Night Month

Night Month
Chapter: 42{KERAJAAN BEASTKIN}


__ADS_3

Chapter: 42


{Kerajaan Beastkin}


Kerajaan Beastkin.


Ruang Altar Teleportasi.


Terlihat Akhsa dan para pahlawan yang sedang berada di altar teleportasi kerajaan Beastkin.


(Akhsa Pov.).


Saat ini aku, Bintang, Risky, dan Rizal sedang berada diruang Altar Teleportasi dikerajaan Beastkin, dan kami disambut hangat oleh Ratusan Prajurit yang menodongkan senjatanya kearah kami.


"Siapa kalian?". Tanya prajurit 1.


"Berani sekali kalian menyusup ke istana Valhalah". Ucap prajurit 2.


Lalu Bintang maju dan berkata.


"Kami dari kerajaan Anathasia". Ucap Bintang sambil menunjukkan sebuah lencana.


Saat mereka melihat lencana yang ditunjukkan Bintang.


"Maaf atas kelancaran kami...


"Kami sudah lama menunggu kedatangan kalian". Ucap prajurit 2.


"Silahkan lewat sini". Ucap Prajurit 2 sambil menunjukkan sebuah jalan.


Lalu kami mengikutinya dan sampai didepan pintu yang sangat besar.


"Pahlawan Dari Kerajaan Anathasia Sudah Tiba". Ucap Prajurit dengan suara kencang.


Lalu gerbang dibuka dan kami berempat masuk kedalam.


Saat aku berjalan, aku melihat berbagai Beastkin disana, ada yang berkepala jerapah ada yang berkepala Serigala, ada yang berkepala Badak dan lain sebagainya.


Lalu kami sampai dihadapan raja yang sedang duduk di kursi singgasana, kami berlutut dan menundukkan kepala kami.


Lalu raja itu berkata.


"Selamat datang di kerajaan ku pahlawan". Ucap Raja Itu.


"Perkenalkan namaku Leonhard De Valhalah, penguasa dikerajaan ini". Ucap Raja Leonhard sambil memperkenalkan diri.


"Aku sudah menunggu kalian di kerajaan ku ini". Ucap Leonhard.


"Yah, kau sudah mengatakan itu terus berulang kali, pak tua". Gumam Akhsa dalam hati.


Raja Leonhard Terlihat memiliki Badan yang kekar meskipun dia sudah tidak muda, dia juga terlihat gagah seperti singa.


"Sebuah kehormatan kami disambut dengan hangat". Ucap Bintang.


"Perkenalkan nama saya Bintang Eka". Ucap Bintang.


"Nama Saya Risky Bagus". Ucap Risky.


"Nama saya Rizal Salsabila". Ucap Rizal.


"Lalu siapa yang ada disebelahmu itu, bukannya pahlawan yang dipanggil ada tiga". Ucap Raja Leonhard.


"Dia adalah teman kami yang kebetulan sejalur". Ucap Bintang.


Lalu aku mulai memperkenalkan diri.


"Perkenalkan nama Saya Akhsa". Ucap Akhsa sambil memperkenalkan diri.


"Saya datang kemari Karna diperintahkan guru saya untuk memberikan Suran ini kepada Raja Leonhard secara langsung". Ucap Akhsa sambil menyerahkan surat yang diberikan Shark.


Raja Leonhard mengambil surat yang kuberikan.


"Dari gurumu". Ucap Leonhard sambil membuka surat itu.


Lalu raja Leonhard membaca surat itu, setelah selesai membaca dia berkata.


"Jadi kau Murid Shark yang sering dibicarakannya itu". Ucap Leonhard sambil melihat kearah akhsa.


"Benar". Ucap Akhsa sambil menganggukkan kepala.


Lalu suasana diruang ini mulai rame.


"Apa aku tidak salah dengar, anak ini murid Penguasa laut". Ucap Bangsawan berkepala kuda.


"Dia Murid Gawr Gura yang legendaris itu". Ucap Bangsawan Berkepala Kambing.


"Benarkah itu". Ucap prajurit Berkepala anjing.


"Bocah ini, dia, manamungkin". Ucap prajurit berkepala kucing.


"Berisik Kucing, memang kenapa kalau aku murid, Guru". Ucap Akhsa dalam hati.


"Diam". Ucap Leonhard dengan kencang.


Seketika semua Orang, maksud ku Beastkin diruangan ini terdiam.


"Jadi kamu Murid Gura...


"Tapi dia pernah bilang kalau nama muridnya itu Achi, bukan Akhsa". Ucap Leonhard.


"Pffft". Tawa Risky berusaha menahannya.


Aku melihat kearah samping dan melihat kalau bintang, Risky, dan Rizal sedang menahan tawa.


"Apa yang kamu bicarakan kepada orang ini sih Guru!?". Ucap Akhsa dalam hati.


"Biarlah, jadi kamu akan mengikuti turnamen disini tiga hari lagi bersama Para Pahlawan". Ucap Leonhard.


Aku yang mendengar itu kaget dengan ucapan yang Leonhard katakan.


"Apa maksud Anda". Ucap Akhsa dengan kencang kearah Leonhard.


Semua prajurit yang melihat itu mengacungkan senjatanya kearah akhsa.


"Tidak sopan sekali kau dihadapan raja". Ucap prajurit 2


"Tidak masalah, turunkan senjata kalian". Ucap Leonhard sambil mengangkat tangannya.


"Apa maksud Anda, kenapa saya diikutsertakan diturnamen". Ucap Akhsa.


"Hem, tapi disurat ini tertulis untuk mengikut sertakanmu". Ucap Leonhard.


"Tapi saya belum dikasih tau sama sekali". Ucap Akhsa.


Lalu dari samping Rizal berkata.


"Akhsa sepertinya sebelum kita berteleportasi kesini, Shark memasukkan surat dikantongmu". Ucap Rizal.


Lalu aku mencari dikantong dan menemukan sebuah surat yang disampulnya tertulis 'untuk achi'.

__ADS_1


Aku membuka surat itu dan membacanya, surat itu berisikan.


'Fufufu, apa kamu sudah menyerahkan surat itu keraja Leonhard, kalau sudah kamu pasti sudah tau kalau kamu diikut sertakan diturnamen. Yang menyuruhnya itu aku jadi kamu harus ikut, Sekalian mengecek teknik bulan mu, dan aku ingin kamu hanya menggunakan Teknik Bulan, tidak boleh menggunakan sihir atau skill yang lain. Aku ingin kamu memenangkan turnamen itu, dan kalau kamu tidak ikut turnamen itu, aku pastikan tubuhmu akan kupotong-potong dan kusebarkan ditengah lautan.


Aku membekukan surat yang kupengang dan surat itu hancur berkeping-keping.


"Apa-apaan surat ini, kenapa aku harus ikut turnamen, aku juga harus pergi keLabirin Oslo Secepat mungkin....


"Guru, kamu sangat Jahat". Ucap akhsa dalam hati sambil mengeluarkan air mata kecil


"Jadi?". Ucap Leonhard.


"Saya akan ikut turnamen itu yang mulia". Ucap Akhsa dengan paksa.


"Bagus, aku juga ingin tahu sehebat apasih murid Gura yang dibanggakannya itu". Ucap Leonhard.


"Pasti kalian capek menuju kemari, beristirahatlah dulu". Ucap Leonhard sambil menyuruh pelayannya membawa Akhsa, dan para pahlawan ke kamar yang telah mereka siapkan.


Lalu kami menuju kesuatu ruangan yang berisikan lima tempat tidur.


"Silahkan masuk". Ucap pelayan kelinci.


Lalu kami masuk dan beristirahat.


"Hei, Ayo kita berkeliling sebentar keluar". Ucap Rizal sambil mengajak Akhsa, Bintang, dan Risky.


"Boleh juga, aku akan ikut". Ucap Bintang sambil berdiri.


"Aku juga". Ucap Risky.


"Bagaimana denganmu Akhsa". Ucap Rizal sambil melihat akhsa.


"Tidak, aku akan tidur dulu, aku belum cukup tidur kemarin". Ucap Akhsa sambil berbaring dan menutup matanya.


"Baiklah, mungkin Karna kau membaca buku semalaman". Ucap Rizal sambil berjalan menuju pintu.


"Membaca? Membaca apa?". Tanya Risky sambil mengikuti Rizal dari belakang.


"Apa kamu tidak tau kalau Akhsa disuruh Ratu Shark untuk membaca semua buku yang ada diperpustakaan". Jawab Rizal.


"Ohh, aku baru ingat, tadi pagi sebelum kita kesini aku melihat ada ribuan Akhsa diperpustakaan, jadi dia sedang membaca semua buku itu". Ucap Risky.


"Begitulah". Ucap Rizal.


[ Tiga Jam Kemudian].


Aku bangun dan terlihat tidak ada siapapun di tangan ini.


"Uwahhhh, kemana mereka semua". Ucap Akhsa sambil menguap.


Aku baru ingat kalau mereka sedang berkeliling diluar.


Lalu aku memutuskan untuk keluar dari kamar dan berkeliling sebentar.


Saat aku berjalan, aku melihat beberapa pelayan mengerjakan tugas mereka seperti bersih bersih dan lain sebagainya.


Setelah beberapa menit berjalan aku melihat ada seorang yang sedang berlatih ilmu berpedangnya, aku melihat itu Karna sedikit penasaran dengan ilmu berpedangnya.


Aku melihat ilmu berpedangnya lumayan hebat dan terbilang cepat.


Saat aku sedang memperhatikannya, dia tiba-tiba menoleh kearahku dan datang menghampiriku.


"Oh, apa kamu ini orang yang dirumorkan itu". Ucap pria didepan.


"Rumor?". Ucap Akhsa dengan bingung.


"Oh benar aku belum memperkenalkan diri, namaku Leon De Valhalah, aku adalah pangeran dikerajaan ini". Ucap Leon.


"Apa-apaan tanggapanmu itu, yah aku tidak peduli sih..


"Jadi kau murid Penguasa lautan Gwar Gura ya". Ucap Leon.


"Kalau iya kenapa". Jawab Akhsa dengan santainya.


Aku seperti memiliki firasat buruk soal ini.


"Aku tantang kau berduel pedang dengan ku". Ucap Leon sambil menunjukkan pedangnya kearah akhsa.


"Kenapa aku harus melakukan itu?". Tanya akhsa.


"Itu Karna aku ingin mengalahkanmu, sebagai Beastkin terkuat dikerajaan ini aku akan bertarung dengan orang yang dibilang kuat...


"Dan itu adalah kau, kau tiba-tiba datang kemari dan menyatakan kalau kau adalah muridnya Gwar Gura...


"Ayoo, kita mulai". Ucap Leon dengan semangat.


"Hahhh, malesin...


"Padahal aku baru saja bangun tidur". Ucap Akhsa dalam hati sambil memalingkan wajahnya.


"Tapi boleh juga aku melawan Leon, aku ingin tau seberapa kuatnya dia". Gumam Akhsa dalam hati.


"Baiklah aku terima tantanganmu". Ucap Akhsa.


"Yosss, ikuti aku". Ucap Leon sambil menuju ketempat yang biasa dia pakai untuk latihan.


Aku mengikuti Leon dari belakang menuju tempatnya biasa latihan.


Setelah beberapa menit berjalan akhirnya kami sampai ditempat latihan yang sering digunakannya latihan.


Aku melihat ada beberapa Beastkin yang datang untuk menonton.


"Kalahkan dia Pangeran Leon". Teriak prajurit 1


"Dia pasti penipu". Teriak Prajurit 2.


"Benartu, dasar manusia". Teriak prajurit 3.


"Uuuuuuuuu". Teriak prajurit 4.


Yang ada dipikiranku setelah mendengar ocehan mereka adalah 'Anjing Sedang Menggonggong'. Itulah yang aku pikirkan.


Saat aku dan leon sudah sampai ditengah, dia melemparkan pedang kearahku, aku menangkap pedang yang dilemparkan oleh Leon.


"Gunakan itu untuk melawan ku". Ucap Leon.


Lalu ada juri kelinci yang akan memberikan peraturan.


"Peraturan pertama: dilarang bagian vital.


Peraturan kedua: dilarang menyerang alat kelamin.Peraturan ketiga: siapa saja yang keluar dari garis atau menyerah, akan dinyatakan kalah. Kalian paham". Ucap juri kelinci itu.


Lalu aku dan leon mengagguk tanda kami paham.


"Pertarungan........dimulai". Ucap dengan keras juri kelinci.


Setelah mendengar aba-aba itu, Leon dengan cepat menyerangku dari depan, aku yang melihat itu menghindarinya dan melancarkan serangan, dengan cepat Leon menangkis serangan ku.


Leon menyerangku dengan pedangnya terus menerus tapi aku bisa menangkis semua serangan miliknya.

__ADS_1


Aku melompati kepala Leon dan saat aku masih ada diudara, aku menyerang Leon menggunakan pedangku.


"Lambat". Ucap Leon.


Leon menangkis pedangku dan menendang aku sampai kebelakang, tapi aku belom melewati garis yang ada dibelakangku.


Aku melompat dan menyerang Leon dengan cepat, tapi Leon mampu menangkis semua serangan ku, lalu aku mengayunkan pedangku dengan cepat tapi leon menangkis pedangku, pedangku terlmepar dan aku terjatuh.


"Aku kalah". Ucap Akhsa sambil mengangkat kedua tangannya.


Semua yang melihat itu mulai berteriak.


"Wowwwww, memang yang diharapkan dari pangeran Leon". Teriak penonton1.


"Memang tidak ada yang bisa mengalahkannya". Teriak penonton 2.


"Dia bilang, dia adalah murid Ratu Gura, tapi apa ini, dasar penipu". Teriak penonton 3.


"Woy, penipu woy turun dari panggung sekarang". Teriak penonton 4.


Aku hanya mengabaikannya.


"Kau". Ucap Leon sambil melihat kearah akhsa.


Aku dengan sontak melihat kearah Leon.


"Aku tidak menerima semua ini, kau sengaja mengalah dariku". Ucap Leon sambil melihat akhsa dengan tatapan tajam.


"A..Apa maksudmu". Ucap Akhsa.


"Kau menurunkan kecepatanmu dan sengaja ditendang olehku, dan yang terakhir juga begitu". Ucap Leon sambil menatap akhsa.


"Saat turnamen tiba...


"Kau harus melawan ku dengan sungguh-sungguh". Ucap Leon sambil meninggalkan Akhsa.


Aku yang mendengar kata-kata itu cuma tersenyum kecil.


"Tidak kusangka dia menyadarinya". Gumam Akhsa dalam hati.


Benar, aku memang sengaja mengalah darinya Karna tujuanku disini cuma mengetes kekuatan Leon bukan untuk mengalahkannya.


Yang terlintas dipikiranku cuma.


"Menarik". Ucap Akhsa sambil tersenyum.


Setelah itu aku pergi dan berkeliling kota.


(Akhsa Pov. End).


[Tiga Hari Kemudian].


(Bintang Pov.).


Sekarang adalah hari turnamen, aku mendapat giliran yang keempat.


Sekarang aku sedang duduk bersama Risky, dan Rizal, kami duduk di kursi penonton, yang ikut serta sangat banyak sampai sekitar Seribu Orang lebih, ap lagi yang menonton sekarang.


"Hei bin, dimana akhsa?". Tanya Risky.


"Entah!". Jawab Bintang.


Aku juga mendengar memerapa penonton yang membicarakan Akhsa.


"Hei apa kamu tau, katanya Pangeran Leon Mengalahkan Murid dari Penguasa laut dalam duel". Ucap penonton 1.


"Aku juga dengar, katanya dia kalah telah dari pangeran". Ucap penonton 2.


"Kalian tidak melihatnya sendiri sih, aku melihatnya kalau dia itu tidak ada apa-apanya". Ucap penonton 3.


"Mungkin dia penipu!". Ucap penonton 2.


"Bukan mungkin tapi beneran". Ucap penonton 3.


"Benarkan, mungkin dia akan dihabisi diturnamen ini". Ucap 2.


Saat kami sedang mengobrol, aku melihat akhsa yang menuju ketengah lapangan turnamen sambil membawa pedang kayu.


"Hei bukannya itu orangnya". Ucap penonton 2.


"Benar dia orangnya". Ucap 3.


"Ngapain dia kemari". Ucap penonton 1.


"Mungkin minta dikasihani". Ucap penonton 2.


"Kenapa Akhsa ada disana?". Tanya Rizal.


"Aku juga tidak tahu, bukannya dia ada di giliran keempat ya". Ucap Risky.


Saat kami sedang memperhatikan tiba-tiba Akhsa mengangkat tangannya dan berkata.


"AKU MENANTANG SEMUA PESERTA SEKALIGUS, YANG TIDAK BERANI MAJU KALIAN ADALAH BINATANG RENDAHAN". Teriak akhsa sambil menunjuk semua Beastkin yang ada disini.


Semua Beastkin yang mendengar itu langsung berteriak.


"Woy apa-apaan Manusia ini". Teriak Peserta 2.


"Cari mati nih manusia". Teriak peserta 1.


"Woy brengsek, akan kubunuh kau". Teriak peserta 3.


"Dasar B*N*S*T, akan kucukil matamu itu". Teriak peserta 4.


"Akan kupotong-potong tubuh kecilmu itu". Teriak peserta6.


"Akan kubelah kau menjadi dua dengan pedang besarku ini". Teriak peserta 7.


Dan berbagai macam kata-kata hina lainnya.


"Akan ku tenggelam kan kau kelautan sampai mati". Teriak Risky sambil menunjuk Akhsa.


"Akan ku bawa ke alam baka". Teriak rizal.


"Woy, kenapa kalian malah ikut-ikutan". Ucap Bintang sambil melihat kearah Rizal dan Risky.


"Apa kau tidak dengar tadi, dia bilang semua peserta, kita kan juga peserta". Ucap Risky.


"Kau benar....


"Akan kau buat kau mandi di pemandian umum". Teriak Bintang.


Akhsa yang mendengar ocehan kami hanya Dian setelah itu berkata.


"Maju Kalian Semua". Ucap Akhsa sambil melihat kesemua Beastkin.


Lalu kami semua mulai melompat dari panggung dan menyerang Akhsa secara bergerombol.


(Bintang Pov. End).

__ADS_1


Bersambung...........


__ADS_2