Night Month

Night Month
Chapter: 55 {EVOLUSI}


__ADS_3

Chapter: 55 {Evolusi}


Benua Andlan.


Diatas langit.


Terlihat Akhsa, Alonza dan Ao sedang terbang diatas benua Andlan.


Saat ini aku sedang duduk dipunggung Ao bersama dengan Alonza.


Dan sekarang aku tinggal menunggu Neli memanggilku. Sambil menunggu aku menyuruh Ao untuk terbang keBenua manusia.


"Ao, Kita pergi keBenua manusia sekarang". Ucap Akhsa sambil memerintah Ao.


Lalu Ao dengan cepat terbang.


"Tapi, benua manusia itu dimana Master?". Tanya Ao karna tidak tahu.


"Eh, apa kamu tidak tahu dimana benua manusia?". Tanya Akhsa.


"Tidak!". Jawab Ao.


"Tunggu, apa ingatanmu belum kembali?". Tanya Akhsa.


"Sudah, Master". Jawab Ao.


"Kalau ingatanmu sudah kembali, seharusnya kamu tahu jalan menuju keBenua Manusia kan!". Ucap Akhsa.


"Oh, benar juga". Ucap Ao Sambil terbang kearah benua manusia dan menambahkan kecepatannya.


.


.


.


Saat kami sedang menuju keBenua Manusia, aku dipanggil oleh Neli dan sekarang aku berada di dimensi yang dia buat. Serba hitam.


Dan sebelum aku dipanggil oleh Neli, aku memberi tahu Alonza dan Ao untuk tenang ketika aku tiba-tiba menghilang.


Lalu dari depan muncul Neli dan berjalan kearah ku.


"Bagaimana, apa kau sudah siap untuk tahap terakhir evolusi mu?". Ucap Neli melihat kearah akhsa.


"Aku sih sudah siap, tapi bukannya aku harus level 5,000 dulu". Ucap Akhsa sambil melihat Krul.


"Tidak masalah, sebenarnya aku menyuruh mu berlevel 5,000 itu supaya 'energi Mana' dalam dirimu naik, dan supaya bisa menampung kekuatan yang akan kamu terima sekarang". Ucap Krul.


"Jadi begitu!". Ucap Akhsa.


"Dan juga, sepertinya kamu telah terlepas dari kutukan yang menimpa Klan Mu". Ucap Krul.


"Benar, bagaimana kamu bisa tahu". Ucap Akhsa.


"Tentu saja, aku juga tahu kalau semua klan Month yang tersisa juga sudah terlepas dari kutukan itu". Ucap Krul.


"Eh, semua klan Month yang tersisa sudah terlepas? Siapa yang melakukannya?". Tanya Akhsa sambil melihat Krul.


"Oh, sepertinya kamu belum tahu. Biar aku beri tahu kamu siapa yang melenyapkan kutukan itu". Ucap Krul.


"Siapa?". Tanya Akhsa karna penasaran.


"Yang melenyapkan nya adalah, leluhur Month yang bernama Lunatte Month". Ucap Krul.


"Leluhur Month yang melenyapkan nya, lalu dimana dia sekarang?". Tanya Akhsa.


"Dia sudah.......mati!". Ucap Krul.


"Eh, Mati? Kenapa?". Tanya Akhsa.


"Yah, dia mengorbankan nyawanya untuk membuat sihir yang dapat melepaskan kutukan itu". Jawab Krul.


"Dia....mengorbankan nyawanya. Kenapa dia sampai seperti itu?". Tanya Akhsa.


"Apa menurutmu dia hanya akan dia saja kalau keturunannya terkena kutukan. Terlebih lagi kalian sedang berperang melawan iblis yang jumlahnya jutaan itu". Ucap Krul.


"Hmm, benar juga, kalau aku jadi dia, aku mungkin akan melakukan hal yang sama...


"Sayang sekali aku belum bisa bertemu dengan dia....


"Leluhur Ras Month, seperti apa dia itu?". Tanya Akhsa sambil melihat Krul.


"Hem, kalau kau tanya dia seperti apa. Dia itu perempuan yang bar-bar, suka mencari masalah, dia juga suka dengan uang tapi diwaktu tertentu dia sangatlah baik dan dapat diandalkan". Ucap Krul sambil mengigat masa lalu.


"Sepertinya kamu sangat kenal dengannya". Ucap Akhsa sambil melihat Krul.


"Dan sepertinya aku suka dengan uang Karna turun temurun". Gumam Akhsa dalam hati.


"Yah, itu karna dulu saat kami masih bermusuhan, kami sering bertemu dan bertarung mati-matian. Yah masa lalu yang sangat menyenangkan". Ucap Krul sambil mengingat masa lalu.

__ADS_1


"Hah? Kau sebut itu menyenangkan? Sepertinya seru, andai aku hidup pada masa itu!". Ucap Akhsa dengan muka kesal Karna tidak hidup saat masih adanya perang.


"Tunggu, sebentar lagi akan ada perangkan, aku akan menikmati sepenuh hati tentang itu". Gumam Akhsa dalam hati.


"Oh, benar juga. Setelah kamu terlepas dari kutukan itu, kekuatanmu bisa dibilang berada dilevel 10,000 bukan, aku tidak menyangka akan meningkat setinggi itu". Ucap Krul.


"Sepertinya kamu bisa merasakannya ya!". Ucap Akhsa.


"Yah, kesampingkan soal itu. Lebih baik kita mulai syarat terakhir agar kamu dapat berevolusi". Ucap Krul sambil mengeluarkan gelas entah darimana.


Aku yang melihat itu hanya terdiam dan melihat apa yang akan Neli lakukan selanjutnya.


Lalu Neli menggores lengannya dan keluar darah dari goresan itu. Setelah itu Neli memasukkan darahnya kegelas yang dia pegang.


"Sekarang minumlah darah ini". Ucap Krul sambil menodongkan gelas yang berisikan darah miliknya.


Aku mengambil gelas itu dan tanpa ragu meminumnya.


Gleg...gleg...gelg...


Setelah selesai meminumnya, keluar kelelawar yang sangat banyak yang mengelilingi Akhsa sampai membentuk bola. Dan dari dalam tubuh Akhsa mulai bersinar berwarna merah darah.


Lalu ribuan kelelawar itu mulai masuk kedalam tubuh Akhsa, dan tubuh Akhsa mulai dibentuk ulang.


.


.


.


Beberapa saat kemudian.


Terlihat ribuan kelelawar yang sudah masuk kedalam tubuh Akhsa.


Saat aku membuka mataku. Aku merasa kekuatanku menjadi sangat banyak dan tubuhku semakin ringan.


"Oh, sepertinya kekuatanmu bertambah 50,000,000. Itu sama seperti kamu naik 5,000 level. Cukup mengejutkan bukan, tapi saat Stefan dan Edward yang berevolusi. Mereka berdua mendapatkan kekuatan sebesar 70,000,000. Tapi kamu hanya mendapatkan segitu". Krul dengan sedikit kecewa.


"Tapi yah, kalau dibandingkan keseluruhan kekuatan kalian, kekuatan mereka saat ini ada dibawah mu". Ucap Krul.


"Jadi begitu". Ucap Akhsa sambil berpikir.


"Tapi, kekuatanku yang asli sedang kusegel sekarang, jadi artinya kekuatanku jauh di atas mereka dong". Ucap Akhsa dalam hati.


Lalu saat aku sedang memikirkan sesuatu, tiba-tiba terlintas dipikiranku tentang bagaimana cara berevolusi menjadi Dewa.


"Hei Neli, apa aku boleh menanyakan sesuatu". Ucap Akhsa.


"Apa benar, di dunia ini ada seseorang yang dapat berevolusi menjadi Dewa?". Tanya Akhsa.


"Hem, memang benar, tapi mereka yang ingin berevolusi menjadi Dewa harus memenuhi semua syarat yang ada". Ucap Krul sambil menjelaskan.


"Oho, jadi apa aja persyaratannya?". Tanya Akhsa.


"He~he~, kalau itu kamu harus mencari jawabannya sendiri. Kami tidak diizinkan untuk memberi tahu mereka yang ini menjadi Dewa". Jawab Krul.


"Kami? Apa Neli diperintahkan oleh seseorang?". Ucap Akhsa.


"Agh, lebih baik kamu cepat pergi dari sini". Ucap Krul sambil mengembalikan Akhsa ketempat awalnya.


"Tung-"


Lalu Akhsa kembali kepunggung Ao yang sedang terbang kearah benua manusia.


"Agh, kenapa tiba-tiba dia melempar ku sih". Gumam Akhsa dalam hati.


Saat aku sedang memikirkan apa yang dikatakan Neli tadi, tiba wisdom berbicara.


•King Of Wisdom•


«Lapor: Wisdom telah berevolusi menjadi King Of Wisdom. Sekarang saya bisa menjawab semua pertanyaan anda»


Oh, padahal baru beberapa saat yang lalu dia berevolusi. Tapi sekarang dia sudah berevolusi lagi. Kalau begitu.


“Namamu kepanjangan, untuk sekarang aku akan memanggilmu Wiski. Ehem jadi Wiski apa yang aku dapatkan saat berevolusi?”


•WISKI•


«Lapor: kekuatan Anda bertambah sebesar 50,000,000. Lalu Ras Anda berubah menjadi 'Suprem Vampire'. Anda juga mendapatkan Skill Blood Creation dan keabadian»


Saat aku mendengar kata keabadian, aku agak kaget mendengar itu.


“Keabadian? Bisa kau jelaskan maksud dari keabadian itu?”


•WISKI•


«Lapor: maksud dari keabadian disini adalah. Selama Jiwa Anda masih utuh, anda dapat hidup kembali kapan saja»


“oh, beneran?!!! Hebat!!!”

__ADS_1


Saat aku sedang mengagumi kehebatanku, aku mulai ingat akan sesuatu.


“WISKI, Apa kamu tahu syarat untuk bisa menjadi Dewa?”


•WISKI•


«Lapor: Syarat untuk menjadi Dewa adalah. Kekuatan Anda harus melampaui Sistem, kedua Anda harus mengalahkan Satu dewa, mau itu dewa tingkat rendah, menengah, tingkat atas atau tertinggi sekalipun, ketiga Anda harus mengingat semua ingatan dari kehidupan Anda yang sebelumnya»


“Ho, beneran apa aku harus mengalahkan dewa terlebih dahulu?”


•WISKI•


«Benar»


“Tidak usah dijawab”


“Jadi dari ketiga Syarat itu, apa yang belum aku selesaikan”.


•WISKI•


«Lapor: Anda hanya perlu mengigat kembali kehidupan Anda yang sebelumnya, dan untuk syarat yang lainnya Anda sudah memenuhi semuanya»


Aku kaget mendengar perkataan Wiski, karna setahuku aku masih mengingat kehidupanku yang sebelumnya, dan aku belum pernah mengalahkan dewa sebelumnya. Jangankan mengalahkan dewa aku bahkan belum pernah melawan mereka sekalipun.


“Wiski, apa maksudnya itu. Aku bahkan belum pernah melawan dewa sekalipun dan aku juga masih mengingat semua ingatanku yang sebelumnya”


•WISKI•


«Lapor: Menurut analisa saya, jiwa Anda pernah mengalahkan dewa pada kehidupan Anda yang sebelumnya. Dan saat saya menganalisa ingatan Anda. Ada ingatan yang tersegel didalam diri anda»


Hah, aku pernah mengalahkan dewa? Ingatan yang tersegel? Apa maksudnya semua ini. Kalau ada ingatanku yang tersegel itu artinya aku pernah hidup sebelum aku menjadi seseorang yang bernama Akhsana Sabil dong. Aku bingung sendiri sambil memikirkan berbagai hal. Lalu aku bertanya kepada Wiski.


“Wiski, apa kau bisa membuka ingatanku yang disegel itu”


•WISKI•


«Lapor: Untuk membuka segel ini, Anda harus menunggu waktu yang sangat lama Karna segel ini dibuat oleh Dewa tertinggi»


Hah? Dewa tertinggi? Apa kau bercanda? Kenapa semua hal di dunia ini semakin rumit sih.


Lalu aku mulai menarik nafas dalam-dalam agar dapat menenagkan diriku.


“Untuk sekarang cobalah buka segel itu dan..................................hah~, lupakan. kamu tetap fokus untuk membuka segel itu saja”


•WISKI•


«Lapor: menganalisa segel dan membukanya akan dimulai»


Hah~padahal aku baru mengungkap beberapa rahasia di dunia ini tapi sekarang aku bahkan harus mengungkap rahasia didalam diriku ini.


.


.


.


"Ao, Sekarang kira sudah sampai mana?". Tanya Akhsa.


"Saat ini, kita sudah sampai DiBenua Beastkin Master". Jawab Ao


"Ho, cepat juga kamu terbangnya". Ucap Akhsa sambil memuji Ao.


Saat aku sedang memuji Ao, aku melihat Alonza yang seperti sedang gelisah. Aku sebagai orang tua yang baik pun menanyakan kenapa Alonza gelisah.


"Kamu kenapa Alo?". Tanya Akhsa.


"Aku hanya takut kalau seandainya aku sampai DiBenua manusia, mereka akan menghinaku". Ucap Alonza dengan gelisah.


"Haha, kamu kan sudah kuat, tinggal bunuh saja mereka yang menghinamu, bereskan!". Ucap Akhsa dengan bangganya.


"Apa aku boleh membunuh manusia?". Tanya Alonza.


"Ha, tentu saja boleh. Kata siapa kamu tidak boleh membunuh manusia, tapi kamu harus membunuh mereka yang sepantasnya kamu bunuh, jangan asal membunuhnya tanpa sebab, oke!?". Ucap Akhsa sambil menjelaskannya keAlonza.


"Okeee, aku akan mengingat itu semua". Ucap Alonza dengan tegas.


Aku yang melihat Alonza seperti itu mulai mengelus kepalanya. Lalu tiba-tiba Ao berkata.


"Master, sepertinya Anda jangan mengajari Nona muda hal-hal yang sering Anda lakukan. Itu bisa mengotori pikiran nona yang masih terbilang suci". Ucap Ao Sambil memperingati Akhsa.


"Fufufu, apa menurutmu ajaran yang kuberikan kepada Alo salah gitu". Ucap Akhsa sambil mengeluarkan sedikit aura intimidasi.


"Hohoho, ajaran anda sangat bermanfaat bagi nona muda Master, jadi Master tenang saja". Ucap Ao.


"Kalau begitu, percepat terbangun. Jangan buang-buang waktu". Ucap Akhsa sambil memerintah Ao.


"Baik Master". Ucap Ao Sambil mempercepat terbangnya.


Kamipun menuju keBenua Manusia dengan kecepatan penuh.

__ADS_1


Bersambung.................


__ADS_2