
Chapter: 33
{Bandit Serigala Putih 2}
Terlihat Kuro, dan Shiro telah sampai di markas para bandit.
"Jadi goa ini adalah markas mereka". Ucap Shiro
"Benar ayo kita masuk dan habisi mereka". Ucap Kuro
"Tunggu apa beneran kau akan membunuh mereka?". Tanya Shiro
"Iya kita harus membersihkannya sampai ke akar-akarnya". Jawab Kuro
"Bukankah lebih baik kita menangkapnya saja". Ucap Shiro
"Kau ini terlalu lembek Shiro, beda saat kita ditubuh yang sama". Ucap Kuro
"Tapi?". Ucap Shiro
"Tidak ada tapi-tapi, lagian apa kamu tidak mau duit mereka". Ucap Kuro
"Aku akan menuruti perintahmu pak". Ucap shiro
"Nah begitu dong". Ucap Kuro
"Para bandit bersiaplah untuk menemui sang pencipta kalian". Teriak Kuro masuk ke goa sambil berlari.
"Woy tunggu lah". Ucap Shiro sambil berlari mengejar Kuro.
Disisi lain.
Di dalam markas bandit Serigala putih.
Terlihat para bandit yang bersenang-senang sambil meminum anggur mengelilingi api unggun.
"Teruslah minum dasar kampungan". Teriak bandit 1
"Perampokan kita kali ini sukses besar". Teriak bandit 2
"Berkeliling di dekat hutan pada malam hari memang mantap....".
"Para pedagang sering ceroboh". Ucap bandit 1
"Kau lihat wajah si dungu itu selagi dia mengoak". Ucap bandit 3
"Y! 'Tolong, biarkan putriku hidup!' Lucu banget". Ucap bandit 2
"Jadi, aku bilang saja....".
"Kalau kau mau hidup, tunjukkan aku barang berharga....". Ucap bandit 3
Tiba-tiba ada seseorang yang muncul entah dari mana menghancurkan api unggun dan mengagetkan mereka.
"Woiiii bgstttt woiiii". Teriak orang otu
Itu adalah Kuro yang mengejutkan mereka.
"Selamat sore serangga-serangga!". Teriak kuro
"Kalau kalian masih mau hidup tunjukkan aku barang berhargamu". Teriak kuro
"Apa....?!, Siapa bocak ini". Teriak bandit 3
"Sudah kubilang bawakan aku emasnya, tolol!". Teriak kuro
"Kau melompatlah!". Teriak kuro menunjuk salah satu bandit
Bandit yang ditunjuk Kuro melompat dan terdengar bunyi' ching-ching.
"Bagus, aku dengar kok, ada suara ching-ching!". Teriak kuro
"Apa urusan orang itu?!". Teriak bandit 2
"Tenang saja aku disini hanya untuk membela keadilan". Ucap Kuro
Lalu kuro menebas salah satu bandit menggunakan pedang, melihat itu bandit lain marah dan menyerang Kuro.
"ORAORAORAORAORAORA". Teriak kuro sambil menebas para bandit
"ORAORAORAORAORA".
Kuro menebas para bandit tanpa ampun.
"ORAORAORAORAORAAAAAAA". Teriak kuro tersenyum sambil menebas para bandit.
"Oh......whooops". Ucap Kuro sambil melihat para bandit yang sudah pada mati.
Tapi masih ada satu yang selamat dan menyerang Kuro dari belakang.
Saat bandit itu melompat tiba-tiba tubuhnya tertusuk oleh sebuah tombak yang terbuat dari es.
"Bukannya kau sangat ceroboh Kuro". Ucap Shiro
Yang menggunakan tombak es untuk membunuh bandit yang tersisa adalah Siro.
"Oh makasih". Ucap Kuro
"Bukannya disini yang terlihat seperti penjahat itu kamu Kuro". Ucap Shiro
"Oh benarkah tapi menurutku tidak". Ucap Kuro
"Jadi dimana emasnya?". Tanya Shiro
__ADS_1
"Kamu ambil dikantong mereka biar aku yang ambil di kerobak". Jawab Kuro
"Okeeee". Ucap Shiro
Lalu mereka mengambil emas yang ada di sana.
"Hei Shiro sepertinya disana masih ada ruangan, ayo periksa siapa tahu masih ada emas yang mereka sembunyikan". Ucap Kuro
"Iya!". Ucap Shiro
Lalu mereka menuju keruangan yang lebih dalam lagi.
Ruangan yang mereka masuki terlihat seperti penjara namun juga ada kotak-kotak yang besar di sana-sini.
"Kuro kotak ini isinya apa?". Tanya Shiro
"Tunggu biarku buka". Ucap Kuro
Setelah dibuka terdapat piala emas, cermin yang dilapisi emas, batu emas, intinya serba emas semuanya.
"Uwaaaaaaaaawww, cepat masukin semua kotak ini ke 'blood inventori' Kuro". Teriak Shiro
"Tenang-tenang 'blood inventori' ". Ucap Kuro
Lalu mereka memasukkan kotak-kotak kedalam 'blood inventori', disana ada lebih dari tujuh kotak.
Setelah beberapa menit mereka memasukkan kotak kedalam 'blood inventori' mereka Melihat-lihat ke penjara.
Saat mereka melewati salah satu penjara mereka melihat ada beberapa manusia bahkan beastkin yang dipenjara.
"Oiii, kalian yang disana". Ucap pria yang ada didalam penjara.
Kuro dan Shiro secara reflek melihat kearah mereka.
"Apa ini ulah kalian yang membuat keributan?". Tanya pria itu
"Tawanan? Dari kelihatannya mereka terlihat seperti petualang". Gumam Shiro dalam hati
"Bukan kami tapi Kuro yang membantai para bandit". Jawab Shiro
"Membantai?". Ucap perempuan yang memakai kaca mata.
"Oh, kami terlambat untuk memperkenalkan diri, aku Kuro dan yang disebelah ku Shiro". Ucap Kuro
"Aku tidak pernah mendengar nama kalian!".
"Siapa kalian sekutu atau musuh!?". Teriak pria itu
Shiro dan Kuro yang mendengar itu lalu mengerutkan dahinya dan menatap pria itu.
"Hentikan Deran".
"Tolong maafkan temanku". Ucap perempuan yang diikat tangannya didinding.
"Untung kau segera minta maaf kalau tidak mungkin kepala orang ini sudah ada di tanah". Ucap Kuro sambil menunjukkan muka yang menyeramkan sambil mengambil Belati yang ada di bahunya.
Mereka yang melihat itu terasa merinding disekujur tubuhnya.
"Tenang-tenang tahan amarahmu Kuro". Ucap Shiro
"Hah? Kenapa aku harus menahannya". Teriak kuro
"Sudah kubilang tenang lah". Ucap Shiro
"Anu....
"Jadi kalian berdua bukan dari Bandit Serigala Putih yah?". Tanya perempuan berkaca mata.
"Kami ini pengelana bukan bandit!". Jawab Shiro
"Oh begitu, maaf". Ucap perempuan berkaca mata
"Kami disini belum memperkenalkan diri ya". Ucap perempuan yang diikat tangannya.
"Aku Christa....
"Ketua dari party petualang 'Ice Roses' ". Ucap Christa.
"Aku dari kelompok yang sama, Sachi". Ucap perempuan berkaca mata
"Alent". Ucap beastkin perempuan yang menyerupai tupai.
"......Delan". Ucap pria itu.
"Tuan Kuro........aku minta maaf atas awal pertemuan ini, Tapi....
"Apakah aku boleh meminta satu permintaan?". Ucap Christa
"Itu tidak sulit...
"Aku ingin tuan Kuro mengambil kunci yang tergantung di dinding sebelah sana". Ucap Christa
"Tentu saja kami akan memberikan bayaran kepadamu". Ucap Christa
"Bayaran, berapa?". Tanya Shiro
"Lima puluh keping emas bagaimana?". Ucap Chris
"Bagaimana kalau seratus!". Ucap Shiro
"Tujuh puluh bagaimana". Ucap Christa
"Setuju, Baiklah Kuro cepat ambil kunci yang ada disana". Ucap Shiro sambil menyuruh Kuro
__ADS_1
"Kenapa kamu malah menyuruhku". Ucap Kuro sambil berjalan menuju kunci yang tergantung di dinding.
"Terima kasih". Ucap Sachi
"Kami tertolong". Ucap Alent
Shiro melihat kearah depan dan berkata.
"Tetapi kalian ditangkap orang rendahan seperti bandit...
"Jangan-jangan kalian semua itu lemah yah?". Ucap Shiro
"Apa kau bilang!!!". Teriak Delan
"Kami tercatat sebagai petualang Kelas A...
"Dan tidak pernah sekalipun dikalahkan oleh bandit". Ucap Christa
"Tetapi diantara mereka ada anggota yang tidak terduga.....
" 'Pendekar Iblis Duran' ". Ucap Christa
"Pendekar Iblis......?". Ucap Kuro
"Ada iblis perang yang terus bergerak dimedan perang sebagai tentara bayaran...
"Menurut cerita yang beredar, dia mengalahkan 100 iblis biasa sendirian". Ucap Christa
"Mengapa orang itu bisa terlibat bersama dengan bandit". Ucap Delan
"Bahkan kami berempat pun tidak bisa menanganinya". Ucap Sachi
"Sebenarnya apa tujuan dia bergabung dengan para bandit". Ucap Alent
"Pendekar Iblis Duran?". Gumam Shiro
Lalu kuro kembali membawa kunci dan membuka penjara itu.
"Akhirnya bebas". Ucap Delan
Setelah bebas mereka mengambil perlengkapan mereka dan memakainya.
"Sepertinya tidak ada yang terluka yah". Ucap Shiro
"Tuan Shiro terimakasih sudah membantu....
"Sekali lagi aku ucapkan terima kasih". Ucap Christa
"Oh, tenang saja yang penting jangan lupa....". Ucap Shiro sambil menggesek-gesekkan tangannya.
"Tentu kami akan menyiapkannya saat dikota". Ucap Christa
Mereka merasakan aura berbahaya dari belakang dan terlihat pemimpin dari Bandit Serigala Putih.
"Siapa dia?". Tanya Kuro
"Aizen". Ucap Delan
"Pemimpin dari Bandit Serigala Putih". Ucap Christa
"Kau benar-benar mengacaukan markasku....tapi bukan berarti itu penting.
"Kami memiliki pendekar iblis". Ucap Aizen
"Ice Queen.... kalian paham kan?". Ucap Aizen sambil menatap Christa
"Kalian semua akan mat-". Sebelum menyelesaikan ucapannya tiba-tiba dia ditusuk pedang yang sangat besar dari belakang.
"Hah". Ucap Aizen sambil mengeluarkan darah dari mulutnya.
Semua yang melihat itu kaget dan bingung melihat situasi didepannya.
"Kenapa.." . Ucap Aizen sambil melihat kebelakang
Pedang itu ditarik secara horizontal.
"AAAAAAA". Teriak Aizen
Aizen tergeletak di tanah dan tidak bernafas(mati).
"Tuan Shiro...
"Itu orangnya". Ucap Christa
"Iblis perang yang sudah mengalahkan kami......". Ucap Christa sambil melihat pedang besar itu
"PENDEKAR IBLIS DURAN". Ucap Christa sambil melihat pendekar iblis Duran.
Terlihat pendekar iblis Duran yang sedang menatap kearah mereka berenam.
Bersambung.........
disini terlihat sifat Kuro dan Shiro
Kuro memiliki sifat yang sadis, tidak pandang bulu untuk membunuh, suka bermain-main, suka duit.
dan
Shiro memiliki sifat yang baik, Suka menolong kalau ada duitnya, mudah ditipu Kuro, dan yang lebih penting suka duit.
jadi saat sifat mereka berdua disatukan jadilah sifat yang kalian kenal dengan 'Akhsa'
Akhsa memiliki sifat sadis, baik hanya dengan orang yang dikenal, suka bercanda, pandai berakting, pandai menipu, irit saat menggunakan uang(pelit), dan tentunya suka duit.
__ADS_1
sekian sedikit penjelasan dariku jangan lupa komentarnya oke...