Night Month

Night Month
Chapter :16 {Menuju Ibu Kota, dan Skill Chastity}


__ADS_3

{Menuju Ibu Kota}


(Akhsa Pov.)


Beberapa tahun setelah aku melawan salah satu jendral iblis, sekarang aku berusia lima belas tahun


Beberapa tahun ini aku berusaha menaikkan levelku ,tapi levelku tidak naik-naik, tapi hanya Statusku yang lain yang naik, aku juga hanya mendapatkan skill dari monster yang kubunuh, dan ternyata untuk menaikkan level harus melawan musuh yang levelnya lebih tinggi


Jadi sekarang aku sedang menuju ke pusat hutan sihir, Karna di pusat hutan sihir ada penguasa hutan yang memiliki level yang sangat tinggi, tapi aku belum pasti dengan levelnya


Beberapa menit kemudian, aku sampai di pusat hutan sihir, dan aku melihat ada naga yang sangat besar, saat aku mengecek Status nya dia berlevel 900


"Wahhh, meskipun lebih lemah dari jendral iblis tapi levelnya diatasku". Ucapku dalam hati


Saat aku sedang fokus mengecek statusnya, tiba-tiba naga itu menyemburkan serangan dari mulutnya, aku terkena serangan itu dan tergeletak di tanah yang hancur akibat serangan itu, lalu naga itu menuju kearahku dan akan memakanku dengan cepat aku menggunakan black shadow dan masuk ke bayangan,"Sakit tau, tiba-tiba nyerang". Ucapku dalam hati


aku melihat naga itu dari dalam bayangan dan mencoba untuk menyerangnya dari belakang, saat aku dibelakang naga itu, aku menyerangnya menggunakan pedang yang ku salurkan api berwarna hitam, "mati kau". Gumamku sambil melompat


Tapi naga itu mengetahui keberadaan ku dan berhasil menghindari serangan ku lalu memukulku menggunakan ekornya, aku menangkis ekornya dengan pedang yang ku pegang, lalu menyerangnya dari depan, tapi saat aku mau menyerang dari depan, naga itu melebarkan sayapnya dan menembakkan sisik-sisik dari sayapnya


Naga itu menembakkan sisik-sisik yang banyak dari sayapnya, aku mencoba menangkis sisik-sisik itu dengan pedang yang kumiliki, tapi sisik itu terlalu banyak, kemudian aku menggunakan 'Divens Magic' dan membuat 'Barierr tiga lapis' tapi barierr yang ku buat tidak tahan lama, lalu barierr pertama dan kadua pecah dan menyisakan barierr terakhir, tiba-tiba naga itu berhenti menyerang menggunakan sisiknya dan kemudian naga itu bersiap mengeluarkan semburan dari mulutnya, aku yang melihat itu tidak tinggal diam, aku menggunakan skill yang sama seperti semburan naga itu yang telah aku salin


Aku mengangkat kedua tanganku, dan menyalurkan 'mana' yang sangat banyak didalamnya


Lalu naga itu mulai menyemburkan serangannya, aku juga sudah siap menyerangnya


"Dragon Bursts". Teriak Akhsa


Lalu serangan kami berbenturan, tapi seranganku lebih besar dari serangan naga itu, naga itu terkena serangan dariku dan mati ditempat, dan levelku naik kelevel 900


"Akhirnya naik level juga, sudah sangat lama aku tidak naik level, tubuhku menjadi lebih ringan dan kekuatanku terasa meluap-luap". Ucap Akhsa dengan gembira


"Tapi ya, apa ada Monster yang memiliki level yang tinggi disini selain monster ini, apa aku perlu mengembara ya untuk mencari monster yang memiliki level diatasku". Gumam Akhsa dalam hati dan berjalan menuju mayat naga


Aku melihat mayat itu dan melihat-lihat


"Wahhh, keras banget nih sisik". Gumam Akhsa dalam hati


"Tunggu seandainya aku membuat armor dan senjata dari bagian tubuh naga ini pasti sangat hebat". Ucap Akhsa dalam hati


Lalu aku memasukkan tubuh naga itu ke 'blood inventori' dan membawanya ke tempat pembuatan senjata


Beberapa menit kemudian


Aku sekarang menuju ketempat pengrajin senjata paling hebat di dunia yaitu, Dwarf yang bernama Bombo


Rumornya Sekarang Bombo ada di ibu kota kerajaan Anathasia, jadi aku sedang menuju kesana, dan sekalian juga aku mencari tempat yang terdapat monster yang berlevel tinggi


Beberapa saat sebelum menuju ke ibukota


Villa


"Jadi kamu mau menuju ke ibukota". Ucap Yuna


"Iya..., apa tidak boleh". Ucap Akhsa


"Tentu saja boleh, tapi kamu harus membawa salah satu dari kami untuk menemanimu". Ucap Yuna


"Tapi aku ingin pergi sendirian, lagi pula aku juga ingin mencari sihir-sihir yang belum pernah aku lihat sebelumnya, jadi akan membutuhkan waktu yang cukup lama". Ucap akhsa


"Jadi begitu, Baiklah aku akan membiarkanmu pergi sendirian, tapi ingat untuk berhati-hati". Ucap Yuna


"Siap kak, kalau begitu aku pergi dulu". Ucap Akhsa sambil berlari menuju pintu keluar


Tapi sebelum menuju pintu keluar aku dihentikan oleh seseorang


"Tunggu dulu Akhsa". Ucap Elice, dan Luna


"Hem, ada apa". Ucap Akhsa sambil berhenti berlari


"Kami sudah selesai membuat pakaian yang akan kita pakai saat menghadapi para iblis". Ucap Luna


"Benarkah...,". Ucap Akhsa


"Benarlo, dan ini punyamu coba pakai dah". Ucap Elice sambil memberikan pakaian yang dibawanya


Aku pun mengambilnya dan memakainya di kamarku, setelah selesai memakainya aku menunjukkan nya pada mereka


"Bagaimana....., cocok gak". Ucap Akhsa



(note: digambar umur Akhsa adalah 17 thn, dan untuk ilustrasi lainnya bayangin aja sendiri)


"Wooo, kenapa kamu memakai nya kayak gitu". Ucap Elice


"Yah, aku lebih nyaman memakainya seperti ini". Ucap Akhsa


"Kamu ini aneh sekali ya....,". Ucap Elice


"Yah, biarinlah dia memakai dengan caranya". Ucap Yuna


"Ah, ngomong-ngomong pakaian ini memiliki efek untuk membersihkan diri sendiri, jadi kalau kamu membuat pakaian ini kotor, dia secara otomatis akan bersih sendiri". Ucap Luna


Lalu tiba-tiba lukas, azrel dan kak Nacht datang


"Wahhh, pakaian keren apa itu". Ucap lukas


"Oh, kalian sudah pulang". Ucap Yuna


"Punya kalian ada di kursi ambil saja". Ucap Luna


Lalu lukas mengambil pakainya


"Wahhh, terlihat keren kalau aku yang memakainya". Ucap lukas


"Oh, jadi kalau aku yang memakainya tidak terlihat keren". Ucap akhsa


"Begitulah...". Ucap lukas


"Yah, terserah kamulah". Ucap Akhsa


"Hah, tidak biasanya kamu begini". Ucap lukas terheran-heran


"Yah, sebenarnya sekarang aku ingin pergi ke ibukota". Ucap Akhsa


"Oh, ada keperluan apa ke ibukota". Ucap Nacht


"Aku mendengar kalau ada pembuat senjata terhebat disana". Ucap Akhsa

__ADS_1


"Jadi kau kesana ingin membuat senjata". Ucap azrel


"Betul sekali....". Ucap akhsa


Lalu aku mengganti pakaianku dan berpamitan dengan mereka


"Kalau begitu aku serahkan pada kalian urusan para iblis pada kalian, dan ucapkan salam ku pada yang lainnya". Ucap Akhsa


"Serahkan pada kami". Ucap Nacht


Lalu aku pergi menuju ibukota


3 hari kemudian


Pagi hari


Sekarang aku berada di kota *Aden*, aku mampir untuk beristirahat Karna membutuhkan waktu satu Minggu untuk mencapai ibu kota kalau berjalan kaki, lalu kenapa aku berjalan kaki, Karna untuk menghemat energi


Sekarang aku sedang menuju kepenginapan yang di rekomendasikan oleh penjaga gerbang


"Ah, itu dia". Ucap Akhsa sambil melihat sebuah bangunan


Lalu aku masuk


"Permisi, saya mau pesan kamar". Ucap Akhsa


"Anda mau pesan kamar, satu malamnya seharga tiga keping perak kalau dengan makan tambah satu keping perak". Ucap resepsionis penginapan


"Kalau begitu, pesan kamar satu malam dan makan". Ucap Akhsa


"Kalau begitu empat keping perak". Ucap resepsionis penginapan


Lalu aku menyerahkan empat keping perak keresepsionis dan resepsionis itu memberikan kunci kamar kepadaku, aku langsung menuju Kekamar yang telah aku pesan


"Disini tertulis kamar No.7". Ucap Akhsa dalam hati


Setelah aku menemukan kamar no.7, aku kemudian masuk dan beristirahat(tidur) sebentar


Tiga jam kemudian


Aku bangun dari tidur dan membuka jendela


"Wah, sepertinya sudah siang". Ucap Akhsa


Lalu aku keluar untuk makan, setelah makan aku mengelilingi kota dan melihat-lihat apakah ada sihir yang belum pernah aku lihat


Saat diperjalanan aku melihat ada penjual apel dan aku membelinya


Saat aku membeli apel tiba-tiba skill Gluttony bereaksi, kalau skill Gluttony bereaksi itu pasti pada sesama skill Ruler


Jadi aku mencari pemilik skill itu dan aku menemukan seorang kesatria yang sedang bersama pasukannya, saat aku mengecek statusnya aku melihat dia memiliki Ultimate Skill Chastity


-Ultimate Skill Chastity: kekuatan yang mampu mencapai para dewa. Memperluas alam ilahi pengguna. Mengembangkan area di mana tidak ada yang bisa diserang.


Kemudian aku bertanya pada salah satu warga tentang kesatria itu


"Permisi, sedang apa ya para kesatria disini". Ucap Akhsa


"Aku juga kurang tahu, tapi katanya mereka telah kembali dari melawan para iblis di selatan". Ucap pedagang sosis


"Ohh, mereka akan kembali kemana". Tanya Akhsa


"Tentu saja ke Kerajaan Anathasia, ohya kalau di perhatikan baik-baik lambang di jubah kesatria itu adalah lambang dari kesatria suci". Jawab penjual sosis


"Kesatria suci ituya, itu...aaa...uuww..., ah Kesatria yang memiliki Ultimate Skill Seven Heavenly Virtues". Ucap pedagang sosis


"Oh kau tahu banyak sebagai pedagang ya". Ucap Akhsa


"Haha, jangan remehkan kami para pedagang anak muda, kami ini telah melalaui banyak perjalanan hidup dan mati". Ucap penjual sosis


"Begitu, kalau gitu sampai jumpa, dan thank you informasinya". Ucap Akhsa


Lalu aku pergi dan menuju kepenginapan


Di penginapan


Sekarang aku sedang berada di penginapan untuk menyusun rencana dengan Kuro


"Hei Kuro bagaimana caraku untuk bisa mendapatkan skill Chastity yang dimiliki ksatria suci itu".


"Satu-satunya cara kita harus membunuhnya Shiro, tapi apa kamu mampu membunuh orang".


"Aku juga belum pernah membunuh seseorang, tapi demi mencapai tujuanku aku akan melakukan apapun".


"Kalau begitu mari kita lakukan".


"Ya".


Lalu aku membuat satu klone di depanku


"Kuro kamu bantu aku atasi prajurit-prajurit miliknya, biar aku yang atasi kesatria suci itu".


Lalu kuro merasuki klone yang ada di depanku dan rambutnya berubah menjadi hitam, yah meskipun rambutku juga hitam untuk menutupi identitas ku, kami berdua mirip dari warna rambut hingga mata yang berwarna beda


"Serahkan saja padaku, kapan kita akan menyerang".


"Malam ini, jangan lupa pakai topeng untuk menutupi wajah kita".


"Siap, komandan".


Lalu kami mendiskusikan dan malampun tiba


(Akhsa Pov. End)


Army camp


"Makanannya sudah siap Lo". Ucap prajurit 1


"Semuanya berbaris untuk mengambil makanan". Ucap prajurit 2


"Siap.....". Ucap semua prajurit


"Sepertinya semua berjalan lancar". Ucap kesatria suci


"Oh ternyata kesatria Ahwi, semua berjalan lancar". Ucap prajurit 2


"Kalau begitu bagus, kita akan sampai ke ibu kota dalam waktu tiga hari kalau keadaan para prajurit sehat-sehat saja". Ucap Ahwi


"Banar kesatria....". Ucap Ahwi

__ADS_1


"Kalau begitu kamu boleh pergi". Ucap Ahwi


Lalu Ahwi menuju ke tempat api unggun untuk menghangatkan badan


"Entah kenapa aku memiliki firasat buruk, semoga saja ini cuma firasat". Gumam Ahwi dalam hati


Tengah malam


Tenda Ahwi


Ahwi sedang tidur setelah selesai menyusun rute tercepat menuju ibu kota


Tiba-tiba suara pedang dan kobaran api terdengar dari luar


"Ksatria-ksatria ada yang menyerang". Teriak prajurit 6


Ahwi terkejut lalu bangun dan bersiap untuk melawan penyusup itu


"Siapa yang menyerang". Ucap Ahwi


"Kami kurang tahu tapi kami hanya melihat dua orang memakai topeng dan berambut hitam". Ucap prajurit 6


Saat Ahwi membuka tendanya sebagian besar perajuti yang disana mati dan api membakar kemana-mana


"Apa yang terjadi disini". Ucap Ahwi


"Ksatria itu mereka". Ucap prajurit 6


Lalu Ahwi melihat kearah yang ditunjuk prajurit tadi


Disana hanya ada satu orang saja, dan tiba-tiba Ahwi merasakan aura membunuh dari atas


Ternyata itu adalah orang yang satunya lagi, dia menyerang menggunakan pedang yang diselimuti api berwarna hitam, Ahwi mencoba menghindarinya tapi legan kanannya terpotong akibat serangan itu


"Aghh..., kenapa mereka tiba-tiba menyerang kita". Ucap Ahwi sambil memegang tangannya yang terpotong


"Kenapa api hitam ditanganku tidak hilang". Ucap Ahwi


Lalu orang yang menyerang Ahwi berkata


"Fufufu, api itu tidak akan hilang sampai kamu terbakar habis". Ucap orang bertopeng


"Hahah, apakah begitu". Ucap Ahwi


Lalu Ahwi mengaktifkan -ultimate Skill Chastity


Lalu dia membuat area yang tidak dapat diserang dengan apapun, api hitam yang ada ditangannya juga menghilang


"Bagaimana, apa kamu bisa menyerang ku sekarang". Ucap Ahwi


"Semoga saja dia tidak dapat menyerang ku". Gumam Ahwi dalam hati


Lalu orang bertopeng itu tersenyum kecil


"Heh, kau kira aku tidak mempersiapkan ini". Ucap orang bertopeng


Lalu orang bertopeng itu mengulurkan tangannya ke area yang tidak dapat di serang itu lalu mengucapkan


"Makanlah 'Gluttony' ". Ucap orang bertopeng


Lalu area yang disentuh itu diserap oleh orang bertopeng itu


"Ba..ba..bagaimana mungkin". Tanya Ahwi


Orang bertopeng itu mengabaikan pertanyaan Ahwi dan menyerang Ahwi menggunakan pedang yang diselimuti angin yang sangat tajam


Ahwi mencoba menangkisnya menggunakan pedang dengan tangan kirinya, tapi pedang itu terpotong-potong akibat angin yang ada pada pedang pria bertopeng itu, lalu pria bertopeng itu memotong Ahwi menggunakan pedangnya dan Ahwi mati


"Apa kau sudah selesai membunuh para prajurit itu Kuro". Ucap Shiro


"Yah, aku sudah membunuh mereka semua, bagaimana denganmu". Ucap Kuro


"Aku sudah membunuhnya, dan Ultimate Skill Chastity juga sudah didapatkan". Ucap Shiro


"Kalau begitu bagus, ayo kita kembali". Ucap Kuro


Mereka pergi dan meninggalkan mayat ksatria dan prajurit itu


Pagi hari


Kerajaan Anathasia


Ruang raja


Disana terdapat raja dan ksatria suci


"Apa..., ksatria suci Ahwi dan prajuritnya mati". Teriak raja


"Benar, Karna kami tujuh ksatria suci telah membuat ikatan seandainya salah satu dari kami mati yang lain akan mengetahuinya". Ucap rezen


Rezen salah satu ksatria suci pemilik Ultimate Skill Humility


Humility: kekuatan yang mampu mencapai para dewa. Dengan memakan jiwa seseorang, kekuatan yang bahkan bisa dibandingkan dengan dewa dapat diperoleh untuk sementara.


"Kenapa ini bisa terjadi, aku sudah menganggapnya sebagai temanku, apa ada informasi yang kamu ketahui". Ucap raja


"Kami mendapatkan surat dari kota *Aden* ". Ucap Razen memberikan suratnya kepada raja


Lalu muka raja mengerut dan mengatakan


"Tubuh Razen ada di kota *Aden*, cepat suruh prajurit untuk mengambilnya dan menguburnya secepat mungkin". Ucap raja


"Baik.....". Ucap Razen


Lalu Razen keluar dan menyuruh para prajurit untuk menyiapkan rapat


Disisi lain


Di kota Aden


Di penginapan Akhsa


(Akhsa Pov.)


"Uwahhhh, lelahnya......". Ucap Akhsa sambil menguap


Tadi malam aku berhasil membunuh ksatria suci dan mendapatkan Ultimate Skill Chastity, aku juga mendapatkan berbagai skill lainnya dari Kuro yang membunuh para prajurit


Aku juga mengetahui dimana lokasi pemilik Skill Seven Heavenly Virtues lainnya, Karna aku memiliki salah satu dari skill seven heavenly virtues

__ADS_1


Lalu aku menggunakan pakaianku dan melanjutkan perjalananku menuju ke ibu kota


Bersambung.......


__ADS_2