Night Month

Night Month
Chapter: 03 {TRAGEDI}


__ADS_3

Chapter: 03


{TRAGEDI}


Klang.....? Klang.....? Klang.......?


Suara benturan pedang


Di pagi hari, latihan antara Akhsa dan ayahnya argen dimulai


Argen mengayunkan pedangnya kearah Akhsa secara horizontal, Akhsa menunduk untuk menghindari tebasan pedang argen, akhsa mencoba menendang kaki argen, seketika argen melompat, saat argen melompat Akhsa berdiri dan mencoba mengayunkan pedangnya secara diagonal, saat argen melihat serangan Akhsa secara diagonal argen pun mengayunkannya secara diagonal, benturan pun terjadi, lalu Akhsa mengayunkan pedangnya secara horizontal, tapi kali ini argen menepis serangan Akhsa dengan pedangnya, seketika pedang Akhsa melayang ke udara dan menancap ketanah


"Hah.... aku menyerah". Ucap Akhsa


"Hahahaha... butuh seratus tahun untukmu bisa mengalahkan ayah....". Ucap argen sambil mengulurkan tangannya


"Sekarang ayah akan mengajariku teknik pedang baru". Ucap argen


"Beneran.....". Ucap Akhsa dengan wajah berharap


"Beneran..". Ucap argen


"Jadi teknik apa yang akan ayah ajarkan padaku". Ucap Akhsa


"Tekniknya bernama *Dragon slash*. Ucap argen


"Jadi kapan kita mulai latihannya". Ucap Akhsa


"Ya... sekarang". Ucap argen


"Lihat baik-baik apa yang ayah lakukan".ucap argen


"Pasang kuda-kuda, angkat pedang kedepannya, posisi pedang harus diagonal, fokuskan mana kepedang, lalu ayunkan pedang kedepannya, dan teriakkan *DRAGON SLASH*. Ucap argen


Saat argen memfokuskan mana ke pedang, sedang dikelilingi oleh hembusan angin yang kencang, dan saat argen meneriakkan kata *Dragon slash* angin yang di sekitar argen berubah menjadi bentuk naga, dan naga itu menuju kearah batu besar yang ada didepan, seketika batu besar itu terbelah menjadi dua secara diagonal


"Wowowoowowo.........., ayah aku juga mau mempelajarinya". Ucap Akhsa


"Tentu, jadi coba kau lakukan seperti yang ayah lakukan". Ucap argen


"Tapi tidak mudah untuk melakukannya". Ucap argen sambil menutup mata


"*DRAGON SLASH*". Teriak Akhsa


Saat argen membuka mata, dia melihat anaknya bisa melakukan teknik yang dia ajarkan dalam sekali lihat


"Ba ba bagaimana kau bisa melakukannya Akhsa". Ucap argen dengan wajah kaget


"Bukankah sudah jelas, Karna aku ini berbakat". Ucap Akhsa sambil menyombongkan diri


"Hoho....., ternyata anak ayah berbakatnya". Ucap argen sambil memegang dagunya


"Tentu.....". Ucap Akhsa

__ADS_1


Saat asyiknya latihan ibu Akhsa yaitu Lucy memanggil


"Waktunya sarapan.........". Ucap Lucy sambil teriak


"Iya.....". Ucap Akhsa, dan argen bersamaan


"Ayo, kita makan". Ucap argen


Akhsa mengangguk tanda Akhsa paham


(Akhsa pov.)


Saat latihan ibu memanggil kami, dan kami pun akhirnya mengakhiri latihan berpedang kami.


saat di meja makan ayah bercerita tentang akhir-akhir ini terdapat banyak monster yang berkeliaran, seperti sedang menjauhi sesuatu, tapi ayah tidak tahu monster itu sedang menjauhi apa


Selesai makan, aku pergi kekamar mandi untuk mandi, setelah mandi aku Kekamar dan merenung memikirkan apa yang ayah katakan tadi saat di meja makan


"Kira-kira apa yang membuat monster, menghindari sesuatu". Gumamku dalam hati


Aku memikirkan memikirkannya terus, dan tanpa ku sadari aku tertidur


Tiba-tiba aku di bangunkan oleh seseorang, dan ternyata orang itu adalah ibuku, aku melihat ke jam dan ternyata udah jam lima sore, tapi anehnya aku mendengar suara pedang yang saling menghantam, dan orang yang berteriak


"Akhsa ayo bangun kita harus lari, Iblis sedang mengerang desa". Ucap ibu sambil mencemaskanku


"Iblis". Ucapku dengan muka kaget


(Akhsa end pov.)


Rumah kepala desa


"Jadi, apa yang terjadi dengan para monster, kepala desa". Ucap salah satu warga


"Kalau monster menghindari sesuatu, pasti itu sekiranya dia menghindari predator yang lebih ganas". Ucap kepala desa


"Apakah predator itu adalah Naga". Ucap salah satu warga


"Mungkin, tapi di hutan ini tidak ada Naga". Ucap kepala desa


"Lalu apa....". Ucap warga desa


Tiba-tiba dari lagit jatuh batu yang lumayan besar ditengah-tengah desa, warga desa pun jadi panik akibat batu itu


Lalu datang argen yang membawakan informasi kalau ada iblis yang menyerang


Menurut informasi argen yang sedang patroli dengan beberapa warga desa, dia melihat ribuan iblis menuju desa, bahkan ada salah satu tujuh jendral iblis yang ikut ke desa


Saat warga desa mendengar berita itu muka mereka langsung pucat ketakutan


"Apa yang harus kita lakukan kepala desa". Ucap argen


"Suruh anak-anak untuk pergi ke belakang desa, di sana ada altar teleportasi, gunakan itu untuk menyelamatkan anak-anak, dan ada beberapa yang haru menahan para iblis itu". Ucap kepala desa sambil teriak

__ADS_1


"Baikk......". Ucap warga desa sambil teriak


Lalu warga desa berpencar, ada yang menghadapi para iblis, ada juga yang menuntun anak mereka ke altar teleportasi


Sekarang


"Apa...... iblis menyerang". Ucap Akhsa sambil teriak


"Iya cepat bangun, kamu harus pergi kebelakang desa, disana ada altar untuk teleportasi". Ucap lucy


"Lalu bagai mana dengan ibu". Ucap akhsa dengan wajah cemas


"Ibu akan menghambat agar para iblis tidak mengejarmu". Ucap Lucy dengan memegang pipi Akhsa


"Tapi...". Ucap Akhsa dengan wajah cemas


"Tidak ada tapi-tapi cepat lari". Ucap Lucy


Akhsa pun lari menuju ke altar yang ada dibelakang desa disana ada sebelas anak yang berdiri di altar, saat Akhsa akan kesana Akhsa melihat ada anak perempuan yang jatuh akibat tersandung batu, Akhsa pun berlari menuju anak itu, Akhsa menggendong anak itu di punggungnya, saat hendak mengangkat anak itu, tiba-tiba ada iblis yang hampir menedasnya, tapi untung saja ada Lucy yang menebas iblis itu terlebih dahulu dengan sabitnya


"Cepat lari". Ucap Lucy


Akhsa pun mengangguk tanda dia paham, Akhsa pun lari menuju altar, dan saat dia sampai altar, altar di aktifkan, butuh waktu lima detik untuk bisa teleportasi 5,4,3


Saat detik ketiga, tiba-tiba ada iblis yang terbang kearah altar, iblis itu bukan iblis sembarangan, iblis itu adalah salah satu dari jendela iblis yang memiliki skill *PRIDE*


Dari skill *Seven Deadly Sains*


Saat tangan jendral iblis akan menusuk Akhsa, tiba-tiba didepan Akhsa ada ibunya yaitu Lucy yang menghalangi tusukan jendral iblis


Tapi tusukan itu mengenai tepat di jantung Lucy, Lucy pun mengatakan kata-kata terakhirnya ke Akhsa


"Tetaplah hidup Akhsa, anakku tercinta". Ucap Lucy tersenyum sambil mengeluarkan darah di mulutnya


Saat itu lah mata kanan Akhsa berwarna merah, dan saat itulah dia dan Kuro memiliki satu tujuan yaitu, memusnahkan semua ibis


Tiba-tiba ada batu besar yang akan menghancurkan altar teleportasi


Tapi sebelum mengenai altar


2,1 altar teleportasi pun aktif, batu besar itu menghancurkan altar, namun anak-anak sudah berteleportasi menuju ketempat yang sangat jauh


Di desa terjadi pembantai yang dilakukan oleh iblis, ibu Akhsa, ayah Akhsa, warga desa semuanya dibantai oleh para iblis, desa hancur, ada yang karena kejatuhan batu, ada yang kebakar, intinya desa sudah hancur Karna diserang oleh iblis


Malam yang awalnya sunyi menjadi bising karena penyerangan iblis


"Akhirnya dendam yang beribu-ribu tahun terbalaskan juga, dan untuk anak yang selamat tunggu saja akan kubunuh kalian semua, hahahahhahahhahahhhahahha". Teriak Jendral iblis Pride sambil tertawa


Di hutan yang sangat jauh dari *Moon Village*


Disana ada tiga belas anak yang selamat dari serangan iblis, ada yang menangis, ada yang ketakutan Karna serangan iblis


(Akhsa Pov.)

__ADS_1


Saat aku melihat ibuku ditusuk oleh iblis, aku membatu tidak bergerak, saat ibuku mengatakan kata-kata terakhirnya, mata kananku berubah menjadi merah dan amarah meluap-luap, disitulah pemikiran ku dan Kuro sama yaitu, memusnahkan semua iblis


Bersambung........


__ADS_2