
Chapter: 35
{Pertemuan Tak Terduga}
Kota Libesti.
Ruang Guild Petualang.
Terlihat Kuro dan Shiro yang sedang duduk disalah satu meja menunggu makanan yang diberi Guild.
"Aku ingin bertanya sesuatu pada kalian berdua". Ucap Christa
"Tanya apa?". Ucap Shiro
"Sebenarnya kalian berdua ini datang dari mana sih?". Tanya Christa
"Kami! Kami datang dari kota keren". Jawab Shiro
"Bukankah itu cukup jauh dari sini". Ucap Christa
"Sudah aku bilangkan kami ini pengelana, jadi kami datang dari jauh untuk mengunjungi tempat-tempat yang menarik". Ucap Shiro
Lalu makanan yang ditunggu mereka datang, dan memakan makanan itu.
"Jadi begitu, aku jadi sedikit tertarik...
"Ne, apa aku boleh ikut kalian?". Ucap Christa
"Kamu ikut kami? Mustahil". Ucap Kuro sambil makan
"Memangnya kenapa?". Tanya Christa
"Bukannya kamu sangat diandalkan dikota ini, jadi kalau kamu meninggalkan kota ini mungkin saja akan terjadi kegemparan satu kota!". Jawab Kuro
"Benar juga!". Ucap Christa
Saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba terdengar suara yang keras dari depan pintu Guild.
"HOYYYY SEMUA BUKANNYA INI KUDA MILIKKU". Ucap salah satu orang dari depan Guild.
"Benar, kenapa bisa ada disini?". Ucap salah satu orang lainnya.
"Coba kita tanya orang yang ada didalam Guild, siapa tahu ada yang mengetahui siapa yang membawa kuda ini kesini". Ucap salah satu orang lainnya.
"Kuda? Bukannya kuda yang ada disana itu kuda kalian berdua Kuro Shiro?". Ucap Christa
Saat Christa melihat kearah Kuro dan Shiro mereka berdua sudah menghilang dari pandangannya.
"Loh dimana mereka berdua?". Ucap Christa
Disisi lain.
Terlihat Kuro dan Shiro sedang berlari menuju luar kota.
Ruang Guild.
Lalu tiga orang yang tadi sedang berbicara didepan pintu Guild masuk dan langsung bertanya.
"Permisi apa ada dari kalian yang tahu siapa yang membawa kuda didepan sana". Ucap salah satu orang itu.
Mereka bertiga adalah pahlawan Risky, Rizal, dan Bintang.
"Kuda didepan? Kalau tidak salah mereka adalah orang yang dibawa party Ice Roses tadi". Ucap petualang 1.
"Oh mereka berdua, kalau tidak salah tadi mereka ada dimeja itu! Lah mana mereka?". Ucap petualang 2.
"Mungkin Christa tahu". Ucap petualang 3
"Christa? Siapa dia?". Tanya Risky
"Itu aku....
"Aku yang bernama Christa pemimpin dari party petualang Ice Roses". Ucap Christa
"Jadi Anda yang bernama Christa, jadi apa anda tahu dimana orang yang mencuri kuda kami?". Ucap Rizal
"Kuda kalian?". Tanya Christa
"Benar kuda yang ada didepan adalah kuda kami.....
"Saat kami sedang makan disebuah desa tiba-tiba salah satu dari kuda kami menghilang dan ternyata ada disini, jadi apa kamu tahu dimana orang yang membawanya kemari". Ucap Risky
"Bukannya kuda yang didepan dibawa oleh Kuro dan Shiro, jadi mereka mencurinya". Gumam Christa dalam hati
"Aku tahu siapa mereka itu". Ucap Christa
"Kau tahu, jadi dimana orangnya?". Tanya Risky
"Sekarang aku tidak tahu dimana mereka tapi aku akan memberi sedikit ciri-ciri Meraka padamu". Ucap Christa
"Itu saja sudah lebih dari cukup, jadi bagaimana ciri-ciri mereka?". Tanya Risky
"Mereka ada dua orang, mereka memiliki rambut berwarna hitam dan memiliki sedikit biru disebelah kanan, lalu mata mereka berwarna merah dan yang satu lagi berwarna hijau, yang memiliki warna berwarna hijau bernama Shiro dan yang bermata merah bernama Kuro". Jawab Christa
"Makasih atas informasinya...
"Kami permisi dulu". Ucap bintang sambil keluar bersama Risky dan Rizal
"Apa kita cari kedua orang itu Risky?". Tanya Rizal
"Tidak perlu kita sekarang harus menuju ke benua Beastkin secepat mungkin". Ucap Risky
"Risky benar kita harus kesana secepatnya". Ucap bintang
Lalu mereka bertiga pergi dan melanjutkan perjalanan mereka ke benua Beastkin.
Disisi lain.
Terlihat Shiro yang telah kembali ke tubuh utama dan mata kirinya berubah menjadi warna hijau lalu mengendalikan tubuh utama.
"Kenapa orang yang kudanya kau curi ada disana Kuro?". Ucap Shiro.
__ADS_1
"Manaku tahu, aku juga ngambilnya asal-asalan!". Ucap Kuro.
"Kau sih...
"Apa tadi kau melihat wajah mereka?". Tanya Shiro
"Manamungkin aku melihatnya, aku berlari bersamamu lewat pintu belakang sebelum mereka masuk". Jawab Kuro
"Kau benar, lebih baik kita melanjutkan perjalanan kita". Ucap Shiro.
Lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka kembali.
[Lima hari kemudian].
Malam hari.
Terlihat Akhsa yang sedang melawan segerombolan monster, tapi monster-monster itu dikalahkannya dengan mudah.
"Sepertinya perjalanku masih lumayan panjang". Ucap Akhsa
Akhsa melompat keatas pohon dan duduk diantara cabang pohon.
"Bulannya terlihat indah malam ini". Ucap Akhsa sambil memandang bulan.
Disisi lain.
Terlihat Bintang, Risky, dan Rizal sedang menunggangi kuda dimalam hari menuju keBenua beastkin.
"Apa benar jalannya kearah sini?". Tanya Risky.
"Benar, aku sudah mengonfirmasi petanya dengan teliti". Jawab Rizal
"Perjalanan ini sangat melelahkan, andai saja altar teleportasinya tidak rusak kita pasti sudah sampai disana". Ucap Risky.
"Kau benar, tapi kalau seandainya kita menggunakan altar teleportasi, kita pasti tidak akan bisa sampai sekuat ini". Ucap Bintang.
"Iya, dalam perjalanan kita sudah melawan berbagai macam Monster, Karna itulah kita bisa sampai level kita yang sekarang ini". Ucap Rizal.
Beberapa jam mereka berjalan, akhirnya mereka memutuskan untuk istirahat sejenak.
"Bukannya istirahat dibawah pohon itu sudah aman". Ucap Rizal.
"Baiklah kita akan beristirahat disana". Ucap Bintang.
Mereka membuat api unggun untuk menerangi penglihatan mereka dan membakar daging yang mereka miliki.
Bau daging itu terbang kearah salah satu pohon.
Tiba-tiba ada sesuatu yang jatuh dari pohon itu dan terjatuh disemak-semak, Bintang dan yang lainnya langsung waspada dan menyiapkan senjatanya, sekiranya kalau mereka akan bertarung melawan musuh.
"Siap disana?". Tanya Bintang.
Tapi tidak ada yang menjawab, lalu Risky mencoba mendekat dan saat dia mendekat dia tidak menemukan apapun.
"Tidak ada siap disini". Ucap Risky.
"Lalu suara tadi apa?". Tanya Rizal.
Tiba-tiba terdengar suara dari arah belakang mereka.
"Nyam..Apa yang nyam..sedang kalian cari nyam...". Ucap seseorang dari belakang mereka sambil memakan daging bakar.
Risky, Binatang, dan Rizal langsung menoleh kebelakang dan ternyata itu adalah Akhsa yang sedang memakan makanan mereka.
"Akhsa?". Ucap Bintang.
"Kenapa kau ada disini...
"Dan yang lebih penting kenapa kau memakan makanan kami". Ucap Risky.
"Aku? Tadi aku sedang duduk diatas pohon itu dan tiba-tiba aku mencium bau yang menggiurkan...
"Dan ternyata bau yang menggiurkan itu adalah ini nyam....nyam...nyam...". Ucap Akhsa sambil memakan daging.
"KENAPA KAMU MALAH LANJUT MAKAN BEGITU SAJA". Teriak Risky.
"Sudahlah, jadi kenapa kamu ada disini?". Tanya Risky.
"Oh nyam..aku nyam..Sedang nyam..dalam nyam...perjalanan nyam..". Jawab Akhsa
"Setidaknya selesaikan dulu makananmu itu". Ucap Bintang.
Lalu Akhsa menghabiskan makanannya dengan cepat.
"Jadi kau dalam perjalanan". Ucap Bintang.
"Benar, lalu kalian sendiri kenapa bisa ada disini?". Tanya Akhsa.
"Kami juga sedang dalam perjalanan". Jawab Bintang.
"Oh kemana?". Tanya Akhsa
"Kami akan menuju keBenua beastkin untuk berlatih". Jawab Bintang.
"Oh begitu". Ucap Akhsa.
"Aku sedikit penasaran dengan level mereka bertiga". Gumam Akhsa dalam hati.
Saat Akhsa melihat level mereka bertiga, terlihat kalau Bintang berlevel 600, lalu Risky Berlevel 604, dan Rizal Berlevel 760.
"Wow? Bukannya level mereka terlalu tinggi untuk seseorang yang baru datang beberapa bulan ke dunia ini". Ucap Akhsa dalam hati sambil terkejut.
"Kamu kenapa Akhsa?". Tanya Bintang.
"Tidak, tidak kenapa-napa". Jawab Akhsa.
"Kau tahu saat kami dalam perjalanan tiba-tiba salah satu dari kuda kami dicuri oleh seseorang, itu membuatku sangat marah kau tahu". Ucap Risky.
"Oh, benarkah kasihan sekali kalian". Ucap Akhsa.
Saat Akhsa melihat kearah kuda mereka, Akhsa kaget Karna kuda yang dia curi adalah kuda mereka.
__ADS_1
"Lalu saat kami sampai dikota Libesti, aku melihat kuda ku ada didepan Guild, aku langsung kedalam dan mencari orang yang telah mencuri kuda kami tapi kami tidak menemukannya...
"Andai saja aku menemukannya, pertama-tama aku akan memotong-motongnya dan membuangnya kedalam lautan untuk dijadikan makanan ikan". Ucap Risky dengan wajah kesal.
"Hoho, kau sangat sadis ya". Ucap Akhsa.
"Kalau tidak salah ada seseorang yang bernama Christa memberi tahu kami ciri-ciri sipencuri itu". Ucap Bintang.
"Sialang kau brengsek!". Teriak Akhsa dalam hati.
"Dia bilang kalau yang mencuri itu dua orang, mereka memiliki rambut berwarna hitam dengan sedikit warna biru disebelah kanan, lalu ada yang bernama Kuro memiliki mata berwarna merah dan Shiro memiliki mata berwarna hijau". Ucap Bintang.
Lalu tiba-tiba Risky melihat kearah akhsa dan berkata.
"Akhsa bukannya kamu memiliki ciri-ciri sama yang dijelaskan orang itu". Ucap Risky sambil melihat akhsa dengan dekat.
"Ta..tapi dia bilang dua orang kan, dan juga mataku juga memiliki warna yang berbeda". Ucap Akhsa.
"Kau benar". Ucap Risky.
"Benarkan!". Ucap Akhsa.
"Beda lagi kalau Akhsa bisa membelah dirinya menjadi dua". Ucap Rizal.
"Betul katamu Rizal..
"Tapi mana bisa Akhsa membelah dirinya menjadi dua hahahhahahahha". Ucap Risky sambil tertawa.
"Hhahahahhahahah, mana bisa ya kan". Ucap akhsa sambil tertawa.
"Hahahahhahhahhahaa". Tawa bintang
"Hahahahhahhahhahaa". Tawa Rizal
Lalu mereka berempat tertawa bersama-sama.
"Hahaha, mana mungkin kami percaya begitu saja yakan". Teriak Risky.
"Eh, apa maksudmu?". Tanya Akhsa.
"KITA TANYA KAN LANGSUNG KEKUDANYA". Teriak Risky.
"Apa?
"Bagaimana bisa kau tanya pada kuda?". Tanya Akhsa
"Tentu saja menggunakan skill 'All languages' skill ini bisa membuat kami berbicara dan memahami semua bahasa, termasuk bahasa hewan juga". Ucap Bintang.
"Apa, aku tidak mengetahui itu sebelumnya, bukannya kau juga memiliki skill itu...
"Sial kalau saja aku mengetahuinya akan kubungkam mulut sikuda itu". Gumam Akhsa dalam hati.
"Jadi, apakah dia yang telah menculikmu kuda". Ucap Risky sambil menunjuk Akhsa.
Akhsa mengeluarkan aura membunuh kearah kuda itu, kuda itu terdiam saja tidak hanya terdiam kuda itu juga terjatuh dan mengeluarkan busa dari mulutnya.
"Ke..kenapa dia malah pingsan". Ucap Risky.
"Mungkin Karna bau mulutmu yang busuk makannya dia pingsan". Ucap Akhsa
"APA KAU BILANG". Teriak Risky.
"Tenang-tenang kita bisa menyembuhkannya". Ucap Bintang sambil menuju kearah kuda itu.
Saat bintang memegang tubuh kuda itu bintang kaget.
"Kudanya......sudah mati". Ucap Bintang.
"Bagaimana bisa?". Tanya Rizal
Tiba-tiba muncul kabut yang datang entah dari mana.
"Kenapa tiba-tiba ada kabut disini". Ucap Bintang.
"Jangan dihirup ini mungkin kabut beracun". Ucap Rizal.
Lalu mereka menutup hidung mereka dan lari membawa dua kuda yang masih hidup.
Pigi Hari.
Terlihat Akhsa dan yang lainnya berlari membawa kuda keluar dari hutan.
"Sepertinya kita sudah berlari cukup jauh". Ucap Risky.
"Kau benar sepertinya kita sudah selamat". Ucap Akhsa.
"Untung aku menggunakan Skill 'Blood Mist' untuk menipu mereka, betapa cerdasnya aku ini". Gumam Akhsa dalam hati.
"Lalu sekarang kau akan kemana Akhsa?". Tanya Bintang.
"Aku? Arah tujuanku sebenarnya sama seperti kalian, aku akan menuju ke benua Beastkin". Jawab Akhsa.
"Oh, bagaimana kalau kita kesana bersama". Ucap Bintang.
"Oh, apa boleh?". Tanya Akhsa
"Tentu saja, sekalian kita bisa memperdalam pertemanan kita, benarkan Rizal Risky!". Jawab Bintang.
"Terserah sih". Ucap Risky
"Tidak masalah menurutku, aku akan satu kuda dengan bintang dan Akhsa akan satu kuda dengan Risky". Ucap Rizal.
"Kenapa aku harus bersama dengannya". Ucap Risky.
"Aku tidak masalah dengan siap yang penting aku dapat tumpangan". Ucap Akhsa.
"Akhsa saja tidak keberatan". Ucap Rizal.
"Baiklah aku akan satu kuda dengan dia". Ucap Risky.
Lalu mereka melanjutkan perjalanan menuju keBenua beastkin bersama-sama.
__ADS_1
Bersambung......