Night Month

Night Month
Chapter: 27 {MELAWAN JENDRAL IBLIS ENVY}


__ADS_3

Chapter: 27


{Melawan Jendral Iblis Envy}


Terlihat Akhsa yang sedang dicengkeram lehernya oleh jenderal Iblis Envy.


"Akan kubunuh kau bocah". Teriak Envy


Suasana diruangan itu menjadi tegang tercampur takut.


Charlotte mencoba menyelamatkan Akhsa namun dihentikan oleh ratu.


"Akhsa....!". Teriak Charlotte berlari menuju Akhsa.


"Jangan kesana!, Disana berbahaya?". Ucap ratu sambil memegang tangan Charlotte.


Jenderal Iblis Envy menambah tenaga ketangannya dan mencengkeram leher Akhsa dengan kuat.


"Agh.....". Ucap Akhsa


"Bersiap lah untuk mati brengsek". Ucap Envy


Saat mendengar kata-kata Envy, Akhsa tersenyum dan bergumam.


"Fufufu?, Aku sudah pernah mati. Iblis jelek!". Gumam Akhsa


"Apa?". Ucap Envy


Jenderal Iblis Envy yang mendengar itu menjadi kesal dan melempar Akhsa melangit. Lalu jendral iblis Envy melompat dan menyerang Akhsa diudara.


Saat jendral iblis Envy hampir menyerang Akhsa. Akhsa mengaktifkan semua Skill Ruler dan menggunakan Ultimate Skill Humility untuk menghancurkan jiwa jendral iblis Envy.


Saat akhsa mengaktifkan Ultimate Skill Humility. Jendral iblis Envy merasakannya dan jendral iblis Envy juga merasa kalau jiwanya mulai hancur.


Jendral iblis Envy langsung tahu kalau itu adalah Ultimate Skill Humility.


"Brengsek?, Ternyata kau yang membunuh para ksatria suci dan kau malah menjebakku". Teriak Envy


Lalu jendral iblis Envy mengaktifkan 'Ultimate Skill Envy' untuk menyegel semua keterampilan yang dimiliki akhsa.


"Ultimate Skill Envy". Teriak Envy


Seketika semua keterampilan yang dimiliki akhsa tersegel.


"Mati kau sialan!". Teriak Envy sambil memukul Akhsa dengan sekuat tenaga.


Akhsa yang terkena pukulan terlempar jauh kebelakang dan terjatuh ketanah. Jendral iblis Envy tidak membiarkannya lolos begitu saja dan mengejar Akhsa.


Disisi lain


Akademi Sihir Kerajaan.


Tempat Latihan.


Terlihat Risky yang sedang bertarung pedang melawan Anaya.


Mereka ditonton oleh para siswa disana.


"Apa cuma segini kemampuanmu?, Apa kamu memang pahlawan?". Ucap Anaya sambil menyerang Risky


"Aku hanya tidak ingin serius melawan perempuan!". Ucap Risky sambil menangkis serangan Anaya


"Kalau kamu tidak serius!, Lalu bagaimana caramu bisa mengalahkan raja iblis?". Ucap Anaya sambil memojokkan Risky


"Memang raja iblis perempuan?". Tanya Risky sambil menahan serangan Anaya.


Anaya menjatuhkan Risky dan menodongkan pedang kearahnya.


"Entahlah?". Jawab Anaya.


Semua siswa yang menonton merasa bersemangat melihat pertarungan mereka berdua.


"Hebat.........!". Teriak semua siswa yang nonton


"Seperti yang diharapkan dari anggota OSIS Anaya". Ucap salah satu murid


"Dia adalah salah satu murid terhebat di akademi ini!". Ucap murid lain


"Jadi begitu!, Makanya dia sangat hebat!". Ucap bintang


"Menurutku itu biasa-biasa aja!". Ucap Rizal


"Apa yang kamu bicarakan?, Kakak itu memang hebat!, Meskipun dia pernah kalah!". Ucap Shanaya


Bintang dan Rizal kaget mendengar itu.


"Dia pernah kalah?". Ucap Bintang


"Dia kalah melawan siapa?". Tanya Rizal


"Bagaimana dia bisa kalah?". Tanya Bintang.


"Yah!, Ada dulu tapi sudah lama". Jawab Shanaya


Saat mereka sedang mengobrol ada seseorang yang jatuh dari langit dan menyebabkan tanah yang dijatuhi hancur.


Semua siswa dan guru yang ada disana terkejut.


Tiba-tiba seseorang yang jatuh itu berdiri. Dia adalah Akhsa.


"Akhsa.....?". Teriak Anaya


Terlihat Akhsa yang terluka parah.


Lalu Anaya dan Shanaya berlari menuju Akhsa, dan Karna penasaran Bintang, Risky, dan Rizal mengikuti mereka.


"Apa yang terjadi denganmu?". Tanya Shanaya

__ADS_1


"Lari....". Guamam Akhsa


"Apa?". Ucap Shanaya


"Suruh semua orang lari dari sini!". Ucap Akhsa


Tiba-tiba jendral iblis Envy datang dari langit dan menghancurkan tanah yang diinjaknya.


"Bukankah itu komandan suci Gell?". Ucap Bintang


"Benar apa yang dia lakukan disini?". Tanya Risky


Tiba-tiba Akhsa berdiri dan berkata.


"Dia bukan Ksatria suci Gell!, Tapi jendral iblis Envy". Jawab Akhsa


"Apa?. Bagaimana itu bisa terjadi?". Tanya Risky


"Panjang ceritanya!". Jawab Akhsa


Jenderal Iblis melompat dan menyerang Akhsa, namun serangannya ditahan oleh Risky menggunakan pedang yang dia bawa.


Akhsa melihat pedang didepannya dan langsung mengambilnya.


"Shanaya suruh semua orang pergi dari sini cepat!". Teriak Akhsa


"Baiklah!". Ucap Shanaya


Lalu shanaya menyuruh semua siswa lari dari sana.


"Anaya semua keterampilanku disegel olehnya, jadi bantu aku menyerangnya". Ucap Akhsa


"Apa bagaimana bisa?". Tanya Anaya


"Dia menggunakan Ultimate Skill Envy untuk menyegel semua keterampilan ku". Jawab Akhsa


"Bukankah dia bisa saja juga menyegel keterampilan kami?". Ucap Anaya


"Tidak! Dia hanya bisa menyegel keterampilan satu orang jadi kamu bisa tenang!, Tapi kamu juga harus hati-hati!". Ucap Akhsa


"Jadi begitu!, Baiklah ayo serang dia!". Ucap Anaya


Akhsa dan Anaya berlari kearah jendral iblis Envy dan menyerangnya. Risky yang tadi menahan serangan jendral iblis mundur saat Akhsa dan Anaya menyerang.


Jendral iblis envy memukul Akhsa menggunakan tangannya tapi Akhsa berhasil menghindarinya dengan menunduk, Anaya menyerang Envy dari belakang menggunakan pedangnya namun serangan itu diketahui oleh Envy, Envy menghindari itu lalu memukul Anaya, Anaya berhasil menghindar dengan cara melompat keatas, saat diatas Anaya mengayunkan pedangnya secara diagonal kearah Envy dan dari belakang Akhsa mengayunkan pedangnya secara horizontal kearah Envy.


Saat pedang mereka berdua hampir terkena Envy, Envy menghilang dan memukul mereka berdua satu persatu dari belakang.


Akhsa dan Anaya terkena pukulannya dan terpental kearah Bintang, Risky, dan Rizal.


"Apa kalian baik-baik saja?". Ucap Bintang


"Kenapa kalian masih disini?, Bukannya aku sudah menyuruh Anaya untuk menyuruh semua siswa pergi?". Ucap Akhsa


"Mereka adalah pahlawan yang pernah Shanaya ceritakan padamu!". Ucap Anaya


"Tentu kami akan membantumu!, Benarkan semua". Ucap Bintang


"Ya tentu saja..!" Ucap Rizal


"Bagaimana mungkin kami tidak membantu!". Ucap Risky


Lalu Akhsa tersenyum dan memperkenalkan dirinya.


"Akhsa..". Ucap Akhsa sambil menjulurkan tangannya.


"Risky...".


"Rizal..".


"Bintang..".


"Baiklah ayo kita kalahkan dia bersama-sama!". Ucap Akhsa


Akhsa dan Anaya menyerang Envy dari depan dan Risky menggunakan pedang yang dia kendalikan dari jauh.


(Kekuatan yang dimiliki Risky adalah mengendalikan besi)


Terlihat bintang yang sedang menggunakan kekuatannya, bintang menggabungkan dirinya dengan roh. Saat bintang menyatu dengan rosnya, terdapat garis berwarna hijau dipakaiannya dan rambut yang awalnya hitam sedikit biru ditengahnya menjadi hitam sedikit hijau dan muncul pola bintang berwarna hijau dimatanya.


Akhsa menyarang Envy dengan mengayunkan pedangnya secara diagonal, Envy berhasil menghindarinya lalu pedang-pedang yang dikendalikan Risky menyerang Envy dari langit, Envy mengambil pedang yang ada di bahunya dan menangkis semua serangan Risky. Muncul Rizal yang datang dari bayangan pedang Risky dan langsung menyerang Envy, namun Envy menyerang balik Rizal, Rizal yang terkena serangan Envy kembali kedalam bayangan dan menyerang lagi dari bayangan Envy, Envy mengayunkan pedangnya ke Rizal tapi Rizal kembali kebayangannya dan keluar di bayangan milik risky.


Envy yang merasa kesal melihat itu menginjak tanah yang dia pijaki sampai hancur.


"Sepertinya kau telah memuatnya marah rizal!". Ucap Risky


"Benarkah?. Kalau begitu aku senang!". Ucap Rizal


Saat mereka berdua sedang ngobrol bintang menyerang Envy menggunakan tornado yang dia buat, Envy berputar didalam tornado yang dibuat bintang, lalu Anaya menggunakan elemen api dan mengarahkannya kearah tornado yang didalamnya ada Envy, seketika api menjadi sangat besar Karna tornado itu, Envy yang ada didalamnya terbakar.


"Apa kita berhasil mengalahkannya?". Ucap Bintang


"Semoga aja berhasil!". Ucap Anaya


Tiba-tiba tornado yang dibuat bintang mulai hilang.


"Sepertinya belum!". Ucap Akhsa


Jendral iblis Envy keluar dari tornado yang dilapisi api itu dengan sedikit luka bakar.


"Yang benar saja!". Ucap anaya


"Apa dia tidak bisa dikalahkan?". Ucap Bintang


"Sepertinya kita harus menusuk jantungnya!". Ucap Akhsa


"Bagaimana caranya?". Tanya Bintang

__ADS_1


Lalu Akhsa berpikir dan menemukan sebuah ide.


"Rizal! Saat jendral iblis Envy dibawah, Kau dan Risky pergi kesamping jendral iblis dan tahan kedua tangannya ". Ucap Akhsa


"Serahkan pada kami!". Ucap Rizal.


Envy menyerang mereka bertiga, tapi saat Envy hampir mengenai mereka bertiga tiba-tiba ada angin yang menghempaskan Envy dan terjatuh.


Itu adalah Shanaya yang menyerang dari jauh.


Lalu bintang menekan pergerakan Envy menggunakan angin, kemudian Rizal membawa Risky kesamping Envy dan memegang tangannya menggunakan bayangan yang dia masuki.


Lalu Anaya melempar Akhsa kearah Envy menggunakan kakinya. Bintang dan Shanaya menggunakan angin untuk menambah kecepatan Akhsa.


Akhsa Dengan cepat menuju kearah Envy dan menusuk jantungnya dan berbisik.


"Kau membuat kesalahan Karna merasuki tubuh manusia yang membuatmu menekan kekuatanmu agar tidak hancur". Bisik Akhsa dikuping Envy


"Selamat tinggal!". Bisik Akhsa


"Sialan kau!". Ucap Envy


Envy mati ditusuk jantungnya oleh Akhsa, lalu keterampilan yang disegel sudah kembali seperti semula dan Akhsa mendapatkan dua skill Ruler yaitu 'Humility dan Envy.


"Apa dia sudah mati Akhsa?". Tanya Risky sambil memegang tangan kanan Envy


"Iya sekarang kau sudah bisa melepaskan tanganmu darinya!". Jawab Akhsa


Lalu Risky dan Rizal melepas tangannya dari tubuh Gell.


"Kita menang!". Ucap shanaya sambil berlari menuju Akhsa


Lalu Anaya, dan bintang berlari menuju mereka.


"Akhirnya kita Menang". Ucap Rizal


Saat mereka semua sedang senang, Akhsa melihat para prajurit yang sangat banyak datang kearah mereka.


"Shanaya bantu aku". Bisik Akhsa


Shanaya mengangguk, lalu Akhsa pura-pura pingsan dan dipangku oleh Shanaya.


Lalu para prajurit dan putri Charlotte datang.


Mereka melihat kalau jendral iblis Envy sudah dikalahkan.


"Apa para pahlawan yang mengalahkannya?". Tanya salah satu prajurit


"Buka-" sebelum selesai bicara ucapan bintang dipotong.


"Memang para pahlawan yang mengalahkannya!" Mereka juga telah menolong kami!". Jawab Anaya


"Seperti yang diharapkan dari para pahlawan, mereka bisa mengalahkan salah satu dari jendral iblis hanya bertiga". Ucap salah satu prajurit.


Lalu Charlotte melihat akhsa pingsan yang dipangku oleh Shanaya.


"Apa Akhsa baik-baik saja?". Tanya Charlotte


"Apa anda kenal Akhsa?". Tanya Shanaya


Tiba-tiba Salah dari prajurit berkata.


"Jangan tidak sopan dengan Putri Charlotte". Bentak salah satu prajurit.


"Tidak apa-apa!, Perkenalkan nama saya Charlotte de Anathasia! Saya sudah cukup lama mengenal Akhsa". Ucap Charlotte


"Jadi begitu! Salam kenal nama saya Shanaya dan yang disana kakak saya Anaya! Tenang saja Akhsa cuma pingsan, nanti juga akan membaik!". Ucap Shanaya


"Apa kamu bilang cuma pingsan?, Lihatlah ada darah dimana-mana!". Ucap salah satu prajurit


"Kalau berkenan bagaimana kalau Akhsa dirawat di istana, disana ada dokter kerajaan yang terkenal akan kemampuannya yang dapat menyembuhkan luka dengan cepat!". Ucap Charlotte.


"Akhsa sepertinya Putri Charlotte sangat khawatir denganmu?, Sebenarnya apa yang kamu lakukan kepadanya?". Bisik Shanaya


"Bisa kamu dia!, Aku sedang fokus pingsan sekarang!". Bisik Akhsa


Lalu Shanaya menjewer pipi Akhsa.


"Apa yang kamu lakukan, dia itu sedang terluka parah tahu!". Ucap Charlotte


"Maaf-maaf, soalnya dia terlihat sangat menjengkelkan". Ucap Shanaya


"Ngomong-ngomong kalian siapanya Akhsa?". Tanya Charlotte


"Ehmm, itu...kami berdua!". Ucap Anaya


"Kalian..?". Ucap Charlotte


Tiba-tiba penjaga gerbang datang entah dari mana.


"Wah?, Bukannya itu kakak kalian Anaya, Shanaya". Ucap penjaga gerbang


"Kakak?". Ucap Charlotte, Anaya, dan Shanaya secara bersamaan.


"Ahiya, dia adalah kakak kami!". Ucap Anaya sambil menatap tajam Akhsa.


"Benar-benar dia adalah kakak kami". Ucap Shanaya sambil menjewer kedua pipi Akhsa.


"Akan kubunuh kau nanti". Bisik Shanaya


Akhsa yang mendengar itu langsung merinding.


"Sepertinya kalian harus cepat merawatnya, lihatlah lukanya sampai sebanyak itu!". Ucap Bintang


"Kau benar!". Ucap Anaya


Lalu Anaya dan Shanaya menyetujui saran Charlotte untuk dibawa ke dokter kerajaan, dan kerajaan merayakan kemenangan pertama dari para pahlawan Karna mengalahkan jendral iblis Envy, lalu mayat Ksatria suci Gell dikuburkan dengan layak.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2