Night Month

Night Month
Chapter: 06 {Si KEMBAR}


__ADS_3

Chapter: 06


{Si KEMBAR}


Hutan Sihir


Diruang bawah tanah, ada tiga anak sedang berbicara, satu anak laki-laki dan dua anak perempuan, mereka bertiga memiliki umur tujuh tahun, anak laki-laki memiliki ciri-ciri, memiliki rambut berwarna putih dan sedikit biru disebelah kanan, dan memiliki warna mata hijau disebelah kiri dan merah disebelah kanan, namanya adalah Akhsa Month, dan dua perempuan disebelahnya memiliki wajah yang kembar yang satu memiliki rambut berwarna putih panjang, memiliki mata berwarna merah, namanya Anaya Month, dan yang adiknya memiliki rambut berwarna putih pendek, memiliki mata berwarna biru namanya Shanaya Month


Mereka sedang membicarakan sesuatu seperti ini


"Jadi intinya kalau aku ingin minum darahmu, aku harus melawan kalian berdua". Ucap Akhsa sambil menunjuk Anaya


"Benar, kamu harus melawan kami berdua". Ucap Anaya


"Bukankah itu curang, dua lawan satu". Ucap Akhsa


"Memang gitu, kita berdua kan selalu bersama, Karna kita kembar, apa lagi kekuatan matamu adalah *Auto Perfect Copy*". Ucap Anaya


"Jadi kalian juga menyuki hal yang sama, dan kenapa kalian tahu kekuatan mataku adalah *Auto Perfect Copy*". Ucap Akhsa


"Tentu kami menyukai hal yang sama, dan yang memberitahu kami adalah kak Yuna". Ucap Anaya


"Jadi kak Yuna yang memberitahu kalian". Ucap Akhsa


"Betul". Ucap Anaya


"Tidak apalah aku juga ingin memberi tahu kalian juga suatu saat nanti". Ucap Akhsa


"Jadi kalian juga tidur bersama....,". Ucap Akhsa


"Betul...". Ucap Shanaya


"Mandi bersama.....". Ucap Akhsa


"Betul, Kami melakukannya bersama". Ucap Anaya


"Semua bersama apa yang tidak ya". Gumam Akhsa dalam hati


"Hehe... pasti bingung kan". Tawa Anaya dalam hati


Akhsa pun tersenyum kecil dan berkata


"Jadi, kalian........Memiliki..... pacar yang sama" Teriak Akhsa


"Tentu saja betul/tidak". Teriak Si kembar bersamaan


"Oho.... jadi kalian tidak selalu menyukai hal yang sama ya". Ucap Akhsa sambil memasang wajah songong


"In..in..intinya kalau kau ingin minum darahku kau harus melawan kami berdua" ucap Anaya


"Betul, kalau kau ingin meminum darah kakak, kau harus melawan kami berdua" sambung Shanaya


"Itu namanya tidak adil, bagaimana kalau begini, kalau aku menang melawan kalian berdua aku boleh meminum darah kalian berdua". Ucap Akhsa


"Aku sih tidak keberatan bagai mana dengan mu Shanaya". Ucap Anaya

__ADS_1


"Kalau kakak tidak keberatan aku juga tidak keberatan". Sambung Shanaya


"Kalau begitu, kita keatas sekarang". Ucap Akhsa


Mereka bertiga pun keluar dari ruangan itu dan melakukan duel dua lawan satu, Akhsa membuat lingkaran yang cukup besar untuk melakukan pertarungan


"Jadi peraturannya adalah Siapa yang melewati garis dan menyerah akan kalah, apa ada yang keberatan". Ucap Akhsa


"Tidak ada". Ucap Sikembar


"Baiklah, mari kita mulai pertarungannya". Ucap Akhsa


Mereka pun bersiap-siap di tempat mereka


"Shanaya Support aku dari belakang". Ucap Anaya


"Baik kak...". Balas Shanaya


Pertarungan di mulai Dengan anaya maju menggunakan pedang kayu dan menggunakan kekuatan matanya yaitu 'Speed'


Anaya mempercepat gerakannya dan penglihatannya untuk menyerang Akhsa, tapi Akhsa juga melakukan hal yang sama yaitu menggunakan skill *Speed* milik Anaya yang di Copy, pedang mereka berhantaman


Melihat itu, Shanaya mengeluarkan


*Fire Ball* untuk menyerang Akhsa, Fire Ball itu menuju kearah akhsa, tapi Akhsa terbang menggunakan skill *Fly* yang dicopy dari Shanaya, lalu Akhsa mengeluarkan skill *Blood Root* untuk mengikat kaki dan tangan Shanaya, setelah kaki dan tangan Shanaya di ikat, Akhsa menggunakan Water Ball kearah Shanaya


Melihat kondisi Shanaya, Anaya mundur dan menangkis Water Ball milik akhsa, dan mencoba memotong Blood Root tapi gagal, lalu tiba-tiba akhsa terbang dengan cepat menuju Anaya dan Shanaya, Akhsa mengayunkan pedangnya secara diagonal


Melihat itu Anaya juga mengayunkan pedangnya secara diagonal, pedang mereka berdua pun saling berbenturan, Anaya melihat kondisi Shanaya yang tidak bisa bergerak Karna Blood Root, diapun berpikir untuk menembakkan Fire Ball kearah Akhsa, tapi sebelum Anaya menembakkan Fire ball, akhsa turun ketanah lalu menghentakkan tanah dan mengaktifkan skill Freezing Seketika tubuh Anaya membeku dan tidak bisa bergerak


"Jadi apa kau menyerah". Ucap Akhsa


"Ten..tentu saja tidak". Ucap Anaya


"Betul, tidak mau menyerah, akusih bisa menunggu, sampai kau mati kedinginan". Ucap akhsa


"Ma..ma.. mati kedinginan". Ucap Anaya


"Betul.....". Ucap Akhsa


"Lebih baik kita menyerah aja kak, dari pada kau kedinginan dan aku diikat seperti ini selamanya". Ucap Shanaya


"Ba...baiklah kami menyerah, jadi bisa kau lepaskan adik ku dan aku sekarang". Ucap Anaya


Akhsa pun tersenyum kecil dan menjentikkan jarinya, saat Akhsa menjentikkan jarinya es dan akar yang mengurung mereka berdua pun menghilang


"Jadi ini adalah kemenangan ku". Ucap Akhsa


"Jadi siapa dulu yang akan kamu minum darahnya". Ucap Anaya


"Karna darahmu sedikit beku Karna terkurung di es, jadi susah untuk meminumnya, aku akan meminum darah Shanaya terlebih dahulu". Ucap Akhsa


Mereka pun duduk di bawah pohon, dan akhsa menggigit pergelangan tangan milik Shanaya


"Agh...". Gumam Shanaya Karna sakit

__ADS_1


"Abwa...., swakit...sret". Ucap Akhsa sambil meminum darah


"Tidak....agh..tidak apa...agh...lanjut..agh..kan". Ucap Shanaya sambil menahan sakit


Akhsa pun melanjutkan minum darahnya, Saat meminum darah, tubuh Akhsa menjadi sedikit panas, beberapa menit kemudian Akhsa selesai meminum darah Shanaya dan melepaskan taringnya dari pergelangan tangan Shanaya


"Hei....,apa kau tidak apa-apa akhsa". Ucap Anaya


"Tidak...heh...apa.....heh..apa". Ucap Akhsa


"Kalau tidak apa-apa ya sudah". Ucap Anaya


"Ohya Akhsa bukan kah vampir kalau terkena sinar matahari, mereka akan mati dan terbakar". Ucap Shanaya


"Itu Karna, aku memiliki darah keluarga kerajaan dalam diriku". Ucap Akhsa


"Apa.., keluarga kerajaan....". Ucap Shanaya


"Iya, ibuku bilang dulu dia adalah putri dari kerajaan vampir". Ucap Akhsa


"Weh......., aku tidak menyangka bibi Lucy adalah putri kerajaan Vampir". Ucap Anaya


"Aku juga awalnya terkejut, saat ibu memberi tahu ku". Ucap Akhsa


Suasana pun perlahan-lahan menjadi hening


"Tenang Akhsa, kita akan membalas kematian ibumu". Ucap Anaya


"Beneran...". Ucap Akhsa sambil murung


"Beneran, tidak hanya ibumu atau ayahmu saja, kita juga akan membalas kematian orang tua kami juga, dan semua warga desa yang terbunuh, maka dari itu kita harus jadi semakin kuat agar bisa membalaskan dendam kita". Ucap Anaya


Suasana Akhsa pun menjadi lebih baik berkat perkataan anaya


(Akhsa Pov.)


Sudah Lima hari sejak aku kembali dari kota, sekarang aku sedang mengobrol dengan Sikembar, Anaya dan Shanaya, kami berbicara beberapa hal, dan untuk kak Nacht dia kembali kekota untuk menjalankan misi, dia juga mengajak kak Yuna, kak Claude, dan kak Arthur untuk menjadi petualang, mereka berempat membentuk party yang bernama Night


Setelah selesai menjalankan misi, mereka akan pulang membawa makanan, dan keperluan lainnya seperti pakaian lalu beberapa senjata, meskipun tidak mahal tapi itu lebih baik dari pada tidak sama sekali


"Ohya.... dimana yang lainnya". Ucapku


"Oh.... kalau tidak salah Luna dan azrel ada didalam, dan untuk Amelia, Elice, luck, dan lukas sedang ada disungai untuk mencari ikan". Ucap Anaya


"Mencari ikan, bukankah tinggal beli di kota". Ucapku


"Mereka bilang ikan di kota tidak segar, makan dari itu mereka mencoba menangkap ikan di sungai". Ucap Anaya


"Jadi begitu, Semoga mereka menangkap yang banyak supaya aku bisa ikut memakannya". Ucapku


kami pun ngelanjutin ngobrolnya, tapi saat kami sedang asyingnya ngobrol, Tiba-tiba aku mendengar suara raungan yang sangat kencang datang dari arah sungai


(Akhsa Pov. end)


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2