Night Month

Night Month
Chapter: 47{MELATIH ALONZA 1}


__ADS_3

Chapter: 47


{Melatih Alonza 1}


Malam Hari.


Terlihat Alonza Yang sedang mengamuk akibat tidak bisa mengendalikan kekuatannya.


Saat ini aku sedang mengamati Alonza yang sedang mengamuk.


Aku melihat kalau ekornya bertambah dan menjadi tiga, matanya juga yang awalnya berwarna merah kristal, sekarang menjadi merah darah.


"Alonza apa kamu mendengarku, kalau kamu bisa mendengarku coba kendalikan kekuatanmu itu". Ucap Akhsa sambil melihat kearah Alonza.


Gragg....Gragg...Gragg....gragg.


Alonza melompat kearah akhsa dan menyerangnya dengan sekuat tenaga.


Tapi Akhsa mampu menghindari serangan alonza, lalu Alonza menyerang tubuh Akhsa, Akhsa menghindar kekiri, lalu Alonza menyerang Akhsa yang ada di kirinya, tapi Akhsa menghindari serangan itu dan melompat kedahan pohon.


Dengan cepat Alonza menyerang Akhsa yang sedang melompat dahan pohon, tapi Akhsa menghindari serangan itu dan jatuh ketanah.


Akhsa melihat ke Alonza yang ada didahan pohon itu dan sedang memperhatikannya.


Akhsa melihat kalau ekor Alonza bertambah, sekarang ekor Alonza menjadi empat.


Saat Akhsa sedang memperhatikan Alonza, Tiba-tiba Alonza menghilang dari pandangannya.


Saat ini Alonza sedang ada diudara dan bersiap untuk menyerang Akhsa, Akhsa yang melihat itu langsung melompat kebelakang, dan serangan alonza mengenai tanah yang dipijak Akhsa sebelumnya.


Dalam sekejab, tanah yang dipukul Alonza hancur berantakan.


Akhsa yang melihat itu hanya bisa berkata.


"Sepertinya kalau ekornya bertambah, kekuatan Alonza akan meningkat". Ucap Akhsa sambil melihat Alonza.


Saat Akhsa sedang memperhatikan Alonza, tiba-tiba Alonza menghilang dan berada tepat dihadapan Akhsa.


Alonza memukul Akhsa dengan sekuat tenaga, namun akhsa mampu menghindarinya dan hanya menggores pipi Akhsa.


Pepohonan dibelakang terhembus angin akibat serangan Alonza.


Lalu Akhsa melompat kebelakang dan mengambil 'PisGun' yang ada diblood inventori miliknya.


Kemudian Akhsa menembakkan peluru karet untuk membuat Alonza pingsan.


Tapi saat Akhsa menembakkan peluru karet itu, Alonza selalu menghindari tembakan itu dengan cepat.


Lalu ekor Alonza bertambah menjadi tujuh, dan Alonza menjadi lebih cepat dari yang sebelumnya.


Akhsa terus menembak Alonza dengan peluru karetnya tapi selalu tidak mengenai Alonza. Tiba-tiba Alonza ada didepan Akhsa dan bersiap memukul perut akhsa.


Tapi dengan cepat Akhsa menggunakan Skill'Time Stops' untuk menghentikan pergerakan Alonza.


Tapi pukulan Alonza masih mengenai Akhsa, Akhsa terpental kebelakang akibat serangan Alonza.


Alonza masih bisa bergerak meskipun Akhsa menggunakan Skill 'Time Stops', namun gerakan Alonza seperti gerakan yang biasa dia gunakan sehari-hari.


Akhsa yang melihat Alonza masih bisa bergerak hanya bisa berkata.


"Hebat, aku tidak menyangka akan ada orang yang bisa bergerak meskipun aku sudah menggunakan Skill'Time Stops'. Sebenarnya dari keturunan rubah mana sih kamu, Alonza". Ucap Akhsa sambil melihat kearah Alonza.


Lalu Akhsa menembakkan peluru karetnya kearah kepala Alonza, Alonza yang terkena peluru karet itu langsung tidak sadarkan diri.


Kemudian Akhsa menonaktifkan Skill 'Time Stops' Miliknya dan waktu mulai kembali bergerak.


Akhsa mengangkat Alonza, kemudian mereka berdua bersandar di pohon untuk beristirahat.


Pagi Hari.


Terlihat Akhsa Yang Sedang membakar daging Serigala hasil buruannya.


(Akhsa Pov.)


Setelah melawan alonza tadi malam, aku merasa sedikit lapar. Dan aku juga penasaran siapa sebenarnya ayah Alonza itu? Tapi kalau aku tiba-tiba bertanya soal ayahnya-. Lupakanlah Kalau dia mau cerita sendiri aku pasti akan mendengarkannya dengan senang hati.


Saat aku sedang membakar daging, tiba-tiba dari belakang Alonza memegang pundak ku.


"Ada apa Alonza?". Tanya Akhsa sambil melihat Alonza.


Saat aku melihat Alonza, Alonza terlihat sedih.


"Ma..maaf untuk yang semalam". Ucap Alonza sambil melihat kebawah.


Aku sedikit bingung, Karna biasanya Blesteran yang hilang kendali tidak akan sadar apa yang telah mereka perbuat, kecuali kalau mereka sudah dilatih oleh seseorang.


"Tidak perlu dikhawatirkan, Aku juga minta Maaf Karna telah menembakmu, Tapi Apa kamu masih memiliki kesadaran saat hilang kendali?". Tanya Akhsa kepada Alonza.


Alonza menganggukkan kepalanya tanda dia masih memiliki kesadaran saat hilang kendali.


"Kamu sangat hebat Alonza, apa ada yang melatihmu untuk mengendalikan Beastification mu itu". Ucap Akhsa.


"Tidak ada". Ucap Alonza.


Aku terkejut mendengar jawaban Alonza, Karna dia masih memiliki kesadaran saat hilang kendali dengan kekuatannya sendiri.

__ADS_1


"Baiklah, mulai sekarang aku akan memanggilmu Alo, dan mulai saat ini aku akan melatihmu mengendalikan kekuatanmu itu". Ucap Akhsa dengan semangat sambil melihat Alonza.


"Melatihku?". Ucap Alonza.


"Baiklah, makan dulu Daging Ini, setelah kamu selesai memakannya kita akan mulai latihan hari ini". Ucap Akhsa dengan semangat sambil memberikan Daging ke Alonza.


Beberapa Jam Kemudian.


Terlihat Alonza yang sudah menggunakan pakaian untuk berlatih.


"Baiklah, Inti dari mengendalikan diri adalah ketenangan, Jangan mudah terprovokasi oleh musuh, Jangan mengingat hal-hal yang menyedihkan, Tetap tenang dalam keadaan Apapun!!!". Ucap Akhsa dengan keras sambil menjelaskan.


"Kamu Mengerti Alo!?". Ucap Akhsa sambil menunjuk Alonza.


"Mengerti Master!!!". Jawab Alonza dengan keras.


"Baiklah, kamu duduk diatas batu besar yang sudah aku persiapkan itu, dan bermeditasilah disana, jangan membuka matamu sebelum aku menjentikkan jariku". Ucap Akhsa sambil menunjuk kearah batu besar.


"Baik!!". Jawab Alonza dengan tegas


Lalu Alonza duduk diatas batu itu lalu menutup matanya dan mulai bermeditasi.


Sekarang aku Sadang menjelaskan cara bermeditasi yang benar.


"Tutup kedua mata dan ambil napas lewat hidung, lalu embuskan berlahan. Lakukan hal ini selama beberapa menit sampai tubuh benar-benar rileks. Rasakan energi positif masuk ke tubuh dan saat menghela napas, bayangkan semua stres atau pikiran yang mengganggu, ikut terbuang". Ucap Akhsa dengan keras sambil menjelaskan.


Terlihat Alonza Yang sedang fokus dengan latihannya.


"Ingat, jangan sampai terganggu oleh suara-suara yang mengganggu, tetap fokus...


"Menyatulah dengan alam, bayangkan suara angin adalah lagu yang merdu...


"Kalau kamu masih mendengar suaraku, berarti kamu masih belum fokus". Ucap Akhsa dengan keras sambil menjelaskan.


Lalu aku berjalan kedepan Alonza dan berkata.


"APA KAMU MENDENGARKANKU!!!!!!!". Teriak Akhsa dengan kencang ditelinga Alonza.


"KKKYYYYYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!". Teriak Alonza dengan sangat keras.


"SUARAMU TERLALU KERAS!!!!!". Teriak Akhsa Sambil Menutup kupingnya.


"ITU KARNA PAPA YANG BERTERIAK DIKUPINGKU!!!!!!!!!!". Teriak Alonza dengan keras.


"AKU HANYA MENGECEK APA KAMU SUDAH FOKUS APA BELUM!!!, DAN JANGAN PANGGIL AKU PAPA, PANGGIL AKU MASTER!!!!!!!". Teriak Akhsa dengan keras.


"AKU BARU BEBERAPA MENIT BERMEDITASI DAN PAPA BILANG SUDAH FOKUS APA BELUM!!!!


"KALAU INGIN MENYATU DENGAN ALAM KAN TINGGAL MENGUBUR DIRI DITANAH". Teriak Alonza.


"Eh?". Kaget Alonza.


"Baiklah, ayo kita membuat lubang di tanah!?". Ucap Akhsa sambil melihat Alonza.


"Eh? Apa papa serius?". Tanya Alonza.


"Panggil Aku Master!". Ucap Akhsa.


"Apa Master Serius?". Tanya Alonza.


"Tentu saja serius, bukannya kamu sendiri yang menyarankannya". Ucap Akhsa.


"Eh,etto, aku Memilik cara yang biasa saja master". Ucap Alonza.


"Hemm, Baiklah, tapi kamu harus serius dalam berlatih. Mengerti". Ucap Akhsa dengan tegas.


"Mengeri Master!". Jawab Alonza dengan tegas.


"Baiklah, kamu mulai dari awal lagi". Ucap Akhsa sambil menyuruh Alonza.


"Baik!!". Jawab Alonza sambil mengulangi meditasinya.


Beberapa Menit Kemudian.


Aku melihat Alonza yang sudah mulai fokus pada meditasinya.


Aku melempar kerikil kekepala Alonza, tapi Alonza tidak bergerak sedikitpun. Lalu aku melempar 'Fire Ball' seukuran bola tenis kearah Alonza, Tapi aku melesetkan serangan itu.


Saat Fire Ball itu menuju kearah Alonza, Alonza masih tetap fokus. Kemudian aku membakar daging dan menghembuskan aromanya kearah Alonza, tapi Alonza masih tetap fokus.


Aku yang melihat itu hanya tersenyum Karna Alonza bisa memahami sesuatu dengan cepat.


Sekarang aku tinggal menunggu sampai kapan Alonza akan bertahan.


[Seminggu Kemudian].


Terlihat Akhsa yang sedang berleha-leha diatas pohon dengan malasnya.


"Agh...Bohongkan, kenapa dia bisa selama itu. Padahal sudah satu Minggu, apa dia tidak kelaparan?". Ucap Akhsa sambil menahan malas.


"Yahhh, mungkin sebentar lagi dia akan membuka matanya". Ucap Akhsa dalam hati.


[Satu Bulan Kemudian].


Terlihat Akhsa yang sedang meminum darah milik Shark. Bersamaan dengan badai angin kencang.

__ADS_1


"Sebentar lagi?". Ucap Akhsa sambil meminum darah.


[Satu Minggu kemudian].


Terlihat Akhsa yang sedang membuat rumah dari kayu.


"Sebentar lagi!!". Ucap Akhsa sambil berharap.


[Dua Bulan Kemudian].


Terlihat Akhsa Yang akan pergi kekota untuk membeli camilan. bersamaan dengan panasnya terik matahari.


"Ao, Jaga Alo, sebentar lagi dia pasti akan membuka matanya". Ucap Akhsa sambil memerintah Ao.


[Dua Bulan Kemudian].


Terlihat Akhsa Yang Sedang kayang. Bersamaan dengan badai salju.


"Sebentar lagi, pasti!!!!". Ucap Akhsa sambil berharap.


[Tiga Bulan Kemudian].


Terlihat Akhsa Yang Sedang menggali lubang untuk dirinya.


"Pasti sebentar lagi, aku pasti- mungkin". Ucap Akhsa hampir hilang harapan.


[Satu Bulan Kemudian].


Terlihat Akhsa yang keluar dari dalam lubang yang dia buat.


Aku melihat kearah Alonza, dan Alonza masih bermeditasi, kemudian aku melihat Ao yang sedang memiringkan kepalanya.


"Ao, aku yakin 100% dia akan segera Membuka matanya..................Mungkin". Ucap Akhsa sambil berharap memiliki sedikit harapan, atau juga tidak.


[Dua Bulan Dua Minggu Kemudian].


Terlihat Akhsa Yang sudah berusia 17 Tahun.


"Aku...menyerah!!". Ucap Akhsa dengan lemas.


Aku menuju kedepan Alonza dan bersujut.


"Alo, Aku Menyerah, aku tidak akan meremehkanmu lagi, aku tidak tahan lagi". Ucap Akhsa sambil bersujud kearah Alo.


Alonza sama sekali tidak mendengar ku.


Lalu aku menoleh kearah Ao, dan Ao menjawab.


"Kyakk...Kyakkkk". Ucap Ao.


Setelah mendengar perkataan Ao aku baru ingat. Aku menyuruh Alo untuk membuka matanya saat aku menjentikkan jariku.


"Kenapa Nasipku seperti ini". Ucap Akhsa


"Padalah setelah dia bermeditasi disini, aku akan menyuruhnya bermeditasi diBawah Air terjun, setelah itu aku akan menyuruhnya bermeditasi diAtas Lava yang sangat panas". Ucap Akhsa.


Kemudian aku menjentikkan jariku.


Ctesss(suara jentian jari).


Lalu perlahan Alonza mulai membuka matanya.


"Bagaimana Master". Ucap Alonza.


"Kamu sangat hebat Alo, aku terlalu meremehkanmu". Ucap Akhsa dengan lemas.


"Benarkah, tapi kenapa tubuhku terasa sedikit lebih besar". Ucap Alonza.


"Alo, apa kamu tahu seberapa lama kamu bermeditasi?". Tanya Akhsa.


"Tidak tahu?". Jawab Alonza.


"Begini, kapan kamu berulang tahun?". Tanya Akhsa.


"Kalau dihitung dari saat aku bermeditasi, Sebelas bulan dua Minggu". Jawab Alonza.


Ternyata ulang tahun Alonza dua Minggu lebih awal dari pada aku."Padahal aku ingin merayakan ulang tahunnya dan memberi dia hadiah yang mewah". Ucap Akhsa sambil mengeluarkan air mata.


"Tapi Alo, Ulang Tahunmu Sudah lewat Dua Minggu yang lalu". Ucap Akhsa sambil melihat Alo.


Alonza yang mendengar itu hanya terdiam sebentar dan berkata.


"Ap..apa, sepertinya aku salah dengar". Ucap Alonza sambil kebingungan.


"Begini, kamu bermeditasi selama Satu Tahun Penuh". Ucap Akhsa sambil melihat kearah Alonza.


Setelah mendengar itu, Alonza pingsan tanpa berkata sepatah katapun.


.


.


Dan ternyata, penyebab Alonza pingsan krena tidak makan selama satu tahun. Akhirnya aku membuatkan makanan untuk Alonza.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2