung menambah Energi ketombaknya dan menebas mereka berdua menjadi dua.


Disisi lain.


Terlihat Akhsa yang sedang ada diudara dan bersiap mengayunkan pedangnya untuk membelah kelabang yang ada dibawahnya.


Tapi saat Akhsa akan membelah kelabang itu, dua kelabang yang lain menghalangi serangan akhsa, dan pada akhirnya dua kelabang itulah yang terbelah menjadi dua.


Lalu kelabang yang akan aku serang awalnya menyemburkan semacam cairan dari mulutnya. Aku yang melihat itu, melompat untuk menghindari serangannya.


Lalu saat aku ada diudara, aku menggunakan Eyes of Destruction untuk menyerang kelabang itu. Kelabang itupun hancur berkeping-keping akibat terkena serangan Eyes of Destruction.


Setelah kami selesai mengalahkan Kelabang raksasa. Kami melanjutkan perjalanan menuju kelantai selanjutnya yaitu lantai dua belas.


.


.


.


Setelah lama berjalan.


Kami akhirnya sampai dilantai dua belas, dan disini kami disambut oleh Tiga Kalajengking Raksasa yang sudah melancarkan serangannya saat kami pertama kali masuk. Mereka menyerang kami dengan ekor berracunnya.


Tapi kami mampu menghindari serangan itu, lalu aku menyuruh Alonza untuk melawan satu kalajengking lainnya.


Aku melompat dengan cepat dan berhasil memotong ekor kalajengking yang satunya. Kalajengking yang ekornya aku potong kesakitan dan menyerangku menggunakan capinya. Aku menagkis setiap capit yang menyerangku menggunakan pedang. Lalu aku menambahkan 'Energi pada pedangku dan dengan cepat aku memotong kedua capit kalajengking itu.


Kalajengking itu merasa kesakitan dan mulai kehabisan darah. Tapi sebelum kehabisan darah, kalajengking itu menembakkan racun dari mulutnya. Dengan cepat aku melompat dan menghindari racun itu. Tapi dari belakang kalajengking yang lainnya bersiap untuk menyerangku dengan capitnya. Tapi aku menagkis sengatan itu dan melesat dengan cepat keatas punggung kalajengking itu dan bersiap melancarkan pukulan yang aku salurkan dengan energi sihir.


Saat pukulanku mengenai punggung kalajengking itu. Kalajengking Raksasa itu hancur berkeping-keping.


.


.


.


Disisi lain.


Terlihat Alonza yang sedang melawan kalajengking Raksasa.


Alonza dengan cepat melancarkan serangan dan memotong Semua kaki kalajengking raksasa itu, kalajengking yang kakinya dipotong menggeliat sambil kesakitan.


Lalu Alonza menjatuhkan batu yang sangat besar dan bersiap menjatuhkannya kearah kalajengking raksasa itu. Saat batu itu menimpat kalajengking itu, Kalajengking Raksasa itu hancur berkeping-keping.


Setelah kami mengalahkan kalajengking Raksasa itu. Kami melanjutkan perjalanan menuju kelantai selanjutnya yaitu lantai tiga belas.


.


.


Setelah berjalan cukup lama, kami akhirnya sampai dilantai tiga belas. Disini kami disambut oleh Dua Burung gagak yang sangat besar.


Aku menyuruh Alonza untuk tetap ditempatnya sambil memperhatikan pertarunganku.


Aku berjalan kearah Gagak itu dengan tenang. Lalu salah satu gagak yang melihatku, terbang dengan cepat kearahku. Tapi saat paruh gagak itu hampir mengenaliku, aku menggunakan Eyes of Destruction, dan dalam sekejap gagak raksasa itu hancur berkeping-keping.


Setelah itu, aku dengan cepat berada dibelakang gagak yang satunya lagi. Aku memotong kedua sayapnya, dan Gagak raksasa itu jatuh ketanah akibat sayapnya yang aku potong. Kemudian aku melesat dengan cepat kearah Gagak itu dan memotong kepalanya.


Setelah selesai mengalahkan Gagak Raksasa itu, disaat yang bersamaan Sistem yang aku Copy terinstal di jiwaku.


«Sistem: Lapor Sistem Selesai diinstal, memasangkan sistem pada jiwa individu Akhsa Month...........Pemasangan Selesai. Sekarang Anda bisa menggunakan sistem»


Sistem disini memiliki kegunaan yang sedikit berbeda dengan sistem dunia. Sistem ini aku modifikasi agar dapat membuatkanku Skill-skill yang berguna dan membantuku dalam melakukan berbagai hal lainnya.


Setelah sistem terinstal aku menyuruh Sistem untuk membuat penyimpanan yang terhubung dengan 'Blood Inventori' milikku.


“Sistem, buatkan aku penyimpanan yang terhubung dengan 'Blood Inventori' milikku dulu”.


«Sistem:'Menganalisa Blood Inventori yang pernah dimiliki Individu Akhsa. Menganalisa dimulai.................................................................................................Menganalisa Selesai.


Saya telah membuat Skill yang terhubung dengan Blood Inventori milik individu Akhsa dan memperluas ruangannya yang bernama Dimension Saver.


Kegunaan Skill ini Mampu menyimpan barang apapun selagi benda itu benda mati. Dimension Saver Memiliki ruang yang tidak terbatas. Apa anda ingin memasukkannya dalam daftar skill Anda........[Yes/No]»


“Tentu saja, Yes”.


«Sistem:Lapor Skill Dimension Saver telah dimasukkan dalam Daftar Skill Anda. Sekarang ada bisa menggunakannya»


Setelah itu, aku mencoba menggunakan Dimension Saver.


"Dimension Saver!". Ucap Akhsa sambil mengarahkan tangannya kedepan.


Lalu muncul sebuah lubang yang didalamnya terdapat semua emasku....ehem maksud Barangku.


Setelah itu, aku menyuruh Sistem untuk menganalisa Sihir yang merubahku Menjadi perempuan Dan mencari cara agar aku bisa kembali menjadi laki-laki.


“Sistem, Cari tahu caranya agar aku bisa kembali menjadi laki-laki”.


«Sistem:Menganalisa Sisa-sisa Sihir yang membuat individu Akhsa keluar dari sistem dunia dan membuatnya menjadi perempuan dimulai..................................................Gagal Memulai analisa ulang. dimulai....................


Analisa selesai. Lapor: sihir yang membuat individu Akhsa keluar dari sistem dan membuat Anda menjadi perempuan adalah Sihir milik dewa tertinggi yang membuat sistem dunia»

__ADS_1


Aku yang mendengar itu kaget, Karna Dewa Naga bukanlah dewa tertinggi melainkan dewa tingkat menengah. Yang itu artinya, pembuat sistem dunia bukanlah dewa naga melainkan dewa tertinggi yang disebutkan oleh Sistem.


Kenapa aku tahu soal dewa naga bukanlah dewa tertinggi Karna aku pernah menggunakan Skill World Knowledge yang aku salin dari Alonza.


Skill ini Mampu membuat sipengguna mengetahui soal dunia.


Lalu aku bertanya dengan sistem apakah aku bisa berubah menjadi laki-laki.


“Sistem, apa aku bisa kembali menjadi laki-laki”.


«Sistem: Lapor: Anda dapat menjadi laki-laki kembali kalau energi Anda bertambah. Sebab untuk menghilangkan sihir yang dibuat oleh dewa, Anda memerlukan energi yang sangat besar»


Saat aku mendengar itu, aku menjadi bingung Karna energi Sihirku saat ini bisa dibilang sangat banyak, tapi kenapa sistem bilang kalau energi Sihirku masih kurang?.


Yah, terserahlah sekarang aku tinggal mencari sumber energi yang sangat banyak dan membuatku menjadi laki-laki lagi. Tunggu? Menambahkan Energi Sihir? Bukannya kalau aku berevolusi menjadi 'True Vampire Ancestor' kekuatanku akan bertambah berkali-kali lipat.


Baiklah, sekarang aku akan mengalahkan semua monster yang ada disini dan menuju kelantai seratus untuk mengalahkan Yamato no orochi.


Tapi sebelum itu.


“Sistem, buatkan aku skill yang berguna saat pertarungan nanti”.


«Sistem:Lapor:Sistem telah menganalisa beberapa skill yang Anda miliki dulu. Dan sistem telah berhasil membuat 4 Skill. Sistem akan menyebutkan Skill-skill itu beserta kegunaannya.


'Control Laws:Memungkinkan pengguna dapat menggunakan Semua Element Alam.


'Opration Parallel:Memungkinkan sipengguna menganalisa objek apapun, dari benda hidup sampai benda mati sekaligus.


'All Creation:Memungkinkan pengguna untuk membuat benda yang dia inginkan.


'Barrier Multi:Skill ini akan menciptakan penghalang yang terus aktif disekita pengguna.


Apa anda ingin memasukkannya kedalam daftar skill Anda............[Yes/No]»


“Yes”.


«Sistem:Lapor Skill Control Laws, Opration Parallel, All Creation, dan 'Barrier Multi akan dimasukkan kedalam Daftar Skill Anda............selesai. Sekarang Anda dapat menggunakan Skill-skill itu»


Yah, aku cukup kaget sistem bisa dengan cepat menganalisis dan membuat Skill-skill ini. Padahal sistem yang aku Copy sedikit lebih lemah dari Sistem Dunia."Apa mungkin sistem dunia lebih canggih dari pada ini". Gumam Akhsa dalam hati.


«Sistem:Lapor: Sistem Anda memiliki kecerdasan yang sama dengan Sistem Dunia Dikarenakan Anda memiliki pengetahuan soal dunia ini»


Saat aku mendengar perkataan sistem itu, aku jadi tahu kalau sistem itu suka membaca pikiranku.


“Woy, kenapa kau membaca pikiranku!!!”


Yah, meski begitu, hebat juga kalau sistem yang aku salin memiliki kecerdasan yang sama dengan Sistem Dunia.


Kalau begitu, saatnya kita kelantai selanjutnya. Lantai empat belas.


"Ayo Alo!". Ucap Akhsa sambil melihat Alonza yang sedang memperhatikan tubuh gagak yang sudah mati.


"Baik!". Jawab Alonza sambil berlari kearah akhsa.


Kami melanjutkan perjalanan menuju kelantai empat belas.


Setelah lama berjalan akhirnya kami sampai dilantai empat belas. Disini kami disambut oleh Satu tikus yang memenuhi ruangan.


Ya, memenuhi ruangan, tikus itu tidak bisa bergerak sama sekali. Aku menggunakan Element Ice untuk membekukan Tikus itu. Setelah tikus itu membeku aku memukulnya seminimal mungkin agar tidak berpengaruh pada ruangannya. Saat aku memukul tikus raksasa itu, tikus raksasa itu hancur berkeping-keping dan baunya sangat busuk.


Aku menutup hidungku karna baunya itu, lalu saat aku melihat Alonza, Alonza terlihat kesakitan karna memiliki penciuman yang sangat tajam.


Saat Diperjalanan, aku membuat masakan yang memiliki aroma yang harum. Supaya bau busuk yang masuk kedalam hidung Alonza menghilang.


"Bagaimana, apa baunya sudah mulai hilang?". Tanya Akhsa sambil melihat Alonza.


"Baunya memang hilang, tapi saat aku melihat daging ini, aku jadi membayangkan tubuh tikus yang menjijikkan tadi...oehkkk!". Ucap Alonza sambil menahan muntahan.


Aku yang melihat itu juga menjadi mengingat tubuh tikus yang hancur dan menjijikkan itu. Dan pada akhirnya kami (MuBer)/Muntah Bersama.


Setelah beberapa saat kami (MuBer).


Kami melanjutkan perjalanan menuju kelantai lima belas.


Saat kami dalam perjalanan menuju kelantai lima belas, terdapat berbagai macam jenis jebakan yang ada disana. Tapi kami mampu melewatinya dengan mudah.


Setelah beberapa saat kami berjalan, kami sampai dilantai lima belas. Disini kami disambut oleh Dua Serigala Yang Sangat Besar. Mereka berdua memenuhi setengah dari ruangan ini.


Saat kami sedang memperhatikan, tiba-tiba salah satu Serigala itu berlari dan akan menyerang kami. Aku yang melihat itu, ikut berlari kearahnya dan memotong kedua kaki kirinya. Serigala itu kehilangan keseimbangan dan jatuh, aku yang melihat ada kesempatan, dengan cepat memotong kepala dan tubuh Serigala itu.


Disisi lain.


Terlihat Alonza yang sedang melawan Serigala raksasa yang satunya.


Alonza berlari kearah Serigala itu, dan serigala itu menyerang Alonza dengan giginya yang tajam. Tapi Alonza berhasil menghindarinya dengan cara melompat.


Saat Alonza melompat, Alonza melemparkan Tombak Yang Dia buat dari tanah dan menancapkannya dimata Serigala raksasa itu. Serigala raksasa itu kesakitan Karna matanya ditusuk.


Lalu Alonza melompat diantara dinding-dinding, saat Alonza ada diatas Serigala itu. Alonza melesat dengan cepat dan memotong kepala Serigala raksasa itu dengan tombak. Dan kepala Serigala raksasa itupun terpotong.


.


.


.


Setelah kami mengalahkan Serigala Raksasa. Kami menuju kelantai selanjutnya yaitu lantai enam belas.


Setelah beberapa saat berjalan.


Kami akhirnya sampai dilantai enam belas, disini kami disambut oleh monster tanaman yang sangat besar, dan memiliki gigi yang sangat tajam.


Tanaman itu menyerang dan hampir memakan kami. Tapi aku mengangkat Alonza sambil menghindari serangan itu.


Aku menggendong Alonza sambil melompat-lompat diantara dinding. Kemudian aku menggunakan Elemen Api untuk membakar Tanama itu. Dan tanaman itu terbakar sampai taktersisa.


Setelah selesai mengalahkan tanaman raksasa itu. Kami menuju kelantai selanjutnya yaitu lantai tujuh belas.


.


.


.


Dilantai tujuh belas kami disambut oleh satu Serigala Api Yang Sangat Besar.


Serigala itu menyemburkan Api dari mulutnya kearah kami. Tapi Api itu tidak mengenai kami Karna Skill Barrier Multi yang melindungiku secara otomatis.


Lalu aku mengeluarkan Es dari tanganku dan berhadapan dengan semburan api milik Serigala Api itu.

__ADS_1


Disini kekuatanku yang lebih besar dari pada kekuatan Serigala Api itu. Dan serigala Api itu membeku akibat Es mimikku.


Lalu aku menggunakan Element Tanah dan menembakkan batu yang sangat besar kearah Serigala Api Yang Membeku itu. Serigala Api yang membeku itupun hancur berkeping-keping akibat batu yang menghantamnya.


Setelah kami mengalahkan Serigala Api raksasa itu. Kami menuju kelantai delapan belas.


.


.


.


Saat diperjalanan kami menghadapi bermacam-macam jebakan yang ada, dan itu membuatku aneh Karna saat kami pertama kali masuk dari lantai Satu sampai lantai Sepuluh tidak ada jebakan. Tunggu, saat dilantai sepuluh ada jebakan yaitu mengeluarkan ku dari sistem dunia dan merubahku Menjadi perempuan.


Setelah berjalan beberapa saat.


Kami akhirnya sampai dilantai delapan belas. Disini kami berhadapan dengan Griffin elang yang memiliki tubuh singa.


Aku menyuruh Alonza untuk melawan Griffin itu.


"Alonza, kamu lawan Griffin itu". Ucap Akhsa sambil menunjuk kearah Griffin.


"Baik!". Jawab Alonza dengan tenang.


.


.


.


Terlihat Alonza yang sedang melompat diantara dinding-dinding yang dibelakang ada Griffin yang mengejarnya. Alonza menambah kecepatan melompatnya sampai tidak bisa dikejar oleh Griffin.


Lalu dengan cepat dari belakang, Alonza memotong kedua sayap Griffin itu. Griffin itu terjatuh ketanah akibat Alonza yang memotong sayapnya.


Lalu Griffin itu mencoba berdiri, tapi sebelum Griffin itu berdiri, Alonza menusuk perut Griffin itu dengan tombaknya. Griffin yang perutnya ditusukpun merasa kesakitan.


Lalu Alonza mencabut tombaknya dan memotong kepala Griffin yang sedang kesakitan itu. Dan Griffin itupun mati akibat Alonza yang memotong kepalanya.


Setelah Alonza selesai mengalahkan Griffin itu, aku memasukan Tubuh Griffin kedalam Dimension Saver untuk kujadikan pakaian dan sebagainya.


Setelah Itu, kami menuju kelantai sembilan belas.


.


.


.


Dilantai sembilan belas, kami disambut oleh Cerberus, Serigala Berkepala Tiga.


Seperti biasa aku menyuruh Alonza untuk berlindung dibelakang dan aku yang akan melawan Cerberus ini.


Aku berjalan kearah Cerberus itu, dan Cerberus itu menghilang dan susah ada diatasku. Tapi dengan cepat aku menggunakan Eyes of Destruction untuk menghancurkan Tubuh Cerberus itu.


Tapi tubuh Cerberus itu mulai beregenerasi dan tubuh Cerberus yang hancur menjadi seperti semula.


Aku yang melihat itu dengan cepat memotong kepala salah satu Cerberus itu. Tapi saat aku berhasil memotong salah satu kepala Cerberus itu, kepalanya mulai menyambung lagi dengan leher Cerberus.


Setelah itu aku meminta bantuan kesistem untuk membuatkanku Skill yang mampu mengalahkan Cerberus. sambil menghindari serangan Cerberus.


“Sistem, Buatkan Aku Skill yang bisa membunuh Cerberus itu dengan cepat”. Ucap Akhsa sambil menghindari serangan Cerberus.


«Sistem:Lapor:Skill yang Anda minta sudah sistem buat dari hasil menganalisa skill Anda yang dulu. Sistem berhasil membuat Skill yang bernama Soul Eater. Skill ini mampu memakan Jiwa musuh dan menjadikannya kekuatan Anda. Apa anda akan memasukkannya kedalam daftar skill Anda.........[Yes/No]»


“Yes”


«Sistem:Lapor:Skill Soul Eater telah dimasukkan kedalam Daftar Skill Anda. Sekarang Anda bisa menggunakannya»


Setelah itu, aku menggunakan Skill'Soul Eater' untuk memakan Jiwa milik Cerberus.


Saat jiwanya aku makan, kekuatanku bertambah lumayan banyak. Dan Cerberus yang jiwanya aku makan tergeletak dan mati.


Setelah aku mengalahkan Cerberus, aku memasukkan tubuhnya kedalam Dimension Saver milikku, supaya bulunya bisa kubuat menjadi syal dan lainnya.


"Baiklah, Seperti kita akan beristirahat dilantai dua puluh Alo!". Ucap Akhsa sambil melihat Alonza.


"Apa dilantai dua puluh tidak ada Monster?". Tanya Alonza sambil melihat akhsa.


"Kemungkian sih begitu, karna saat kita dilantai sepuluh. Disana tidak ada Monster melainkan Ada banyak emas". Ucap Akhsa sambil bersemangat.


"Oh, benar juga!?". Ucap Alonza sambil berpikir.


"Baiklah, kita akan kelantai ema-, kelantai dua puluh". Ucap Akhsa sambil menggendong Alonza.


"Ayo-ayo!". Ucap Alonza sambil bersemangat.


Setelah beberapa saat berjalan.


Kami akhirnya sampai dilantai dua puluh, dan dilantai dua puluh tidak ada emas, melainkan ruangan yang sangat besar, yang didalamnya ada Fenrir yang sangat besar.


Aku yang melihat itu hanya berkata.


"Sial, emasku tidak ada disini". Ucap Akhsa Dengan lemasnya.


"Kau menghalangi hama". Ucap Akhsa sambil menunjuk Fenrir dengan Jarinya dan berkata"Soul Eater". Ucap Akhsa sambil melihat Fenrir.


Lalu Fenrir itu mati tanpa bergerak sedikitpun dan kekuatan Akhsa bertambah.


Setelah mengalahkan Fenrir, kami memutuskan untuk beristirahat dilantai dua belas.


.


.


.


Terlihat kalau Alonza sedang tidur di pangkuan Akhsa.


Setelah aku melawan semua monster dari lantai satu sampai lantai dua puluh, aku jadi memahami kalau mereka sangat lemah. Dan aku memutuskan untuk menemukan cara supaya lebih cepat untuk sampai kelantai seratus yang ada di paling bawah labirin ini.


Tunggu? Paling bawah labirin?


"Kalau seandainya aku menghancurkan lantai yang kuinjaki ini Dengan sekuat tenaga apa yang tejadi ya". Gumam Akhsa dalam hati.


Kemungkinan besar aku akan menghancurkan labirin ini dan sampai kelantai Terbawah, yaitu lantai seratus.


Tapi untuk sekarang aku akan beristirahat dulu disini sambil menemani Alonza.


Bersambung..............

__ADS_1


__ADS_2