
Chapter: 28
{Ruang Rawat}
Ruang Perawatan
Terlihat Akhsa yang sedang berbaring di ranjang pasien.
"Agh....dimana aku?". Ucap Akhsa
"Tidak ada orang disini jadi!, Jadi berhentilah berpura-pura pingsan!". Ucap Anaya
Terlihat Anaya yang sedang duduk di kursi dan Shanaya yang duduk di sebelah Akhsa.
"Kalian siapa?". Ucap Akhsa
"Hah?". Bingung Anaya, Shanaya
"Aku siapa?, Dimana ini?". Ucap Akhsa
Lalu Anaya memukul kepala akhsa dengan keras.
"Agh.....sakit tau!". Ucap Akhsa
"Jadi apa sekarang kamu masih lupa ingatan?". Tanya Anaya
"Maaf! Aku tidak akan mengulanginya lagi!". Jawab Akhsa
"Jadi bisa kamu jelaskan apa yang terjadi saat itu?". Tanya Anaya
"Benar?". Sambung Shanaya
"Hemm..aku juga tidak tahu, tapi beberapa hari yang lalu aku merasakan ada aura yang negatif keluar dari badan Ksatria suci Gell, jadi aku mengukitunya, dan terjadilah kejadian itu". Jawab Akhsa
"Jadi begitu!". Ucap Anaya
"Ngomong-ngomong sekarang kamu tinggal dimana?". Tanya Shanaya
"Oh! Awalnya aku tinggal dipenginapan, tapi untuk sekarang aku tinggal dirumah Ange!". Jawab Akhsa
"Ange? Siapa itu? Dari namanya dia sepertinya perempuan!". Tanya Shanaya
"Dia memang perempuan! Kalian ingat gak Putri yang bernama Charlotte?". Ucap Akhsa
"Ingat! Jangan-jangan?". Ucap Anaya
"Benar! Ternyata identitas Ange adalah putri Charlotte! Aku juga baru tahu kemarin! Hahhahahah". Ucap Akhsa sambil tertawa
"Kau tidak melakukan sesuatu dengannya kan?". Ucap Anaya sambil mengombang-ambing pundak Akhsa
"Tentu saja tidak! Lagian kamar kami juga terpisah!". Ucap Akhsa
"Sebaiknya aku melaporkan ini ke kak Yuna!". Ucap Shanaya
"Hah! Kalau kamu memberi tahu kak Yuna bisa mati aku!". Ucap Akhsa
"Heh~ ngomong-ngomong soal mati! Kenapa kamu malah membuat kami berdua sebagai adikmu Hah?". Tanya Anaya
"Ah..itu...anu..em..yah...kalian ingat kan saat aku mengunjungi kalian! Saat itu aku tidak tahu mau jawab apa saat ditanya jadi yahh gitu deh?". Jawab Akhsa
"Heh~ jadi gitu!". Ucap Anaya
Anaya berdiri dari tempat duduknya dan memukul Akhsa menggunakan tangan kanannya, tapi Akhsa menghindarinya dan menggigit leher Anaya dan menyedot darahnya.
"Agh....kenapa kamu agh.. menggigit ku...agh..". Ucap Anaya
"Akwu....lapwar....jugwa...capwekk..". Ucap Akhsa sambil menyedot darah
"Shanaya bisa kamu bantu aku ngelepasin gigitan Akhsa!". Ucap Anaya sambil mendorong tubuh Akhsa
"Aku juga capek kak! Jadi berjuanglah". Ucap Shanaya
"Apa? Akhsa cepat lepasin! Mau berapa lama kamu menyedot darahku?". Ucap anaya
Lalu Akhsa melepaskan gigitannya.
"Fuwahhhh... memang beda kalau langsung diminum". Ucap Akhsa
Tiba-tiba pukulan yang keras datang dari atas memukul kepala akhsa.
"Aww... sakit...sakit...sakit...sakit...". Ucap Akhsa
"Rasain tuh!" Ucap Anaya
Shanaya yang melihat itu cuma bisa tertawa.
Saat mereka sedang bicara ada seseorang yang datang.
__ADS_1
Tok...tok..tok...(suara pintu diketuk)
"Silahkan masuk". Ucap Anaya
Lalu ada empat orang yang masuk yaitu Bintang, Risky, Rizal, dan putri Charlotte.
Lalu Anaya dan Shanaya berdiri dan memberi salam.
"Salam Putri Charlotte!". Ucap Anaya, dan Shanaya
Akhsa juga memberi salam.
"Salam Putri Charlotte!". Ucap Akhsa
"Salam semuanya!". Ucap Charlotte
"Jadi ada perlu apa anda kemari Putri?". Ucap Anaya
"Tidak perlu bicarang dengan formal santai saja! Aku kesini cuma mau menjenguk Akhsa saja". Ucap Charlotte
"Dan bagaimana dengan kalian bertiga? Kenapa kalian bisa datang bersama tuan putri". Tanya Anaya
"Kami tidak sengaja bertemu dengan Putri di aula saat menuju kemari! Ngomong-ngomong bagaimana keadaanmu Akhsa!". Ucap Bintang
"Tenang saja! Sebentar lagi akan sembuh kok!". Ucap Akhsa
"Baguslah kalau begitu". Ucap Bintang
"Ini aku bawakan buah!". Ucap Charlotte sambil menodongkan keranjang yang berisikan buah.
"Oh makasih!". Ucap Akhsa sambil menerima keranjang yang berisikan buah.
"Ohya! Aku tidak menyangka kalau kamu itu keluarga kerajaan!". Ucap Akhsa
"Yah! Begitulah, apa kamu terkejut!". Ucap Charlotte
"Ya tentu sajalah! Aku terkejut!". Ucap Akhsa
"Terkejut kenapa?". Tanya Charlotte
"Aku tidak menyangka orang sepertimu adalah tuan putri". Ucap Akhsa
Tiba-tiba Anaya memukul perut Akhsa.
"Agh...apa kamu mau membunuhku?". Ucap Akhsa
"Maaf Putri!". Ucap akhsa
"Tidak apa-apa!". Ucap Charlotte sambil menatap akhsa dengan tajam
Akhsa seketika langsung merinding.
"Untung Putri orangnya baik! Kalau tidak mungkin kamu akan dipenjara". Ucap Shanaya
"Baik darimana? Lihat tatapan yang seakan ingin membunuhku!". Gumam akhsa dalam hati
"Ngomong-ngomong putri! Apa Akhsa ngelakuin sesuatu yang mencurigakan saat tinggal di tempatmu?". Ucap Anaya
"Ting...tinggal di tempat putri Charlotte?". Teriak bintang, Risky, dan Rizal di pikiran secara bersamaan.
"Eh...kenapa kamu tahu soal itu?". Ucap Charlotte
"Akhsa yang bilang!". Ucap Anaya
Charlotte melihat kearah akhsa, dengan cepat Akhsa memalingkan wajahnya.
"Te..ten...tenang saja dia tidak melakukan hal yang mencurigakan kok!". Ucap Charlotte
"Tukan~ apa kubilang! Lagian apa masalahnya kalau tinggal dengan perempuan? Bukannya kita dulu sering tidur bareng bahkan dulu kita pernah mandi bareng di sungai!". Ucap Akhsa
Dengan cepat Anaya memukul perut Akhsa dan Shanaya memukul wajah Akhsa.
"Agh...kombo punch". Ucap Akhsa sambil menahan sakit dan tergelatak di tempat tidur.
"Bodoh! Itu saat kita masih kecil tau!". Ucap anaya
"Benar bodoh! kamu bodoh! Akhsa cabul!". Ucap Shanaya
"Cabul dari mananya aku?". Ucap Akhsa
Tiba-tiba Akhsa merasakan tatapan tajam dari arah depan, itu adalah tatapan orang yang iri yaitu Bintang, Risky, dan Rizal.
Dan tatapan dari orang yang marah itu adalah Charlotte.
"Ad..ada apa dengan kalian?". Ucap Akhsa
"Aku sangat iri dengan mu sialan!". Teriak Rizal
__ADS_1
"Dasar brengsek! Mati sana!". Teriak Risky
"Akan kusantek kau saat pulang nanti!". Ucap Bintang
"Hentikan! Kalian membuat ku merinding!". Ucap Akhsa
"Ohya! Sekarang kamu akan tinggal dimana Akhsa?". Tanya Risky
"Benar juga! Karna Ange sekarang sudah kembali menjadi putri Charlotte aku tidak bisa menginap ditempatnya!". Ucap Akhsa
"Bukannya ada Mansion yang dibuat Luna dan Elice disini!". Ucap Shanaya
"Eh?". Bingung Akhsa
"Apa kamu tidak tahu kalau setahun yang lalu Luna dan Elice membuat Mansio disini?". Ucap Anaya
"Aku tidak tahu? Dan kenapa kamu tidak memberi tahu aku?". Ucap Akhsa
"Yah....kukira kamu sudah tahu!". Ucap Anaya
"Dimana Mansionnya?". Tanya Akhsa
"Mansionnya tidak terlalu jauh dari sini! Bahkan kamu bisa melihatnya dari jendela ini!". Ucap Anaya
"Benarkah yang mana?". Tanya Akhsa
Akhsa dan Anaya melihat dari jendela. Lalu Anaya menunjuk sebuah rumah yang sangat besar.
"Bukannya itu terlalu besar?". Ucap Akhsa
"Aku juga sudah bilang begitu! Tapi dia malah bilang kalau ini masih terlalu kecil!". Ucap Anaya
"Apa? Dia boros sekali ya". Ucap Akhsa
"Memang Mansion yang manasih sampai kalian terkejut begitu?". Tanya Bintang
Lalu Anaya menunjukkan ke mereka.
"Wehhh.... itu bukan besar lagi namanya". Ucap Rizal
"Benar tuh!". Ucap Risky
Karna penasaran Charlotte juga ikut melihatnya.
"Itu.. bukannya itu Mansion yang dimiliki perusahaan Mirror?". Ucap Charlotte
"Perusahaan Mirror?. Ucap Risky, Rizal, Bintang secara bersamaan.
"Perusahaan Mirror itu adalah perusahaan terbesar di kerajaan ini!. Aku bahkan sering datang ke toko pakaiannya karena kualitasnya yang sangat bagus!". Ucap Charlotte
"Perusahaan Mirror memang terkenal! Tapi aku tidak tahu kalau sampai seterkenal ini!". Gumam Akhsa dalam hati
"Dan mereka bilang kalau Mansion itu adalah milik mereka berarti?". Ucap Bintang
"Tidak-tidak bukan kami yang menjakankan perusahaan itu!". Ucap Akhsa
"Lalu siapa? Apa Luna dan Elice yang kalian bicarakan tadi?". Tanya Bintang
"Yah begitulah?". Jawab Akhsa
"Kalau kamu memang sudah sekaya itu! Lalu kenapa kamu malah nginap ditempat tinggalku?". Tanya Charlotte
"Itukan! Yang kaya kan mereka bukan aku!. Aku hanya numpang saj-"
Tiba-tiba kantong yang ada disaku Akhsa terjatuh. Katung itu berisikan ratusan koin emas.
"Lalu apa yang berkilauan ini?". Ucap Charlotte
"Tentu saja itu emas! Apa kamu rabun sampai tidak bisa melihatnya!". Ucap Akhsa
Charlotte dengan cepat memukul perut Akhsa.
"Agh....Sudah berapa kali aku kena pukul". Ucap Akhsa
"Akhsa memang begitu! Kadang dia pelit sampai ke ujung! Kadang juga dia sangat pelit sampai ujung-ujungnya!". Ucap Anaya
"Kata-kata mu sangat Jahat Lo Anaya! Lagian kamu juga salah mengartikannya!". Ucap Akhsa
"Memang apa yang salah?". Tanya Anaya
"Bukan pelit tapi irit!". Jawab Akhsa
"Oh. begitu, terserah kamu sajalah!". Ucap Anaya
Lalu kami ngobrol sampai malam.
Bersambung........
__ADS_1