
{Melihat Keadaan Kota}
Tok...tok..tok.... (suara palu)
"Angkat kayu itu kesini". Teriak orang memakai perlengkapan membangun
"Suap pak....". Jawab pekerja bangunan
Beberapa Minggu setelah penyerangan iblis, Sebagian kota hancur akibat pertempuran melawan iblis, dan sekarang kota sedang dibangun ulang
Disisi lain
Kediaman penguasa kota, diruangan penguasa kota
"Apa pembangunannya sudah dimulai?". Tanya penguasa kota
"Sudah tuan, Bangunan yang hancur akibat serangan para iblis sudah mulai dibangun". Jawab kepala pelayan
"Kalau begitu syukurlah. Hah....., kenapa banyak dokumen-dokumen yang menumpuk". Ucap penguasa kota
Tok...tok..tok.. (suara ketukan pintu)
"Masuk......". Ucap penguasa kota
Lalu pintu terbuka dan muncul seorang anak perempuan
"Ada apa Linda?" . Tanya penguasa kota
"Aku ingin melihat-lihat keadaan kota, bolehkan". Ucap Linda
"Boleh tapi kamu harus membawa pengawal". Ucap penguasa kota
"Tidak perlu aku akan pergi bersama temanku, sampai jumpa". Ucap Linda sambil berlari meninggalkan ruangan
"Hati-hati jangan berlari diruangan". Teriak penguasa kota
"Baik.....". Teriak Linda
"Hadeh....., anak zaman sekarang". Ucap penguasa kota
"Tunggu dia bilang bersama teman?". Tanya penguasa kota
"Benar tuan, nona pergi bersama seorang anak laki-laki". Jawab kepala pelayan
"Apa......, anak laki-laki katamu". Teriak penguasa kota
"Benar tuan..., nona sudah sering bertemu dengannya". Ucap kepala pelayan
"Cepat cari informasi tentang anak itu, sekarang juga". Teriak penguasa kota
"Baik tuan". Ucap kepala pelayan
Didekat air mancur
Linda menemui seorang anak laki-laki, dia adalah Nacht
"Hai Nacht, apa aku membuatmu menunggu". Ucap Linda
"Tenang, kau tidak membuatku menunggu". Ucap Nacht
"Kalau begitu, ayo kita keliling kota". Ucap Linda
"Iya...,". Jawab Nacht
Mereka pun mengelilingi kota sambil melihat keadaan
Di sisi lain
Villa
(Akhsa Pov.)
Sekarang aku sedang berada divilla, sekarang aku sedang duduk di teras Villa
Saat aku sedang santainya duduk aku mendengar teriakan dari dalam
__ADS_1
"Aku ingin pergi kekota...". Teriak Elice
"Tidak boleh, kamu masih dalam masa pemulihan". Ucap Yuna
"Tapi aku bosan dikamar terus". Ucap Elice sambil berjalan keluar
"Apa kamu tidak mempedulikan kesehatanmu". Ucap Yuna sambil mengikuti Elice
Lalu Elice melihat ke arahku
"Aku akan baik baik saja, Akhsa akan menjagaku". Ucap Elice sambil memeluk Akhsa
"Hah....., apa yang kau katakan". Ucap Akhsa
"Baiklah Akhsa, kau akan menjaga Elice". Ucap Yuna
"Tapi kak Yuna-". Ucap Akhsa dipotong Elice
"Baik..., ayo Akhsa kita kekota". Ucap Elice sambil menarik tangan Akhsa
"Hah....., baiklah-baiklah". Ucap Akhsa
Kami pun pergi kekota
Kota
"Jalan-jalan di kota, jalan-jalan di kota". Ucap Elice sambil bersenandung
"Hei Elice tunggu aku". Ucap Akhsa
"Baik-baik, aku mengerti". Ucap Elice
Lalu kami melanjutkan melihat-lihat kota yang hampir hancur, saat di perjalanan Elice tiba-tiba berhenti
"Hei Akhsa lihat kesana". Ucap Elice sambil menunjuk sebuah toko
Aku pun melihat ke arah yang ditunjuk oleh Elice dan melihat kak Nacht dan kak Linda sedang melihat-lihat bangunan
"Bukankah itu kak Nacht dan kak Linda". Ucap Akhsa
"Ya, dulu saat kami pertama kali kekota, kak Linda memberi kami tumpangan kekota". Ucap Akhsa
"Jadi begitu, ayo kita kesana". Ucap Elice sambil menuju ketempat Linda
"Baik.....". Ucap Akhsa
Kamipun menuju ketempat mereka berdua
"Hai..hai.., kalian terlihat dekat". Ucap Elice dari belakang Linda dan Nacht
Nacht dan Linda kagen dan melihat kebelakang
"Elice...., kenapa kau ada disini". Ucap Nacht
"Hai kak...". Ucap Akhsa
"Kau juga Akhsa, kenapa kalian ada disini". Ucap Nacht
"Aku sedang menjaga Elice kekota, lebih tepatnya dipaksa". Ucap Akhsa
"Oh begitu.....". Ucap Nacht
"Oh, hai kak Linda....". Ucap Akhsa
"Hai Akhsa, Akhsa siapa yang ada di sebelahmu itu". Tanya Linda
"Oh biar ku perkenalkan, Namanya Elice". Ucap Akhsa
"Perkenalkan nama saya Elice". Ucap Elice memperkenalkan diri
"Hai Elice, nama saya Linda Keren". Ucap Linda memperkenalkan diri
"Oh jadi namamu Linda, jadi apa hubunganmu dengan kak Nacht". Ucap Elice
"Eh.., hubungan kami hanya sebatas teman". Ucap Linda dengan panik
__ADS_1
"Ho..ho... hanya sebatas teman saja". Ucap Elice
"Iya kami hanya sebatas teman, betulkan Akhsa". Ucap Nacht dengan panik sambil melihat akhsa
"Hah, kenapa kakak tanya sama aku". Ucap Akhsa
"Ayolah akhsa.......". Bisik Nacht ke telinga Akhsa
"Baiklah ehem, mereka memang teman lalu berpacaran kemudian menikah dan memiliki sembilan anak, sekian". Teriak Akhsa menjelaskan
Semua orang yang mendengar ucapan akhsa terdiam mendengar perkataannya
"Ap...ap..apa...yang kamu katakan". Teriak linda
"Iy...iy..iya..Ap...ap..apa...yang kamu katakan". Teriak Nacht
"Heh, bukankah kakak tanya sama aku, aku hanya menjawab apa yang ada dipikiranku". Ucap akhsa
"Wahh, aku tidak sabar menggendong cucuku". Ucap Elice sambil mengejek
"Emang kau orang tuaku". Teriak Nacht
"Bhahahahhah, aku hanya bercanda ayo Akhsa, kita tinggalkan mereka berdua". Ucap Elice
"Baik-baik...., sampai jumpa kak linda". Ucap Akhsa
"Sampai jumpa....". Ucap Linda
Kami pun meninggalkan mereka berdua
"Hah, dasar mereka itu, maaf untuk kelakuan Elice, Linda". Ucap Nacht
"Tidak apa-apa, tenang saja". Ucap linda
Setelah meninggalkan Linda dan Nacht kami melanjutkan berkeliling kota
Saat kami keliling kota, elice menuju ke toko pakaian mirror yang sedang di bangun ulang
"Hah, toko yang aku jalankan dengan Luna hanjur seperti ini". Keluh Elice
"Mau bagaimana lagi kan". Ucap Akhsa
"Kalau tidak salah Luna memberi tahu ku ,kalau toko ini yang ngehancurin adalah kau". Ucap Elice
"Hah, kapan aku kok gak inget". Ucap Akhsa sambil memalingkan wajahnya
"Heh, kemana kau menghadap, cobalihat ke arahku". Ucap Elice sambil melihat muka Akhsa
"Mau bagaimana lagi kan, aku tidak sengaja memukul Jendral iblis kearah toko ini". Ucap Akhsa dengan panik
"Pffff....bhaahhahhahaha". Tawa Elice
"Kenapa kau ketawa?". Ucap Akhsa
"Hahaha, aku hanya bercanda, tidak perlu dianggap serius". Ucap Elice
"Hah, kalau begitu cabang yang ada di kota lain tidak masalah kalau aku hancurkan". Ucap Akhsa
"Tentu saja jangan, kalau kamu menghancurkan cabang-cabang yang ada di kota lain, penghasilan kita akan berkurang". Ucap Elice
"Bercanda deh, Bhahahhahahhaha". Ucap Akhsa sambil tertawa
Lalu tiba-tiba ada pukulan dari bawah menuju kepalaku
"Kenapa kamu memukulku". Tanya Akhsa
"Itu salahmu sendiri". Jawab Elice
"Emang aku salah apa". Ucap Akhsa
"Pikir saja sendiri, Hembh". Ucap Elice sambil ngambek dan meninggalkan Akhsa
"Hei....tunggu..". Ucap Akhsa
Dan kami melanjutkan perjalanan, dengan Elice yang sedang ngambek
__ADS_1
Bersambung.......