
Chapter: 21
{RUANG RAPAT}
[3hari kemudian]
Di Istana Anathasia
Ruang rapat
Terlihat enam Kesatria Suci yang sedang duduk di kursi, dari sebelah kanan
Ksatria suci Baen
Laki-laki yang memiliki Ultimate Skill Patience :kekuatan untuk mencapai dewa. Memperluas bidang keilahian pengguna. Selama Mana dipertahankan, pengguna akan bertahan dengan 1 HP berapa pun jumlah kerusakan yang diterima.
Lalu disebelahnya
Ksatria suci Marty
Perempuan yang memiliki Ultimate Skill Charity :kekuatan untuk mencapai dewa. Memberikan efek yang setara dengan HP Ultra-fast Recovery untuk segala sesuatu yang dianggap sebagai sekutu di sekitar Anda.
Dan sebelahnya
Ksatria suci Bella
Perempuan yang memiliki Ultimate Skill Mercy :Membangkitkan orang mati baru-baru ini. Mengkonsumsi MP dan memunculkan Taboo saat digunakan.
Dan di sebelah kanan
Ksatria suci Deran
Laki-laki yang memiliki Ultimate Skill Temperance: Memungkinkan seseorang untuk mempertahankan ingatan mereka dan keterampilan Temperance saat bereinkarnasi.
Di sebelahnya
Ksatria suci Marta
Perempuan yang memiliki Ultimate Skill Humility: kekuatan yang mampu mencapai para dewa. Dengan memakan jiwa seseorang, kekuatan yang bahkan bisa dibandingkan dengan dewa dapat diperoleh untuk sementara.
Dan sebelahnya
Ksatria suci Gell
Laki-laki yang memiliki Ultimate Skill Diligence :kekuatan yang mampu mencapai para dewa. Memungkinkan si pengguna memindahkan sebagian jiwanya ke tubuh orang lain dan mengambil alih.
Mereka berenam sedang menunggu seseorang.
"Yang mulia raja akan memasuki ruang rapat". Teriak penjaga pintu
Ternyata yang mereka tunggu adalah raja, raja masuk keruang rapat diikuti oleh pengawal pribadi miliknya.
Mereka berenam pun memberi salam kepada raja.
"Salam untuk Matahari Kerajaan Anathasia". Ucap ke enam ksatria suci sambil menundukkan badannya.
Lalu raja mengangkat tangannya pertanda untuk menegakkan badan mereka kembali, lalu mereka menegakkan badan mereka, dan mereka beserta raja duduk di kursi masing-masing, dan pengawal pribadi raja berdiri di samping belakang raja.
"Kali ini kita akan mengadakan rapat soal pembunuhan ksatria Ahwi, jadi apa ada yang tau soal pembunuhan ini". Ucap raja
Lalu Baen mengangkat tangannya
"Silahkan Baen". Ucap raja
"Saya merasa kalau yang membunuh Ahwi bukanlah orang biasa, malahan apa memang yang membunuh Ahwi adalah manusia". Ucap Baen
"Apa maksudmu?". Tanya raja
"Maksud saya kalau yang membunuh memang manusia dia tidak mungking bisa mengalahkan Ahwi Karna level Ahwi adalah 800 level yang akan mendekati level maximal yaitu level 1000". Jawab Baen
"Jadi maksudmu yang membunuh Ahwi adalah iblis yang memiliki level diatas Ahwi". Ucap raja
"Benar begitu raja". Ucap Bean
"Bagaimana bisa iblis memasuki wilayah kita, apa dia bisa menyamar". Ucap raja
"Kemungkinan bisa yang mulia". Ucap Marta
"Marta. apa yang kamu ketahui?". Ucap raja
"Iblis bisa merasuki manusia dan mengendalikan tubuh mereka". Ucap Marta
"Apa..., merasuki tubuh manusia". Teriak raja
__ADS_1
"Benar.., namun kalau tubuh itu tidak mampu menahan kekuatannya, tubuh itu akan hancur berkeping-keping beserta iblis yang merasukinya". Ucap Marta
"Jadi begitu......". Ucap raja
"Benar yang mulia..". Ucap Marta
"Jadi begitu, bisa gawat kalau para iblis merasuki manusia dan menyerang kerajaan". Gumam raja dalam hati
"Apa ada yang memiliki pendapat lain". Tanya raja
Lalu Gell mengangkat tangannya
"Silahkan Gell". Ucap raja
"Terimakasih yang mulia. Jadi menurut saya kalau yang membunuh Ksatria suci Ahwi adalah seorang penghianat". Ucap Gell
Semua yang mendengar itu langsung kaget.
"Apa penghianat?". Ucap raja
"Benar yang mulia, kalau bukan penghianat siapa lagi". Ucap Gell
"Memang siapa penghianat yang mampu mengalahkan Ahwi". Tanya raja
"Saya juga kurang tahu yang mulia. kemungkinan yang mampu membunuh ksatria suci Ahwi adalah orang yang memiliki level yang sama atau diatasnya". Ucap Gell
"Memang siapa yang memiliki level diatas Ahwi". Tanya raja
"Entahlah yang mulia. Saya juga kurang tau". Ucap Gell sambil melirik para ksatria suci
"Sebenarnya apa yang kamu katakan Gell". Ucap Bella
"Aku hanya mengatakan apa pendapatku, apa tidak boleh". Ucap Gell
Terlihat kalau Bella sedang menahan amarahnya
"Sudah berhenti berdebat, apa kalian mau mempermalukan diri kalian didepan Raja". Ucap Deran
Lalu mereka berhenti berdebat dan melanjutkan rapatnya. Beberapa jam kemudian rapat telah selesai dan hasil akhirnya adalah kalau ada penghianat di kerajaan. Semua prajurit dikerahkan untuk mencari Sipenghianat.
Terlihat Gell sedang berjalan menuju tempat tinggalnya.
"Ah~ aku sangat iri dengan kejayaan kalian. Jadi aku memutuskan untuk menghancurkan kejayaan kalian dari dalam". Ucap Gell sambil tersenyum seram
(Gell Pov.)
Sekitar 1Bulan yang lalu, aku dan pasukanku menyerang salah satu kota di kerajaan ini, dan yang mengalahkan kami adalah Ksatria Suci Gell. Begitulah yang mereka pikirkan
Sebenarnya manusia ini membuat kesalahan saat melawan ku, yaitu dia menggunakan Ultimate Skill Diligence untuk memindahkan sebagian jiwa nya kedalam tubuh ku dan mengendalikannya. Tapi aku memanfaatkan itu dan merasuki tubuh miliknya dan membunuh jiwanya dari dalam.
"Yahhahahahah...., aku tidak sabar menunggu kehancuran kerajaan ini". Ucap Gell dalam hati.
(Gell Pov. End)
Disisi lain
Disini terlihat Akhsa sedang duduk di atas segerombolan Wyvern yang dia bunuh sambil meminum darah yang dia simpan di 'Blood inventori' miliknya.
"Sepertinya ini sudah cukup". Ucap Akhsa
Lalu Akhsa mengambil 'Cristal Monster' yang ada di kepala Wyvern dan membawa tubuh Wyvern yang dia bunuh kembali ke Guild Petualang.
(Akhsa Pov.)
Setelah membunuh beberapa Wyvern dan menyerahkannya ke Guild Petualang, aku kembali ke penginapan. Setelah sampai aku mandi untuk membersihkan badan untuk menghilangkan darah monster yang tertempel ditubuhku. Setelah selesai mandi aku langsung istirahat(tidur).
Pagi hari
"Uwaaaaa. Enaknya ngapain ya hari ini". Ucap Akhsa sambil menguap
Setelah beberapa menit berpikir akhirnya aku memutuskan untuk mengunjungi Anaya dan Shanaya di Academy Sihir Kerajaan.
Lalu aku mandi dan bersiap untuk pergi ke tempat mereka berdua.
Setelah beberapa jam berjalan akhirnya aku sampai didepan gerbang Academi Sihir Kerajaan.
"Hem...Bagaimana caranya supaya aku bisa masuk". Gumam Akhsa dalam hati.
Lalu aku menuju ke tembok yang ada disebelah utara dan akan melompatinya, tapi saat sedikit lagi sampai diatas aku ketahuan oleh penjaga.
"Hai apa yang kamu lakukan". Ucap penjaga gerbang sambil menarik badan Akhsa yang sudah setengah ada di atas tembok.
Lalu dengan terpaksa aku turun.
__ADS_1
"Apa yang sedang kamu lakukan Hah, apa kamu itu seorang pencuri". Bentak penjaga gerbang.
"Ayolah pak..., aku sedang mengunjungi saudariku didalam". Ucap Akhsa
"Siapa memang saudarimu itu". Bentak penjaga gerbang.
"Apa pak penjaga pernah dengar nama Anaya dan Shanaya". Ucap Akhsa
"Anaya?, Shanaya?....., maksudmu si Jenius Kembar itu". Ucap penjaga gerbang
"Jenius?". Pikir Akhsa."iya mereka berdua adalah adik-adik saya pak". Ucap Akhsa
"Heh....,Mana mungkin mereka adik-adikmu. Lagian tidak ada acara penjenguan disini. Cepat sana pergi". Ucap penjaga gerbang
"Ayolah pak.....". Ucap Akhsa sambil menyelipkan dua koin emas ketangan penjaga gerbang.
"Maaf ya, saya tidak menerima suapan". Ucap penjaga gerbang sambil menolah uang Akhsa.
"Jangan gitulah pak......sebentar saja". Ucap Akhsa sambil menambahkan dua koin emas.
"Hahahaha, Karna kamu terlihat sangat merindukan adik-adikmu, aku akan membolehkanmu masuk lewat gerbang". Ucap penjaga gerbang sambil menyimpan uang yang diberi Akhsa kekantongnya.
"Terimakasih banyak pak penjaga". Ucap Akhsa.
"Beginilah cara kerja dunia". Gumam Akhsa dalam hati.
Lalu aku memasuki gerbang dan membuat seragam yang mirip seperti seragam di sekolah ini. Aku membuatnya menggunakan Jaring laba-laba yang pernah kubunuh dulu di Labirin A, dan menggunakan 'Creator Equipment' untuk membentuknya.
saat aku berjalan aku selalu diperhatikan oleh siswa-siswi yang ada disana.
(Akhsa Pov. End)
"Hei apa kamu pernah melihat laki-laki itu?". tanya perempuan 1
"Tidak, ini pertama kalinya aku melihatnya". Jawab perempuan 2
"Apa dia murid baru disini?". tanya perempuan 1
"Entahlah, kalau dia memang murid baru semoga aja dia masuk ke kelas kita". Ucap perempuan 2
disisi lain anak laki-laki yang melihat akhsa dibicarakan oleh para gadis
"Sial siapa laki-laki itu?, aku baru pertama kali melihatnya". Ucap laki-laki 1
"aku juga bro~ apa kita kerjain saja dia. biar dia tahu rasa". Ucap laki-laki 2
"Boleh juga...., tanganku juga sedang gatel bro". Ucap laki-laki 1
tiba-tiba dari belakang mereka.
"kalau gatel tinggal digaruk saja kan". Ucap Anaya
"bukan gatel gitu...., ini beda lagi gatelnya". Ucap laki-laki 1
"..................."
"..................."
"..................."
"kenapa kamu diam aja bro~". Ucap laki-laki 1
lalu laki-laki yang disebelahnya terlihat ketakutan, dan dia melihat kebelakang.
dibelakang dia melihat Anaya dan Shanaya yang sedang memergoki mereka.
"Apanya yang tadi gatel Hah". Ucap Anaya
"Tidak, tidak ada aku hanya sedang melihat murid baru itu". Ucap laki-laki 1 sambil menunjuk anak itu
"Murid baru, Kenapa aku tidak diberi tahu osis soal ini". Ucap Anaya sambil melihat anak itu
Saat Anaya dan Shanaya melihat anak itu mereka berdua kaget Karna anak itu adalah Akhsa.
"kenapa dia ada disini". gumam Anaya dalam hati.
lalu Anaya mengagguk ke Shanaya tanda kalau mereka akan mendatangi Akhsa.Mereka pun mendatangi akhsa.
"Hei, apa yang kamu lakukan disini". Ucap Anaya
"Wah, akhirnya aku menemukan kalian". Ucap Akhsa
"Tunggu lebih baik kita ngobrol ditempat yang agak sepi". Ucap Shanaya
__ADS_1
lalu mereka mencari tempat sepi dan mengobrol.
bersambung........