Night Month

Night Month
Chapter: 25 {PENYELIDIKAN}


__ADS_3

Chapter: 25


{Penyelidikan}


Ruangan raja


Terlihat raja yang sedang mengobrol dengan bawahannya.


"Apa mereka bertiga masih belum kembali?". Tanya raja


"Belum yang mulia!". Jawab bawahan raja


"Sudah lebih dari seminggu mereka bertiga hilang!, Apa ini ada sangkut pautnya dengan si pembunuh Ahwi". Ucap raja


"Ada kan rapat sekarang!". Teriak raja


"Baik yang mulia!". Ucap bawahannya


"Kenapa selalu ada masalah kayak gini?, Charlotte juga masih belum ketemu?, Dewa kenapa kamu memberiku cobaan yang seperti ini?. Gumam raja dalam hati.


Ruang rapat


Terlihat ada lima orang yang sedang duduk di depan ada raja lalu disebelah kanan ada Baen dan Marta, lalu disebelah kiri ada Gell, dan terakhir pengawal pribadi raja ada di samping belakang raja.


"Jadi sudah ada petunjuk mengenai mereka bertiga?". Tanya raja


Lalu Baen berdiri.


"Silahkan bicara ksatria suci Baen!". Ucap raja


"Maaf kalau saya lancang Yang Mulia!, Kami sudah mengkonfirmasi kalau Mereka bertiga sudah mati yang mulia!"


"Apa kamu sudah mengkonfirmasi kematiannya?". Tanya raja


"Sudah yang mulai!, Dan juga saat mereka bertiga menghilang, saya merasakan rasa haus darah dari kejauhan". Jawab Baen


"Sepertinya tidak hanya kamu saja yang merasakannya tapi semua warga juga merasakannya". Ucap Marta


"Aku juga merasakannya!". Ucap raja


Lalu Gell berdiri.


"Silahkan Ksatria suci Gell!". Ucap raja


"Terimakasih yang mulia!. Sepertinya pelaku hanya mengincar para ksatria suci yang mulia". Ucap Gell


"Benarkah itu?". Tanya raja


"Benar yang mulai!, Sejauh ini yang dibunuh hanya Ksatria suci". Jawab Gell


"Sepertinya kita harus mencari pelaku itu secepat mungkin". Ucap raja


"Benar yang mulia!". Ucap Gell.


"Rapat hari ini selesai!, Pengawal suruh komandan untuk mengerahkan semua prajuritnya dan mencari pelaku itu". Teriak raja


"Baik Yang Mulia!". Ucap pengawal raja


Lalu mereka semua keluar dari ruangan rapat.


Disisi lain


Terlihat ksatria suci gell yang sedang berjalan.


"Sebenarnya siapa yang membunuh para ksatria suci itu?, Dan kenapa mereka hanya mengincar ksatria suci?. Gumam Gell dalam hati


"Sepertinya aku harus mencarinya dan mengajaknya bernegosiasi!, Kalau mereka mau diajak bekerja sama aku pasti akan memanfaatkannya untuk menghancurkan kerajaan ini". Gumam Gell dalam hati.


"Kukukukuku!". Ucap gell


Disisi lain


Terlihat ksatria suci Baen dan marta sedang berjalan bersama.


"Maksudmu yang membunuh Ahwi dan yang lainnya itu Gell?". Ucap Marta

__ADS_1


"Ini hanya perkiraan ku saja!, Tapi apa kamu tidak merasa kalau sikapnya itu berbeda". Ucap Baen


"Kamu benar!, Aku juga pernah lihat dia membeli pakaian yang mewah!, Seingatku dia selalu membeli pakaian yang lebih sederhana". Ucap Marta


"Benar juga!, Apa menurutmu dia dirasuki oleh iblis?". Tanya Baen


"Entahlah?, Sepertinya kita harus menyelidikinya". Jawab Marta


"Kamu benar!". Ucap Baen


Lalu mereka menuju ketempat mereka masing-masing.


[Satu Hari Kemudian]


Terlihat banyak prajurit yang dikerahkan untuk mencari pembunuh ksatria suci.


(Akhsa Pov.)


Sekarang aku sedang menuju keguild petualang bersama Ange. Saat sedang menuju Guild aku melihat banyak sekali prajurit yang berkeliling.


"Kenapa banyak sekali prajurit disini?". Ucap Akhsa


"Menurut rumor yang beredar!, Mereka sedang mencari pembunuh ksatria suci". Ucap ange


"Jadi begitu...". Ucap Akhsa


Saat aku berjalan aku melihat ksatria suci, tapi aku juga merasakan aura yang negatif keluar dari tubuh ksatria suci itu. Untuk jaga-jaga aku menonaktifkan semua skill Ruler yang kumiliki.


"Kamu pergi saja dulu Ange!, Aku ada urusan mendadak". Ucap Akhsa


"Baiklah". Ucap Ange pergi meninggalkan Akhsa


Setelah Ange pergi, aku mengikuti ksatria suci itu, aku juga mengecek statusnya dan aku melihat kalau namanya adalah Gell dia memiliki level 1000.


Aku melihatnya masuk ke sebuah toko. Aku mengintipnya dari luar.


"Kenapa dia masuk toko?". Ucap Baen


"Aku gak tahu?". Ucap akhsa


"Aku juga gak tahu?". Ucap Marta


"Siapa kau?". Tanya Akhsa


Terlihat satu orang laki-laki dan satu orang perempuan yang memakai jubah berwarna putih.


"Kamu sendiri siapa mencurigakan sekali?". Ucap Marta


"Sebelum bertanya kepada orang perkenalkan diri kamu dulu!". Ucap Akhsa


"Begitu?, Baiklah namaku marta dan yang disebelah ku Baen". Ucap Marta


"Sepertinya aku pernah mendengar nama kalian". Ucap Akhsa


"Agh...sepertinya hanya perasaanmu saja!, Lalu perkenalkan dirimu". Ucap Marta


"Namaku Akhsa". Ucap Akhsa


"Jadi apa yang kamu lakukan disini akhsa?". Ucap Baen


"Aku cuma penasaran dengan orang yang mengeluarkan aura negatif itu". Ucap Akhsa


Disini aku pura-pura penasaran agar tidak dicurigai.


"Aura negatif?, Apa kamu bisa merasakannya?". Tanya Baen


"Apa kalian tidak bisa merasakannya?". Tanya Akhsa


Lalu mereka menggelengkan kepala.


"Berarti kalian lemah kalau tidak bisa merasakannya!". Ucap Akhsa


"Lemah katamu..., aku ini jauh lebih kuat dari pada kamu tahu". Ucap Marta


"Benarkah, kalau begitu hanya yang lemah yang bisa merasakannya". Ucap Akhsa

__ADS_1


Terlihat Marta yang kesal akibat perkataan Akhsa.


Lalu ksatria suci Gell keluar dari toko itu dan menuju ke suatu tempat.


"Terserah dengan kalian, tapi aku akan mengikutinya". Ucap akhsa


"Tunggu bocah, kami juga akan mengikutinya". Ucap Marta


"Jangan panggil aku bocah, bibi!". Ucap Akhsa


"Bibi?". Ucap Marta dengan wajah kesal


"Dasar bocah brengsek". Ucap Marta sambil menjewer kuping Akhsa


"Atatattaataaaaa". Teriak Akhsa


"Bisa kalian diam!, Nanti kita ketahuan". Ucap Baen


Lalu Marta menutup mulut Akhsa dan Akhsa menutup mata Marta.


Kami melanjutkan mengikuti Gell, dia keluar menuju gerbang dan menuju ke Hutan, kamipun mengikuti dia.


Saat sampai ditengah-tengah hutan tiba-tiba kami dikepung oleh banyak sekali prajurit.


"Apa yang terjadi...". Ucap Marta


"Sepertinya kita dijebak". Ucap Baen


"Dijebak?, Tapi kan aku tidak melakukan apapun". Ucap Akhsa


Lalu tiba-tiba Gell menuju kearah kami.


"Wah..wah...wah....sepertinya penghianat sudah ditemukan". Ucap Gell


"Apa maksudmu Gell?". Tanya Marta


"Sudah jelaskan kalau kalian bertiga berencana membunuhku, prajurit tangkap mereka". Teriak Gell


Lalu para prajurit menangkap kami bertiga.


"Tunggu aku tidak salah apa-apa!, Kenapa aku juga ikut ditangkap?". Teriak Akhsa sambil memberontak


"Kamu juga bersama Meraka, pasti kalian bersekongkol". Ucap Gell


Lalu mereka bertiga dibawa ke istana.


Istana


Ruang singgasana raja


"Apa maksudnya ini?". Tanya raja


Terlihat Akhsa, Baen, dan Marta di ikat tangannya dan berikut didepan Raja.


"Mereka bertiga berencana membunuhku yang mulia!". Jawab Gell


"Itu tidak benar yang mulia". Teriak Marta


"Lalu kenapa kalian mengikuti saya?". Tanya Gell


"Kami cuma merasa kalau sifatmu aneh akhir-akhir ini, jadi saya dan Baen mengikuti Anda". Jawab Marta


"Manamungkin!, Kalau begitu kenapa bocah ini bersama dengan kalian!, Pasti kalian bersekongkol dengannya dan mencoba membunuhku kan?". Ucap Gell


"Tapi aku cum-"sebelum selesai bicara ucapan akhsa dipotong


"Diam kamu rakyat biasa!, Tidak ada yang memperbolehkanmu berbicara". Teriak Gell


Lalu raja meliahat ke arah kami bertiga dan berkata.


"Untuk sekarang penjarakan mereka bertiga, dan lanjutkan penyelidikan". Ucap raja


"Siap Yang Mulia!". Ucap prajurit


Lalu kami bertiga di bawa ke penjara.

__ADS_1


Bersambung.........


__ADS_2