
Chapter: 38
{Kekuatan Arwah Bintang}
Malam Hari.
Krik..krik..krik...(suara jangkrik)
Terlihat Akhsa dan Bintang sedang berjaga dimalam hari ditengah hutan yang sangat lebat dan untuk Rizal, dan Risky sedang tidur.
"Hei Bintang, aku ingin bertanya sesuatu pada mu!". Ucap Akhsa.
"Tanya apa". Ucap Bintang.
"Sebenarnya kekuatan apa yang kau keluarkan saat menghadapi Raid beberapa hari yang lalu?". Tanya Akhsa.
"Kau melihatnya....
"Darimana jelasinnya ya, kau lihat jam yang ku gunakan ini". Ucap Bintang sambil menunjukkan jamnya.
"Iya kenapa?". Tanya Akhsa sambil melihat jam yang ditunjukkan Bintang.
"Jam ini lah yang memberiku kekuatan..
"Aku mendapatkan jam ini dari sekolah Element, sekolahku dari duniaku yang sebelumnya". Ucap Bintang sambil melihat kearah jam.
"Lalu apa kau bisa menjelaskan perempuan yang keluar dari jam itu?". Ucap Akhsa.
Bintang yang mendengar itu kaget.
"Bagaimana bisa kau?". Tanya Bintang dengan muka yang kaget.
"Ada apa?". Ucap Akhsa sambil kebingungan.
"Apa kau bisa melihatnya?". Tanya Bintang.
"Oh, tentu memangnya kenapa?
"Apa aku seharusnya tidak bisa melihatnya". Ucap Akhsa.
"Tidak sembarang orang bisa melihatnya". Ucap Bintang.
"Kenapa?". Tanya Akhsa.
"Karna dia adalah arwah". Jawab Bintang.
"Terus?". Tanya Akhsa.
"Hah? Terserahlah....
__ADS_1
"Keluarlah Aria!". Ucap Bintang.
Lalu sesosok perempuan keluar dari jam Bintang. Perempuan itu memiliki mata berwarna hitam dan terdapat pola bintang berwarna abu-abu, dia memiliki rambut berwarna hijau kebiruan, dan terdapat pola bintang berwarna hijau dipipi sebelah kanannya, dia mengenakan gaun berwarna putih dan terdapat garis berwarna hijau dibajunya, dia juga mengenakan pita kupu-kupu berwarna putih yang disekitarnya ada garis berwarna hijau sama seperti gaun miliknya.
Aria keluar dari dari jamnya dan saat Aria melihat akhsa dia seperti ketakutan dan bersembunyi dibelakang Bintang.
Akhsa yang melihat itu kebingugan.
"Ada apa Aria". Tanya Bintang.
"Eka, dia sangat berbahaya". Bisik Aria ditelinga Bintang.
"Berbahaya apa maksudmu?". Tanya Bintang dengan berbisik.
"Dia pernah menghancurkan sebuah Dunia". Bisik Aria.
"APAAAAA?". Teriak Bintang.
Akhsa kaget Karna tiba-tiba Bintang berteriak lalu akhsa bertanya.
"Ada apa bin?". Tanya Akhsa melihat kearah Bintang.
"Akhsa! APA KAU PERNAH MENGHANCURKAN DUNIA". Teriak Bintang.
Aria langsung memukul Bintang dengan keras.
"BODOH KENAPA MALAH KAU KASIH TAHU". Teriak Aria.
"Mana mungkin Akhsa bisa melakukannya ya kan". Gumam Bintang dalam hati.
"Tentu!". Ucap Akhsa dengan jelas.
"Beneran kamu pernah menghancurkan sebuah dunia". Ucap Bintang.
Akhsa yang mendengar itu seketika tertawa.
"Bhahahhaha! Tentu saja tidak, apa menurutmu aku bisa menghancurkan sebuah dunia, aku bahkan belum mencapai tujuanku". Ucap Akhsa sambil tertawa.
"Jadi itu bohong". Ucap Bintang.
"Hahahhah! Tentu saja". Ucap Akhsa.
"Hah~kenapa kamu sampai beranggapan kalau aku bisa menghancurkan dunia?". Tanya Akhsa.
"Aku diberitahu Aria". Ucap Bintang sambil melihat kearah Aria.
Lalu Aria berjalan disamping Bintang.
"Kenapa kau beranggapan kalau aku pernah menghancurkan dunia?". Tanya Akhsa.
__ADS_1
"Itu, hanya firasatku saja!. Maaf". Ucap Aria sambil melihat kebawah.
"Oh, begitu...
"Biarlah aku memaafkanmu, jadi lanjutkan penjelasannya Bintang". Ucap Akhsa.
"Jadi jam ini itu". Ucap Bintang.
Aria terlihat sedang memikirkan sesuatu sambil menatap akhsa.
[Satu Bulan Kemudian].
Terlihat Akhsa dan para pahlawan sudah sampai disebuah pelabuhan.
"AKHIRNYA KITA SAMPAI DIPELABUHAN..
"Dan disebelah lautan ini adalah benua Beastkin". Ucap Risky.
"Jadi kita naik apa kesana?". Tanya Akhsa.
"Tentu saja kita akan naik kapal". Ucap Rizal.
"Benar, ikuti aku". Ucap Bintang sambil menuju kesuatu tempat.
Bintang mengajak Akhsa dan yang lainnya menuju kesebuah kapal yang tidak terlalu jauh dari sana.
Setelah beberapa menit berjalan akhirnya mereka sampai disebuah kapal yang terlihat lumayan besar.
Bintang menuju kapten yang mengendalikan kapal itu dan berbicara, lalu Bintang menunjukkan sebuah kertas, setelah selesai berbicara Bintang mengajak Akhsa, Risky, dan Rizal untuk naik.
Mereka semua pun naik keatas kapal dan menuju keBenua beastkin.
Diatas kapal.
Terlihat Akhsa dan Bintang yang sedang bersantai diatas kapal.
"Hei Bintang, sebenarnya apa yang kau bicarakan pada kapten kapal itu?". Tanya Akhsa.
"Aku hanya mengatakan kalau kami disuruh raja untuk menaiki kapal ini...
"Aku juga menunjukkan sebuah kertas perintah kekapten kapal itu". Jawab Bintang.
"Jadi begitu..
"Semoga saja perjalanan kita tidak ada hambatan". Ucap Akhsa.
[Lima Hari Kemudian].
Terjadi badai ditengah lautan, kapal yang dinilai Akhsa dan para pahlawan terombang-ambing, lalu muncul seekor gurita yang sangat besar menyerang kapal mereka.
__ADS_1
"Bersambung.........