
Chapter: 56
{Sidang Singkat}
Terlihat Akhsa dan yang lainnya sedang terbang menuju keBenua Manusia.
Saat ini kami masih berada diatas benua Beastkin dan sedang menuju keBenua Manusia.
Saat diperjalanan, aku baru mengigat sesuatu yang paling penting dari pada segalanya. Yaitu ribuan emas yang ada diBenua Andlan.
Dan aku baru ingat kalau emas-emas itu sudah hancur akibat ledakan yang disebelumnya.
"Sial, emas berhargaku". Gumam Akhsa dalam hati dan mengeluarkan air mata kecil dari matanya.
Saat aku sedang meratapi kesedihanku, tiba-tiba Alonza berbicara.
"Papa, apa Papa punya rumah DiBenua manusia?". Tanya Alonza.
"Tentu saja punya, tapi kalau disebut rumah, sepertinya lebih tepat disebut villa. Dan divilla itu terdapat tiga belas orang termasuk papa". Ucap Akhsa sambil menjelaskan.
"Ap..Apa aku boleh tinggal disitu?". Tanya Alonza.
"Tentu saja boleh, entar Alo bisa tidur dengan papa". Ucap Akhsa.
"Benarkah?". Ucap Alonza sambil melihat kearah akhsa.
"Benar!". Jawab Akhsa.
"Yayyy". Ucap Alonza.
Setelah dipikir-pikir, bagaimana reaksi mereka kalau aku membawa Alonza datang kesana ya. Apa aku akan dibunuh Karna membawa anak orang sembarangan, tapi mereka tidak bisa membunuhku Karna aku sekarang memiliki keabadian. Itu artinya aku bisa tenang.
Ohya, mumpung aku masih DiBenua Beastkin. Kenapa aku tidak mencobanya saja.
Aku mengulurkan tanganku kesamping dan mengeluarkan 1,000 Kelelawar berwarna putih. Kelelawar-kelelawar itu akan berevolusi menjadi vampir kedepannya.
Tapi itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama, tidak! tergantung dari darah yang mereka minum nantinya. Kalau mereka bisa meminum darah monster yang memiliki level tinggi bisa jadi mereka langsung berevolusi menjadi vampir.
Dan Vampir-vampir itulah yang akan menjadi anak cucuku nanti.
"Semoga kalian dapat dengan cepat berevolusi". Ucap Akhsa sambil melihat kelelawar yang menyebar kesepenjuru tempat.
Lalu untuk sekarang, aku akan fokus dulu untuk menuju keBenua Manusia.
[Satu Bulan Kemudian].
Saat ini kamu telah sampai di benua Manusia, lebih tepatnya kami akan segera sampai divilla yang berada dekat dengan kota keren.
Tapi, saat kami sudah dekat dengan villa, aku merasakan ada ribuan iblis yang berasal dari hutan sihir.
Aku dengan cepat menyuruh Ao untuk terbang kehutan sihir.
"Ao, menuju ke Hutan yang ada disebelah sana". Ucap Akhsa.
Lalu Ao menambahkan kecepatannya menuju kehutan sihir.
.
.
.
Lalu saat sampai disana aku melihat ratusan ribu iblis yang sedang berhadapan dengan Night Month, mereka berperang diujung hutan yang sangat luas.
Aku yang melihatnya dari atas langit hanya bisa berkata."Apa-apaan semua ini". Ucap Akhsa sambil melihat kearah ribuan iblis.
Aku melihat kalau disana ada berbagai macam iblis dari tingkat bawah, menengah, dan tingkat atas.
Tapi, aku juga melihat kalau Night Month juga tidak kalah hebatnya dari mereka. Dan saat aku melihatnya lagi, jumlah anggota Night Month semakin banyak.
Tapi meski mereka mampu menghadapi Iblis-iblis ini, aku juga tidak boleh hanya diam saja disini.
Seperti biasa, aku menggunakan topeng dan jubah Night Month milikku.
Lalu aku mengeluarkan Aura dingin dari tubuhku dan memfokuskannya keiblis-iblis itu. Dan dalam sekejab ratusan ribu iblis membeku ditempat. Lalu aku menjentikkan jariku, saat aku menjentikkan jariku Iblis-iblis yang membeku langsung hancur berkeping-keping.
Anggota Night Month yang melihat Iblis-iblis didepannya membeku dan hancur berkeping-keping menjadi kaget keheranan.
Lalu ada salah satu yang menoleh keatas dan melihatku, tidak lebih tepatnya melihat Ao yang sangat besar.
"Lihat, ada burung es yang sangat besar di atas sana". Ucap Anggota 1.
"Apa burung itu yang membekukan Semua Iblis ini?". Tanya anggota 2.
"Tunggu, lihat ada seseorang yang ada diatas burung itu". Ucap anggota 3.
Lalu mereka mulai memperhatikan pandangannya kearahku.
"Tunggu kalau dilihat-lihat, jubah dan topeng itu, itu milik ketua! dia adalah ketua". Ucap anggota 4.
"Ketua! Ketua sudah kembali!!". Teriak anggota 5.
"Ketua? Aku baru pertama kali melihatnya".
"Apa kamu anggota baru, kalau iya sekarang kamu bisa melihat ketua diatas kita!!".
"SELAMAT DATANG KEMBALI KETUA!!!!".
"Akhsa?! Sepertinya dia baik-baik saja!". Ucap Nacht.
"Iya, dan dia sepertinya sedang menaiki sesuatu yang keren, burung es, sama sepertinya yang selalu menggunakan kekuatan es nya". Ucap Azrel.
"Tapi yah, dia telah kembali tapi malah harus berurusan dengan semua iblis ini". Ucap Yuna.
"Yah, itu tidak menyusahkan nya sama sekali, lagipula dia bisa dengan membekukan ribuan iblis dengan cepat". Ucap Azrel.
"Apa menurutmu, alis dan bulu mata akhsa juga berubah menjadi warna putih?". Tanya Ayana.
"Kemungkinan besar sih iya, Karna alis dan bulu mata kita semua berubah menjadi warna putih". Jawab Azrel.
"Tapi, setelah aku melihat akhsa dari sini. Aku juga melihat ada anak kecil didepannya". Ucap Shanaya sambil melihat anak kecil yang ada didepan Akhsa.
"Oh, benar juga, apa dia sudah memiliki anak sekarang? Bukannya umurnya masih tujuh belas tahun!". Ucap Claude.
"Apa? Beneran Akhsa sudah punya anak". Ucap Yuna Sambil melihat anak kecil yang ada didepan Akhsa". Benar aku juga melihatnya dari sini". Ucap Yuna.
"Kenapa dia sudah punya anak diumurnya yang masih kecil?, Ini salahmu kak Yuna Karna terlalu memanjakannya". Ucap Arthur sambil melihat kearah akhsa.
__ADS_1
"Kenapa aku yang harus disalahin? Begini deh, aku mau tanya. Apa kalian sebagai kakak pernah sekali mendidiknya?". Tanya Yuna.
"Hem, ten...tentu saja pernah. Aku ingat kalau aku pernah mengajari Akhsa bagaimana caranya menggunakan 'Black Shadow' dulu". Jawab Arthur.
"Heh, bukannya akhsa tinggal mengcopy kekuatanmu itu!". Ucap Yuna.
"Haha, kak Arthur mana pernah mengajari Akhsa!". Ucap lukas.
"Lalu, apa kamu pernah mengajari Akhsa lukas?". Tanya Arthur.
"Eh, tapikan aku temannya Akhsa jadi tidak perlu mengajarinya!". Jawab lukas.
"Kamu itu lebih tua dari pada Akhsa. Dan lagipula Akhsa adalah anak paling kecil diantara kita, Luna bahkan tiga bulan lebih tua dari pada Akhsa". Ucap Yuna.
"Hemmm, benar juga. Aku baru tahu kalau Akhsa adalah anak terkecil diantara kita bertiga belas". Ucap lukas.
"Itu Karna kamu tidak pernah memperhatikan sekelilingmusih". Ucap Yuna.
"Kalau Akhsa paling kecil, itu berarti aku bisa menjahilinya sepuasku dong". Ucap lukas sambil tersenyum kecil.
Setelah mendengar itu, dengan cepat Yuna memukul kepala lukas.
"Apa kamu bodoh, sudah kubilang mendidiknya bukan menjahilinya". Ucap Yuna.
"Agh, sakit......
"Oh, lihat sepertinya dia mulai turun kebawah". Ucap lukas sambil melihat akhsa.
"Baiklah, ayo kita kesana sekarang". Ucap Nacht.
Lalu mereka menuju ketempat Akhsa berada.
Disisilain
Terlihat Ao yang kakinya sudah menyentuh tanah.
Setelah Ao menginjak tanah, aku turun sambil mengangkat Alonza. Dan menurunkannya ditanah.
Setelah itu aku menuju kemarkas bawah tanah.
Tapi saat diperjalanan aku disambut oleh banyak anggota Night Month.
"Ketua, akhirnya Anda kembali!". Ucap anggota 1.
"Yo, sudah lama tidak bertemu Reza". Ucap Akhsa.
"Ap..Apa anda masih mengingat saya". Ucap reza.
"Tentu saja aku mengingatmu, bukan hanya kamu aku juga mengingat setiap nama anggota Night Month. Tapi sepertinya banyak wajah yang aku tidak kenal disini, apa kalian anggota baru?". Tanya Akhsa sambil melihat beberapa anggota.
"Benar ketua, kami anggota baru. Nama saya Satra". Ucap Satra.
"Nama saya Drac ketua salam kenal". Ucap drac.
Dan mereka saling memperkenalkan diri mereka masing-masing. Yah aku sampai bingung karna mereka ada ribuan.
"Baiklah, untuk kalian semua mohon kerjasama". Ucap Akhsa.
"MOHON KERJASAMANYA KETUA!!!". Teriak semua anggota.
Lalu aku menuju kemarkas bawah tanah, tapi saat aku menuju kesana. Sekarang di depanku ada Alice yang berlari kearahku.
Saat alica sudah di depanku dia memukul perutku dengan sengat keras.
"Agh".
Lalu dia memegang pundak ku dan berkata."Hei Akhsa.....Anak siapa itu". Ucap alica sambil memperlihatkan wajah yang menyeramkan.
Lalu aku berkata."Menurutmu Anak siapa". Ucap Akhsa.
Lalu Alice memegang kerah jubahku dan menyeret ku dengan kasar masuk kedalam.
Topengku juga terjatuh ketanah, dan Untung diambil oleh Alonza.
Dan anggota Night Month yang melihat itu hanya berkata.
"Semoga anda masih hidup ketua".
"Kami akan selalu mendoakan anda".
"Semoga dikehidupan Anda yang selanjutnya, Anda bisa menjadi orang yang dapat ditiru".
"Semoga anda menjadi orang yang lebih baik kedepannya".
"Kami tidak akan mengikuti jalan yang sama sepertimu ketua. Kalau tidak kami akan mati duluan".
"Kalau ada kata-kata terakhir, sebutkan saja sekarang ketua".
Aku yang mendengar itu langsung menjawab."Berikan Aku emas yang ban-". Sebelum selesai berbicara gulu Akhsa mulai kesakitan.
"Tolong". Ucap Akhsa sambil mengulurkan tangannya.
Anggota Night Month yang melihat itu hanya dapat mendoakannya.
Lalu Alice membawa(menyeret) Akhsa masuk kedalam markas bawah tanah.
.
.
.
Tidak lama berselang Alice sudah sampai membawa Akhsa keruang markas bawah tanah.
"Aku sudah membawanya kemari". Ucap Alice sambil melihat Pemimpin dan wakil pemimpin lainnya.
"Taroh dia ditempat duduknya". Ucap Yuna.
Lalu Alice melempar Akhsa ditempat duduk yang biasa dia duduki.
Aku yang dilempar Alice mulai bangun dan duduk ditempat dudukku.
Aku melihat ke depan, dan melihat kak yuna dan yang lainnya memperlihatkan muka yang seram.
"Ad..ada apa ini?". Tanya Akhsa.
"Diam! Disini kami yang tanya kamu tinggal Jawab saja". Ucap Yuna dengan suara tegas.
__ADS_1
"Setidaknya, keluarkan dulu orang-orang yang ada dibelakang Kalian itu. Apa mereka asisten kalian?". Tanya akhsa.
"Sudah kubilang diam, dan mereka memang benar asisten kami memangnya kenapa". Ucap Yuna.
"Bisa kakak menyuruh mereka keluar dulu, bukannya ini urusan keluarga". Ucap Akhsa.
"Sudah kubilang diam. Dan kalian semua keluar dari sini". Ucap Yuna dengan keras.
Setelah mendengar perintah kak Yuna mereka mulai keluar dari ruangan ini.
"Jadi Akhsa, siapa anak kecil yang ada dibelakangmu itu?". Tanya Yuna.
"Bukannya kakak bisa menebaknya sendiri, dia adalah putriku, namanya Alonza". Ucap Akhsa dengan bangga.
Kak Yuna dan semuanya yang mendengar itu kaget dan mulai mengatakan sesuatu.
"Apa? Mustahil kamu memiliki Putri yang imut sepertinya". Ucap Ayana.
"Benar, mukanya beda jauh darimu". Ucap Lukas.
"Mau dilihat darimanapun dia tidak ada mirip-miripnya dengan mu". Ucap Azrel.
"Itu bisa dibilang mustahil". Ucap Luna.
"Apa kamu sedang bermimpi Akhsa". Ucap Amelia.
"Kalau benar dia putrimu, memang siapa ibunya, dan memang ada yang mau dengan mu". Ucap Claude.
"Memangnya aku kamu yang selalu sendirian". Teriak Akhsa.
"Lagi pula umurmukan masih tujuh belas tahun". Ucap Yuna.
"Apa kamu menculiknya dari seseorang, kalau iya akan aku laporkan ke pihak berwenang". Ucap Arthur.
"Memang siapa pihak berwenang yang berani melawan ku". Teriak Akhsa.
"Sepertinya aku harus membuka toko obat untuk menyembuhkanmu Akhsa". Ucap Luna
"Bukannya kamu memiliki skill penyembuhan kenapa harus membuka toko obat". Teriak Akhsa.
Lalu tiba-tiba kak Nacht datang menghampiriku dan memegang pundak ku dan berkata."Akhsa...kenyataan itu memang tidak seindah khayalan, kalau kamu tidak bisa mendapatkan jodoh. Lebih baik kamu tetap beristigfar dan memohon supaya cepat mendapatkan jodoh. Jangan malah mengambil anak orang". Ucap Nacht Sambil menceramahi akhsa.
"Aku tidak mau mendengar itu dari orang yang tidak berani melamar kak Linda". Ucap Akhsa.
"Apa maksudmu, lihat ini". Ucap Nacht Sambil memperlihatkan cincin di jarinya.
Aku yang melihat itu ada cincin dijari kak Nacht kaget.
"Aku sudah melamarnya setahun yang lalu, dan sekarang ini kami sudah bertunangan". Ucap Nacht.
"Eh, beneran. Bohongkan". Ucap Akhsa.
"Apa menurutmu cincin ini bisa berbohong?". Tanya Nacht.
"Apa kakak tidak kasihan dengan lukas yang sampai sekarang masih jomblo". Ucap Akhsa sambil menunjuk lukas.
"Woy, emangnya kamu, aku sudah punya tahu". Ucap lukas.
"Hah? Jangan bohong dimalam bolong gini lukas". Ucap Akhsa.
"Hah! Apa perlu aku ketemukan kamu dengannya besok". Ucap lukas dengan keras.
"Okeee, awas saja kalau besok kamu tidak membawanya". Ucap Akhsa Dengan keras.
"Stopp, kesampingkan soal pacar lukas itu, sekarang bisa kamu jelaskan dari mana kamu temukan anak kecil itu". Ucap Yuna.
"Hemm, Baiklah, dimulai dari mana dulu ya".
Singkat cerita, aku menceritakan kejadian saat aku melihat Gerobak pedagang yang diserang oleh segerombolan iblis dan disana aku menemukan Alonza yang masih hidup sendirian.
.
.
.
Beberapa menit kemudian.
"Jadi begitu". Ucap Yuna Sambil berjalan kearah Alonza dan memeluknya.
"Jadi, selama ini kamu juga membawanya diperjalanan mu yang entah kemana itu". Ucap Alice.
"Benar, dan sekarang aku membawanya pulang. Dan untuk tempat tidurnya dia akan tidur denganku bereskan". Ucap Akhsa.
"Hah! Mana mungkin kami membiarkannya dia tidur denganmu". Ucap Anaya.
"Kenapa? Bukannya sudah wajar untuk orang tua dan anak untuk tidur bersama". Ucap Akhsa.
"Pokoknya tidak boleh, Karna malam ini Alonza akan tidur denganku". Ucap anaya.
"Kalau dia tidur dengan kakak, lalu aku bagaimana?". Tanya Shanaya.
"Bukannya kita tinggal tidur bertiga, kamu maukan Alonza". Ucap Anaya.
Lalu Alonza menggelengkan kepalanya dan berkata."Aku hanya mau tidur dengan papa". Ucap Alonza.
"Pa..Papa?". Ucap Anaya Karna kaget.
Tidak hanya Anaya yang kaget tapi semua orang yang disana juga kaget.
"Kalian sudah dengarkan, Alo hanya ingin tidur dengan papanya". Ucap Akhsa sambil menunjukkan senyumannya.
"Sialan kau Akhsa, lihat saja nanti anakku akan memanggilku dedy nantinya". Ucap lukas.
"Hhhaah, apa kau bilang! Pasangan saja belum jelas, sudah mau dipanggil Dedy!?". Ucap Akhsa.
"Apa kau bilang!!!". Ucap lukas dengan muka kesal.
"Baiklah, aku kembali dulu keVilla untuk mengistirahatkan Alo terlebih dahulu. Setelah itu kita akan mulai membahas serangan iblis yang terjadi barusan". Ucap Akhsa.
"Baiklah, tapi cepatlah kemari Karna ada hal penting lainnya juga yang harus kita bahas Secepatnya". Ucap Nacht.
"Baik". Jawab Akhsa.
Lalu aku membawa Alonza keluar dari ruang rapat dan menuju keVilla dekat kota keren, dengan menaiki punggung Ao.
Bersambung.......
__ADS_1